
Di Moll Del Amo Fashion Cente
Saat ini Ara dan yang lain sedang mengikuti Reagan dengan seorang wanita yang saat ini sedang jalan bersama dengan Reagan adik kandung Arrabella. Reagan yang sedang asyik menemani wanitanya shoping tidak menyadari sedang di ikuti oleh kakak kandungnya Arrabella.
"Sayang! Aku mau beli tas branded keluaran terbaru dong," ujar wanita itu dengan manja.
"Kau dengar apa yang di katakan oleh pacarku? Cepat perlihatkan tas branded keluaran terbaru padanya," titah Reagan dengan tegas.
Mendengar perintah Reagan langsung saja pelayan toko tersebut langsung bergegas mengeluarkan tas branded yang diinginkan oleh wanita itu. Mereka tahu siapa laki-laki yang saat ini berdiri di depan mereka. Karena Reagan selalu mendampingi ayahnya sehingga dia di kenal sebagai anak kedua dari pasangan Alexander dan Claudia.
Sedangkan Ara dia tidak mau di publikasikan wajahnya sehingga banyak orang yang tidak mengenal dirinya sebagai anak pertama Alexander dan juga Claudia kecuali orang-orang terdekatnya saja yang tahu siapa sebenarnya Arrabella.
"Baik tuan muda," jawab pelayan itu dengan sopan.
"Ck! Lihat itu Jen! Apa sekarang kamu percaya kalau wanita itu hanya ingin memanfaatkan adikku saja?" tanya Ara dengan wajah kesal.
"Ya, kau benar Ra. Wanita itu tidak pantas berada di sisi adikmu. Aku bisa menebak wanita itu hanya ingin mengincar harta keluarga kamu saja. Karena wanita itu tahu kalau Reagan berasal dari keluarga Lemos. Jadi, pasti dia sengaja merayu adikmu agar dia bisa bersenang-senang dengan harta keluarga kamu," ujar Jennifer yang ikut merasa geram dengan wanita itu yang sengaja memanfaatkan adik temannya untuk kepentingan dirinya sendiri.
"Apa yang ingin nona muda lakukan pada wanita itu? Apa nona muda akan membiarkan wanita itu bersenang-senang dengan uang nona muda?" tanya Elena dengan penasaran.
"Mana mungkin aku membiarkan wanita itu bersenang-senang dengan uang milikku. Lihat saja nanti apa yang aku lakukan pada wanita itu. Dia belum tahu siapa sebenarnya yang paling berkuasa di keluarga Lemos. Bahkan daddy saja tidak memiliki kekuatan apapun lagi karena semua miliknya sekarang sudah menjadi milikku sepenuhnya," ujar Ara dengan seringai liciknya.
"Apa yang ingin kamu lakukan pada wanita itu Ra? Ingat Ra, jangan lakukan tindakan kriminal. Aku tidak mau masuk penjara gara-gara ulah kamu." Jennifer sangat tahu bagaimana sifat temannya jika sedang emosi. Itu sebabnya dia tidak mau temannya sampai melukai wanita itu di tempat ramai seperti ini, karena itu bisa saja mereka di tuntut atas kasus kekerasan fisik.
"Apa kamu pikir aku sudah gila melakukan kekerasan fisik pada wanita itu? Kau tahu, aku tidak akan pernah melukai musuhku dengan tangan ku sendiri. Tapi, aku akan melukai mereka dengan cara cantik dan Elegan," ujar Ara dengan seringai liciknya.
"Apa yang ingin di lakukan oleh Ara pada wanita itu?" batin Jennifer dengan penasaran.
__ADS_1
Dreet... Dreet... Dreet...
π "Hallo nona muda! Apa yang bisa saya bantu?" tanya seseorang yang ada di sebrang sana.
π "Blokir semua kartu ATM adikku sekarang juga," titah Ara dengan tegas.
π "Tapi, kenapa nona tiba-tiba menyuruhku memblokir semua kartu ATM tuan muda Reagan? Bagaimana jika tuan muda Reagan marah padaku dan akhirnya memecat ku dari perusahaan ini?" Bukannya dia menolak perintah Ara melainkan dia takut di pecat dari perusahaan Apple Inc milik Alexander Lemos. Karena yang mereka tahu, pewaris yang akan menggantikan posisi Alex adalah Reagan anak laki-laki Alexander. Sedangkan Ara tidak tertarik dengan perusahaan melainkan dia lebih tertarik menjadi seorang model seperti keinginan dia semasa kecil dulu. Tanpa mereka tahu, Aralah yang lebih berkuasa di bandingkan Reagan ataupun Alexander ayah kandungnya sendiri.
π "Kau tahu tuan Brian, walaupun aku tidak bekerja di perusahaan Apple Inc bukan berarti aku tidak bisa memecat mu. Jika aku mau detik ini juga bisa memecatmu. Karena akulah pemilik sah perusahaan itu. Sedangkan daddy dan juga Reagan hanyalah pengganti diriku selama aku tidak bekerja di sana. Jika kau tidak mau mengikuti perintahku maka ku pastikan hari ini juga kau akan angkat kaki dari perusahaan milikku. Dan aku pastikan kau tidak akan mendapatkan pekerjaan di tempat lain," ujar Ara seraya mengancam.
Mendengar ancaman Ara langsung membuat Brian menjalankan perintah dari Arrabella. Karena dia sangat tahu, bagaimana sifat asli Arrabella yang sama persis seperti ayahnya Alexander. Sehingga dia merasa takut jika sampai Ara melakukan apa yang dia katakan tadi. Jika itu sampai terjadi maka, tamat sudah riwayatnya.
π "Baik nona muda," jawab Brian seraya mematikan smartphone nya.
"Kau yakin ingin melakukan itu pada adikmu Ra? Jika kamu melakukan itu, bukan wanita itu saja yang malu tetapi adikmu juga ikutan malu. Dia pasti akan di ejek oleh orang-orang karena tidak mampu membayar belanjaan pacarnya. Padahal dia seorang tuan muda anak sang penguasa negara ini," ujar Jennifer dengan penasaran.
Mendengar perkataan Ara membuat Jennifer menghela nafas pasrah. Percuma dia ingatkan temannya karena Ara tidak akan mendengarkan perkataan nya.
Di Depan Meja Kasir
"Sayang! Ayo cepat bayar," ujar wanita itu yang sudah selesai memilih beberapa tas branded kesukaannya.
"Apa itu cukup untuk mu sayang?" tanya Reagan pada pacarnya.
"Cukup sayang! Jika ada model baru lagi baru aku akan ke sini lagi untuk membelinya," jawab wanita itu seraya bergelut manja di legan Reagan.
"Baiklah, aku bayar dulu belanjaan kamu," ujar Reagan seraya mengeluarkan kartu ATM nya.
__ADS_1
"Maaf tuan muda, kartu anda tidak aktif lagi. Apa anda memiliki kartu lain?" tanya pelayan itu dengan sopan.
"Ada," jawab Reagan seraya memberikan kartu ATM nya yang lain.
Beberapa menit kemudian
"Maaf tuan muda, kartu yang ini juga tidak aktif lagi. Apa masih ada kartu lain lagi?" tanya pelayan itu dengan sopan.
Mendengar perkataan pelayan itu membuat Reagan terkejut dan juga shock. Pasalnya selama ini belum pernah ada kejadian seperti ini terjadi padanya. Dia sudah memberikan semua kartunya tetapi malah semuanya tidak aktif lagi alias sudah di blokir. Padahal dia baru beberapa jam lalu memakai kartu itu tetapi sekarang malah di katakan tidak aktif.
Dia sungguh sangat malu baik terhadap pacarnya maupun pada orang-orang yang berlalu lalang di sekitar moll ini. Apalagi mendengar bisik-bisik mengejek dan menghina dari beberapa orang yang berlalu lalang disekitar mereka. Padahal dia seorang tuan muda anak sang penguasa negara ini tapi, malah tidak mampu membayar belanjaan pacarnya yang tidak seberapa itu.
Begitupun dengan wanita itu yang ikutan malu pada orang-orang yang berlalu lalang di sekitar moll itu. Tadi, dia sangat bangga karena bisa berpacaran dengan pewaris keluarga Lemos yang sangat kaya raya itu. Tapi, sekarang dia merasa malu saat mengetahui pacar yang dia banggakan malah membuat dia malu di depan semua orang. Jika dia tahu akan terjadi seperti ini, lebih baik dia pergi dengan selingkuhannya saja dari pada pergi dengan Reagan.
Jika mereka berdua terlihat malu karena tidak mampu membayar belanjaan itu. Lain halnya dengan Ara yang saat ini tersenyum penuh kemenangan karena sudah membuat wanita itu malu di depan semua orang karena tidak mampu membayar belanjaan barang-barang yang di inginkan nya.
Ini tidak seberapa di bandingkan dengan hukuman lain yang biasa Ara lakukan pada musuhnya. Jika dia mau, Ara bisa mempermalukan wanita itu lebih buruk lagi di bandingkan ini. Tetapi, untuk saat ini cukup buat Ara. Jika wanita itu masih mendekati adiknya maka dia akan menghancurkan wanita itu sampai dia tidak berani untuk memperlihatkan wajahnya di depan publik.
β’
β’
β’
Bersambung...
πΏπΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌπΏ
__ADS_1