
Di Kamar Arrabella
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.
Cklek
"Ada apa kak Ara menyuruhku ke sini?" tanya Reagan yang saat ini sudah berdiri di depan Ara.
"Lihat ini," titah Ara dengan tegas.
"Apa ini kak?" tanya Reagan dengan penasaran.
"Jangan banyak tanyak, buka saja amplopnya," titah Ara dengan tegas.
Mendengar perkataan Ara membuat Reagan langsung membuka amplop yang diberikan oleh Ara. Saat melihat isi yang ada di dalam amplop tersebut langsung saja membuat Reagan terkejut dan juga shock.
"A... Apa ini benar kak?" tanya Reagan dengan wajah terkejut dan juga kecewa. Dia tidak menyangka wanita yang dia pikir wanita baik-baik ternyata hanyalah wanita panggilan.
Yah, yang saat ini dilihat oleh Reagan adalah foto Gisela Arumi yang sedang bermesraan dengan laki-laki yang berbeda. Ara sengaja memperlihatkan foto itu pada adiknya agar dia bisa sadar kalau wanita yang selama ini dekat dengan nya bukanlah wanita baik-baik.
Sebagai seorang kakak dia memiliki kewajiban untuk melindungi adiknya agar tidak di manfaatkan oleh orang lain. Walaupun dia selama ini sangat tegas dan kejam terhadap adiknya bukan berarti dia tidak peduli pada hidup adiknya. Buktinya dia sudah berkali-kali melindungi adiknya dari wanita yang memiliki niat buruk terhadap nya.
"Apa kau pikir itu foto editan?" tanya Ara dengan kesal.
"Bukan begitu maksudku kak. Hanya saja aku tidak menyangka ternyata wanita yang selama ini terlihat baik di depanku ternyata seorang wanita panggilan. Dan aku sangat yakin, dia mendekati ku pasti memiliki niat yang tidak baik," ujar Reagan.
"Ck! Kenapa baru sekarang kamu sadar kalau wanita itu bukan wanita baik-baik?" tanya Ara seraya berdecih.
"Mana aku tahu kalau dia bukan wanita baik-baik, orang selama dia dekat dengan ku selalu terlihat baik," ujar Reagan yang tidak mau disalahkan.
"Tapi, dari mana kak Ara tahu kalau aku sedang dekat dengan wanita itu?" tanya Reagan dengan penasaran.
__ADS_1
"Apa yang tidak aku tahu tentang mu? Selama ini, kemana pun kamu pergi pasti akan ada bodyguard bayangan yang selalu Mengawasi mu," ujar Ara.
Padahal apa yang dia katakan semuanya tidak lah benar. Dia sengaja mengatakan itu untuk menakuti adiknya agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan dirinya dan juga keluarganya. Karena dia sangat tahu bagaimana sifat adiknya yang mudah dihasut dan dimanfaatkan oleh orang lain.
"Kenapa kak Ara melakukan ini padaku? Aku ini bukan lagi anak kecil yang kemanapun aku pergi harus diikuti oleh bodyguard yang kakak perintahkan itu." Reagan tidak pernah menyangka selama ini kakaknya selalu mengawasi dirinya lewat bodyguard bayangan.
Pantas saja kakaknya selalu tahu apa yang dia lakukan dibelakangnya. Ternyata dia diikuti oleh bodyguard suruhan kakaknya.
"Jika kau sudah besar dan tahu mana yang baik dan benar, kenapa bisa ditipu dan dimanfaatkan oleh orang-orang yang kamu percayai itu?" tanya Ara seraya meremehkan adiknya.
Mendengar perkataan Ara membuat Reagan terdiam seperti patung. Karena apa yang dikatakan oleh kakaknya semuanya benar. Selama ini baik pacar dan teman-temannya yang mendekati dirinya hanya untuk memanfaatkan uangnya saja. Jika saja tidak ada kakaknya yang mengatakan kebenaran ini maka selamanya dia akan hidup dalam kebohongan yang diciptakan oleh mereka.
"Kenapa diam? Apa sekarang kamu sudah sadar kalau kamu itu hanyalah laki-laki lemah yang mudah dibohongi dan dimanfaatkan oleh orang lain?" tanya Ara dengan tatapan mengejek.
"Kak Ara benar. Aku benar-benar laki-laki bodoh yang mudah percaya pada kebohongan mereka. Padahal mereka mendekati aku hanya ingin memanfaatkan uang aku saja," balas Reagan.
"Sekarang kamu sudah tahu kenapa aku sampai menyewa bodyguard bayangan untuk mengikuti kemanapun kamu pergi agar kamu terhindar dari orang yang memiliki niat buruk terhadap mu," ujar Ara.
"Sekarang kamu bisa kembali ke kamarmu. Dan ingat pesan aku baik-baik, jangan mudah percaya pada orang lain walaupun mereka bersikap baik padamu. Karena sifat yang ditunjuk oleh mereka belum tentu itu sifat aslinya. Dan bisa saja mereka berpura-pura menjadi orang baik agar kamu tersentuh dan akhirnya jatuh cinta pada nya."
"Berhati-hatilah dalam memilih pacar ataupun teman. Jangan sampai kebaikan kamu dibalas dengan air tuba," ujar Ara dengan penuh ketegasan.
Dia berharap adiknya bisa membuka mata dan bisa membedakan mana orang yang baik dan tulus terhadap nya dan mana orang yang hanya sekedar mencari keuntungan dari adiknya untuk kepentingan mereka.
"Baik kak. Aku akan ingat semua perkataan kak Ara," balas Reagan." Kalau begitu aku akan kembali ke kamar ku dulu."
"Hemmm," jawab Ara seraya menganggukkan kepala.
•
•
•
__ADS_1
Di Apartemen Gisela
"Kau kenapa Sel?" tanya Ambar dengan kening mengkerut saat melihat anaknya yang sedang mondar-mandir didepannya dengan wajah yang terlihat cemas.
"Ini ma, aku tidak tahu kenapa tiba-tiba Reagan tidak menghubungi ku lagi. Tidak hanya itu saja bahkan sekarang nomor ku sudah di blokir olehnya," jawab Gisela dengan wajah cemas.
"Mungkin saja dia sudah melihat berita kita yang sedang viral di jagat maya. Itu sebabnya dia menjauh dari mu," ujar Ambar.
Mendengar perkataan Ambar membuat dia semakin cemas. Dia tidak mau sampai harus kehilangan laki-laki kaya raya seperti Reagan. Apalagi Reagan adalah pewaris perusahaan Apple Inc. Perusahaan yang sangat terkenal dan besar yang ada di negara mereka.
"Bagaimana ini ma? Aku tidak mau sampai harus kehilangan Reagan? Karena cuma dia laki-laki kaya yang bisa membuat hidup kita kembali menjadi orang kaya," ujar Gisela.
"Sudahlah lupakan saja laki-laki itu. Karena masih banyak laki-laki lain yang bisa kamu jadikan ATM berjalan," ujar Ambar yang tidak mau ambil pusing dengan laki-laki yang saat ini dekat dengan anaknya. Tanpa tahu siapa sebenarnya Reagan. Jika saja dia tahu pasti dia akan terkejut dan mendesak anaknya agar jangan sampai lepas dari tangan anaknya.
"Masalah nya dia bukan laki-laki biasa ma. Itu sebabnya aku tidak mau sampai kehilangan dia," ujar Gisela yang tidak rela kehilangan tambang emas seperti Reagan.
"Apa hebatnya laki-laki itu sehingga kamu takut seperti ini?" tanya Ambar dengan penasaran.
"Dia adalah tuan muda Reagan Alexander Lemos pewaris perusahaan Apple Inc yang sangat terkenal di negara kita," balas Gisela.
"Apa?" teriak Ambar yang terkejut saat mendengar perkataan anaknya.
Dia tidak menyangka anaknya bisa dekat dengan anak sang penguasa negara ini. Jika dia tahu lebih awal, maka dia pasti akan menyuruh anaknya untuk menjebak laki-laki itu agar segera menikahi anaknya. Karena jika sampai anaknya bisa menjadi menantu dikeluarga itu, maka hidup anaknya pasti akan terjamin. Tapi sekarang harapannya untuk memiliki besan orang terkaya dinegara ini sinar gara-gara berita yang sedang viral itu.
•
•
•
Bersambung...
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿
__ADS_1