
Di Gedung Tua
Saat ini Claudia sedang diikat dan didudukan diatas kursi sedangkan anaknya masih terletak diatas lantai dengan keadaan tak berdaya. Ara yang tadinya merasa tenang tetapi sekarang dia merasa cemas saat mendengar perkataan Revan. Dia tidak peduli jika mereka ingin membunuhnya asal jangan melecehkan dirinya saja. Dia bisa gila jika ada seseorang yang menyentuh tubuhnya apalagi di depan orang banyak.
"Oh Tuhan... Tolong selamatkan aku, jangan biarkan laki-laki ini melecehkan aku. Aku berjanji jika ada seseorang yang bisa mengeluarkan aku dari tempat ini maka aku akan memberikan mereka imbalan yang sangat banyak. Bila dia seorang wanita maka aku akan jadikan dia saudara ku tapi bila dia laki-laki maka aku akan jadikan dia suami aku dan aku akan menerima dia apa adanya," batin Ara yang berharap ada seseorang yang dapat menyelamatkan dia dari orang-orang serakah ini.
"Lakukan sekarang van, mama tidak sabar melihat wajah ketakutan mereka terutama wanita jaalang ini," titah Audrey dengan seringai liciknya.
"Baik ma," jawab Revan seraya berjalan ke arah Ara dengan tatapan nafsu sedangkan Ara sangat ketakutan saat melihat tatapan Revan yang sangat bernafsu atas tubuhnya.
Dia tidak rela kesucian yang selama ini dia jaga dirusak oleh laki-laki brengsek ini. Lebih baik dia memberikan kesuciannya pada Axton yang sudah jelas menjadi suaminya dari pada laki-laki brengsek ini.
"Wow, ternyata tubuhmu sangat bagus aku tidak sabar ingin mencicipi tubuhmu ini," ujar Revan seraya mengelus wajah Ara.
"Cuih!!!
Plak
Plak
"Ara," teriak Claudia dengan cemas saat melihat anaknya ditampar oleh Revan. Dia tidak sanggup melihat anaknya diperlakukan seperti ini tapi, untuk menolong anaknya pun dia tidak berdaya.
"Kurang ajar, beraninya kamu meludahi ku." Revan sangat emosi saat Ara meludahi wajahnya sehingga dia sangat geram dan akhirnya menampar wajah Ara hingga mengeluarkan darah.
"Kau pantas mendapatkan itu karena sudah berani menyentuh tubuhku," balas Ara dengan tatapan penuh emosi.
Dia tidak rela tubuhnya di sentuh oleh sembarangan orang. Hanya laki-laki yang sangat dia cintai yang berhak menyentuh tubuhnya. Bahkan Axton yang sudah menjadi suaminya pun tidak dia Izinkan menyentuh tubuhnya apalagi laki-laki yang menjadi musuhnya.
"Semakin kamu melarang justru aku malah semakin senang menyentuh tubuhmu apalagi saat kita saling menyatu pasti akan lebih terasa nikmat lagi. Kau tenang saja punya ku tak kalah besar dibandingkan punya suami mu," ujar Revan dengan tatapan menggoda.
"Jangan harap kamu bisa menikmati tubuhku karena sebentar lagi daddy ku pasti akan datang kesini untuk menyelamatkan kami. Dan saat daddy ku tiba di tempat ini maka kalian semua akan mati di tangan nya," ujar Ara dengan penuh ancaman.
__ADS_1
Hahahaha
"Jangan harap daddy kamu akan datang ke sini karena dia sekarang pasti sedang sibuk merayakan kematian kalian," sahut Audrey seraya tertawa terbahak-bahak.
Deg
"Apa maksud mu?" tanya Ara yang terkejut saat mendengar perkataan Audrey.
"Kami sudah membuat skenario seolah-olah kalian berdua sudah mati akibat kecelakaan hingga mobil yang kalian naiki masuk ke dasar jurang hingga meninggal dunia," jelas Audrey dengan penuh kemenangan.
Audrey pikir Alex percaya jika istri dan anaknya sudah meninggal dunia sehingga Audrey akan merasa aman karena berpikir Alex tidak akan mencari keberadaan keluarga nya lagi tanpa dia tahu Alex sudah tahu jika ini semua rekayasa dari dia saja. Bahkan Alex sudah memerintahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan istri dan anaknya.
"Kurang ajar, dasar wanita ular," umpat Claudia dengan penuh emosi. Dia tidak menyangka kakak tirinya bisa merekayasa kematian mereka. Dia sangat berharap suaminya bisa segera sadar kalau mereka masih hidup agar suaminya bisa menyelamatkan mereka dari orang-orang keji ini.
"Sudahlah tak perlu kamu mengumpat ku karena anakmu pun sama seperti aku," balas Audrey.
Dia tidak peduli apa yang dikatakan oleh Claudia. Karena tujuan dia sekarang adalah membuat mereka menyesal karena sudah mencari masalah dengan nya.
"Kalian semua emang tak punya hati." Claudia masih saja mengumpat mereka sedangkan mereka malah menganggap umpatan Claudia angin lalu.
"Baik ma," jawab Revan seraya menjalankan perintah ibunya.
Krek
Itulah bunyi saat Revan dengan sengaja merobek baju Ara hingga meninggalkan baju da lam nya saja. Claudia tidak sanggup melihat anaknya dilecehkan seperti ini. Dia berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat tangannya tapi sayang, dia tetap tidak bisa melepaskannya.
"Aku mohon jangan lecehkan putriku," ujar Claudia seraya memohon tapi mereka tetap tidak memperdulikan permohonan Claudia.
Revan yang melihat penampilan Ara semakin bernafsu hingga tanpa aba-aba dia langsung mencium tubuh Ara hingga meninggalkan bekas sedangkan Ara hanya bisa menangis dalam diam karena dia tidak bisa berontak lantaran tubuhnya tak bisa digerakkan.
Semakin lama Revan mencumbu Ara semakin banyak Air mata Ara keluar. Dia sekarang merasa kotor karena tubuhnya sudah di sentuh oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
__ADS_1
Begitupun dengan Claudia yang sedari tadi terisak saat melihat anaknya dilecehkan di depan matanya. Dia merasa menjadi ibu yang tidak berguna karena tidak bisa melindungi anaknya dari orang-orang jahat yang memiliki sifat persis seperti binatang.
"Tolong aku mom, aku tidak sudi disentuh oleh laki-laki ini. Lebih baik aku mati dari pada tubuhku dicamah oleh laki-laki brengsek ini... Hiks... Hiks...," ujar Ara seraya terisak.
"Maafkan mommy sayang, mommy emang ibu tidak berguna... Hiks... Hiks..."
"Jangan menangis sayang, bukannya kamu sudah biasa melakukan itu dengan suami mu. Jadi, kamu anggap saja aku seperti suami mu sendiri agar kita bisa sama-sama menikmati saat melakukan itu nanti," ujar Revan seraya me re mas buah melon Ara.
"Lepaskan aku brengsek," teriak Ara dengan penuh emosi. Dia sangat ketakutan saat melihat tatapan penuh nafsu Revan terhadap tubuhnya. Dalam hati dia berdoa agar ada seseorang yang dapat melepaskan dia dari kukungan Revan.
"Tenang saja sayang, aku pasti akan melepaskan kamu tapi nanti setelah aku puas mencicipi tubuh mulus mu ini," ujar Revan.
"Aku tidak sudi tubuhku dinikmati oleh manusia hina seperti kamu," ujar Ara dengan tatapan merendahkan.
Plak
"Diam kau wanita jaalang. Akan aku siksa kamu hingga kamu merasa lebih baik mati dari pada menerima penyiksaan dari ku," ujar Revan seraya menampar Ara.
Deg
"Siapapun tolong selamatkan aku dari laki-laki hina ini. Aku pasti akan gila jika laki-laki ini berhasil mengambil kesucian yang selama ini aku jaga. Jika saja ada seseorang yang bisa mengeluarkan aku dari sini, aku berjanji akan melakukan apapun yang mereka inginkan. Bahkan aku siap memberikan beberapa harta yang aku punya untuk orang yang telah menyelamatkan ku dari pada orang-orang serakah ini," batin Ara dengan cemas.
Setelah membentak Ara, dia langsung melancarkan aksinya lagi sampai dia puas menikmati tubuh atas Ara sedangkan Ara hanya bisa menangis saat melihat tubuhnya sedang dinikmati oleh laki-laki brengsek ini. Revan tidak peduli pada teriakan Claudia yang menyuruh dirinya agar melepaskan Ara bahkan dia seakan tuli dan tidak peduli walaupun Ara sedang menangis terisak.
Braak
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌺🌺||||🌼🌼|||||🌺🌺||||🌼🌼|||||🌺🌺🌿