Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 80 )


__ADS_3

Braak


Suara pintu dibuka cukup kencang mengalihkan atensi mereka dari Ara. Saat melihat keadaan Ara yang sedang dilecehkan oleh Revan tanpa aba-aba langsung saja orang itu menendang Revan hingga terpentar di atas lantai setelah itu orang itu langsung menghajar Revan dengan brutal. Jika saja tidak ada seseorang yang menghentikan orang yang menghajar Revan bisa dipastikan Revan akan mati saat itu juga.


Bugghht!!!


Bugghht!!!


Bugghht!!!


Brakkk!!!


"Aarghhtt!! teriak Revan saat ditendang dan dipukuli dengan brutal oleh seseorang sedangkan Revan tidak sanggup melawan lantaran orang yang menghajarnya sangat kuat.


Setelah puas menendang dan memukul Revan orang itu langsung mencekik leher Revan hingga dia hampir kehilangan nyawa karena tidak bisa bernafas.


"Le... lepaskan A... Aku," ujar Revan dengan terbata-bata sedangkan orang itu tetap mencekik leher Revan tanpa peduli pada permintaan Revan yang menyuruhnya melepaskan dia.


"Axton, hentikan," teriak seseorang yang baru datang ke tempat penyekapan Ara dan juga Claudia.


Yah, dia adalah Axton George sedangkan orang yang menghentikan Axton adalah Alexander Lemos. Tadinya Alex ingin datang bersama dengan anak buahnya setelah berhasil melacak keberadaan istri dan anaknya. Tapi, pada saat dia ingin pergi ke tempat penyekapan Ara dan juga Claudia tiba-tiba Axton sudah berada di mansion nya sehingga menyebabkan dia terkejut pasalnya Axton datang ke mansion nya tanpa pemberitahuan apapun.


Axton yang melihat ayah mertuanya langsung menanyakan tentang istrinya pasalnya dia sudah menanyakan pada pembantu yang ada di mansion ini tapi mereka tidak ada yang tahu keberadaan istrinya. Alex yang mendengar perkataan suami anaknya sehingga dia menjelaskan kalau anaknya di culik bersama dengan istrinya.


Saat mendengar istrinya diculik membuat Axton terkejut, emosi dan kecewa semuanya bercampur aduk. Dia kecewa pada ayah mertuanya karena tidak memberi kabar apapun tentang keadaan istrinya yang diculik. Jika saja dia tidak datang ke negara ini pasti dia akan menjadi orang bodoh tanpa tahu jika istrinya dalam bahaya.


Setelah tahu keberadaan istrinya tanpa berpikir dua kali dia langsung menyusul ke sana tanpa menunggu ayah mertuanya. Karena yang dia pikirkan dia harus segera sampai kesana untuk menyelamatkan istrinya dari orang-orang yang berniat buruk pada istrinya.


Disusul oleh Alex tak lupa mengajak anak buahnya untuk membantu dia melawan penjahat yang menculik istri dan anaknya. Dia tidak bodoh seperti Axton yang datang ke sana dengan tangan kosong. Itu sebabnya dia agak terlambat menyelamatkan istri dan anaknya karena dia baru selesai mendiskusikan rencana agar bisa menyelamatkan istri dan anaknya.


"Jangan hentikan aku dad, biarkan aku menghajar laki-laki brengsek ini karena sudah berani menyentuh milikku." Axton tidak mau mendengarkan perkataan ayah mertuanya. Karena dia sangat emosi saat melihat istri yang sangat dia cintai dilecehkan di depan banyak orang. Dia saja yang suaminya belum pernah menyentuh istrinya tapi, laki-laki brengsek ini malah berani menyentuh miliknya tepat di depan banyak orang.

__ADS_1


"Jangan kotori tangan mu biarkan dia menjadi urusan daddy. Daddy juga sama seperti kamu yang emosi dan marah saat melihat anak kesayangan daddy diperlakukan seperti itu." Sama seperti Axton yang sangat emosi saat melihat istrinya dilecehkan seperti itu begitupun dengan Alex yang sangat murka saat melihat anaknya diperlakukan seperti itu tanpa ada seorangpun yang menolongnya.


Alex berusaha mengontrol emosi agar tidak meledak di depan istrinya. Dia tidak ingin istrinya melihat sisi gelap yang ada pada dirinya. Dia takut istrinya malah kabur dari hidupnya karena takut melihat kekejaman yang selama ini dia simpan dari istrinya.


Akhirnya Axton melepaskan Revan saat mendengar perkataan ayah mertuanya. Dia percaya ayah mertuanya pasti akan menghukum laki-laki brengsek ini karena sudah melecehkan istrinya.


"Baik dad, aku serahkan mereka pada daddy. Jangan biarkan mereka hidup tenang setelah menyakiti istriku," ujar Axton seraya melepaskan Revan.


"Kau tenang saja, daddy tidak akan membiarkan mereka tenang setelah melukai anak daddy," ujar Axton seraya mengepalkan tangannya dengan penuh emosi.


Mendengar perkataan Alex membuat mereka semua ketakutan. Mereka sangat tahu bagaimana kejamnya seorang Alexander Lemos jika ada seseorang yang mencari masalah dengan nya. Ingin kabur pun tak bisa mereka lakukan lantaran mereka sekarang sudah dikepung oleh anak buah Alex.


"Dad, tolong bawa Ara ke rumah sakit mommy takut Ara akan meninggal karena tidak sanggup menahan racun yang disuntikkan oleh mereka," ujar Claudia dengan cemas terhadap keadaan anaknya.


Satu sisi dia merasa lega karena suaminya sudah berada di sini tapi, dia juga ketakutan saat melihat keadaan anaknya akibat racun yang diberikan oleh mereka.


Deg


Jika saja dia tahu mereka akan memberikan racun pada anaknya maka dia pasti akan lebih awal datang ke tempat ini untuk menyelamatkan anaknya. Dia tidak akan mengampuni mereka karena sudah menyebabkan anaknya menderita seperti ini. Dia akan membalaskan mereka lebih kejam. dari pada yang mereka lakukan pada istri dan anaknya.


"Baik dad," jawab Axton seraya menggendong Ara, setelah itu dia langsung pergi dari sana menuju rumah sakit.


"Bawa mereka ke tempat biasa," titah Alex dengan tegas.


Dia sengaja tidak menyebutkan markas agar istrinya tidak curiga kalau dia memiliki markas khusus untuk menyiksa musuhnya hingga mati mengenaskan.


"Baik tuan," jawab anak buah Alex seraya membawa mereka pergi dari sana.


"Lepaskan, aku tidak mau ikut sama kalian," teriak Audrey seraya berontak.


Dia sungguh menyesal karena sudah melakukan ini. Andai saja dia melupakan dendamnya maka dia tidak akan berakhir seperti ini. Begitupun dengan Issac yang juga sangat menyesal karena mau mendukung istrinya agar menculik anak dan istrinya Alexander padahal dia sudah tahu kalau Alex bukanlah lawan yang bisa dia kalahkan bahkan dia sangat tahu jika Alex tidak akan pernah mengampuni musuhnya.

__ADS_1


"Ini semua salahmu ma, jika saja kamu mendengar perkataan papa pasti kita tidak akan berakhir seperti ini," ujar Issac seraya menyalahkan istrinya.


"Jangan menyalahkan mama, jika saja mereka tidak memasukkan mama ke dalam penjara pasti mama tidak akan mungkin menculik mereka." Audrey masih saja menyalahkan orang lain tanpa sadar dia lah yang lebih dulu mencari masalah dengan Claudia hingga menyebabkan ayah Claudia menjadi lumpuh.


Plak


Plak


Plak


"Kau..."


"Tamparan ini tidak seberapa dibandingkan perlakuan kalian pada anak ku. Jika aku tidak takut akan dosa pasti kamu sudah mati di tangan ku." Claudia yang sudah dilepaskan oleh suaminya langsung mendatangi kakak tirinya dan tanpa aba-aba dia langsung melayangkan tangannya untuk menampar kakak tirinya dengan sangat kuat.


Audrey yang ingin membalas perbuatan Claudia langsung dicegah oleh anak buah Alexander. Mereka tidak akan membiarkan wanita ini melukai istri atasannya karena jika sampai itu terjadi maka nyawa mereka akan melayang.


"Cepat bawa mereka ke tempat biasa," titah Alex lagi.


"Baik tuan," jawab anak buah Alex seraya membawa mereka ke markas Alex.


"Ayo sayang kita susul Axton ke rumah sakit," ajak Alex dengan lembut.


Mendengar perkataan Alex membuat Claudia tersadar jika anaknya saat ini dalam bahaya. Tanpa kata dia langsung ke luar dari tempat itu menuju ke rumah sakit dimana anaknya berada disusul oleh Alexander. Dia tidak membiarkan istrinya pergi sendiri tanpa ada dia disamping istrinya.





Bersambung...

__ADS_1


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2