Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 38 )


__ADS_3

Setelah menempuh beberapa jam kemudian akhirnya mereka sudah sampai di Los Bandar Udara Internasional Los Angeles (IATA: LAX, ICAO: KLAX, FAA LID: LAX), merupakan sebuah bandar udara yang melayani kota Los Angeles, California, Amerika Serikat. LAX terletak di baratdaya Los Angeles di kota Westchester.


"Aku hanya bisa mengantarmu sampai disini. Kamu harus bisa menjaga diri selama berada di indonesia," ujar Jennifer seraya memeluk Ara dengan erat.


"Terima kasih karena selama ini sudah menjadi teman yang setia dan sabar atas kelakuan aku selama ini yang sering membuatmu kerepotan atas tingkah laku ku yang aneh," ujar Ara seraya terkekeh.


"Baru sadar kalau kamu selama ini sudah membuat aku susah?" tanya Jennifer seraya menyindir.


"Ah... Jangan bahas itu lagi aku nanti bisa berubah pikiran dan tidak jadi pergi dari negara ini," ujar Ara.


"Bukannya itu bagus?" tanya Jennifer seraya menggoda Ara.


"Bagus pala mu, jika aku tetap berada di negara ini yang ada aku akan langsung dinikahkan dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku cintai. Jadi, sebelum mommy melakukan niatnya itu aku harus pergi dari sini," ujar Ara.


"Baiklah, sebaiknya kalian segera naik pesawat sebelum ketinggalan," titah Jennifer dengan tegas.


"Oke, kamu juga jaga diri baik-baik dan satu lagi jangan katakan pada mommy and daddy kalau aku pergi ke negara Indonesia, mengerti," titah Ara dengan tegas.


"Kamu tenang saja, aku berjanji akan merahasiakan keberadaan kamu," balas Jennifer.


"Kami pergi dulu," ujar Ara seraya pergi dari sana.


"Oke," jawab Jennifer dengan singkat.



__ADS_1



Setelah mengudara beberapa jam di atas pesawat akhirnya mereka sampai juga di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta disingkat SHIA atau Soetta.


Pada saat Ara sedang berjalan untuk meninggalkan bandara tidak sengaja dia menabrak seseorang hingga menyebabkan orang itu marah dan membentak Ara tepat didepan semua orang yang sedang berlalu lalang. Ara yang tidak terima dibentak dan dipermalukan didepan orang sehingga dia memiliki niat buruk dan menjebak laki-laki itu agar malu didepan semua orang. Tapi naasnya malah berimbas pada dirinya sendiri.


"Apa kau tidak punya mata hah?" tanya orang itu seraya membentak.


"Kau yang tidak punya mata. Sudah jelas-jelas kamu yang duluan menabrak aku tapi malah menuduh ku," ujar Ara yang tidak mau disalahkan walaupun kenyataannya dia yang bersalah.


"Apa kau sengaja menabrak ku agar aku tergoda dengan mu?" tanya orang itu dengan tatapan sinis.


"Kau pikir kau siapa? Mana mungkin aku menyukai laki-laki jelek seperti kamu," ujar Ara yang tidak terima dituduh menggoda laki-laki yang ada didepannya.


"Dasar wanita munafik, apa kamu pikir aku percaya dengan perkataan mu itu. Aku tahu kamu pasti pura-pura tidak mengenal diriku agar aku masuk ke dalam jebakan mu iya kan," ujar orang itu dengan tatapan menghina.


"Sayang, kenapa kamu tega meninggalkan aku demi wanita pelakor itu? Bahkan kamu tega meninggalkan aku disaat aku sedang mengandung anakmu... Hiks... Hiks..." Ara sengaja mengatakan ini untuk memberikan pelajaran padanya karena sudah menghinanya tadi.


Berbeda dengan laki-laki tadi disaat mendengar perkataan Ara membuat dia terkejut dan juga shock. Dia benar-benar malu saat melihat tatapan sinis orang-orang yang berlalu lalang disekitar bandara. Bahkan ada yang terang-terangan menghina dan mencaci maki dirinya atas perbuatan yang tidak dia lakukan.


"Rasakan pembalasan dariku. Kamu belum tahu siapa aku, jika kamu sudah tahu siapa aku. Aku sangat yakin kamu pasti tidak akan mencari masalah denganku," batin Ara dengan seringai liciknya.


"Dasar laki-laki buaya darat sudah tahu istrinya sedang hamil tapi malah meninggalkan nya demi wanita pelakor..."


"Dasar mata keranjang, sudah memiliki istri yang cantik tapi masih saja tergoda dengan perempuan lain..."


Itulah umpatan-umpatan orang-orang yang sedang berlalu lalang disekitar bandara. Mereka berbondong-bondong membela Arrabella dan mencaci maki laki-laki itu tanpa tahu kalau ini hanya rekayasa Ara saja.

__ADS_1


"Kenapa tuan Axton hanya diam saja? Jika tuan masih bungkam seperti ini orang-orang akan semakin menghina tuan nanti," ujar Marcell dengan wajah cemas.


Yah, orang yang sedang berdebat dengan Ara saat ini adalah Axton George. Dia yang baru pulang dari luar negeri tidak sengaja bertabrakan dengan Ara hingga berakhir seperti ini. Seumur hidup dia belum pernah terlibat masalah dengan wanita manapun karena yang mereka tahu dia seorang gay, yang tidak akan tertarik dengan wanita.


Tapi, sekarang tanpa tahu siapa wanita ini tiba-tiba dia menuduh dirinya meninggalkan wanita ini demi wanita lain. Dan yang membuat dia sangat shock adalah saat wanita ini mengatakan sedang hamil anaknya. Padahal dia baru hari ini bertemu dengan wanita ini jadi, bagaimana mungkin dia bisa membuat wanita ini hamil. Ternyata dugaan nya benar, kalau wanita ini pasti sengaja menjebak dirinya agar jatuh ke tangan wanita ini.


"Ini tidak seperti yang kalian tuduhkan. Aku sama sekali tidak mengenal wanita ini jadi, bagaimana mungkin aku menghamili dirinya," ujar Axton seraya membela dirinya agar tidak dihujat oleh mereka.


Mendengar perkataan Axton membuat orang-orang yang ada disana merasa bingung. Sekarang mereka tidak tahu harus percaya pada siapa. Ara yang mendengar pembelaan Axton merasa cemas takut rahasia dia terbongkar yang ada dia akan dicaci maki oleh mereka. Jadi, sebelum dia ketahuan didepan semua orang akhirnya dia berakting senatural mungkin agar orang-orang percaya pada perkataannya.


"Gawat, aku harus pikirkan cara agar mereka percaya padaku. Bagaimana pun caranya aku harus bisa menang dari pada laki-laki brengsek ini. Ayo Ra, kamu pasti bisa mengalahkan laki-laki ini. Tunjukkan bakatmu dan buktikan kalau kamu pantas disebut drama queen. Saatnya beraksi," batin Ara dengan seringai liciknya.


"Aku tidak menyangka setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku hingga aku hamil anak kamu tiba-tiba kamu campakkan aku demi wanita pelakor itu. Mana janji kamu dulu di saat kamu pertama kali mengambil kesucian aku dan berjanji akan bertanggung jawab untuk menikah dengan ku. Tapi, disaat aku mengatakan sedang hamil anak kamu justru kamu malah meninggalkan aku demi wanita pelakor itu."


"Apa karena aku wanita miskin sehingga kamu bisa mencampakkan aku setelah kamu rusak? Jika kamu ingin bermain-main kenapa harus aku mas, kenapa? Seharusnya kamu katakan dari awal jika kamu tidak mencintai aku karena berasal dari kalangan bawah jadi aku akan menjauh darimu. Setidaknya saat aku menjauh dari kamu aku masih suci bukan disaat aku sudah hancur seperti ini," Good Job. Inilah Ara, yang tidak pernah kehilangan akal walaupun dalam keadaan mendesak seperti ini.


Dan lihatlah sekarang, mereka yang tadi sempat ragu saat mendengar perkataan Axton sekarang malah yakin kalau Ara lah yang benar sehingga mereka malah semakin menghina Axton bahkan lebih sadis dari pada tadi. Sungguh, tidak ada yang bisa mengalahkan Ara. Sedangkan Axton hanya bisa terdiam seperti patung. Dia terdiam lantaran terkejut dan shock atas apa yang dikatakan oleh Ara. Begitupun dengan Marcell asisten pribadinya Axton yang tak kalah terkejut saat mendengar perkataan Ara. Dia tidak menyangka atasannya bisa terlibat masalah dengan wanita yang sama sekali tidak mereka kenal.





Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2