
"Pergi kamu dari sini dan jangan menampakkan wajahmu lagi dihadapanku" ujar seseorang dengan tatapan penuh emosi.
"Aku mohon mas, jangan usir aku dari sini," mohon orang itu agar tidak di usir dari sana.
"Pak Arman seret wanita ini keluar dari sini," titah orang itu tanpa peduli pada perkataan wanita itu.
"Baik tuan," jawab satpam yang bekerja di Mansion tersebut seraya menyeret seorang wanita dari Mansion majikannya.
"Hey... Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku, jangan kurang ajar kamu ya. Aku bisa saja memecat kamu karena telah berani tidak sopan padaku," ujar wanita itu seraya mengancam satpam yang bekerja di mansion itu.
"Ck! Jangan banyak bicara nyonya, anda sendiri saja sudah diusir oleh tuan. Bagaimana anda bisa memecat ku?" tanya satpam itu dengan tatapan mengejek.
"Apa-apaan ini? Kenapa kamu berani menyeret mamaku dari Mansion kami sendiri hah?" tanya seseorang yang baru datang langsung saja melepaskan tangan ibunya yang sedang dipegang oleh satpam itu.
"Maaf nona Gisela, saya hanya menjalankan perintah dari tuan Mario agar segera mengusir nyonya Ambar keluar dari Mansion ini," jelas satpam itu.
Yah, orang yang baru datang tadi adalah Gisela Arumi sedangkan wanita yang sedang diusir dari Mansion itu adalah Ambar ibu kandung Gisela Arumi.
"Tidak mungkin papa mengusir mama dari Mansion ini. Karena aku sangat tahu, papa sangat mencintai mamaku," ujar Gisela yang tidak mempercayai perkataan satpam itu.
"Sejak kapan aku mencintai mamamu? Asal kau tahu, jika saja mamamu yang jaalang itu tidak menjebak ku, pasti aku tidak akan sudi menikah dengan nya. Dan gara-gara ulah mamamu aku harus kehilangan istri dan anak kandungku."
"Sudah sejak lama aku ingin mengusir kalian dari sini. Tapi, aku belum menemukan bukti kebusukan kalian. Dan sekarang kebusukan kalian sudah terbongkar, jadi tidak ada alasan lagi untuk ku mempertahankan kalian di Mansion ku ini," ujar Mario dengan tegas.
Mendengar perkataan Mario membuat Gisela terkejut dan juga shock. Dia pikir, ayah sambungnya selama ini mencintai ibunya karena melihat keromantisan yang sering ditunjukkan ibunya saat dia ada di Mansion ini. Tapi, saat melihat wajah tegas ayahnya sudah membuktikan kalau ayahnya sama sekali tidak mencintai ibunya.
"Apa keromantisan mereka selama ini cuma sandiwara? Jika benar papa tidak mencintai mama, itu artinya aku juga akan diusir dari Mansion ini. Jika kami diusir dari sini, bagaimana kehidupan kami nanti? Apalagi aku baru saja dipecat dari pekerjaan ku gara-gara berita yang sedang viral itu," batin Gisela dengan wajah ketakutan.
"Aku mohon pa, jangan usir kami dari sini," ujar Ambar seraya mengatupkan kedua tangannya.
"Tunggu apa lagi pak Arman, cepat usir mereka dari sini. Dan jangan biarkan mereka menginjakkan kakinya di Mansion ini lagi. Dan satu lagi, mulai sekarang kau bukan lagi istriku karena aku sudah mengajukan surat cerai di pengadilan. Dan mengenai harta gono-gini aku tidak akan memberikan sepersen pun untuk kamu. Karena semua harta yang aku miliki hanya untuk anak dan istri sah ku saja. Sedangkan kamu hanya istri diatas kertas yang sama sekali tidak berharga di mataku," ujar Mario.
Mendengar perkataan Mario membuat Ambar terkejut begitupun Gisela. Mereka tidak menyangka Mario mengusir mereka dari sini tanpa memberikan sedikitpun harta yang dimiliki oleh nya. Padahal Ambar sengaja menjebak laki-laki kaya ini agar bisa menguasai hartanya. Tapi sayang, niatnya selalu gagal karena Mario lebih cerdik dibandingkan dirinya.
"Aku mohon mas, jangan ceraikan aku. Aku tidak bisa hidup tanpa mu... Hiks... Hiks..." Ambar berucap seraya terisak.
__ADS_1
"Ck! Kau pikir aku tidak tahu kalau kamu sengaja menjebak diriku karena ingin menguasai harta yang aku miliki," ujar Mario.
"Si... Siapa yang mengatakan itu? A... Aku benar-benar tulus mencintai kamu mas," ujar Ambar dengan terbata-bata.
"Sudahlah Ambar. Percuma kamu berakting seperti ini karena aku sudah tahu semua kebusukan mu," ujar Mario.
"Aku mohon mas, percayalah padaku." Ambar masih bersikeras membujuk Mario agar percaya padanya. Tapi sayang, Mario sama sekali tidak terpengaruh dengan semua perkataan yang keluar dari mulut wanita itu.
"Pa, tolong jangan usir kami dari sini. Tolong maafkan kami," ujar Gisela seraya memohon.
"Tidak ada maaf bagi wanita busuk seperti kalian. Lebih baik kalian pergi dari sini sebelum aku memanggil polisi agar menangkap kalian karena sudah menganggu ketenangan pemilik Mansion ini," ujar Mario seraya mengancam.
"Ayo ma kita pergi dari sini," ujar Gisela seraya mengajak ibunya pergi dari sana.
"Aku tidak mau pergi dari sini," balas Ambar yang masih kekeh tidak mau pergi dari sana.
"Oke, itu tandanya kamu sudah siap masuk penjara. Biar aku telpon polisi agar mereka datang kesini untuk membawamu pergi dari sini dengan segera," ujar Mario dengan seraya ancaman.
"Kami akan pergi dari sini pa. Tolong jangan telpon polisi," sahut Gisela dengan wajah ketakutan.
"Ayo ma, kita pergi dari sini sebelum papa menelpon polisi untuk menangkap kita," ujar Gisela lagi yang ditanggapi anggukan kepala oleh Ambar.
β’
β’
β’
Di Apartemen Jennifer
Dreet... Dreet... Dreet...
π "Bagaimana?" tanya Ara tanpa basa-basi.
π "Saat ini mereka sudah pergi dari Mansion ini, nona muda," balas anak buah Ara yang saat ini masih mengawasi Gisela.
__ADS_1
π "Apa itu artinya mereka diusir dari Mansion tuan Mario?" tanya Ara dengan penasaran.
π "Iya, nona muda," jawab anak buah Ara dengan singkat.
π"Cukup untuk hari ini. Sekarang kalian bisa pergi dari sana," titah Ara.
π "Baik nona muda," jawab anak buah Ara seraya mematikan smartphone nya.
"Apa apa Ra? Kenapa wajahmu terlihat sedang bahagia?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Bagaimana aku tidak bahagia, orang musuhku sekarang sudah diusir dari sana," balas Ara dengan senyum bahagia.
"Maksudmu Gisela?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Iya," jawab Ara seraya menganggukkan kepala.
"Apa ini juga ulahmu, sehingga tuan Mario mengusir istri dan anak sambungnya?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Ini tidak ada sangkut pautnya dengan ku. Mungkin saja mereka diusir gara-gara vidio yang sedang viral itu," ujar Ara dengan wajah tanpa bersalah padahal gara-gara dia mereka sampai diusir dari Mansion nya sendiri.
"Bukannya itu karena ulahmu juga?" tanya Jennifer.
"Aku kan cuma menyebarkan video itu sedangkan yang mengusir mereka adalah tuan Mario," ujar Ara yang tidak mau disalahkan walaupun kenyataannya dia yang bersalah.
Mendengar perkataan Ara Jennifer hanya dapat memutar bola matanya malas. Dia sudah tahu bagaimana sifat temannya yang tidak mau disalahkan.
"Terserah kau mau bicara apa." Setelah mengatakan itu Jennifer langsung pergi dari sana menuju kamarnya sendiri seraya menghentakkan kakinya karena kesal.
β’
β’
β’
Bersambung....
__ADS_1
πΏπΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌ||||πΌπΌπΏ