
Di Perusahaan Apple Inc
"Selamat pagi tuan Alex..."
"Selamat pagi tuan Alex..."
"Selamat pagi tuan Reagan..."
Itulah sapaan dari para karyawan yang bekerja di perusahaan Apple Inc sedangkan Alex hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Selamat pagi tuan Alex..."
"Selamat pagi tuan Reagan," sapa Luna seraya membungkukkan tubuhnya.
"Apa mereka sudah datang?" tanya Alex dengan tegas.
"Sudah tuan, mereka sekarang sudah berada di ruang meeting," balas Luna dengan sopan.
Cklek
"Selamat pagi tuan Alex..."
"Selamat pagi tuan Reagan..."
Sapa mereka yang ada di ruang meeting seraya membungkukkan badannya." Silahkan duduk kembali," titah Alex dengan tegas.
"Apa sekarang kita bisa mulai rapatnya tuan Alex?" tanya Gio salah satu pemegang saham di perusahaan Apple Inc.
"Tunggu satu orang lagi yang belum datang," ujar Alex.
"Siapa tuan? Bukannya semuanya sudah terkumpul?" tanya Gio lagi dengan penasaran.
"Nanti kalian juga akan tahu sendiri," balas Alex.
Cklek
"Maaf semuanya aku datang terlambat," ujar seseorang yang baru datang ke ruang meeting.
"Siapa dia tuan? Kenapa dia dilibatkan di rapat ini?" tanya salah satu pemegang saham yang lain.
"Dia adalah putri kandung ku yang selama ini di sembunyikan dari publik," jawab Alex.
"Untuk apa putri anda di sini tuan Alex?" tanya Gio dengan penasaran.
"Dia juga akan dilibatkan dirapat pemilihan Ceo baru yang akan menggantikan posisi aku," balas Alex.
__ADS_1
"Kenapa dia harus dilibatkan tuan Alex? Bukannya anda menyuruh kami datang ke sini hanya ingin mengisahkan Reagan sebagai Ceo baru di perusahaan ini?" tanya Gio lagi.
"Siapa yang mengatakan itu padamu? Aku menyuruh kalian datang ke sini untuk memilih salah satu di antara Reagan atau Ara yang akan menjadi Ceo di perusahaan ini," ujar Alex sedangkan mereka hanya terdiam seperti patung karena mereka tidak bisa bicara apapun dikarenakan Alex yang lebih berkuasa dibandingkan mereka.
"Silahkan duduk nona agar kita bisa memulai rapatnya," titah anak buah Alex.
"Baik," jawab Ara dengan singkat.
"Sebelum memilih Ceo baru maka masing-masing di antara mereka harus mempresentasikan sebuh proyek yang bisa menguntungkan perusahaan ini. Setelah itu kalian bisa menilai sendiri siapa di antara mereka yang layak menjabat sebagai Ceo yang baru di perusahaan ini."
"Silahkan tuan Reagan, anda yang lebih dulu mempresentasikan proposal anda di depan kami semua," titah anak buah Alex.
"Baik," jawab Reagan seraya mempresentasikan proposal miliknya.
Tak lama kemudian
"Terima kasih," ujar Reagan dengan sopan.
"Silahkan duduk kembali tuan Reagan. Sekarang giliran anda nona muda," titah anak buah Alex lagi dengan sopan yang di tanggapi anggukan kepala oleh Ara.
Tak lama kemudian
"Silahkan duduk kembali nona muda," titah anak buah Alex setelah melihat Ara selesai mempresentasikan proposal miliknya.
"Oke," jawab Ara seraya duduk kembali.
Beberapa menit kemudian
"Oke, saatnya aku menyebutkan Ceo baru kita jatuh kepada..."
"Arrabella Anastasya Lemos," ujar anak buah Alex setelah menghitung perolehan suara dari mereka semua.
"Saya tidak setuju jika Ceo baru jatuh kepada nona Ara," sahut Gio yang keberatan Ara menjadi Ceo mereka.
"Apa alasan anda tidak setuju jika aku menjabat sebagai Ceo di perusahaan ini?" tanya Ara dengan tatapan tajam.
Glek
"Benar filing ku kalau wanita ini pasti memiliki sifat seperti tuan Alexander. Aku harus bisa mencegah wanita ini menjabat sebagai Ceo di perusahaan ini jika aku ingin tetap aman bekerja di sini," batin Gio seraya menelan ludahnya sendiri.
"Pertama kamu itu seorang wanita pasti akan sangat mudah di kalahkan oleh musuh karena di anggap lemah. Kedua kamu belum berpengalaman bekerja di kantor karena kamu dulunya hanya bekerja di Entertainment," jelas Gio.
Mendengar perkataan Gio membuat para pemegang saham yang lain terdiam dan hampir saja terpengaruh oleh perkataan Gio. Tapi, Ara yang memiliki sifat cerdik dan licik sangat mudah mempengaruhi mereka agar berpihak padanya lagi.
"Ck! Kau mengatakan aku tidak mampu bekerja disini dikarenakan belum berpengalaman atau karena takut kejahatan kamu ketahuan olehku?" tanya Ara dengan seringai liciknya.
__ADS_1
Deg
"Apa maksud kamu?" tanya Gio dengan cemas takut rahasia yang selama ini dia simpan ketahuan di depan semua orang.
"Jangan pura-pura tidak tahu apa yang aku maksud. Karena tanpa aku jelaskan pun kamu pasti sudah paham apa yang aku maksud hanya saja kamu sengaja bersikap seolah-olah tidak tahu apapun. Perlu kamu tahu aku bukanlah Reagan yang bisa kamu tipu karena aku sangat pandai membaca wajah seseorang yang mana wajah orang yang setia terhadap keluarga kami dan mana wajah orang pengkhianat," jelas Ara dengan senyum menyeramkan.
Glek
"A... Apa dia sudah tahu kejahatan yang aku simpan selama ini? Jika iya, maka tamat sudah riwayat ku karena aku sangat tahu tuan Alex tidak akan pernah mengampuni orang-orang yang berkhianat padanya. Aku pikir tuan muda Reagan yang akan menjadi Ceo di perusahaan ini ternyata dugaan ku malah salah. Jika saja aku tahu bahwa nona Ara lah yang akan mengantikan tuan Alex maka aku tidak akan berani mengkhianati tuan Alex karena aku sangat mengenal bagaimana kejamnya nona Ara yang sama persis seperti tuan Alexander," batin Gio seraya menelan ludahnya sendiri.
"Apa kau punya bukti?" tanya Gio seraya menantang.
"Ck! Kau belum tahu betapa hebatnya seorang Ara bahkan aku lebih hebat dan licik dibandingkan daddy ku sendiri," ujar Ara dengan penuh kesombongan.
"Anak ini benar-benar keturunan ku. Lihat saja tingkahnya sama persis seperti aku," batin Alex seraya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah laku anaknya.
"Apa kalian tahu kenapa aku bisa datang terlambat?" tanya Ara.
"Tidak," jawab mereka dengan serentak.
"Itu karena aku sedang mencari tahu siapa kalian sebenarnya. Karena aku tidak mau sampai kecolongan seperti adikku itu yang membiarkan para pengkhianat hidup bebas di perusahaan ini."
"Dan saat aku mencari tahu kalian satu persatu malah aku menemukan satu orang pengkhianat. Mungkin dia berani mengkhianati keluarga ku lantaran tidak ada daddy lagi di perusahaan ini," sambung Ara lagi.
"Siapa orang itu nona?" tanya salah satu pemegang saham yang ada di dalam ruangan itu.
"Dia adalah orang yang keberatan jika aku menjadi Ceo di perusahaan ini," balas Ara.
"Maksud nona tuan Gio?" tanya orang itu lagi yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.
"Tentu saja," jawab Ara dengan singkat.
"Jangan menuduhku tanpa bukti karena aku bisa saja melaporkan kamu atas tuduhan pencemaran nama baik," ujar Gio seraya mengancam.
"Laporkan saja, karena aku sama sekali tidak takut. Aku ingin melihat siapa di antara kita yang akan masuk penjara aku atau kamu," ujar Ara dengan seringai liciknya.
Deg
"Kurang ajar, ternyata wanita ini tidak bisa di anggap remeh karena dia sangat jauh berbeda dengan adiknya yang bodoh itu," batin Gio seraya menelan ludahnya sendiri.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿