Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 50 )


__ADS_3

Di Hotel Double Tree


Double Tree Hotel adalah salah satu hotel bintang lima yang sangat mewah dengan biaya perkamar yang sangat fantastis. Hotel ini terletak di Jalan pegangsaan Timur Nomor 17 Cikini. Hotel ini mengunakan konsep modern style dengan balutan warna cokelat dan putih pada tiap sudut interiornya. Di Hotel Double Tree ini juga disuguhkan dengan hidangan welcome guest berupa cookies hangat di bagian lobby yang biasanya jarang sekali kita temukan pada beberapa hotel ternama di Jakarta.


Di Area lobby, disambut dengan suasana berbeda, salah satunya pada area executive lounge. Namun, hanya beberapa tipe kamar saja yang mendapatkan fasilitas ini, dimana tamu hotel bakal diberikan layanan afternoon tea ataupun evening cocktail pada waktu tertentu. Soal fasilitasnya, salah satu rekomendasi nama hotel di Indonesia dengan kualitas bintang lima ini dilengkapi dengan layanan wifi 24 jam, kolam renang outdoor, restoran, executive lounge, serta spa dan gym.


Di Kamar pengganti



Setelah melewati serangkaian acara resepsi pernikahan Ara dan Axton sekarang waktunya mereka istirahat di kamar pengantin yang sudah disediakan untuk malam pertama mereka. Jika pasangan lain pasti akan merasa bahagia karena bisa menikah dengan orang yang mereka cintai. Berbeda dengan pasangan Ara dan Axton, mereka justru selalu cekcok dikarenakan tidak ada yang menginginkan pernikahan ini lantaran mereka tidak saling mencintai.


"Apa sekarang kau puas karena sudah berhasil menjebak aku agar menikah dengan mu?" tanya Axton dengan tatapan sinis.


"Kau pikir aku senang menikah dengan laki-laki brengsek seperti kamu. Jika saja aku bisa kabur saat berada di kantor polisi pasti sudah aku lakukan karena aku tidak sudi menikah dengan laki-laki gay seperti kamu," ujar Ara seraya menghina Axton.


"Tutup mulut busukmu itu sebelum aku hilangkan dari tubuhmu," ujar Axton dengan penuh kemarahan.


Dia tidak menyangka wanita yang sekarang sudah sah menjadi istrinya bisa mengatainya gay. Entah kenapa saat wanita ini menyebut dirinya gay dia bisa emosi seperti ini padahal dia sudah terbiasa mendengar kata-kata seperti itu dari bermacam manusia. Tapi, saat dia mendengar dari istrinya dia merasa ego dan harga dirinya hancur dan tidak terima di sebut gay karena pada kenyataannya dia adalah laki-laki normal.


Ara bukannya takut saat mendengar perkataan Axton tetapi, dia justru malah semakin jadi menghina Axton hingga menyebabkan Axton emosi.

__ADS_1


"Kenapa kamu harus marah? Bukannya benar kalau kamu itu ternyata laki-laki penyuka sesama jenis?" tanya Ara dengan tatapan menghina.


Ara sebenarnya sudah tahu kalau Axton adalah laki-laki normal tetapi dia sengaja mengatakan itu untuk membuat Axton marah. Baginya melihat Axton marah menjadi kesenangan untuk nya anggap saja sebagai balas dendam atas penghinaan Axton atas dirinya. Apalagi gara-gara ulah Axton dia harus berurusan dengan nya hingga berakhir dengan pernikahan yang tidak dia inginkan.


"Jika kamu mau, kita buktikan apa aku ini laki-laki gay atau bukan," ujar Axton seraya menghampiri Ara yang sedang berdiri di dekat tempat tidur mereka.


"Kamu mau apa?" tanya Ara seraya mundur dengan wajah ketakutan.


"Bukannya kamu tadi menyebutku gay? Jadi, aku cuma ingin membuktikan padamu kalau aku ini laki-laki normal. Apalagi kita ini sudah sah menjadi suami istri jadi, tidak menjadi masalah kalau aku mau meminta hak padamu," ujar Axton dengan tatapan menggoda.


"Jangan macam-macam kamu ya," ujar Ara dengan wajah yang semakin ketakutan saat mendengar perkataan Axton yang ingin mengambil haknya malam ini. Walaupun dia belum pernah melakukan itu dengan laki-laki manapun bukan berarti dia tidak paham tentang masalah ranjang. Karena dia sering melihat temannya Jennifer sering menonton film biru sehingga dia ikutan melihat hanya saja mereka belum pernah mempraktekkan langsung.


"Iya, aku minta maaf karena sudah menyebut kamu gay. Jadi, kamu tak perlu membuktikan apapun padaku karena sekarang aku sudah yakin kalau kamu benar-benar laki-laki normal," ujar Ara seraya merayu Axton agar melupakan perkataannya yang ingin melakukan hubungan suami istri.


"Aku tetap akan melakukan itu padamu karena kita sekarang sudah sah menjadi suami istri jadi, aku sudah memiliki hak atas tubuh mu," ujar Axton seraya mengelus wajah Ara hingga berakhir di bibirnya.


"Kamu ngapain sih pegang-pegang aku?" tanya Ara seraya menepis tangan Axton.


"Jika di perhatikan dekat begini kamu malah semakin cantik," ujar Axton seraya tangannya merambat ke atas perut Ara hingga membuat Axton bernafsu ingin menerkam istrinya. Niat awal ingin menggoda Ara malah dia yang tergoda akan kecantikan Ara.


"Jangan kurang ajar ya, sudah aku katakan kalau kita ini menikah karena terpaksa jadi, kamu jangan pernah berani menyentuh aku barang sedikitpun." Ara dengan tegas mengatakan agar Axton jangan menyentuh dirinya karena dia cuma ingin memberikan tubuhnya pada orang yang dia cintai.

__ADS_1


"Walaupun kita menikah karena terpaksa tetap saja pernikahan kita sah baik di mata negara maupun agama," ujar Axton.


"Dengarkan aku baik-baik kita menikah hanya sementara. Jadi, jangan harap aku akan menyerahkan tubuhku pada kamu. Karena yang berhak atas tubuhku hanya orang yang aku cintai dan orang itu bukanlah kamu," ujar Ara seraya menepis tangan Axton dari tubuhnya.


"Apa kamu sudah siap menjadi janda? Bagaimana dengan laki-laki yang kamu sukai dia pasti tidak akan mau menerima kamu sebagai istrinya karena dia pasti berpikir kalau kamu sudah menjadi bekas ku ya, walaupun kita tidak pernah melakukan hubungan suami istri," ujar Axton.


"Ck! Apa kamu lupa? Aku ini tinggal di luar negeri bagi laki-laki yang ada disana kesucian itu tidak berarti lagi karena mereka sudah terbiasa melakukan seperti hubungan suami istri. Beda lagi jika aku tinggal di sini pasti aku akan susah mendapatkan laki-laki yang mau menerima aku apa adanya," ujar Ara.


Yah, sedikit Ara mengetahui budaya yang ada di indonesia dari Elena asisten pribadinya. Dia sengaja menanyakan kebudayaan yang ada di indonesia karena merasa penasaran dengan negara Indonesia. Sehingga Elena menceritakan semua yang dia tahu tentang budaya yang ada di negara Indonesia yang sangat berbeda dengan budaya yang ada di negara atasannya.


Elena mengatakan jika budaya di luar negeri sangat bebas dan orang-orang sana pun tak suka mencampuri urusan orang lain sedangkan di negara Indonesia tidak bisa bebas seperti di luar negeri. Dan jika ada laki-laki yang menginap di tempat kita pun harus lapor pada RT untuk menghindari terjadinya fitnah dari para warga yang ada di sekitarnya.





Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2