Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 72 )


__ADS_3

 Di gudang tua


"Kak, biarkan kami pergi dari sini, sudah cukup kakak menghancurkan hidup ku dulu sekarang aku ingin hidup tenang tanpa ada gangguan dari kakak lagi," ujar Claudia dengan wajah memelas.


"Jika kamu ingin bebas dari sini suruh anakmu itu agar mau menyerahkan harta kalian menjadi milikku," balas Audrey dengan seringai liciknya.


Mendengar perkataan Audrey membuat Claudia terdiam seperti patung. Dia tidak menyangka kakak tirinya masih saja belum berubah. Dia masih sama seperti dulu yang sangat gila akan harta milik orang lain bahkan dia rela membunuh nyawa yang tidak bersalah demi bisa mendapatkan harta yang dia inginkan padahal orang yang dia bunuh telah berjasa dalam hidupnya.


Claudia sangat tahu orang-orang serakah seperti ini pasti tidak akan mau melepaskan dia sebelum tujuannya tercapai. Itu sebabnya lebih baik dia kehilangan hartanya dari pada nyawa anaknya dalam bahaya. Dia tidak bisa bayangkan kehilangan anak yang sangat dia cintai. Harta bisa di cari tapi nyawa anaknya tidak akan bisa kembali.


"Ayo Ra, kasih saja harta itu pada mereka biar kita bisa keluar dari sini." Dia pikir dengan menyerahkan harta itu pada kakak tirinya maka mereka akan lepas dari sini padahal kenyataannya Audrey tidak akan pernah melepaskan mereka walaupun harta itu sudah jatuh ke tangan nya.


Claudia benar-benar wanita yang sangat polos dan mudah di rayu berbeda dengan Ara yang memiliki sifat licik hingga sulit di perdaya oleh orang lain.


Ara yang mendengarkan perkataan ibunya merasa kesal setengah mati. Dia tidak habis pikir dengan pola pikir ibunya yang sangat mudah percaya pada orang lain padahal dia sudah tahu jika kakak tirinya bukanlah orang baik. Tapi, ibunya masih saja percaya jika mereka akan dibebaskan dari sini setelah dia menyerahkan harta itu.


Ara bukanlah wanita bodoh seperti ibunya yang mudah di bodohi oleh orang lain. Dia sudah bisa menebak jika Audrey tidak akan melepaskan mereka karena yang dia inginkan harta sekaligus nyawa mereka.


"Kenapa mommy mudah sekali di tipu oleh mereka? Asal mommy tahu wanita lansia ini tidak akan melepaskan kita walaupun aku menyerahkan harta padanya karena yang dia inginkan tidak hanya hartanya saja melainkan nyawa kita juga," ujar Ara seraya menyadarkan ibunya agar tidak terpengaruh pada perkataan wanita ini.


"Sial, ternyata tidak semudah itu menipu wanita ini karena dia benar-benar sangat pintar membaca pikiran ku. Anak ini benar-benar sangat kurang ajar sama seperti ayahnya," batin Audrey dengan kesal saat Ara menyebutnya lansia.


"Jika kau tidak mau memberikan harta itu pada kami itu artinya kamu sudah siap meninggalkan dunia ini," ujar Audrey seraya mengancam.


"Ck! Kenapa sejak tadi kalian selalu mengancamku, jika benar kalian ingin membunuhku kenapa tidak kalian lakukan sejak tadi." Ara benar-benar malas pada mereka karena sejak tadi hanya bisa mengancam nya agar mau menyerahkan harta itu untuk di miliki oleh mereka.


"Ma, bagaimana ini? Sepertinya tidak akan mudah untuk membujuk wanita ini agar mau menyerahkan harta itu untuk kita," bisik Revan dengan kesal.


"Sebaiknya kita pulang saja dulu nanti kita pikirkan cara lain agar wanita ini mau menyerahkan harta itu untuk kita," bisik Audrey.


"Oke ma," jawab Revan.

__ADS_1


"Hey kalian, jaga mereka jangan sampai mereka lepas dari sini jika itu sampai terjadi nyawa kalian taruhannya," ujar Audrey dengan penuh ancaman.


"Baik bos," jawab anak buah Revan seraya menganggukkan kepalanya.


"Ayo Van, kita pergi dari sini," ajak Audrey seraya pergi dari sana.


"Baik ma," jawab Revan seraya mengikuti ibunya.


β€’


β€’


β€’


Di Mansion Alexander


"Kenapa dari tadi daddy mondar-mandir tidak jelas seperti ini?" tanya Reagan dengan kening mengkerut.


"Itu karena daddy sedang memikirkan mommy dan juga kakak kamu yang belum pulang juga sampai sekarang," balas Alex dengan perasaan cemas.


"Daddy tenang saja mungkin saja mommy sama kak Ara mampir ke tempat lain dulu. Daddy tidak tahu saja jika perempuan sudah pergi jalan-jalan pasti akan lupa untuk pulang." Reagan sudah merasakannya sendiri saat dia menemani ibunya shoping yang tak kunjung selesai hingga dia menyerah dan tidak mau lagi menemani ibunya pergi ke moll karena itu benar-benar sangat membosankan.


"Tapi ini sudah terlalu lama, daddy sangat takut jika sampai mommy dan kakak mu kenapa-kenapa," ujar Alex dengan perasaan cemas.


"Kita berdoa saja semoga mommy dan kak Ara baik-baik saja dan bisa pulang ke sini dengan selamat," ujar Reagan seraya menenangkan ayahnya padahal dia sendiri merasakan cemas.


Walaupun kakaknya sudah jahat padanya dia tetap sayang padanya. Dia tahu jika kakaknya sangat sayang dan peduli terhadap nya. Buktinya kakaknya selalu membantu dia disaat ada orang berniat buruk terhadap nya.


"Yah, semoga saja," jawab Alex.


🍠

__ADS_1


🍠


🍠


Di Mansion Revan Sanders


"Dari mana kalian?" tanya seseorang dengan penasaran.


Saat ini baik Audrey maupun Revan sudah kembali ke mansion nya. Mereka pikir akan mudah menguasai harta milik keluarga Lemos. Tapi nyatanya, pemikiran mereka tidak lah benar karena Ara bukan Reagan yang akan takut saat mendapatkan ancaman mereka.


"Dari tempat penyekapan istri dan anaknya Alexander mas," balas Audrey.


Yah, dia adalah Issac Sanders suami Audrey yang dulu dia jebak hingga Issac terpaksa menikah dengan Audrey lantaran sudah hamil di luar nikah.


"Apa mama yakin ingin membunuh mereka setelah mama berhasil menguasai harta milik mereka?" tanya Issac.


"Tentu saja mas, mereka pantas mendapatkan nya karena sudah menyebabkan aku menderita," jawab Audrey dengan penuh emosi.


"Tapi ma, bagaimana kalau rencana mama sampai gagal yang ada kita semua bisa mati di tangan Alexander? Mama harus tahu Alex bukanlah orang biasa melainkan dia sang penguasa negara ini. Siapa saja yang berani mencari masalah dengan nya maka hidup kita akan dihancurkan tanpa tersisa dan kemungkinan terburuknya adalah mati setelah mendapatkan penyiksaan." Issac sejak dulu tidak berani mencari masalah dengan Alexander karena dia sangat mengenal bagaimana sifat Alex yang sangat kejam dan tidak akan mengampuni siapapun yang mencari masalah dengan nya. Tapi, semenjak dia menikah dengan Audrey dia harus berurusan dengan Alexander lantaran istrinya ingin membalaskan dendam akan sakit hatinya saat mereka memasukkan dia ke dalam penjara sehingga ibunya harus mati akibat depresi.


"Papa tenang saja kita tidak mungkin ketahuan karena mama sudah membuang semua ponsel beserta mobil mereka kedalam curang. Dan mama sangat yakin Alexander pasti akan berpikir jika istri dan anaknya meninggal akibat kecelakaan," ujar Audrey dengan seringai liciknya.


"Yang di katakan oleh mama benar pa, tuan Alex tidak mungkin bisa melacak keberadaan mereka," sahut Revan yang membenarkan perkataan ibunya.


"Yah, semoga saja Alexander tidak bisa menemukan keberadaan anak dan istrinya. Jika Alex berhasil menemukan mereka tamat sudah riwayat kita," ujar Issac.


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Bersambung...


🌿🍠🍠🌼🌼🍠🍠🌼🌼🍠🍠🌼🌼🍠🍠🌿


__ADS_2