
California
Di Ruang Kerja Arrabella
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di ruangan itu.
Cklek
"Ada apa Luna?" tanya Ara pada sekretaris nya dengan penasaran.
"Maaf nona, di luar ada seseorang yang ingin bertemu dengan nona," jelas Luna dengan sopan.
"Suruh masuk," titah Ara dengan tegas.
"Baik nona," jawab Luna seraya pergi dari sana.
Cklek
"Katakan," titah Ara tanpa basa-basi.
"Maaf nona kami belum bisa mencari informasi tentang tuan Revan Sanders. Sepertinya ada seseorang yang ahli menyembunyikan indentitas dia sehingga anak buah kita tidak bisa melacak keberadaan dia," jelas anak buah Ara.
Braak
"Dasar bodoh, untuk apa aku membayar kalian mahal-mahal jika masalah ini saja kalian tidak bisa kerjakan. Ingat, jika kalian belum juga menemukan informasi tentang indentitas laki-laki itu maka aku tidak akan segan-segan menggantung kalian hingga mati menganaskan," ujar Ara dengan tatapan tajam.
Mendengar perkataan Ara membuat mereka menelan ludahnya sendiri. Mereka sangat tahu bagaimana sifat atasan mereka yang tidak memiliki perasaan bahkan dengan kejamnya membunuh siapapun yang di anggap tidak berguna untuknya.
Berbeda jika mereka bisa menjalankan tugas yang di berikan olehnya maka atasan mereka akan memberikan imbalan yang sangat besar untuk mereka.
"Kami janji akan berusaha menemukan indentitas laki-laki itu nona," ujar anak buah Ara dengan wajah cemas.
Mereka sangat takut dengan ancaman Ara itu sebabnya mereka akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa menemukan siapa musuh yang ingin menghancurkan perusahaan atasannya.
"Aku akan berikan kalian satu kali kesempatan jika kalian belum juga menemukan di mana keberadaan laki-laki itu maka aku tidak akan pernah mengampuni kalian," ujar Ara dengan penuh penekanan.
"Terima kasih nona, kami akan memberikan informasi secepatnya pada nona," ujar anak buah Ara.
"Kalian bisa pergi dari sini," titah Ara dengan tegas.
"Baik nona," balas mereka seraya pergi dari sana.
__ADS_1
"Huff, kenapa musuh kali ini sangat sulit di temukan? Aku harus bisa menemukan dia secepatnya sebelum dia menghancurkan perusahaan ku ataupun mencelakai keluarga ku," ujar Ara.
β’
β’
β’
Indonesia
Di Mansion Axton George
"Selamat datang nyonya besar," sapa asisten rumah yang bekerja di mansion Axton George.
"Panggil Ara kemari Bi," titah Miranda dengan sopan. Saat ini dia sedang berada di ruang keluarga yang ada di mansion anaknya.
"Loh, apa tuan muda tidak bilang pada nyonya kalau nona muda sekarang sudah kembali ke negara nya," jelas asisten rumah. Dia pikir ibu dari majikannya sudah tahu perihal menantunya yang sudah kembali ke negara asalnya. Tetapi, nyatanya ibu atasannya malah tidak tahu apapun.
"Apa?" teriak Miranda yang terkejut saat mendengar perkataan asisten rumah anaknya.
"Kapan dia kembali ke negaranya? Apa mereka sedang bertengkar sehingga Ara minggat dari mansion ini?" tanya Miranda dengan wajah cemas.
"Bibi tidak tahu nyonya, jika nyonya penasaran lebih baik tanyakan langsung pada tuan muda." Walaupun dia tahu masalah yang terjadi antara Ara dan Axton tetap saja dia tidak ingin mengadu pada ibu majikannya lantaran takut salah ucap dan akhirnya malah dia yang kenak imbasnya. Lebih baik dia diam dari pada di pecat dari mansion ini.
"Ya sudah, bibi bisa pergi dari sini," titah Miranda dengan tegas.
"Sia-sia aku datang kemari. Jika saja aku tahu menantu ku tidak ada di sini mana mungkin aku datang ke sini," ujar Miranda dengan kesal.
π
π
Di Perusahaan George Company
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di ruangan itu.
Cklek
"Katakan ada apa?" tanya Axton tanpa melihat siapa yang datang ke ruangannya.
"Kapan nona muda kembali tuan?" tanya Marcel asisten pribadi Axton.
__ADS_1
Mendengar nama istrinya disebut langsung membuat Axton berhenti dari aktivitas nya yang sedang menandatangani dokumen-dokumen yang ada di atas mejanya.
"Untuk apa kamu menanyakan tentang istri ku? Apa kamu suka dengan istri ku?" tanya Axton dengan tatapan tajam.
Entah kenapa akhir-akhir ini dia sangat sensitif jika ada laki-laki yang menanyakan tentang istrinya. Berbeda dengan Marcel dia sangat terkejut dan ketakutan saat melihat tatapan atasannya. Dia buru-buru ingin menjelaskan alasan dia menayangkan tentang istri atasannya agar atasannya tidak salah paham padanya.
"Tidak tuan, aku tidak berani mencintai istri tuan," jawab Marcel dengan jujur.
Axton langsung melihat dan memperhatikan Marcel dan dia bisa melihat kalau asisten pribadinya bicara dengan jujur. Berbeda dengan Marcel yang sangat gugup saat di perhatian oleh atasannya.
"Lalu untuk apa kamu menanyakan tentang istri ku?" tanya Axton dengan penasaran.
"Kenapa akhir-akhir ini tuan Axton sangat sensitif jika ada seseorang yang menanyakan tentang istrinya? Apa tuan Axton sudah jatuh cinta pada nona muda?" batin Marcel.
"Apa tuan lupa kalau kita ada jadwal pemotretan produk terbaru milik tuan? Jika tidak ada nona muda bagaimana bisa kita luncurkan produk terbaru tuan muda?" tanya Marcel.
Axton baru teringat kalau dia akan meluncurkan produk terbaru perusahaan nya. Dan sialnya model yang dia kontrak justru malah kembali ke negaranya. Sekarang dia sedang pusing bagaimana cara menyampaikan pada istrinya agar mau kembali ke negara ini untuk mempromosikan produk terbaru miliknya. Jika Ara tidak mau kembali ke negara ini lagi maka dia dengan terpaksa mengontrak model lain yang ada di perusahaan miliknya.
"Sial, kenapa aku bisa lupa masalah itu? Apa yang harus kita lakukan sekarang Cell?" tanya Axton dengan cemas.
"Sebaiknya tuan hubungi nona muda dan beritahu pada nona muda tentang masalah ini," ujar Marcel.
"Apa kamu yakin Ara mau bicara dengan ku? Aku hanya takut dia menolak bicara dengan ku." Axton tidak yakin istrinya mau bicara dengan nya karena dia sangat tahu bagaimana hubungan mereka yang tidak pernah berjalan dengan baik. Setiap mereka bertemu selalu bertengkar itu sebabnya dia merasa ragu untuk menelpon Ara takut istrinya menolak untuk bicara dengan nya.
"Tuan coba dulu siapa tahu nona muda mau bicara dengan tuan," ujar Marcel seraya menyemangati atasannya.
"Oke, aku akan coba. Tapi bagaimana kalau dia tidak mau pulang ke sini lagi?" tanya Axton.
"Jika nona muda tetap tidak mau pulang ke negara kita maka kita terpaksa mengontrak model lain," ujar Marcel.
"Ck! Aku tidak menyangka wanita licik itu bisa menipu ku seperti ini padahal aku sudah menuruti perintah dia tapi nyatanya dia malah melanggar janjinya dengan pulang ke negara nya tanpa memberitahukan padaku," ujar Axton dengan kesal.
"Apa benar tuan Axton sampai mau mengepel lantai agar nona muda mau bekerjasama dengan tuan?" Marcel tidak menyangka atasannya bahkan sampai merendahkan harga dirinya agar nona muda mau bekerja di perusahaan ini.
"Iya, makanya aku sangat kesal padanya setelah apa yang aku lakukan dia malah seenaknya main pergi begitu saja padahal dia sudah tahu kalau kita akan meluncurkan produk terbaru tapi dia malah tidak ada di sini," balas Axton dengan kesal.
"Hanya nona muda yang bisa lakukan ini pada tuan Axton bahkan orang tuanya sendiri tidak pernah seberani ini menyuruh anaknya melakukan pekerjaan pembantu. Dan lihat sekarang, setelah menipu tuan Axton dia malah pergi begitu saja tanpa memberikan kabar apapun pada tuan Axton." Marcel hanya bisa mengungkapkan unek-unek nya dalam hati.
β’
β’
β’
__ADS_1
Bersambung...
πΏπ π ||||πΌπΌ||||π π ||||πΌπΌ||||π π πΏ