Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 55 )


__ADS_3

 Di Mansion Axton George


"Siapa kamu bisa seenaknya memerintah pembantu yang bekerja di mansion ku?" tanya Axton dengan kesal.


"Jangan lupa sayang, aku ini sudah menjadi istri mu itu artinya aku memiliki hak yang sama seperti kamu. Jadi, terserah aku mau memecat mereka atau mempertahankan mereka bekerja di mansion ini," ujar Ara.


"Berhenti menyebutku dengan panggilan sayang, karena itu sungguh menjijikkan," ujar Axton dengan kesal.


"Ck! Dasar pria kaku. Seharusnya kamu senang karena melihat wanita cantik seperti ku mau memanggil kamu dengan sebutan sayang. Karena sangat jarang bagiku menyebut kata-kata sayang pada laki-laki yang ada diluar sana," ujar Ara.


"Sebaiknya kamu pergi saja dari sini karena aku benar-benar sangat muak melihat wajah mu yang sok cantik itu," ujar Axton dengan kesal.


"Jika aku jelek ngapain kamu repot-repot mengontrak aku agar mempromosikan produk mu? Bahkan kau mau merendahkan harga dirimu dengan melakukan pekerjaan pembantu agar aku mau mempromosikan produk dari perusahaan mu itu," ujar Ara dengan tatapan mengejek.


"Lebih baik kamu pergi dari sini karena aku mau menyelesaikan pekerjaan ini biar cepat selesai," ujar Axton seraya mengalihkan pembicaraan.


"Oke, aku akan pergi dari sini awas saja jika aku tahu kamu meminta bantuan pada bibi maka aku akan batalkan kerjasama dengan perusahaan mu," ujar Ara seraya mengancam.


"Kau tenang saja aku bukan laki-laki lemah yang suka merengek seperti wanita," ujar Axton sedangkan Ara langsung pergi dari sana tanpa menyahuti perkataan Axton.





Di Lobby Perusahaan George Company


Tak


Tak


Tak


Terdengar suara langkah kaki seseorang seraya memasuki perusahaan George Company yang sangat terkenal di Indonesia.


"Maaf nona, apa kami bisa tahu di mana ruangan tuan Axton?" tanya orang itu dengan sopan pada resepsionis.


"Apa kalian sudah buat janji?" tanya resepsionis itu balik.

__ADS_1


"Belum nona," jawab orang itu lagi.


"Kalau begitu kalian tidak bisa menemui tuan Axton jika kalian ingin menemui tuan Axton sebaiknya kalian buat janji terlebih dahulu baru setelah itu kalian bisa bertemu dengan beliau," ujar resepsionis itu lagi.


"Ck! Sejak kapan seorang istri mau menemui suaminya harus membuat janji temu dulu?" tanya seseorang yang tak lain adalah Arrabella dengan tatapan tajam.


Deg


"Ma... Maafkan saya nona muda. Saya tidak tahu kalau anda istrinya tuan Axton, jika anda ingin bertemu dengan tuan Axton tinggal naik ke atas lantai 36 setelah itu anda langsung saja masuk ke ruangan yang bertuliskan Ceo perusahaan ini," jelas resepsionis itu dengan terbata-bata.


"Ayo El kita menemui suami ku," ujar Ara seraya pergi dari sana.


"Baik nona muda," jawab Elena seraya mengikuti Ara.


"Huuff... selamat, untung saja nona muda tidak memecat ku tadi karena sudah menghalangi dia masuk ke ruangan tuan Axton," ujar resepsionis itu dengan perasaan lega.


"Makanya, sebelum bicara tanyakan dulu orangnya siapa jangan asal melarang untuk menemui tuan Axton," sahut temannya.


"Mana aku tahu dia istrinya tuan Axton orang nona muda memakai masker seperti itu. Jika saja nona muda melepaskan maskernya pasti aku bisa mengenalnya tadi," ujar resepsionis itu.


"Iya, kau benar juga. Nona muda pasti sengaja memakai masker agar tidak ada orang lain yang mengenal dia apalagi nona muda terkenal sebagai artis dan model internasional yang sangat terkenal baik di Indonesia maupun negara lain," ujar temannya lagi.


Di Ruang Kerja Axton George


Cklek


"Selamat datang nona muda," sapa Marcel seraya membungkukkan tubuhnya.


"Pagi," jawab Ara seraya melangkah menuju ke sofa yang ada di ruangan Axton.


"Kenapa baru datang? Apa kamu tahu aku sudah menunggu kamu sadari tadi tapi kamu malah tidak datang. Belum bekerja saja sudah bertingkah apalagi kalau sudah bekerja pasti aku akan rugi karena memiliki model tidak profesional seperti kamu." Axton benar-benar kesal pada Ara. Bagaimana tidak, dia sudah menunggu Ara selama dua jam tapi orang yang dia tunggu entah berada di mana.


"Kalau begitu kita batalkan saja kerjasama ini aku tidak takut ataupun rugi jika kerjasama ini dilaksanakan," balas Ara dengan santai.


"Enak saja kamu mau membatalkan kerjasama ini. Jangan macam-macam kamu. Aku sudah melakukan apapun perintah kamu bahkan aku rela mengepel lantai mansion ku sendiri agar kerjasama kita bisa terlaksana," ujar Axton.


"Bukannya kamu sendiri yang katakan kalau aku ini model tidak becus tapi kenapa pada saat aku mau membatalkan kerjasama kita kamu malah tidak mau melepaskan nya?" tanya Ara.


"Ck! Lupakan saja apa yang aku katakan tadi. Lebih baik kamu tanda tangan kontrak kerjasama kita sekarang juga," titah Axton dengan tegas.

__ADS_1


Mendengar perkataan Axton langsung saja Ara mengambil berkas kerjasama itu untuk dia tanda tangani seperti kesepakatan yang telah mereka bahas kemarin. Tak lupa dia membaca terlebih dahulu sebelum dia tanda tangani berkas kerjasama perjanjian mereka.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu


Cklek


"Ada perlu apa kamu kesini?" tanya Axton pada seseorang yang baru datang ke ruang kerjanya.


"Ax, kenapa kamu tidak memilih aku untuk mempromosikan produk baru kamu itu? Bukannya biasanya aku yang selalu mempromosikan setiap kamu ingin meluncurkan produk baru?" tanya orang itu.


"Siapa kamu sampai berani mencampuri urusan pekerjaan ku?" tanya Axton seraya menatap ke arah orang itu dengan tatapan tajam.


Glek


"Kenapa Axton sangat menakutkan? Tenang Cla walaupun Axton menakutkan kamu harus bisa bicara padanya karena ini menyangkut pekerjaan kamu. Apalagi jika aku berhasil di kontrak oleh Axton maka aku akan mendapatkan keuntungan yang sangat besar," batin orang itu yang tak lain adalah Clarissa wanita yang sempat di jodohkan oleh Miranda untuk anaknya Axton George.


"Maaf Ax, bukan maksud ku mencampuri urusan kamu hanya saja aku ingin tahu apa alasan kamu memilih model lain dibandingkan aku?" tanya Clarissa dengan penasaran.


"Itu karena mereka tahu jika memilihmu pasti produk yang akan mereka luncurkan tidak akan laku di pasaran berbeda jika mereka memakai aku sebagai model mereka maka produk yang akan mereka luncurkan akan laris di pasaran karena aku adalah model internasional yang sangat terkenal dibandingkan dengan mu yang hanya model abal-abalan," sahut Ara seraya menatap ke arah Clarissa dengan tatapan menghina.


"Siapa kau? Kenapa kamu bisa ada di ruangan calon suami aku?" tanya Clarissa yang terkejut saat melihat ada Ara di dalam ruangan Axton pasalnya waktu dia memasuki ke ruang kerja Axton dia hanya fokus pada meja kerja Axton saja makanya dia tidak melihat ada Ara yang sedang duduk di sofa yang ada di ruang kerja Axton George.


Hahahaha


"Apa kamu bilang, calon istri? Jika benar kamu calon istrinya kak Axton terus kenapa kak Axton menikah dengan ku?" tanya Ara seraya tertawa terbahak-bahak.


Deg





Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2