
Di Gedung Tua
"Aagghhtt!!!
Brugg!!!
"Ara," panggil Claudia dengan wajah panik saat melihat anaknya terjatuh di atas lantai. Dia langsung memangku kepala anaknya diatas pahanya.
"Kamu kenapa Ra?" tanya Claudia dengan cemas.
"Kenapa aku tidak bisa bergerak mom?" tanya Ara yang merasakan ketakutan saat melihat tubuhnya tiba-tiba tidak bisa bergerak.
Deg
"A... Apa maksud kamu Ra?" tanya Claudia seraya terbata-bata.
"Kenapa tubuhku rasanya seperti mati rasa mom? A... Aku tidak mungkin lumpuh kan mom?" tanya Ara dengan wajah ketakutan.
Mendengar perkataan Ara membuat Claudia terkejut dan juga shock. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada anaknya hingga anaknya bisa menjadi seperti ini.
Saat Ara ingin keluar dari tempat itu tiba-tiba ada seseorang yang datang dari arah belakang Ara dan juga Claudia. Ara yang sedang fokus ke depan sambil menjadikan Audrey tameng untuk bisa bebas dari sana tanpa melihat ke arah belakang sehingga memudahkan orang itu menyuntikkan sesuatu pada tubuh Ara hingga dia terjatuh di atas lantai tanpa bisa bergerak.
"Apa yang kalian lakukan pada anakku hah?" Claudia sangat emosi saat melihat keadaan anaknya yang tidak berdaya seperti ini. Dia pikir mereka akan bisa bebas dari sini setelah menjadikan kakak tirinya tameng tanpa mereka duga ada orang lain yang membantu kakak tirinya hingga menyebabkan anaknya terluka seperti ini.
"Itu adalah sejenis racun yang dapat menyebabkan kita menjadi lumpuh. Jika anak mu tidak mendapatkan penawar racun dengan segera, maka anak kesayangan mu akan menjadi lumpuh permanen dan perlahan-lahan dia akan meninggal dunia," jelas Issac Sanders.
Deg
Mendengar perkataan Issac Sanders membuat Claudia terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka kejadian dimasa lalu sekarang terulang lagi pada anaknya. Dimana dia melihat sendiri bagaimana dulu ayahnya hampir meninggal gara-gara racun yang disebabkan oleh mereka. Sungguh, dia sangat takut anaknya akan meninggal karena tidak sanggup menahan racun yang mereka berikan pada anaknya apalagi mereka sekarang berada di tempat yang sangat jauh dari rumah sakit sehingga dia tidak bisa meminta bantuan pada siapapun untuk menyelematkan anaknya dengan segera.
Orang yang melakukan itu pada Ara adalah Issac Sanders. Dia sengaja datang ke tempat penyekapan Ara dan juga Claudia untuk melihat keadaan istri dan anaknya. Pasalnya mereka sudah lama berada di tempat ini tanpa memberikan kabar padanya sehingga dia merasa khawatir takut terjadi sesuatu pada istri dan anaknya dan apa yang dia takutkan hampir saja terjadi. Istri yang sangat dia cintai malah di jadikan sandera oleh Ara agar bisa keluar dari tempat ini.
Saat melihat keadaan istrinya dalam bahaya sehingga dia melakukan cara ini agar musuhnya segera lumpuh dan tidak berdaya dengan begitu mereka akan sangat mudah mendapatkan apa yang mereka inginkan dengan sangat mudah.
__ADS_1
"Kenapa kamu tega melukai anakku hah?" tanya Claudia dengan penuh kemarahan.
Claudia tidak menyangka hanya karena harta mereka bisa melakukan hal seburuk ini. Dia merasa ini semua salah ayahnya yang membawa manusia tak punya hati ke dalam kehidupannya. Jika saja ayahnya tidak menikah dengan wanita iblis itu maka hidupnya dan juga keluarga nya tak akan mengalami penderitaan seperti ini.
"Ini semua salah anakmu, jika saja dia mau menyerahkan harta itu maka kami tidak mungkin melakukan itu pada anakmu," sahut Audrey dengan penuh kemenangan saat melihat musuhnya sudah tak berdaya.
Dia berterima kasih pada suaminya karena datang diwaktu yang tepat sehingga dia bisa selamat dari ancaman Ara.
"Apa yang dilakukan oleh anakku sudah benar karena dia ingin mempertahankan apa yang menjadi miliknya. Dia tahu orang seperti kalian tidak pantas mendapatkan harta keluarga Lemos. Dia tahu jika kalian tetap akan membunuh kami walaupun harta itu sudah ada di tangan kalian." Claudia tidak terima anaknya disalahkan karena dia emang tidak bersalah.
Anaknya hanya ingin menyelamatkan harta keluarga nya dari orang-orang serakah seperti mereka. Dan dia sudah yakin kalau mereka tidak akan melepaskan mereka walaupun hartanya sudah berpindah ke tangan mereka. Apa yang dikatakan oleh anaknya semuanya benar kalau mereka hanya menginginkan hartanya sedangkan mereka akan tetap dibunuh setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Hahahaha
"Ternyata kamu sudah tahu apa yang aku inginkan jadi aku tidak perlu berpura-pura baik lagi pada kalian apalagi kalian sekarang tidak berdaya karena sebentar lagi kalian akan meninggalkan dunia ini setelah aku mendapatkan harta itu," ujar Audrey seraya tertawa terbahak-bahak.
"Oh Tuhan... Lindungilah kami dari orang-orang keji ini," batin Claudia dengan cemas.
"Apa kau pikir aku akan menyerahkan harta itu padamu? Ck! Jika kalian mengancam akan membunuhku sekarang pun aku tetap tidak akan memberikan harta itu pada kalian," sahut Ara.
"Kalau begitu ucapkan selamat tinggal karena sebentar lagi kalian akan meninggalkan dunia ini untuk selamanya," ujar Audrey dengan penuh penekanan.
Deg
"Oh Tuhan... Apa yang kamu lakukan Ra? Kenapa kamu masih saja menentang mereka? Kau sudah tahu kalau kita tidak mungkin bisa menang melawan mereka apalagi keadaan kamu yang seperti ini tetapi kamu masih saja keras kepala," bisik Claudia yang kesal terhadap anaknya yang keras kepala.
"Walaupun aku tidak menentang mereka tetap saja kita akan dibunuh oleh mereka karena wanita iblis itu sangat dendam terhadap kita gara-gara kejadian masa lalu yang menyebabkan dia menekam di dalam penjara," ujar Ara.
"Kau benar juga Ra, mommy juga sangat yakin mereka tidak akan melepaskan kita walaupun kita menyerahkan harta itu pada mereka."
"Apa yang bisa kita lakukan dengan keadaan kamu seperti ini?" tanya Claudia.
"Tidak ada mom," jawab Ara dengan pasrah.
__ADS_1
"Apa yang kalian bicarakan? Apa kalian sudah siap meninggalkan dunia ini?" tanya Audrey dengan seringai liciknya.
"Lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan," ujar Ara dengan santai.
"Kau..."
"Sepertinya dia tidak akan takut jika ancamannya hanya itu saja ma. Bagaimana kalau aku main-main dulu dengan wanita ini sebelum kita membunuh dia," potong Revan dengan seringai liciknya.
"Apa maksud kamu Van?" tanya Audrey dengan penasaran.
"Bagaimana kalau aku menikmati tubuh wanita ini tepat di depan mata ibunya. Aku sangat yakin dengan begitu dia pasti akan menyerah dengan sendirinya?" tanya Revan dengan seringai liciknya.
Deg
"Jangan macam-macam kamu. Aku tidak akan biarkan kamu menyentuh anakku." Claudia sangat ketakutan saat mendengar perkataan Revan. Dia tidak bisa bayangan anaknya dilecehkan apalagi di depan matanya sendiri.
Dia sangat berharap suaminya dapat menemukan mereka dengan segera agar Suaminya bisa menghukum manusia menjijikkan ini. Claudia juga sangat takut jika anaknya semakin lama di sini bisa jadi anaknya akan mengalami kelumpuhan secara permanen karena telat mendapatkan penawar racun.
Hahahaha
"Aku rasa idemu sangat bagus Van. Biar wanita ini tahu kalau dia sudah salah menentang kita. Aku tidak sabar melihat wajah ketakutan mereka," ujar Audrey seraya tertawa terbahak-bahak.
"Tunggu apalagi, cepat ikat tangan wanita tua itu sedangkan anaknya biar menjadi urusan ku," titah Revan dengan tegas.
"Baik tuan," jawab anak buah Revan seraya menjalankan perintah atasannya.
"Hey, lepaskan aku," ujar Claudia saat tangannya diikat oleh anak buah Revan sedangkan Ara masih terletak di atas lantai dengan keadaan tak berdaya.
•
•
•
__ADS_1
Bersambung...
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌺🌺||||🌺🌺||||🌼🌼🌿