
Malamnya Ara muntah-muntah dan merasakan kepalanya sangat pusing. Rasa mualnya sangat hebat membuatnya tersiksa.
Axton yang kebetulan sedang tak bersamanya, karena dia sekarang sedang berada di ruang kerjanya. Tidak mengetahui kalau istrinya sedang mengalami muntah yang cukup parah.
Ara tak tahan, ia langsung menelepon Axton yang masih berada di ruang kerjanya untuk kembali ke kamar mereka. Setelah panggilan terhubung...
"Honey, cepat ke kamar Hiks... Hiks... Kepalaku sakit sekali," pintanya dengan sangat manja.
"Huek!
"Huek!
"Huek!
Axton yang mendengar istrinya sedang muntah. Dalam hitungan menit sudah berada di dalam kamar dengan wajah yang khawatir. setelah itu Ia langsung memasuki kamar mandi saat mendengar istrinya sedang muntah di sana.
Axton langsung memegangi rambut Ara sambil mengelus pelan tengkuknya." Huek... Hoek... Hiks... Hiks... " Ara menangis karena rasanya sangat menyiksa.
Axton semakin khawatir saat melihat keadaan istrinya yang semakin lemah. Dia langsung saja menelpon dokter yang biasa menangani istrinya saat sedang sakit seperti ini agar segera datang ke mansion nya.
Axton mengelus pelan tengkuk istrinya yang terus muntah di closet tapi hanya cairan bening yang keluar.
Setelah beberapa menit, Ara berhenti muntah. Ia terlihat sangat lemah, Axton menatap wajahnya yang pucat bahkan wajah istrinya sekarang ikut memerah.
"Sayang," panggil Axton seraya berucap dengan wajah khawatir kemudian menggendong tubuh lemah istrinya keluar kamar mandi, dimana dikamar sudah ada dokter kandungan istrinya.
Axton membaringkan tubuh lemah itu dengan lembut di atas ranjang mereka.
"Sayang, apa yang sakit?" tanya Axton seraya mengelus rambut istrinya dengan sayang.
Ara menangis." Kepalaku pusing Hiks... Hiks, sangat pusing hoekk..." Ara kembali mual.
Axton menggendongnya dan kembali membawanya ke kamar mandi. Axton sangat tak tega melihat istrinya saat ini yang sangat terlihat tersiksa gara-gara mengandung anaknya.
Baru saja Axton merebahkan Ara di ranjang, Ara kembali ingin muntah." Kamar mandi," pinta Ara yang tidak tahan lagi ingin muntah.
"Disini saja, muntahkan saja dimanapun kau mau sayang, keluarkan diranjang ataupun muntahkan padaku," kata Axton karena ia tak tega istrinya harus keluar masuk kamar mandi sekalipun selalu digendong olehnya tapi ia tetap tak tega.
Ara menggeleng." Hoek... Kamar mandi Hiks... Hiks..." Kukuhnya yang tetap ingin pergi ke kamar mandi.
Axton tak punya pilihan, ia menggendong ala brydal style istrinya yang terus ingin muntah. Tapi belum sampai ke kamar mandi, Ara sudah tak tahan dan ia muntah di dada Axton.
Axton berhenti berjalan, ia sama sekali tak merasa jijik, ia membiarkan istrinya memuntahkan semua yang ingin dia muntahkan. Tapi yang keluar hanyalah cairan bening.
"Hiks... Huek... Huek.. Hiks... Tidak enak rasanya Huek..." Ara terus mual.
Axton sungguh tak tega melihat kondisi Ara, ia mengusap wajah istrinya yang sudah berkeringat dingin dengan mata terpejam.
__ADS_1
Axton tidak lanjut membawa Ara masuk ke kamar mandi, ia balik membawa ke ranjang. Axton akan merebahkan Ara di ranjang tapi Ara tidak ingin melepas pelukannya.
Claudia yang tahu keadaan anaknya langsung masuk ke dalam kamar mereka. Axton memberikan kode pada mertuanya yang dengan sigap Claudia memahami kode dari Axton untuk membersihkan sisa muntahkan anaknya yang ada di pakaian menantunya.
Sekalian Claudia menyampirkan kain agar Ara bisa nyaman bersandar di dada Axton. Posisinya Ara ada di pangkuan Axton saat ini.
Claudia sengaja menginap di mansion anaknya karena dia merasa kasihan pada anaknya yang sedang mengalami morning sickness. Dia sengaja menginap di sini agar bisa membantu anaknya disaat sakit seperti ini.
"Periksa keadaannya." Perintah Axton pada dokter yang sejak tadi berdiri di depannya.
Dokter mendekat dan akan memeriksa, tapi agak kesulitan untuk memeriksa Ara karena tubuh Ara terlalu berdempet dengan Axton.
Axton sedikit melonggarkan tangan Ara yang melilit pada lehernya agar dokter bisa memeriksanya, tapi Ara tidak ingin melepaskannya.
"Sayang... Lepaskan sebentar ya, supaya dokter bisa memeriksamu," bujuk Axton dengan lembut.
Setelah beberapa saat Ara melepaskan leher Axton, dengan cepat dokter mengambil kesempatan dan memeriksa Ara yang masih memejamkan matanya.
"Hiks... Sakit, kepalaku pusing... Aku mual, tidak enak." Keluhnya dengan manja.
Ara sungguh tersiksa saat merasakan mual dan sakit kepalanya yang masih sangat terasa.
"Iya sayang, sebentar lagi kepalamu tidak akan sakit lagi ya." Alvin mengecup keningnya dengan sayang.
"Mommy... Hikss... Mommy" Gumamnya.
"Honey, kepala aku sakit sekali Hiks..." Bahu kecil itu bergetar.
Pemeriksaan selesai, Axton memeluk tubuh istrinya dan memberikan kecupan-kecupan ringan yang menenangkan.
Setelah 15 menit akhirnya Ara bisa melepaskan tubuh Axton. Axton mengecup keningnya setelah tahu istrinya sudah tidur dengan lelapnya.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Axton pada dokter tara.
"Ini memang kondisi yang umum dialami oleh ibu hamil, tuan. Muntah-muntah dan merasa pusing itu memang dialami oleh ibu hamil.
"Pusing merupakan suatu kondisi yang umum dialami oleh ibu hamil, terutama di awal masa kehamilan. Keluhan ini dapat ditandai dengan sensasi berputar atau melayang yang umumnya disertai mual atau muntah.
"Gejala tersebut umum terjadi karena tubuh mengalami banyak perubahan saat hamil, seperti perubahan volume darah, berat badan, dan kasar hormon," jelas dokter tara.
"Apakah itu berarti, ini bukan hanya akan terjadi saat ini saja? Tapi akan berlanjut besok pagi dan bisa sepanjang hari?" tanya Alvin.
"Iya tuan," jawab dokter tara.
Axton tidak percaya, ia tidak akan tega Ara mengalami ini apalagi dalam waktu yang cukup panjang.
"Mual dan muntah umumnya dialami ibu hamil pada trimester pertama. Tidak hanya pada hari, kondisi yang juga disebut morning sickness ini bisa terjadi kapan saja, baik siang, malam, atau bahkan sepanjang hari..."
__ADS_1
"Apakah ada obat untuk membuatnya tidak mengalami itu semua?" tanya Axton.
"Sebenarnya alangkah baiknya ibu hamil agar tidak mengkonsumsi obat selama kehamilan, tuan. Beberapa cara sederhana sebenarnya bisa dilakukan untuk mengatasi pusing saat mual, misalnya minum banyak air putih dan beristirahat yang cukup."
"Saya sarankan untuk saat ini nyonya tidak mengkonsumsi obat medis terlebih dahulu. Tuan bisa memberikan pilihan obat mual alami yang aman untuk ibu hamil seperti: jahe, makanan yang asam, dan aroma terapi," jelas dokter tara.
"Kenapa harus jahe, makanan asam, dan aroma terapi bisa menjadi obat alami?" tanya Alvin memastikan.
"Yang pertama, jahe merupakan salah satu obat alami yang efektif untuk meredakan mual saat hamil. Khasiat ini diperoleh dari kandungan senyawa alami di dalamnya, yaitu gingerol dan shogaol. Untuk mendapatkan manfaat jahe sebagai obat mual, nyonya bisa menikmatinya dengan mengkonsumsi teh jahe atau menghisap permen jahe."
"Kedua, konsumsi makanan yang asam agar bisa mengurangi rasa mual bagi sebagian ibu hamil. Namun, nyonya jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang asal, karena bisa memperburuk gejala muntah."
"Ketiga, aromaterapi juga bisa digunakan sebagai obat mual untuk ibu hamil secara alami, tuan. Aroma dari minyak esensial tertentu, seperti lemon, dan levender. Nyonya dapat menghirup aromanya langsung dari minyak esensial agar bisa meredakan mual."
Dokter menjelaskan panjang lebar karena memang Axton ingin mengetahuinya, dan tentu karena kecerdasan otaknya sehingga sekali saja ia mendengarnya sudah bisa mengingatnya.
"Selain dengan obat mual alami, bagaimana cara lain untuk dapat mengatasi rasa mual Ara?" tanya Axton yang membuat Claudia geleng-geleng kepala. Dia tidak menyangka menantunya yang selama ini irit bicara tapi sekarang malah seperti ibu-ibu yang kepo dengan urusan orang lain.
"Cara lainnya yaitu, dapat diatasi dengan menerapkan gaya hidup sehat, tuan. Seperti mencukupi asupan gizi yang seimbang, misalnya dengan konsumsi nasi, maupun lauk seperti daging ayam bagian dada atau ikan, buah, dan sayuran. Hindari makan berat sesaat setelah bangun tidur di pagi hari. Cukupi kebutuhan cairan dengan minum minimal 8 gelas sehari. Istirahat yang cukup," jelas dokter Tara sedangkan Axton hanya menganggukkan kepalanya saja.
Setelah mendapatkan banyak informasi tentang kehamilan Ara, Axton segera menyuruh pembantu yang ada di mansion nya untuk menyiapkan obat alami agar bisa meredakan rasa pusing dan mual Ara.
"Terima kasih banyak dok, atas bantuannya," ujar Claudia dengan lembut.
"Sama-sama nyonya..."
"Saya pamit pulang dulu tuan... Nyonya... Jika ada apa-apa kalian bisa segera kabari saya," ujar dokter Tara dengan sopan, yang di jawab dengan anggukan kepala oleh mereka.
"Mommy bisa istirahat juga. Biar Aku yang menjaga Ara di sini," ujar Axton yang tak mau membuat mertuanya sakit gara-gara nungguin istrinya.
"Baik. mommy mau ke kamar dulu. Jika ada sesuatu yang terjadi dengan Ara kamu harus kabarin mommy segera."
"Apa kamu mengerti," titah Claudia dengan tegas yang di jawab anggukan kepala oleh Axton. setelah itu Claudia langsung pergi dari sana setelah melihat anggukan kepala oleh Axton.
"Maafkan aku sayang. Gara-gara kamu mengandung anak ku. Kamu harus menderita seperti ini. Terima kasih sayang, karena kamu sudah rela mengorbankan masa muda kamu untuk mau menjadi ibu bagi anak ku."
"Aku sangat mencintai kamu sayang. Aku berjanji akan selalu melindungi kamu dan anak kita... Cup," batin Axton seraya mencium kening istrinya dengan sayang.
Tak lama kemudian Axton menyusul istrinya yang sejak tadi sudah terlelap dalam mimpi indahnya.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼