
Di Lokasi pemotretan
Saat ini baik Ara maupun model lain sedang merias diri untuk pemotretan berlian yang akan di luncurkan bulan ini. Sebagai model terkenal dan termahal dibandingkan model lain Ara bisa melakukan semena-menanya seperti datang terlambat dan lain-lain. Dia suka uang yang banyak tapi, tidak mau bekerja terlalu berat sehingga pemilik perusahaan tempat Ara bekerja tidak bisa melakukan apapun selain pasrah.
Karena dia sangat tahu siapa Ara sebenarnya sehingga dia akan menuruti semua keinginan Ara. Lagian walaupun Ara melakukan semaunya tapi setiap produk yang akan di promosikan oleh Ara akan habis tak tersisa sehingga menyebabkan perusahaan nya semakin maju dan terkenal karena memiliki model dan aktris hebat seperti Arrabella Anastasya Lemos.
"Hai Gisela! Aku dengar kamu sedang dekat dengan salah satu tuan muda yang sangat berpengaruh di negara ini, apa itu benar?" tanya teman Gisela sesama model dengan penasaran.
"Tentu saja," jawab Gisela dengan sombong dan percaya diri.
"Siapa nama tuan muda itu?" tanya temannya lagi dengan penasaran.
"Dia adalah Reagan Alexander Lemos," jawab Gisela dengan bangga karena bisa dekat dengan tuan muda sang penguasa negara ini.
Mendengar nama adiknya disebut membuat Ara langsung menoleh ke arah wanita yang ada di sampingnya. Dia tidak kenal dengan wanita ini, karena wanita yang kemarin dekat dengan adiknya bukanlah wanita ini melainkan wanita lain.
Lalu siapa lagi wanita ini? Kenapa dia bisa kenal dengan adiknya? Ara yang ingin tahu lebih banyak maksud wanita ini mendekati adiknya sehingga dia terdiam dan pura-pura cuek seolah-olah dia tidak tertarik dengan cerita yang di sampaikan oleh wanita yang ada di sampingnya ini.
Dan dia ingin tahu apa wanita ini tulus mendekati adiknya atau hanya sekedar ingin memanfaatkan uangnya saja. Jika dia benar-benar tulus mendekati adiknya maka, dia dengan senang hati menerimanya dengan lapang dada. Tapi, apabila dia mendekati adiknya karena ingin memanfaatkan adiknya maka, dia akan menghancurkan wanita ini dan juga keluarga nya.
"Apa?" teriak temannya yang terkejut saat mendengar nama yang di sebutkan oleh Gisela. Dia tidak menyangka seorang Gisela bisa dekat dengan tuan muda yang sangat berpengaruh di negara mereka.
"Kamu yakin sedang dekat dengan tuan muda Reagan?" tanya temannya dengan tatapan tak percaya.
"Tentu saja. Kamu pikir aku sedang bercanda," ujar Gisela yang merasa kesal dengan temannya. Dia bisa melihat kalau temannya pasti meragukan perkataannya. Padahal dia benar-benar sedang dekat dengan Reagan tuan muda yang sangat berpengaruh di negara ini.
"Wah, aku tidak menyangka ternyata kamu sangat hebat karena bisa mendekati tuan muda Reagan. Apalagi jika sampai kamu bisa menjadi menantu di keluarga Lemos. Aku sangat yakin kamu tidak perlu lagi bekerja seperti ini karena harta mereka tidak akan habis walaupun kamu berfoya-foya sesuka hati kamu," ujar temannya yang merasa iri pada Gisela karena bisa mendekati anak sang penguasa negara ini.
Hahahaha
__ADS_1
"Benar juga yang kamu katakan. Jika aku sudah menjadi menantu keluarga Lemos maka aku tidak perlu bersusah payah bekerja seperti ini. Karena harta keluarga Lemos tidak akan pernah habis sampai tujuh turunan," ujar Gisela seraya tertawa terbahak-bahak.
"Dasar wanita gila. Apa kau pikir akan mudah masuk di keluarga Lemos? Ck! Selama masih ada Ara, jangan harap bisa menjadi menantu di keluarga Lemos," batin Ara seraya menahan emosi.
"Apa kamu sudah pacaran dengan tuan muda Reagan?" tanya temannya dengan penasaran.
"Belum. Tapi aku sangat yakin cepat atau lambat Reagan pasti akan menjadi milikku," balas Gisela dengan penuh percaya diri.
"Bagaimana kamu bisa mengenal tuan muda Reagan?" tanya temannya dengan penasaran.
"Waktu itu aku tidak sengaja bertemu dengan Reagan di sebuah restoran terkenal yang ada di negara kita. Terus aku tidak sengaja mendengar obrolan Reagan dengan teman-temannya. Mereka semua menyuruh Reagan untuk membayar makanan mereka.
"Kata mereka Reagan sang pewaris kekayaan keluarga Lemos jadi, tidak masalah jika mereka meminta padanya untuk membayar makanan mereka yang tidak ada apa-apa nya di bandingkan dengan harta keluarga nya. Pada saat Reagan ingin protes, teman-temannya justru pada pergi begitu saja meninggalkan Reagan sendiri di restoran.
"Saat pelayan datang untuk menagih tagihan makanan yang mereka pesan. Reagan malah bingung harus membayar dengan apa. Pasalnya semua kartu ATM nya sudah di blokir oleh keluarga nya. Aku yang mendengar perkataan Reagan langsung datang ke sana untuk membantu dia membayar tagihan makanan yang sangat mahal itu.
"Reagan yang melihat aku membayar tagihan makanan teman-temannya merasa terharu karena berpikir masih ada orang yang mau membantunya di saat kesusahan seperti ini. Dari sejak itu kami langsung dekat hingga sampai sekarang. Dan aku sedang menunggu momen dimana Reagan menembak aku untuk dijadikan kekasihnya," jelas Gisela menceritakan bagaimana pertemuan dia dengan Reagan.
Hahahaha
"Apa kamu pikir aku sebaik itu mau mengeluarkan uang sebanyak itu untuk membantu orang lain? Kau sudah tahu bagaimana sifatku kan? Aku mau membantu Reagan karena aku sedang mengambil hatinya dan berharap dengan kejadian ini Reagan akan menyukai ku," ujar Gisela.
"Dasar wanita bermuka dua. Awas saja, akan aku balas kamu nanti. Tidak hanya kau yang akan mendapatkan balasan dariku melainkan orang-orang yang sudah berani memanfaatkan kepolosan adikku," batin Ara seraya mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan penuh kemarahan.
Dia tidak menyangka adiknya berteman dengan orang-orang munafik seperti mereka. Jika dia tahu adiknya mendapatkan perlakuan seperti itu. Sudah dari dulu dia hancurkan mereka hingga mereka tidak berani menampakkan wajahnya di depan publik seperti yang dia lakukan pada musuh-musuhnya.
"Sudah aku duga. Mana mungkin seorang Gisela mau membantu orang lain jika tidak mendapatkan keuntungan untuknya," ujar temannya.
"Ayo nona! Sudah waktunya nona melakukan pemotretan," ujar asisten pribadinya Gisela.
__ADS_1
"Apa jadwal ku setelah ini?" tanya Gisela dengan penasaran.
"Setelah ini anda akan melakukan syuting film di kota XX," jawab asisten pribadinya dengan sopan. Sedangkan Gisela hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Siapa yang jadi pemeran utama wanitanya Sel?" tanya temannya dengan penasaran.
"Tentu saja aku. Kau pikir siapa?" tanya Gisela dengan kening mengkerut.
"Aku pikir orang lain," ujar temannya.
"Ck! Apa kau pikir aku tidak layak menjadi pemeran utamanya?" tanya Gisela dengan wajah kesal.
"Tentu saja sangat layak. Aku hanya bercanda, jadi jangan kau masukan kedalam hati oke," ujar temannya seraya terkekeh. Sedangkan Gisela hanya diam saja tanpa menanggapi perkataan temannya.
"Ayo nona, kita pergi ke lokasi pemotretan," ujar asisten pribadinya Gisela.
"Hemmmm," jawab Gisela.
"Aku pergi dulu. Sampai ketemu dilain waktu," ujar Gisela pada temannya seraya pergi dari sana.
"Iya," jawab temannya dengan singkat.
"Jadi, wanita ini akan melakukan syuting film di kota XX. Oke, sekarang aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan pada wanita bermuka dua ini," batin Ara dengan seringai liciknya.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿