Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 11 )


__ADS_3

Di Ruang Kerja Alexander Lemos


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Ada apa Re?" tanya Alex pada anaknya dengan penasaran.


"Kenapa daddy memblokir kartu ATM ku? Daddy tahu, gara-gara ulah daddy yang memblokir kartu ATM ku aku sampai malu didepan semua orang. Tidak hanya itu saja, aku juga malu pada pacarku. Gara-gara masalah itu aku ditinggal oleh pacarku sendiri di moll." Reagan masih saja mengoceh dan menyalahkan ayahnya, padahal yang menjadi tersangka utama malah asyik bersantai di apartemen temannya.


"Bukan daddy yang memblokir kartu ATM mu," jawab Alex dengan santai sedangkan anaknya malah semakin kesal saat melihat ayahnya yang terlihat santai padahal dia sedang kesal dan marah padanya gara-gara kartu ATM nya di blokir.


"Jika bukan daddy, terus siapa dong yang memblokir kartu ATM ku?" tanya Reagan dengan penasaran.


"Itu semua ulah kakakmu Arrabella," jawab Alex.


"Apa?" teriak Reagan yang terkejut saat mendengar perkataan ayahnya. Pasalnya, jika ini ulah kakaknya berarti kakaknya tahu semua yang terjadi padanya di moll saat dia malu dengan orang-orang yang berlalu lalang di sana. Sedangkan kakaknya hanya melihat saja tanpa mau membantunya sama sekali. Yah, jelas kakaknya tidak akan membantunya karena yang menyebabkannya dia malu tak lain adalah ulah kakaknya sendiri.


"Kenapa kak Ara memblokir kartu ATM ku dad?" tanya Reagan dengan penasaran.


"Tanya saja pada dirimu sendiri, apa yang sudah kamu lakukan sehingga kakakmu sampai memblokir kartu ATM mu." Bukannya menjawab pertanyaan Reagan, Alex justru malah melemparkan pertanyaan pada anaknya.


"Perasaan aku tidak melakukan kesalahan. Kenapa kak Ara memblokir kartu ATM ku," ujar Reagan yang tidak sadar apa kesalahannya sehingga Ara sampai memblokir kartu ATM nya.


"Jika kamu tidak melakukan kesalahan tidak mungkin Ara sampai memblokir kartu ATM mu." Alex sangat tahu bagaimana sifat putrinya. Dia sangat yakin anak laki-laki nya pasti sudah melakukan kesalahan sehingga Ara sampai memblokir kartu ATM Reagan.


"Kenapa kak Ara bisa memblokir kartu ATM ku dad? Padahal dia tidak bekerja di perusahaan ini." Reagan sampai sekarang belum tahu kalau sebenarnya semua harta milik Alex sudah jatuh ke tangan Ara sedangkan dirinya tidak memiliki apapun selain harta milik ibunya yang tidak ada apa-apa nya di bandingkan harta ayahnya yang sudah di kuasai oleh Ara.

__ADS_1


"Itu karena kakakmu pemilik sah perusahaan ini. Itu sebabnya kakakmu memiliki kekuasaan untuk melakukan apapun yang dia inginkan termaksud memecat mu dari perusahaan ini apabila kamu melakukan kesalahan," jelas Alex.


Mendengar perkataan Alex membuat Reagan terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka kakaknya bisa menjadi pemilik perusahaan Apple Inc. Padahal yang dia ketahui perusahaan itu adalah perusahaan ayahnya. Tapi, bagaimana bisa perusahaan itu bisa menjadi milik kakaknya?


"Bagaimana bisa perusahaan itu bisa menjadi milik kak Ara? Bukannya itu perusahaan milik daddy?" tanya Reagan dengan penasaran.


"Panjang ceritanya. Yang jelas perusahaan ini sudah menjadi milik kakak mu. Jika kamu mau kartu ATM mu kembali aktif maka jalan satu-satunya kamu harus bisa membujuk kakak mu agar dia mau mengaktifkan kartu ATM mu lagi," ujar Alex.


"Bagaimana cara membujuk kak Ara dad?" tanya Reagan dengan penasaran.


"Itu tugasmu mencari cara agar Ara mau memaafkan kamu, dan mau mengaktifkan kartu ATM mu lagi," balas Alex.


"Baik dad. Aku akan mencari cara agar kak Ara mau memaafkan aku," jawab Reagan dengan pasrah.





"Sampai kapan kamu memblokir kartu ATM adikmu Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Sampai dia terbukti tidak pacaran dengan wanita matre itu lagi," jawab Ara dengan santai.


"Kamu selalu mengatakan wanita itu matre padahal kamu tidak jauh beda dengan wanita itu sama-sama matre," ujar Jennifer dari kemarin hingga sekarang masih saja mengejek Ara. Sehingga menyebabkan Ara kesal pada temannya.


"Berhenti menyebutkan ku wanita matre. Apa kau ingat, gara-gara ulahmu yang membongkar rahasia ku pada kelurgaku sehingga menyebabkan mereka bertengkar di acara ulang tahunku," ujar Ara dengan wajah kesal.


"Mana aku tahu kalau mereka akan bertengkar seperti itu. Jika aku tahu tidak mungkin aku membongkar keburukan mu di depan mereka," ujar Jennifer dengan wajah pura-pura bersalah. Padahal dalam hati sangat puas sudah membuat temannya kesal. Kapan lagi dia bisa membalas temannya yang suka membuat dia kerepotan akibat ulahnya.

__ADS_1


"Kau... Jika tidak ingat kau temanku. Sudah dari dulu aku buang kau ke curang biar dimakan binatang buas." Setelah mengatakan itu dia langsung pergi dari sana menuju kamar tamu, kamar biasanya dia istirahat jika berada di apartemen temannya.


"Kau lihat itu El? Wajah Ara sangat lucu jika sedang marah seperti itu. Padahal tadi aku sangat takut sekali saat tiba-tiba Ara bangun. Aku pikir dia akan mencekikku karena sudah membuat dia marah. Ternyata dia hanya ingin pergi ke kamar."


"Benar-benar sangat menegangkan. Hampir saja jantungku copot gara-gara takut dengan kemarahan Ara," ujar Jennifer seraya mengelus dadanya dengan perasaan lega.


"Aku heran dengan nona Jenni. Jika nona takut dengan nona muda, kenapa juga setiap hari nona selalu mencari masalah sampai membuat nona muda marah? Aku lihat nona muda benar-benar kesal dan marah pada nona Jenni, hanya saja dia teringat kalau nona adalah temannya."


"Jika nona Jenni bukan temannya, aku sangat yakin mungkin saja nona Jenni akan tinggal nama saja." Elena tidak bermaksud menakuti Jennifer karena apa yang dia katakan memang benar adanya. Jika Ara tidak ingat Jennifer temannya pasti sudah sejak dulu Ara memberikan pelajaran pada Jennifer karena sudah membuat dia marah seperti itu.


Sedangkan Jennifer yang mendengarkan perkataan Elena langsung terdiam seperti patung. Dia berpikir dan mungkin saja apa yang di katakan oleh Elena benar adanya. Karena dia sangat tahu bagaimana sifat Ara yang tidak akan pernah memaafkan seseorang yang sudah berani mencari masalah dengan nya.


Buktinya sudah sangat jelas terlihat, bagaimana dulu Ara dengan teganya menghancurkan karir beberapa model yang sudah berani mencari masalah dengan Ara hingga mereka tidak berani menampakkan wajahnya ke publik gara-gara Ara membongkar aib mereka di sosial media.


"Entah kenapa setiap kali melihat Ara aku selalu kesal dan tanpa sadar selalu mengejeknya. Karena setiap Ara bicara selalu menyalahkan orang lain padahal dia sendiri sama-sama matre seperti wanita yang dia benci itu. Jika saja Ara sadar diri kalau dia juga memiliki kesamaan seperti wanita itu maka aku tidak mungkin kesal hingga mengejek nya," balas Jennifer.


"Tahan emosi nona. Jangan sampai gara-gara nona tidak bisa menahan emosi malah mengakibatkan nona Jenni hancur ditangan nona muda." Elena hanya sekedar mengingatkan teman majikannya. Jika dia mendengarkan perkataannya maka dia pasti akan selamat.


Dan apabila dia tidak mau mendengarkan perkataan nya maka ia sangat yakin cepat ataupun lambat Ara pasti akan marah dan kemungkinan terburuk adalah menghancurkan hidup Jennifer beserta keluarganya.





Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2