
Masih Di Kantor Polisi
π "Ed, bantu putri ku bebas dari sana. Jangan biarkan mereka memaksa putri ku menikah dengan anak kalian. Aku tidak ingin anak ku menikah dengan cara memalukan seperti itu." Alex yang dulu terkenal tidak pernah memohon pada siapapun tetapi sekarang, demi anak kesayangannya dia terpaksa memohon bantuan pada temannya agar membebaskan putrinya dari masalah yang menimpa pada anaknya.
Karena dia sekarang tidak bisa melakukan apapun lantaran anaknya ada di negara orang lain. Apalagi dia tidak memiliki kenalan siapapun disana. Untuk pergi sekarang pun pasti membutuhkan beberapa jam baru sampai disana. Itu sebabnya dia hanya memiliki satu pilihan yaitu memohon bantuan pada temannya agar anaknya bisa bebas dari sana. Jujur saja, dia tidak akan sanggup melihat anak kesayangannya harus menginap di dalam sel ataupun menikah dengan laki-laki yang tidak dia kenal.
π "Lex, bagaimana kalau kita jodohkan saja putri mu dengan putraku?" tanya Edwin saat mendengar bisikan dari istrinya.
π "Tapi, istriku sedang merencanakan perjodohan putri ku dengan anak rekan bisnis kami. Kami sudah berjanji akan menikahkan mereka nanti," jelas Alex.
π "Lex, apa kamu tidak berpikir mungkin saja putri mu kabur dari negara kalian karena dia sudah mendengarkan pembicaraan kalian tentang masalah perjodohan itu. Karena dia tidak mau dijodohkan dengan anak rekan bisnis kalian akhirnya anakmu pergi dari sana tanpa pamit pada kalian," ujar Edwin.
Mendengar perkataan Edwin membuat Alex terdiam seperti patung. Dia baru sadar, mungkin saja anaknya tiba-tiba ada di negara Indonesia karena kabur dari perjodohan yang sudah direncanakan oleh istrinya.
π "Jika benar anakku kabur ke negara Indonesia karena tidak ingin dijodohkan dengan anak rekan bisnis ku. Bukannya sama saja jika aku menjodohkan dengan anakmu. Anakku pasti tidak akan mau menerima perjodohan itu?" Sebenarnya Alex lebih setuju anaknya menikah dengan anak Edwin dari pada anak dari rekan bisnisnya. Karena dia sudah tahu bagaimana sifat Edwin yang sangat setia pada istrinya mungkin saja anaknya pun pasti akan mengikuti sifat ayahnya yaitu setia pada satu wanita saja.
π "Kau tenang saja masalah itu biar aku yang tangani. Aku sudah memiliki rencana agar anak mu mau menikah dengan putraku. Aku hanya butuh restu dari kamu dan juga istri mu. Jika kalian sudah merestui hubungan mereka maka aku akan menikahkan mereka hari ini juga," ujar Edwin.
π "Apa kau sudah gila? Mana mungkin aku membiarkan anak kesayangan ku menikah di tempat seperti itu. Jika kau benar-benar ingin menikahkan mereka tunggu kami datang ke sana setelah itu baru kita membahas masalah pernikahan mereka." Mana mau Alex menikahkan anak kesayangannya di kantor polisi. Dia ingin membuat pesta pernikahan anaknya ditempat mewah sekalian memperkenalkan di hadapan publik kalau Arrabella adalah anak kandungnya yang selama ini dia sembunyikan dari publik.
π "Dengarkan aku dulu Lex, jika kamu membebaskan anakmu dari sini maka dia tidak akan mau menikah dengan anakku lantaran dia sudah bebas dari sini. Tapi, jika dia masih berada di kantor polisi maka kita bisa menekan dia agar takut dan akhirnya mau menikah dengan putraku."
__ADS_1
π "Apa sekarang kamu sudah mengerti?" tanya Edwin.
Cukup lama Alex berpikir dan akhirnya dia mau mendengarkan perkataan temannya. Ini kesempatan untuk mereka agar Ara bisa menikah dengan anak dari teman baiknya. Dia berharap keputusan yang dia ambil ini bisa membuat kehidupan anaknya bahagia sampai akhir hayatnya.
π "Lakukan apa yang menurut mu baik. Mengenai resepsi pernikahan mereka aku ingin dilakukan dengan sangat meriah. Untuk sekarang aku serahkan putri ku pada mu, besok aku akan pergi ke Indonesia agar kita bisa membahas masalah resepsi pernikahan mereka nanti," ujar Alex.
π "Oke," jawab Edwin seraya mematikan smartphone nya.
"Bagaimana pi? Apa Alex setuju menikahkan putrinya dengan putra kita?" tanya Miranda dengan penasaran.
"Awalnya dia tidak setuju karena istrinya mau menikahkan anaknya dengan teman rekan bisnisnya. Tapi, setelah papi membujuk Alex akhirnya dia setuju putrinya menikah dengan putra kita," jelas Edwin.
"Itu sudah pasti mi. Bibit Alexander tidak pernah gagal," ujar Edwin seraya tertawa terbahak-bahak.
"Ternyata jodoh tidak akan tertukar. Dulu kita selalu membujuk Alex agar mau menjodohkan anaknya dengan anak kita. Tapi dia malah tidak mau melakukan itu lantaran takut terpisah jauh dengan anaknya. Dan lihat sekarang, di saat kita sudah melupakan mereka justru anaknya sendiri yang datang ke sini dan akhirnya kita memiliki kesempatan untuk menikahkan mereka. Sekarang mami bisa hidup tenang karena anak kita sebentar lagi akan memiliki seorang istri yang sangat cantik. Dengan begitu kita bisa menutup mulut para netizen dengan bukti pernikahan anak kita dengan anaknya Alexander," ujar Miranda dengan tersenyum.
"Mami benar. Sekarang kita tidak perlu malu lagi karena sekarang anak kita akan menikah dengan wanita baik-baik. Kita hanya perlu mendekatkan mereka agar semakin dekat dengan begitu kita akan lebih cepat memiliki cucu yang selama ini kita inginkan," ujar Edwin dengan hati bahagia.
"Benar sekali pi. Mami juga tidak sabar melihat cucu kita lahir kedua ini," balas Miranda.
β’
__ADS_1
β’
"Bagaimana tuan, nyonya? Apa kalian setuju jika mereka menikah disini?" tanya polisi itu dengan sopan.
"Setuju pak," jawab orang tua Axton dengan serentak.
Mendengar perkataan orang tuanya membuat Axton terkejut. Karena yang dia tahu orang tuanya tadi akan menyelesaikan kesalahpahaman ini agar dia tidak perlu menikah dengan wanita ini. Tapi, kenapa sekarang orang tuanya malah berubah pikiran? Saat Axton ingin menolak langsung saja di cegah oleh orang tuanya sehingga dia hanya bisa pasrah dan menerima pernikahan ini walaupun terpaksa.
"Aku ti..."
"Apa kamu sudah menghubungi orang tua mu nak?" tanya Miranda dengan lembut. Dia sedari tadi sudah memperhatikan kalau wanita yang saat ini ada didekatnya sedang termenung seperti seseorang yang kehilangan semangat dalam hidupnya. Dia bisa mengerti dan memahami kenapa wanita ini bisa kehilangan semangat seperti ini lantaran tidak percaya kalau dia akan menikah dengan cara memalukan seperti ini. Apalagi mereka menikah di kantor polisi. Siapa yang tidak malu? Siapapun yang ada di posisi Ara pasti akan merasa malu karena harus menikah di kantor polisi lantaran hamil di luar nikah. Padahal kenyataan nya dia sama sekali tidak hamil. Tapi, untuk bicara jujur pun dia tidak bisa karena itu akan berimbas padanya. Jadi, yang perlu dia lakukan sekarang adalah menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai.
β’
β’
β’
Bersambung...
πΏπΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌπΏ
__ADS_1