Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 35 )


__ADS_3

Di Mansion Alexander Lemos


"Jika Ara tidak setuju menikah dengan anak Maxim, bagaimana dengan anak om Daffa?"


"Hah... Maksud Om?" tanya Ara yang terkejut saat mendengar perkataan Daffa.


"Om ingin menjodohkan Ara dengan anak om Daffa. Jadi, bagaimana dengan Ara? Apa Ara mau menikah dengan anak om Daffa?" tanya Daffa dengan penuh harap.


"Apa-apaan kamu Daf? Kau sudah tahu, aku yang lebih dulu menjodohkan Ara dengan anakku. Kenapa kamu malah ingin merebut calon menantuku?" Maxim tidak terima calon menantu yang dia idam-idamkan dimiliki oleh orang lain.


"Tapi Ara sudah menolak untuk menikah dengan anak kamu? Jadi, tidak salah jika aku melamar Ara untuk putraku. Karena aku sangat tahu putraku sangat mencintai Ara makanya aku datang kesini ingin melamar Ara agar menjadi istri dari putraku. Tapi, saat datang kesini malah berbarengan dengan kamu," ujar Daffa.


"Sejak kapan daddy tahu kalau aku mencintai kak Ara? Jadi daddy sengaja membawaku ke mansion om Alex untuk melamar kak Ara agar menjadi istri ku," batin Delano Roberto dengan wajah terkejut.


"Apa om Ryan datang kesini mau melamar aku untuk putra om juga?" tanya Ara setelah sadar dari rasa terkejutnya.


Dia tidak menyangka mereka ingin melamar dirinya dengan cara berbarengan seperti ini. Dia tidak pernah bermimpi akan dilamar oleh anak dari teman-teman ayahnya. Karena dia sudah menganggap mereka seperti adik dia sendiri. Itu sebabnya dia tidak pernah mendekati mereka ataupun memanfaatkan mereka untuk kepentingan dirinya sendiri.


Walaupun dia sangat licik dan matre tapi dia tidak ingin melakukan itu pada orang-orang yang sudah dia anggap keluarga nya sendiri. Jika dulu dia suka memanfaatkan orang lain bahkan pada orang-orang terdekatnya tetapi sekarang dia sudah mulai berubah walaupun hanya sedikit. Setidaknya dia tidak lagi memiliki keinginan menjebak ataupun memanfaatkan mereka.


"Iya Ra. Apa kamu mau dijodohkan dengan anak om?" tanya Ryan dengan penuh harap.


Saat anaknya mengatakan padanya menyukai Ara putri dari sahabatnya dia merasa terkejut dan juga shock. Dia hanya takut dan sedikit minder untuk melamar putri dari sang penguasa negara ini. Pasalnya dia hanya orang biasa walaupun dia sudah memiliki perusahaan dan restoran sendiri tapi tetap saja itu tidak ada apa-apa nya dibandingkan harta keluarga Lemos. Akan tetapi, demi kebahagiaan putranya dia terpaksa menuruti keinginan anaknya untuk melamar putri Alexander untuk menjadi istri anaknya.


"Ada apa dengan mereka? Kenapa mereka semua malah ingin melamar putriku? Padahal mereka sudah tahu jika putriku sangat matre tapi mereka masih saja melamar Ara untuk dijadikan istri untuk anak mereka," batin Alex.

__ADS_1


"Nanti Ara akan jawab sekalian. Sekarang Ara tanya sama om Andre. Apa om Andre datang ke sini mau melamar Ara juga?" tanya Ara dengan penasaran.


Disaat Andre ingin menjawab langsung di dahulu oleh Axel dengan jawaban yang sangat mengejutkan kedua orang tuanya maupun mereka yang ada disini. Pasalnya Axel sedari tadi tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia menyukai Ara. Itu sebabnya mereka terkejut saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut nya.


"Ti..."


"Iya, aku ingin melamar kak Ara agar menjadi istri ku," sahut Axel dengan penuh percaya diri.


"Apa?" teriak orang tua Axel yang merasa terkejut saat mendengar perkataan anaknya.


"Apa maksud kamu Xel? Sejak kapan kamu mencintai Ara?" tanya Nabila dengan penasaran.


"Sejak pertama kali aku datang ke mansion ini ma. Saat aku melihat kak Ara pertama kali aku langsung jatuh cinta padanya," balas Axel dengan wajah malu saat mengungkapkan perasaan nya di depan orang banyak.


Jika Alice tidak suka Ara menjadi menantunya. Sedangkan yang lain semua pada suka jika seandainya Ara menjadi menantu dari keluarga mereka.


"Jadi mama setuju aku menikah dengan kak Ara ma?" tanya Axel dengan antusias.


"Tentu saja mama setuju," jawab Nabila dengan tersenyum.


"Oh Tuhan... Aku pikir cuma mereka saja yang tergila-gila dengan putri tuan Alex? Ternyata putraku juga sama seperti mereka yang tergila-gila dengan nona muda. Yah, wajar saja mereka menyukai nona muda karena dia emang sangat cantik, cerdas dan seksi. Siapapun yang melihat nona muda pasti akan tergoda dengan kecantikan nya," batin Andre.


"Bagaimana Ra? Apa kamu mau menikah dengan anak tante?" tanya Nabila dengan penasaran.


Mendengar perkataan Nabila membuat Ara terdiam sejenak. Setelah itu baru dia menjawab pertanyaan mereka. Dia berharap apapun jawaban yang akan dia berikan pada mereka bisa membuat mereka mengerti dan tidak lagi memaksa dirinya agar menerima anak mereka untuk dijadikan suaminya.

__ADS_1


"Oke, aku akan menjawab semua pertanyaan kalian. Aku berharap kalian bisa menerima keputusan ku," ujar Ara dengan tegas.


"Ayo jawab Ra! Siapa yang kamu pilih untuk menjadi suamimu?" tanya Daffa dengan penasaran sekaligus degdekan. Dan dia berharap anaknya lah yang dipilih oleh Ara untuk menjadi istri putranya.


"Dengan berat hati aku katakan pada kalian semua kalau aku tidak akan menerima satupun lamaran dari anak kalian karena aku belum ada keinginan untuk menikah muda. Aku berharap kalian bisa menerima keputusan ku ini. Dan aku sangat yakin cepat ataupun lambat mereka pasti akan menemukan pengganti aku yang pasti mereka jauh lebih baik dibandingkan aku," balas Ara yang merasa tidak enak hati karena sudah menolak lamaran mereka semua. Bagaimana pun dia sudah menganggap mereka seperti keluarga nya sendiri. Tapi sekarang dia sudah menghancurkan hati mereka dengan cara menolak lamaran ini.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka semua terkejut dan juga shock. Mereka pikir salah satu diantara mereka akan dipilih oleh Ara untuk dijadikan suaminya. Tapi ternyata, dugaan mereka malah meleset.


"Kalian sudah dengar jawaban putriku kalau dia tidak ingin menikah dengan anak-anak kalian. Aku harap kalian bisa terima keputusan Ara. Bagaimana pun dia yang akan menjalani pernikahan. Jadi aku tidak akan memaksa putriku jika dia tidak ingin menikah dengan anak-anak kalian," ujar Alex.


"Apa kamu serius Ra? Coba kamu pikirkan lagi siapa tahu kamu berubah pikiran dan akhirnya menerima putra om untuk menjadi suami kamu nanti." Daffa tidak menyerah membujuk Ara agar mau menerima putranya menjadi suaminya. Tapi sayang, Ara tetap saja tidak mau menerima lamaran anaknya. Mau tidak mau dia menerima keputusan yang sudah diambil oleh Ara.


"Tentu saja serius om. Aku sudah pikirkan masak-masak kalau aku tidak ingin menikah di usia muda. Aku masih ingin bebas dan merintis karier agar semakin sukses dari pada sekarang," jawab Ara dengan mantap.


"Oke, jika itu sudah menjadi keputusan kamu. Kalau begitu om dan keluarga pamit undur diri. Semoga karir kamu semakin sukses dari pada sekarang," ujar Daffa seraya pergi dari sana setelah melihat anggukan kepala dari Ara begitupun yang lain juga pergi dari sana dengan hati hancur dan kecewa saat mendengar perkataan Ara yang menolak lamaran mereka.





Bersambung....


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2