
Saat Ara sedang termenung tanpa aba-aba anak buah Revan langsung berjalan ke arah Claudia setelah mendapatkan kode dari atasan mereka.
"Aaghhtt!!!
"A... Apa yang kamu lakukan?" tanya Claudia seraya berteriak.
Ara yang tadi sedang termenung langsung saja tersadar saat mendengar teriakan ibunya setelah itu dia langsung menoleh ke arah belakang dimana ibunya berada dan dia sangat terkejut saat melihat keadaan ibunya.
"Hey, lepaskan ibuku," titah Ara dengan tegas.
Saat ini anak buah Revan sedang menyandra Claudia dengan pisau tepat berada di leher Claudia. Ara yang melihat ibunya sedang terancam merasa was-was takut mereka melukai ibunya gara-gara perbuatan nya.Tak jauh dengan Claudia. Dia pun merasakan ketakutan saat melihat mereka meletakkan pisaunya tepat di lehernya. Bergerak sedikit saja maka lehernya bisa saja terluka. Inilah kelemahan Ara, sekarang dia tidak bisa melakukan apapun lagi saat melihat ibunya dalam bahaya. Dia lupa, jika ibunya masih ada disini dalam keadaan tangan terikat sehingga mereka mengambil kesempatan untuk mengancamnya lewat ibunya.
"Apa kamu bilang, melepaskan ibu mu? Ck! Dengarkan aku baik-baik, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan ibu mu," sahut Audrey.
"Dasar siluman ular," umpat Ara dengan penuh emosi.
Hahahaha
"Apa kau bilang, siluman ular? Seharusnya kata-kata itu lebih cocok untuk mu karena kamu jauh lebih licik dibandingkan dengan ku," ujar Audrey dengan sinis.
"Kau juga sama saja seperti aku sama-sama licik hingga kamu menyandera ibuku hanya untuk bisa mengalahkan aku. Karena kau tahu aku tidak bisa berkutik jika melihat keadaan ibuku yang sedang bahaya," ujar Ara dengan tatapan sinis.
"Ternyata kau sangat hebat karena bisa tahu semua yang aku pikirkan," ujar Audrey.
Mendengar perkataan Audrey membuat Ara terdiam dan dia sedang berpikir agar bisa membawa ibunya pergi dari sini. Dia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika sampai ibunya terluka.
"Jika kalian ingin harta itu akan aku berikan asal kalian berjanji akan melepaskan ibuku," ujar Ara.
"Ck! Jangan kau pikir aku percaya pada perkataan mu lagi karena aku sangat tahu kalau kamu pasti tidak akan mau menyerahkan harta itu. Kau sengaja bicara seperti itu untuk mengelabui kami sama seperti tadi," ujar Audrey yang tidak mau masuk ke dalam jebakan Ara lagi.
"Kali ini aku serius akan menyerahkan harta itu asal ibu ku bisa keluar dari tempat ini," Ara berucap dengan penuh keyakinan sehingga mereka lagi dan lagi percaya pada perkataannya.
Audrey yang mendengar perkataan Ara langsung menatap ke arah anaknya setelah mendapatkan anggukan kepala oleh anaknya baru Audrey menuruti perkataan Ara agar membebaskan Claudia yang saat ini masih di sandera oleh anak buahnya.
__ADS_1
"Oke, ini terkahir kalinya aku percaya padamu jika kamu berulah lagi maka akan aku pastikan kalian akan mati detik ini juga," balas Audrey penuh penekanan.
"Aku janji akan memberikan nya untuk mu," janji Ara.
"Hey, lepaskan dia," titah Audrey pada anak buahnya dengan tegas.
"Baik bos," jawab mereka seraya melepaskan Claudia.
Claudia yang sudah lepas dari anak buah Revan langsung berlari ke arah Ara setelah itu dia memeluk anaknya sambil terisak. Dia sangat takut jika anaknya terluka.
"Kamu tidak apa-apa kan Ra?" tanya Claudia seraya memeriksa keadaan anaknya.
"Aku tidak apa-apa mom," jawab Ara seraya menenangkan ibunya.
"Sudah cukup bicaranya, sekarang kamu penuhi apa yang sudah kamu janjikan tadi," ujar Audrey.
Mendengar perkataan Audrey membuat Ara tersadar akan keinginan wanita itu yang menginginkan harta keluarga nya. Ara yang memiliki otak yang sangat licik tidak akan mau menuruti keinginan wanita itu selama dia masih memiliki harapan agar bisa lepas dari mereka kecuali dia tidak memiliki pilihan lain baru dia akan memberikan harta itu dengan syarat kebebasan mereka. Dan selama dia mencari cara agar bisa terlepas dari genggaman mereka maka dia akan tetap berpura-pura memberikan harta itu pada wanita itu agar mereka tidak melukai dia dan juga ibunya.
"Bagaimana caranya aku memberikan harta itu pada kamu sedangkan berkasnya saja sudah hancur?" tanya Ara yang merasa bahagia karena dia memiliki alasan sehingga dia tidak perlu lagi memberikan harta itu pada wanita itu.
Mendengar perkataan Audrey membuat Ara terkejut. Dia pikir mereka tidak memiliki berkas lain, itu sebabnya dia mengatakan akan menyerahkan harta itu pada mereka. sekarang dia tidak tahu harus mengelak karena dia tidak memiliki alasan lain selain menandatangani berkas itu.
"Sial, aku pikir mereka tidak memiliki berkas cadangan. Jika saja aku tahu maka aku tidak mungkin mengatakan itu pada mereka," batin Ara dengan kesal.
Dua menit kemudian
"Ini ma," ujar Revan seraya memberikan berkas pengalihan harta itu pada ibunya yang langsung diterima oleh Audrey.
"Cepat tanda tangan disini," titah Audrey tanpa melepaskan berkas itu dari tangannya. Dia takut Ara akan merusak berkas itu lagi maka nya dia pegang sendiri berkasnya.
Ara yang tidak mau hartanya dimiliki oleh Audrey tanpa aba-aba dia langsung mengambil pistol yang ada di tangan anak buah Revan setelah itu dia menjadikan Audrey sandera agar bisa lepas dari sana.
"Aagghhtt!!!
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" tanya Audrey dengan wajah ketakutan.
"Diam, atau pistol ini akan menembus mu hingga mati mengenaskan," ujar Ara seraya mengancam.
"Kurang ajar, dasar wanita ular," umpat Audrey dengan penuh emosi. Dia sungguh bodoh karena percaya pada perkataan wanita ini. Dia pikir wanita ini akan memberikan harta itu demi bisa membebaskan ibunya tetapi nyatanya wanita ini justru membohongi dirinya lagi.
"Tutup mulutmu sebelum aku yang menutup mulutmu untuk selamanya," ujar Ara penuh penekanan.
"Lepaskan ibu ku brengsek," teriak Revan dengan penuh kemarahan.
"Biarkan kami pergi dari sini setelah itu aku akan lepaskan ibumu," ujar Ara seraya memberikan penawaran.
"Biarkan dia pergi dari sini," titah Revan dengan tegas.
"Tapi tuan..."
"Laksanakan perintah ku," ujar Revan yang tak mau mendengarkan perkataan anak buahnya. Dia tidak ingin ibunya celaka gara-gara tidak menuruti keinginan wanita ini. Dia bisa menebak jika wanita ini pasti akan melenyapkan ibunya jika dia tidak mau menuruti keinginan wanita ini. Lebih baik dia kehilangan harta itu dari pada nyawa ibunya melayang.
"Baik tuan," jawab anak buah Revan seraya memberikan jalan agar Ara dan ibunya bisa segera keluar dari tempat ini.
"Jangan ada yang mendekat, jika ada yang mendekat akan aku bunuh wanita ini hingga mati," ujar Ara seraya mengancam.
Mendengar perkataan Ara membuat anak buah Revan segera mundur setelah mendapatkan kode dari atasan mereka. Mereka hanya bisa melihat Ara yang sedang melangkah mundur seraya menodongkan pistol pada Audrey sebagai tameng agar bisa lepas dari tempat ini.
"Ayo mom kita pergi dari sini," ajak Ara yang ditanggapi anggukan kepala oleh Claudia.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌺🌺||||🌼🌼||||🌺🌺||||🌼🌼||||🌺🌺🌿