Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 83 )


__ADS_3

Di Ruang perawatan Ara


Saat ini Axton sedang berada di ruang ICU sedangkan Claudia dan Alex ada di luar ruangan karena tidak di perbolehkan terlalu banyak orang yang ada di ruangan tersebut.


Cukup lama Axton termenung saat melihat keadaan istrinya yang belum sadar juga. Dia merasa kasihan saat melihat istrinya harus di pasangkan berbagai macam alat untuk bertahan hidup. Setelah lama termenung barulah Axton bicara pada istrinya.


"Sayang, bangunlah. Apa kamu tidak bosan tidur seperti ini? Aku lebih suka kamu bertengkar dengan ku dari pada tidur seperti ini. Kau tahu sayang, aku sengaja datang ke negara kamu hanya untuk memberitahukan perasaan aku yang selama ini aku simpan untuk mu. Tapi, pada saat aku ingin memberikan kejutan padamu ternyata kamu malah di culik dan akhirnya malah berakhir seperti ini."


"Kau tahu sayang, saat mendengar kamu tidak kembali ke negara Indonesia aku sangat takut dan tidak bisa bayangkan kehilangan kamu. Dan lihat, demi kamu aku sengaja meninggalkan pekerjaan dan juga negara ku demi menemui kamu disini"


"Aku mohon sayang, cepat sadarlah. Aku berjanji akan melakukan apapun yang kamu mau termaksud meninggalkan kamu asal kamu mau membuka mata."


"Walaupun aku tersiksa kehilangan kamu tak akan jadi masalah asal kamu sehat seperti dulu. Kau tahu sayang, entah sejak kapan aku menyukai kamu yang pasti kamu satu-satunya wanita yang berhasil mencuri hatiku hingga aku siap melakukan apapun demi kamu termasuk menggantikan nyawaku demi bisa menyelamatkan kamu."


"Bangun sayang, apa kamu tidak kasihan pada orang tuamu? Mereka sejak tadi masih setia menunggu kamu sadar bahkan mereka melupakan makan demi bisa menemani kamu disini."


"Aku tahu kamu pasti bisa mendengar perkataan yang aku bicarakan ini, itu sebabnya aku sengaja bicara padamu agar kamu bisa segera bangun dari tidur panjang mu ini." Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Axton pada istrinya sedangkan Ara masih setia menutup matanya hanya air matanya saja yang keluar dari matanya karena dia masih belum bisa bicara.


Saat Axton ingin pamit keluar tiba-tiba tangan Ara bergerak dan akhirnya dia berhasil membuka matanya. Axton yang melihatnya sangat antusias saat melihat istri yang sangat dia cintai akhirnya sadar.


"Sayang, akhirnya kamu sadar juga," ujar Axton dengan antusias.


"Jadi benar orang yang telah menyelamatkan aku tadi adalah kak Axton?" tanya Ara dengan penasaran.


"Tentu saja, aku sengaja datang ke tempat itu untuk menyelamatkan kamu," jawab Axton.


"Terima kasih," ujar Ara dengan tulus yang di tanggapi anggukan kepala oleh Axton.

__ADS_1


"Apa yang kamu rasakan? Apa perlu aku panggil dokter untuk memeriksa kamu?" tanya Axton dengan cemas.


"Tidak perlu kak, aku baik-baik saja," jawab Ara seraya tersenyum agar suaminya bisa tenang dan tidak khawatir.


Sebenarnya Ara masih merasakan sakit walaupun tidak sesakit saat berada di tempat penyekapan itu. Dia sengaja bicara seperti itu agar suaminya tidak lagi khawatir padanya. Dia bersyukur Tuhan masih baik padanya dengan mengirimkan seseorang untuk menyelamatkan dirinya dari manusia-manusia iblis seperti mereka. Seandainya Axton tidak datang kesana pasti hidupnya sekarang sudah hancur dan bisa saja dia sudah meninggalkan dunia ini untuk selamanya akibat dibunuh oleh mereka.


Dalam hati Ara berkata akan menerima Axton sebagai suaminya sesuai apa yang dia katakan sewaktu masih berada di tempat penyekapan itu. Mungkin ini teguran dari Tuhan karena dia sudah memperlakukan suaminya dengan tidak baik sehingga Tuhan menghukum dirinya karena sudah menjadi istri yang durhaka terhadap suaminya.


"Kalau begitu aku keluar dulu sebentar," ujar Axton dengan lembut.


"Kak Axton mau kemana? Jangan tinggalkan aku sendiri." Gara-gara kejadian itu sekarang Ara menjadi trauma, takut kejadian itu akan terulang lagi.


Dia masih terbayang-bayang saat laki-laki brengsek itu menyentuhnya tanpa peduli dengan penolakan yang dia lakukan. Padahal Ara sudah berulang kali menolak sentuhan Revan tapi dia masih saja melakukan nya hingga Ara hampir gila karena membayangkan kesuciannya di ambil paksa oleh laki-laki brengsek itu.


"Aku cuma mau menemui daddy dan mommy kamu dan aku ingin menyampaikan pada mereka kalau kamu sudah sadar biar mereka tidak lagi khawatir padamu," jelas Axton.


Axton bisa melihat jika istrinya saat ini sedang ketakutan gara-gara kejadian itu. Siapapun yang berada diposisi Ara pasti ikutan takut bahkan bisa saja lebih takut dari pada Ara sendiri.


Mendengar perkataan Axton akhirnya Ara membiarkan suaminya pergi dengan syarat dia segera kembali ke tempat dia lagi. Ara yang dulunya sangat kuat dan pemberani sekarang menjadi penakut. Dia bahkan tidak membiarkan suaminya pergi barang sedetikpun beranjak dari tempat dia lantaran dia teringat akan kejadian saat dimana dia hampir saja kehilangan kesuciannya oleh laki-laki brengsek itu.


"Kamu boleh keluar dari sini tapi setelah itu langsung kembali kesini lagi. Aku tidak mau tinggal sendiri disini," ujar Ara.


"Oke," jawab Axton dengan singkat setelah itu dia langsung pergi dari sana untuk menemui orang tua dari istrinya.


Cklek


"Bagaimana keadaan Ara... Ax? Dia baik-baik saja kan?" tanya Claudia dengan cemas.

__ADS_1


"Iya mom, bahkan dia sekarang sudah sadar," jawab Axton dengan seraya tersenyum.


Mendengar perkataan Axton membuat Claudia terlihat antusias. Itu artinya anaknya tidak jadi koma lantaran dia sekarang sudah sadar.


"Apa kamu sudah beritahukan pada dokter tentang keadaan Ara?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Belum Mom, Ara bilang tidak usah beritahukan pada dokter karena keadaan dia sekarang sudah baik-baik saja," jawab Axton.


"Walaupun Ara terlihat baik-baik saja tetap saja kita harus kasih tahu pada dokter biar dia bisa memeriksa keadaan Ara. Bagaimana pun dokter yang lebih tahu dari pada Ara." Claudia tidak tenang sebelum dia mendengar langsung dari mulut dokter tentang keadaan anaknya. Karena bisa saja anaknya mengatakan baik-baik saja agar mereka tidak khawatir. Padahal yang sebenarnya terjadi dia masih merasa sakit hanya saja dia menutupinya dari mereka.


"Kalian saja yang kasih tahu pada dokter karena aku tidak bisa pergi lantaran Ara tidak mau jika aku pergi dari ruangannya," ujar Axton.


Mendengar perkataan Axton membuat Claudia menatap ke arah suaminya sedangkan Alex yang melihat istrinya menatap kearahnya hanya menggelengkan kepalanya tanda dia juga tidak tahu apa yang terjadi pada anaknya. Jangankan Claudia, Alex sendiri pun tidak tahu kenapa anaknya tiba-tiba bisa bersikap seperti itu padahal dulu anaknya sangat tidak suka pada Axton tetapi sekarang dia justru tidak ingin Axton berada jauh dari jangkauan nya.


"Kenapa Ara tiba-tiba bersikap seperti itu Ax? Bukannya kalian sejak dulu tidak pernah akur bahkan Ara pernah mengatakan pada kami kalau dia tidak akan mau menerima kamu sebagai suaminya?" tanya Claudia dengan bingung.


"Aku tidak tahu mom." Walaupun Axton sudah tahu masalahnya dia tetap diam karena takut membuat mertuanya khawatir saat tahu keadaan anaknya yang tidak baik-baik saja.


"Mungkin Ara sudah menerima Axton sebagai suaminya mom makanya dia ingin menempel pada Axton terus," ujar Alex.


"Benarkah? Semoga apa yang daddy pikirkan bisa menjadi kenyataan," ujar Claudia yang di aminkan oleh mereka.




__ADS_1


Bersambung....


🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺🌼🌺


__ADS_2