Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 14 )


__ADS_3

Di Ruang Kerja Jennifer


"Hubungi pak Ardi, dan beritahu padanya kalau aku akan menerima tawaran kerjasama dengan nya. Tapi, dengan syarat. Aku ingin menjadi pemeran utama di film yang ingin di bintangi oleh artis Gisela Arumi," titah Ara dengan tegas.


"Kenapa kamu ingin mengambil peran orang lain Ra? Ara yang aku kenal tidak pernah bermain curang apalagi mengambil peran orang lain seperti ini. Apalagi peran yang ingin kamu rebut tidak ada apa-apa nya di bandingkan kontrak kerjasama dengan Mis Aqila." Jennifer sangat terkejut saat mendengar perkataan Ara. Awalnya dia sangat bahagia saat melihat temannya mau kembali di dunia perfilman. Tapi, saat mendengar temannya ingin merebut peran orang lain dia langsung kesal. Karena dia sangat tidak suka melihat temannya melakukan hal curang seperti ini.


"Lakukan saja apa yang aku katakan. Dan jangan pecat dia, tapi beritahu pada pak Ardi peran wanita itu di ganti menjadi pemeran antagonis sedangkan aku yang akan menjadi pemeran protagonis," ujar Ara.


"Apa kamu yakin ingin mengantikan peran wanita itu? Kau tahu, peran wanita itu bukan seperti peran yang biasa kamu lakukan. Di film yang ingin di perankan oleh wanita itu, pemeran utamanya menjadi wanita lemah dan selalu disakiti oleh pemeran antagonis," ujar Jennifer seraya menjelaskan pemeran utama di film itu.


"Beritahu pada pak Ardi naskahnya akan aku nganti dengan naskah ku sendiri. Karena aku tidak mau menjadi wanita lemah baik di dunia perfilman maupun di dunia nyata," ujar Ara.


"Sejak kapan kau menjadi penulis skenario?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Sejak sekarang," jawab Ara dengan singkat." Lakukan apa yang aku katakan."


"Baik," jawab Jennifer dengan pasrah.


Beberapa menit kemudian


"Bagaimana? Apa dia setuju dengan ideku?" tanya Ara dengan penasaran.


"Awalnya dia menolak karena mereka sudah membuat alurnya sendiri. Bahkan besok mereka mulai syuting film. Tapi, karena aku mengatakan kamu yang akan menjadi pengganti sekaligus yang akan membuat alur ceritanya maka dia langsung mau mengontrak kamu untuk main di film yang dia buat nanti," jelas Jennifer.


"Bagus. Sudah lama aku tidak main-main. Sekarang aku akan bermain dengan wanita itu, biar dia sadar dan menyesal karena sudah berani memanfaatkan kepolosan adikku," ujar Ara dengan seringai liciknya.


"Apa yang telah di lakukan oleh wanita itu pada adikmu Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Dia sengaja mendekati adikku agar bisa menjadi bagian dari keluarga Lemos. Sebelum dia berhasil melakukan niatnya itu maka aku dulu yang akan menyingkirkan dia," balas Ara.


"Apa wanita ini juga memiliki niat buruk terhadap adikmu Reagan?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Jika dia tidak memiliki niat jahat mana mungkin aku menyingkirkan dia," ujar Ara.


"Kenapa adikmu sangat bodoh? Dia selalu di manfaatkan oleh orang lain. Beda jauh dengan sifatmu yang terkenal licik dan kejam serta suka memanfaatkan orang lain," ujar Jennifer.


"Tanya saja padanya, kenapa dia bisa menjadi orang bodoh dan mudah di manfaatkan oleh orang lain."


"Dan harus kau ingat Jen! Aku hanya licik dan kejam pada orang yang mencari masalah dengan ku saja. Sedangkan dengan orang yang tidak bersalah tidak akan aku ganggu ataupun menyakiti nya. Dan aku merasa bangga karena memiliki sifat seperti ini. Dari pada memiliki sifat seperti adikku yang bodoh itu yang setiap hari selalu dimanfaatkan oleh orang lain," ujar Ara dengan bangga.. Sedangkan Jennifer yang mendengar perkataan Ara hanya dapat geleng-geleng kepala.





Di Kamar Arrabella

__ADS_1


"Sayang, ayo bangun. Apa kamu tidak pergi kerja?" tanya Claudia seraya membangunkan Ara.


"Sebentar lagi mom, aku masih ngantuk," jawab Ara yang masih betah memejamkan matanya.


"Tapi sayang, di bawah sudah ada Jennifer teman kamu. Dia mengatakan kalian ada jadwal di luar kota," ujar Claudia dengan lembut.


Mendengar perkataan Claudia membuat Ara teringat kalau hari ini dia akan memulai misinya untuk memberikan pelajaran pada wanita yang sudah berani memanfaatkan adiknya.


"Beritahu pada Jenni lima menit lagi aku siap," ujar Ara seraya melangkah menuju kamar mandi.


"Oke," jawab Claudia seraya keluar dari kamar Ara.


Di Ruang Tamu


"Bagaimana tante? Apa Ara sudah siap?" tanya Jennifer.


"Katanya lima menit lagi dia siap," jawab Claudia.


"Apa Ara tadi masih tidur tante?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Iya. Apa kamu sudah sarapan?" tanya Claudia.


"Belum tante," jawab Jennifer.


"Sebaiknya kamu sarapan dulu biar kamu ada tenaga saat menyetir nanti. Ajak teman mu pasti dia belum sarapan juga," ujar Claudia dengan lembut.


Di Ruang Makan


"Siapa dia Jen?" tanya Claudia seraya menunjuk ke arah Elena.


"Dia asisten baru Ara tante," jawab Jennifer.


"Kenapa Ara mencari asisten baru?" tanya Claudia dengan penasaran. Pasalnya dia sama sekali tidak tahu tentang kelakuan putrinya yang suka menghukum bawahannya sehingga mereka lebih baik mengundurkan diri dari pada bekerja dengan Ara.


"Karena dia mau pulang kampung tante," jawab Jennifer yang sengaja menutupi kesalahan Ara.


"Apa kamu orang asia?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Iya, tante," jawab Elena dengan singkat.


"Siapa namamu?" tanya Claudia lagi.


"Elena tante," jawab Elena dengan singkat.. Sedangkan Claudia hanya menganggukkan kepalanya saja.


Lima Menit Kemudian


"Ayo Jen! Kita berangkat sekarang," ujar Ara yang di tanggapi anggukan kepala oleh Jennifer.

__ADS_1


"Mom, Ara berangkat dulu. Do'ain Ara agar selamat hingga sampai tujuan," ujar Ara seraya mencium pipi ibunya dengan penuh kasih sayang.


"Iya, hati-hati di jalan," ujar Claudia yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.





Di Kota XX


Setelah menempuh beberapa jam akhirnya mereka sampai juga di kota XX. Petugas di sana yang melihat Ara langsung menyambutnya dan membawa Ara ke salah satu Apartemen yang telah disiapkan untuknya.


"Selamat sore nona muda. Ayo ikut saya," ujar petugas itu dengan sopan seraya menuntun Ara menuju ke salah satu Apartemen yang telah di siapkan untuk Ara selama ada di kota ini.


"Kemana kamu membawaku? Bukannya kita harus ke tempat syuting film?" tanya Ara dengan penasaran.


"Syutingnya di undur dulu nona, kata bos besok baru mulai syuting filmnya karena bos tahu nona muda pasti lelah karena harus menempuh perjalanan jauh," jelas petugas itu.


Mendengar perkataan petugas itu Ara dan yang lain langsung mengikuti petugas itu menuju salah satu Apartemen yang sudah di siapkan untuk Ara dan kebetulan Apartemen yang di tempati oleh Ara tidak jauh dari lokasi syuting film yang akan dibintangi oleh Ara.


"Selamat istirahat nona muda," ujar petugas itu dengan sopan setelah sampai di Apartemen yang disiapkan untuk Ara.


"Iya, terima kasih," ujar Ara seraya memberikan tips untuk petugas itu.


"Sama-sama nona muda," jawab petugas itu seraya pergi dari sana.


"Ayo kita istirahat sejenak, biar nanti kita memiliki tenaga untuk menjalankan aktivitas seperti biasanya," ujar Jennifer.


"Ya, kau benar Jen! Aku benar-benar sangat capek karena harus duduk beberapa jam di dalam mobil," ujar Ara seraya merenggangkan otot-otot nya.


"Sebaiknya kamu tidur di kamar ini saja, sedangkan aku bisa tidur satu kamar dengan Elena," ujar Jennifer seraya menunjuk ke arah kamar yang akan ditempati oleh Ara.


"Oke, aku duluan," ujar Ara seraya pergi dari sana.


"Ayo, El. Kita istirahat juga," ujar Jennifer dengan lembut.


"Baik nona," jawab Elena dengan singkat.





Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2