Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 41 )


__ADS_3

Masih Di Kantor Polisi


"Di mana anak kami?" tanya seseorang yang baru datang dengan wajah cemas.


"Mereka saat ini masih ada di ruang interogasi nyonya," jawab polisi itu dengan sopan.


"Tolong panggilkan anak kami ke sini," titah wanita itu dengan tegas.


"Yang mana anak anda nyonya? Laki-laki atau perempuan?" tanya polisi itu lagi.


"Laki-laki," jawab wanita itu dengan singkat.


"Baik, tunggu sebentar," ujar polisi itu dengan sopan seraya pergi dari sana.


Beberapa Menit Kemudian


"Ax, apa yang terjadi? Kenapa kamu melecehkan anak gadis orang hingga hamil seperti ini?" tanya Miranda dengan cemas.


Yah, mereka adalah orang tua kandung Axton George. Setelah mendapatkan kabar anaknya dalam masalah langsung saja mereka bergegas ke kantor polisi untuk menemui anak mereka. Mereka tidak menyangka anak yang mereka pikir gay ternyata malah melecehkan anak gadis orang hingga hamil diluar nikah. Jika seandainya anaknya menyukai wanita itu dia pasti akan merestui hubungan mereka asal wanita yang menjadi istri anaknya adalah wanita baik-baik.


"Ini semua salah paham ma. Aku di jebak oleh wanita itu agar menikah dengan nya. Padahal aku sama sekali tidak mengenal wanita itu tapi, tiba-tiba dia malah menuduh aku menghamili dia," jelas Axton.


Mendengar perkataan Axton membuat mereka terkejut dan juga shock. Mereka tidak menyangka anak semata wayang nya malah mengalami masalah seperti ini.


"Lakukan sesuatu pi, mami tidak mau wanita itu berhasil menjebak anak kita agar menikah dengan nya," ujar Miranda dengan cemas.


"Mami tenang saja, papi tidak akan membiarkan wanita itu berhasil melakukan rencananya itu," ujar Edwin George seraya menenangkan istrinya.


"Terima kasih pi... mi... karena kalian sudah percaya padaku," ujar Axton dengan perasaan lega saat mengetahui orang tuanya lebih percaya padanya dari pada wanita itu.


"Iya, sama-sama sayang," jawab mereka dengan serentak." Kamu tunggu disini dulu biar papi yang urus masalah ini dengan wanita itu."


"Baik pi," jawab Axton dengan singkat.


β€’


β€’


"Panggil wanita itu kemari," titah Edwin dengan tegas.


"Baik Pak Edwin," jawab polisi itu seraya pergi dari sana.


"Papi harus memberikan pelajaran pada wanita itu karena sudah berani menjebak anak kita." Miranda saat geram pada wanita yang sudah menjebak anaknya. Dia tidak akan pernah memaafkan wanita itu karena sudah mempermalukan anak kesayangannya.


"Itu sudah pasti. Papi tidak akan membiarkan wanita itu hidup tenang karena sudah berani mencari masalah dengan keluarga kita," ujar Edwin dengan penuh emosi.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian


"Ini dia wanita yang sedang bermasalah dengan anak kalian tadi," ujar polisi itu seraya menunjuk ke arah Ara berada.


Pada saat mereka melihat ke arah Ara membuat mereka terkejut dan juga shock." Apa papi memiliki pemikiran yang sama seperti mami?" tanya Miranda seraya berbisik.


"Iya, papi juga berpikir seperti mami. Tapi, bukannya mereka ada di California?" tanya Edwin dengan penasaran.


"Dari pada kita penasaran seperti ini lebih baik kita telpon teman papi yang ada di California. Dan tanyakan padanya apa mereka ada di indonesia atau ada di negaranya sendiri," ujar Miranda yang dijawab anggukan kepala oleh Edwin.


"Kami tinggal dulu sebentar pak," ujar Edwin dengan sopan.


"Baik Pak Edwin," jawab polisi itu dengan singkat.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo? Ada apa Ed, tumben kamu telpon aku?" tanya Alex dengan penasaran


πŸ“ž "Lex, kalian sekarang ada dimana?" tanya Edwin dengan penasaran.


πŸ“ž "Di California," jawab Alex dengan singkat.


πŸ“ž "Jika kamu ada di California, lalu siapa wanita yang mirip dengan kamu itu?" tanya Edwin dengan penasaran.


πŸ“ž "Apa maksud kamu?" tanya Alex dengan kening mengkerut.


πŸ“ž "Apa putri mu sedang ada di Indonesia?" tanya Edwin dengan penasaran.


πŸ“ž "Tidak ada. Sekarang anak ku lagi ada di California bersama dengan kami," balas Alex.


πŸ“ž "Jika anakmu ada disana. Lalu siapa wanita yang sangat mirip dengan kamu? Apa anak kamu memiliki saudara kembar?" tanya Edwin dengan penasaran.


πŸ“ž "Tidak ada. Aku hanya memiliki satu orang putri dan satu orang anak laki-laki," jawab Alex.


πŸ“ž "Tapi Lex, aku beneran melihat wanita yang sangat mirip dengan kamu. Jika kamu tidak percaya aku akan kirimkan foto wanita itu pada mu," ujar Edwin.


πŸ“ž "Kirimkan fotonya padaku," titah Alex dengan tegas.


πŸ“ž "Oke," jawab Edwin dengan singkat.


Ting


πŸ“ž "Dimana kamu melihat wanita itu Ed?" tanya Alex yang terkejut saat melihat foto putrinya ada di negara Indonesia.


πŸ“ž "Jangan kaget Lex, jika aku katakan yang sebenarnya," ujar Edwin.

__ADS_1


πŸ“ž "Cepat katakan," titah Alex dengan tegas.


πŸ“ž "Di kantor polisi," jawab Edwin.


πŸ“ž "Apa?" teriak Alex yang terkejut saat mendengar perkataan Edwin.


πŸ“ž "Apa yang terjadi? Kenapa anak ku bisa ada di kantor polisi?" tanya Alex dengan penasaran.


πŸ“ž "Jadi, benar dia anak mu Lex?" tanya Edwin balik tanpa menjawab pertanyaan Alex.


πŸ“ž "Tentu saja dia putri ku. Mana mungkin aku tidak mengenali putri kandung ku sendiri." Cepat katakan, kenapa putri ku bisa ada di kantor polisi?" tanya Alex dengan penasaran.


πŸ“ž "Apa putri mu tidak mengatakan apapun padamu?" tanya Edwin dengan penasaran.


πŸ“ž "Jika dia memberitahukan padaku untuk apa aku menanyakan itu padamu?" Alex benar-benar kesal pada Edwin karena sedari tadi malah mengalihkan pembicaraan.


πŸ“ž "Aku tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Yang aku tahu putri mu menuduh anak ku melecehkan dia hingga hamil di luar nikah," balas Edwin.


πŸ“ž "Apa?" teriak Alex lagi yang terkejut saat mendengar perkataan Edwin.


πŸ“ž "Apa anak mu memiliki hubungan dengan anak ku?" tanya Alex dengan penasaran.


πŸ“ž "Mana mungkin mereka memiliki hubungan. Sedangkan anak ku selama ini hanya bekerja dan bekerja. Bahkan dia tidak memiliki waktu untuk pacaran dengan satu wanita pun," balas Edwin.


πŸ“ž "Berarti, anak mu telah menyinggung putriku hingga dia marah dan menjebak anak mu agar malu di depan publik," ujar Alex.


πŸ“ž "Ternyata dia benar-benar anak kandung mu. Dia tidak hanya memiliki wajah yang sama dengan mu tapi, dia juga memiliki sifat yang sama seperti kamu, sama-sama licik dan kejam," ujar Edwin seraya menyindir temannya.


πŸ“ž "Bagaimana keadaan anakku Ed?" tanya Alex dengan cemas tanpa memperdulikan sindiran temannya.


πŸ“ž "Tenang saja Lex, anak kamu aman di sini. Hanya saja ada masalah lain yang lebih besar dari pada masalah kehamilan putri mu yang sudah pasti sebuh kebohongan belaka," ujar Edwin.


πŸ“ž "Ada masalah apalagi?" tanya Alex dengan penasaran.


πŸ“ž "Gara-gara ulah putri mu yang mengatakan anakku menghamili dirinya akhirnya polisi membuat keputusan mereka harus menikah hari ini juga di kantor polisi," jelas Edwin.


πŸ“ž "Apa?" teriak Alex yang terkejut saat mendengar perkataan Edwin.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2