
Di Ruang Perawatan Ara
Saat ini Ara sudah di pindahkan ke ruangan VIP sehingga semua keluarga nya bisa masuk untuk melihat kondisi Ara yang bisa dikatakan sudah sedikit baik dibandingkan sebelumnya.
Tak hanya keluarga Ara yang ada disana, Antonio ikut serta berada disana untuk memeriksa keadaan Ara agar tidak ada sisa dari racun yang menempel di tubuh Ara. Karena jika ada sisa racun yang tertinggal itu juga akan berbahaya di kemudian hari.
"Bagaimana An? Apa Ara sudah sembuh?" tanya Claudia dengan cemas.
Walaupun Ara sudah sadar tidak membuat Claudia merasa tenang. Dia sengaja menanyakan pertanyaan itu agar hatinya bisa tenang dan tidak lagi merasa ketakutan setelah mendengar keadaan anaknya yang ternyata baik-baik saja.
"Tentu saja..."
"Aku sudah memeriksa seluruh tubuh Ara dan aku lihat dia sudah sembuh serta bersih dari racun yang diberikan oleh mereka," ujar Antonio.
Saat mendengar perkataan Antonio membuat mereka semua merasa bahagia. Itu artinya apa yang mereka takutkan tidak akan terjadi. Tapi kesenangan mereka tidak bertahan lama setelah mendengar perkataan Ara.
"Jika benar aku sudah sembuh lalu kenapa aku masih belum bisa bergerak? Apa benar yang dikatakan oleh laki-laki brengsek itu kalau aku sekarang menjadi cacat?" tanya Ara dengan wajah ketakutan.
Ara tidak sanggup menjalani hidup seperti dulu lagi jika benar dia menjadi cacat. Tak hanya itu Ara yang dulunya sangat percaya diri sekarang malah hilang gara-gara mengingat kondisinya yang cacat. Bisa saja suaminya pun pasti akan meninggalkan dirinya lantaran malu karena memiliki istri yang cacat.
Jika dulu Ara akan merasa senang jika Axton meninggalkan dirinya karena diapun tidak memiliki perasaan apapun pada Axton. Berbeda dengan sekarang, sejak kejadian di tempat penyekapan itu Ara yang dulunya sangat benci pada Axton sekarang berubah menjadi cinta.
Yah, Ara baru menyadari kalau dia sekarang sudah benar-benar mencintai suaminya sehingga dia sangat takut kehilangan suaminya lantaran dia sekarang tidak lagi sempurna seperti dulu.
Jika seandainya suaminya meninggalkan dia pasti itu semua karma karena dulu dia sudah sangat menyakiti baik perasaan Axton maupun perasaan laki-laki yang dulu mencintai dirinya. Dia baru menyadari mungkin seperti inilah perasaan mereka disaat takut kehilangan orang-orang yang kita cintai sekarang dia sudah merasakannya.
"I... Itu tidak mungkin kan An? Ara anakku tidak mungkin cacat kan" tanya Claudia dengan perasaan ketakutan.
Mendengar perkataan Ara dan juga Claudia membuat Antonio menghela nafas panjang setelah itu baru dia menjawab pertanyaan mereka.
"Memang benar Ara sudah bersih dari racun tapi efek dari racun yang di telan oleh Ara bisa menyebabkan kita menjadi cacat. Tapi, kalian tidak perlu khawatir ini hanya sementara saja mungkin dua minggu lagi Ara pasti bisa berjalan normal lagi setelah melakukan terapi. Itupun jika terapi yang dilakukan oleh Ara berhasil jika tidak, maka Ara akan menjadi cacat untuk selamanya," jelas Antonio.
Deg
"Aku tidak mau jadi orang cacat... Hiks... Hiks..."
__ADS_1
"Tenang sayang, apapun yang terjadi padamu aku pasti akan selalu ada untukmu," sahut Axton seraya menenangkan istrinya.
Axton jika sudah mencintai seseorang maka dia akan selalu setia padanya walaupun orang yang dia cintai tidak lagi sempurna seperti dulu. Bagi dia apapun keadaan istrinya akan dia terima.
Deg
Ara yang tadinya merasa ketakutan sekarang merasa terkejut dan juga shock saat mendengar perkataan Axton yang mengatakan dia akan selalu setia padanya padahal suaminya tahu kalau Ara tidak lagi sempurna seperti dulu tapi dia masih saja mau menerima dia apanya.
Inilah laki-laki yang dulu dia sia-siakan ternyata masih mau menerima dirinya walaupun Axton tahu dia sekarang sudah menjadi wanita cacat. Ara sungguh menyesal karena dulu sempat mengsia-siakan laki-laki baik dan setia seperti itu dan dia bersyukur karena Tuhan masih memberikan dia kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka yang dulu sempat renggang. Ara berjanji dia akan selalu setia pada suaminya seperti Axton yang setia dan mau menerimanya apa adanya.
"Apa benar kak Axton tidak akan meninggalkan aku?" tanya Ara seraya mendengarkan sekali lagi jika perkataan yang keluar dari mulut Axton benar dari hatinya atau sekedar omongan saja.
"Tidak akan sayang," jawab Axton dengan penuh keyakinan.
Mendengar perkataan Axton membuat orang tua Ara ikut merasa senang. Mereka bersyukur memiliki menantu yang sangat baik dan setia seperti Axton karena masih mau berada disisi anaknya padahal jika Axton mau dia bisa meninggalkan Ara dan menikah dengan perempuan lain yang jauh lebih sempurna dibandingkan anak mereka.
"Apa alasan kak Axton masih betah berada disisi aku padahal kak Axton sudah tahu jika aku sekarang sudah menjadi wanita cacat?" tanya Ara dengan penasaran.
"Karena aku sangat mencintai kamu itu sebabnya aku tidak ingin meninggalkan kamu," jawab Axton dengan penuh keyakinan.
Deg
Berbeda dengan orang-orang yang ada di dalam ruangan Ara mereka satu-persatu keluar dari ruangan Ara dan membiarkan waktu buat Ara dan juga Axton untuk melepaskan rindu yang selama ini mereka pendam.
"Ayo kita keluar dari sini biar mereka bisa mengobrol tanpa ada ngangguan dari kita," ujar Claudia yang di tanggapi anggukan kepala oleh Mereka setelah itu mereka langsung pergi dari sana.
Claudia sangat bersyukur karena memiliki menantu yang sangat baik. Untung saja dia tidak jadi menjodohkan anaknya dengan teman rekan bisnis suaminya jika saja dia berhasil menikahkan mereka pasti dia akan menyesal. Karena dia sangat yakin jika laki-laki yang dijodohkan oleh nya belum tentu mau menerima anaknya yang cacat tidak seperti Axton yang masih setia merawat dan berada di sisi anaknya.
"Terima kasih," ujar Ara dengan tulus.
"Untuk?" tanya Axton dengan kening mengkerut.
Axton tidak paham kenapa istrinya mengucapkan ucapan terima kasih padanya. Itu sebabnya dia menanyakan pertanyaan balik pada istrinya.
"Karena kak Axton masih mau menerima wanita cacat seperti aku," jawab Ara dengan sendu.
__ADS_1
"Berapa kali aku harus katakan padamu kalau aku benar-benar sangat mencintai kamu jadi, aku tidak peduli walaupun kamu sudah cacat seumur hidup karena bagiku kau ada disisi aku saja aku sudah senang," ujar Axton seraya menyakinkan istrinya kalau dia benar-benar serius dengan perkataan nya. Dia tahu mungkin istrinya sekarang tidak pede lantaran sudah cacat berbeda dengan dulu yang masih sehat dan sempurna.
"Ternyata Tuhan masih baik padaku karena memberikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri dan juga melanjutkan hubungan kita dengan serius sebagai pasangan lain yang saling mencintai," ujar Ara.
"A... Apa kamu juga mencintai ku?" tanya Axton yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.
"Iya, aku juga mencintai kak Axton," jawab Ara seraya menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih sayang, karena sudah membalas cintaku," ujar Axton seraya mencium seluruh wajah Ara.
Dan saat Axton ingin mencium bibir Ara langsung ditahan olehnya hingga Axton merasa bersalah karena berpikir dia sudah lancang ingin mencium bibir Ara tanpa izin dari pemiliknya.
"Maaf," ujar Axton dengan wajah bersalah.
"Tidak apa-apa kak, justru aku yang merasa bersalah karena sudah menolak ciuman kakak. Aku bukannya menolak hanya saja aku tidak mau kak Axton ikutan sakit gara-gara mencium aku," ujar Ara seraya menjelaskan agar suaminya tidak salah paham.
Mendengar perkataan Ara membuat Axton antusias sedangkan Ara yang melihat tingkah Axton hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Berarti setelah kamu sembuh aku sudah boleh mencium kamu?" tanya Axton dengan antusias.
"Tentu saja," jawab Ara dengan tersenyum.
"Bagaimana dengan nafkah batin apa kamu sudah siap melakukan itu dengan ku?" tanya Axton dengan camas.
"Iya," jawab Ara seraya menganggukkan kepalanya.
"Yes, akhirnya aku bisa merasakan syurga dunia," ujar Axton dengan antusias sedangkan Ara hanya bisa tersenyum saat melihat kelakuan suaminya seperti anak kecil.
•
•
•
Bersambung....
__ADS_1
🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼