
Deg
"Ma... Maksud kamu apa?" tanya Clarissa dengan terbata-bata.
"Apa kamu masih belum paham juga? Aku adalah istri sah kak Axton sedangkan kamu hanyalah wanita yang mengaku-ngaku sebagai calon istrinya padahal kak Axton sama sekali tidak suka pada gadis jelek seperti kamu," balas Ara dengan pedas.
"Tidak mungkin keluarga Axton mau menerima kamu sebagai menantunya karena ibunya Axton sendiri yang sudah memilih aku sebagai calon istri untuk anaknya." Clarissa begitu percaya diri mengatakan itu pada Ara karena berpikir ibunya Axton hanya memilih dirinya sebagai kandidat calon istri untuk anaknya.
"Sayang, kasih tahu pada mantan pacarmu ini kalau kita sudah menikah agar wanita ini sadar kalau dia tidak pantas untuk bersanding dengan mu," ujar Ara dengan manja.
Mendengar perkataan Ara membuat Axton melongo lantaran tidak percaya Ara bisa bicara dengan nada manja seperti itu. Axton bukannya tergoda tetapi dia justru merasa jijik dan ingin muntah karena dia sangat tahu bagaimana watak asli Ara yang sangat kejam pada siapapun yang berani mencari masalah dengan nya.
"Apa benar dia istri mu Ax?" tanya Clarissa dengan tatapan tak percaya.
"Iya, jadi mulai sekarang berhenti menganggu ku karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyukai siluman seperti kamu," balas Axton tak kalah pedas dari perkataan Ara.
Hahahaha
"Kau dengar itu, kak Axton saja enek melihat wajah mu yang sok cantik itu apalagi aku, rasanya mau pingsan saat melihat boneka anabelle berdiri dihadapan ku," ujar Ara seraya tertawa terbahak-bahak.
"Kurang ajar, dasar wanita jaalang," teriak Clarissa seraya menampar Ara yang saat ini sedang berdiri dihadapannya.
Plak
"Nona, kau tidak apa-apa?" tanya Elena dengan cemas.
"Mundur El, biar aku yang atasi wanita jaalang ini," ujar Ara dengan penuh emosi.
"Baik nona muda," jawab Elena seraya mundur ke belakang Ara.
"Kau tahu, seumur hidup aku belum pernah ditampar oleh siapapun. Tapi, kamu sungguh berani menampar wajahku dengan tangan mu ini bagaimana kalau aku menghilangkan tangan yang sudah berani menampar wajahku ini hemmm?"
__ADS_1
Krek
"Ahhh... kurang ajar, apa yang kau lakukan pada tangan ku hah?" Clarissa tidak menyangka wanita dihadapan nya ini benar-benar mematahkan tangannya.
"Ahhh... Le... lepaskan. A... Aku minta maaf," ujar Clarissa terbata-bata ketika Ara dengan kejam nya mencekik leher nya hingga mengeluarkan air mata.
"Apa yang kau katakan hemmm? Kenapa kamu minta maaf padaku? Bukannya tadi kamu sangat berani melukai wajahku? Kau belum tahu siapa aku sebenarnya makanya kau berani melukai wajahku, jika saja kau tahu siapa Arrabella aku sangat yakin kamu pasti akan menghindar dari pada hidupmu hancur di tanganku." Setelah mengatakan itu langsung saja Ara menendang Clarissa hingga jatuh ke atas lantai.
Bruk
"Ahhwwsstt... Aku mohon lepaskan aku. Aku berjanji tidak akan mencari masalah dengan mu lagi," mohon Clarissa dengan wajah ketakutan.
Dia tidak menyangka wanita yang dia pikir lemah ternyata sangat menakutkan. Jika dia tahu bagaimana sifat wanita ini maka dia pasti tidak akan berani mencari masalah dengan nya. Dia hanya berdoa semoga saja dia bisa selamat dari amukan wanita ini jika tidak maka dia akan mati di tangan wanita kejam ini.
"Oh Tuhan... Ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Lihat saja kelakuan wanita ini benar-benar sangat mirip om Alexander. Aku harus mencegah wanita ini sebelum dia membunuh siluman itu," batin Axton dengan cemas.
"Apa sekarang kau takut padaku?" tanya Ara seraya mengangkat dagu Clarissa.
"I... Iya. Tolong lepaskan aku," jawab Clarissa dengan wajah ketakutan.
"Tidak, A... Aku mohon jangan lakukan apapun pada wajahku. Ini adalah aset aku untuk bekerja, jika wajahku hancur bagaimana aku bisa bekerja?" Clarissa yang mendengar perkataan Ara semakin ketakutan.
Dia tidak bisa bayangkan bagaimana hidupnya dan keluarga nya jika sampai wanita ini menghancurkan wajahnya. Karena dia hanya memiliki keahlian dibidang Entertainment sedangkan dibidang lain dia sama sekali tidak memiliki bakat apapun. Itu sebabnya wajahnya adalah aset yang paling berharga untuk kelangsungan hidupnya dan juga keluarga nya.
"Jangan takut, aku hanya ingin menggores sedikit saja sebagai tanda ingat agar lain kali kamu tidak akan berani mencari masalah dengan ku lagi," ujar Ara dengan seringai liciknya.
"Ternyata istri tuan Axton jauh lebih kejam dibandingkan tuan Axton sendiri. Aku saja yang melihatnya sangat ketakutan apalagi wanita itu yang sudah merasakan penyiksaan dari nona muda," batin Marcel seraya bergerik ngeri.
"Jangan lakukan itu aku mohon." Clarissa masih memohon agar dilepaskan oleh Ara sedangkan Ara sama sekali tidak peduli pada permohonan wanita ini.
"Hentikan Ra," teriak Axton dengan suara keras.
__ADS_1
"Kenapa kamu menghentikan aku? Apa kamu jatuh cinta pada wanita siluman ini?" tanya Ara dengan kesal.
"Ck! Siapa yang jatuh cinta pada wanita ini? Aku menghentikan kamu agar kamu tidak masuk penjara," ujar Axton.
"Ck! Aku tidak takut masuk penjara jika kamu mau melaporkan aku silahkan," tantang Ara yang berpikir Axton tidak mungkin melaporkan dia ke kantor polisi. Tapi sayang, apa yang dia pikirkan tidaklah benar karena Axton benar-benar akan melaporkan Ara ke kantor polisi sesuai keinginan Ara sendiri.
"Kamu menantang ku? Kau pikir aku takut melaporkan kamu ke kantor polisi? Lihat saja aku pastikan kamu akan menekam di dalam sel," ujar Axton penuh penekanan.
Deg
"A... Apa benar dia ingin melaporkan aku ke kantor polisi? Jika benar, maka aku tidak bisa melakukan apapun karena ini bukan negara ku melainkan negara orang lain. Apalagi daddy dan mommy sudah pulang ke California aku harus minta tolong pada siapa jika polisi menangkapku?" batin Ara dengan cemas.
"Suruh polisi datang kemari Cell," titah Axton dengan tegas.
"Apa tuan serius mau melaporkan istri tuan ke kantor polisi? Apa tuan tidak takut tuan Alex murka pada tuan?" Marcel sudah tahu bagaimana sifat asli Alexander yang tidak pernah memaafkan siapapun yang mengusik keluarga nya. Itu sebabnya dia mengingatkan atasannya agar tidak melukai anak kesayangannya jika tidak ingin mati mengenaskan.
"Kau tenang saja, aku hanya ingin memberikan dia sedikit pelajaran agar dia bisa berubah dan tidak berani menantang ku lagi," ujar Axton.
"Tapi tuan..."
"Lakukan perintah ku atau kau aku pecat," titah Axton dengan tegas.
"Baik tuan," jawab Marcel seraya melakukan perintah Axton.
"Mampus kau, aku tidak sabar melihat wanita jaalang ini menekam di dalam sel tahanan. Aku tidak menyangka Axton lebih membela ku dari pada wanita ini. Apa artinya dia sekarang memilih aku dibandingkan wanita jaalang ini? Jika benar, aku akan sangat senang bisa menjadi menantu keluarga George," batin Clarissa dengan penuh kemenangan.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿