Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 16 )


__ADS_3

Masih di Lokasi Syuting


"Kamera Roll and... Action," ujar pak Ardi dengan tatapan serius mengarah ke arah mereka.


"Siapa yang kau sebut pelakor hah?" tanya Gisela seraya membentak Ara.


"Tentu saja ibumu. Kau pikir aku tidak tahu, ibumu adalah wanita jaalang yang sengaja menjebak laki-laki kaya agar hidupnya bisa berubah menjadi orang kaya. Karena ibumu sudah tidak tahan menjadi orang miskin sehingga dia menjebak laki-laki yang sudah jelas memiliki istri dan anak. Dan tanpa perasaan ibumu justru memisahkan mereka agar ibumu menjadi satu-satunya wanita dalam hidup laki-laki yang saat ini menjadi ayah sambung mu," ujar Ara seraya mengelilingi tubuh Gisela dengan tatapan mengejek.


"Kenapa kisah dalam naskah ini sama persis seperti kisah aku dan juga mama? Apa ini hanya kebetulan saja atau memang ada seseorang yang sengaja membuat kisah ini untuk mempermalukan aku," batin Gisela.


"Jangan bicara sembarangan kau. Mana buktinya jika ibuku adalah wanita pelakor yang sudah merebut laki-laki yang sudah jelas memiliki istri dan anak," tantang Gisela. Dia sangat yakin wanita ini pasti tidak akan memiliki bukti apapun. Itu sebabnya dia berani menantang Ara sekaligus ingin mempermalukan wanita ini yang sudah berani mengambil peran yang seharusnya menjadi miliknya. Dia sekarang merasa yakin cerita ini pasti cerita dirinya dan juga ibunya. Itu sebabnya dia meladeni Ara dengan menjawab apa yang diinginkan hatinya tanpa peduli dengan naskah lagi.


"Apa kau yakin ingin melihat buktinya? Aku sangat yakin setelah melihat bukti ini kamu pasti akan sangat malu bahkan tidak akan berani untuk menampakkan dirimu di depan publik lagi," ujar Ara dengan tatapan mengejek.


Mendengar perkataan Ara membuat Gisela merasa ketakutan. Dia benar-benar takut jika sampai Ara memiliki bukti kebusukan ibunya. Jika itu sampai tersebar maka bisa di pastikan karirnya akan segera hancur tanpa sisa.


"Kenapa naskahnya malah berubah? Sebenarnya yang menjadi sutradara disini siapa? Kenapa mereka malah mengubahnya tanpa pemberitahuan dariku? Bahkan aku bisa merasakan kalau mereka seperti musuh yang sedang bertengkar dan tidak ada yang mau kalah." Pak Ardi bukannya mencegah mereka agar kembali ke naskah yang sudah disepakati bersama. Tapi, dia justru membiarkan mereka bertengkar. Dan dia ingin melihat siapa di antara mereka berdua yang akan menang.


"Siapa kau? Bagaimana bisa kamu mengetahui masalah keluarga ku?" tanya Gisela dengan penasaran.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku. Yang perlu kamu lakukan adalah jauhi Reagan atau kau akan hancur detik ini juga," bisik Ara dengan penuh ancaman.


"Kenapa kamu menyuruhku menjauhi Reagan?" tanya Gisela dengan kening mengkerut.


"Karena kamu sama sekali tidak pantas bersama dengan Reagan," jawab Ara.


"Terus siapa yang lebih pantas bersama dengan Reagan, jangan bilang kalau orang itu adalah kamu," ujar Gisela dengan tatapan mencemoh.


"Kalau iya kenapa?" tanya Ara.


"Kurang ajar. Jadi ini alasan wanita ini merebut peran ku sebagai pemeran utama. Ternyata dia juga menyukai Reagan. Tapi, jika aku harus saingan dengan wanita ini sudah pasti aku yang akan kalah. Dilihat, baik dari wajahnya dan juga tingkahnya dia seperti orang kaya raya. Pasti aku akan kalah jika harus saingan dengan nya. Kecuali aku mempengaruhi Reagan agar tidak dekat-dekat dengan wanita ini. Jika Reagan mendengarkan perkataan ku maka bisa dipastikan aku yang akan menang dibandingkan wanita ini," batin Gisela.

__ADS_1


"Bos, kenapa dari tadi mereka bicara dengan bisik-bisik? Sebenarnya kita sedang syuting film atau hanya menonton mereka saja?" tanya anak buah pak Ardi.


"Sepertinya mereka memiliki dendam pribadi makanya mereka mengubah naskah ini seperti kejadian yang mereka alami," ujar pak Ardi.


"Apa?" teriak anak buah pak Ardi yang terkejut saat mendengar perkataan atasannya.


"Jika mereka memiliki dendam pribadi, kenapa bos hanya melihat saja tanpa mencegah mereka? Bagaimana jika mereka sampai berantem di sini? Bisa hancur reputasi kita jika masalah ini sampai jatuh di tangan polisi," ujar anak buah pak Ardi dengan wajah ketakutan.


"Kau benar juga. Kenapa aku tidak berpikir kesana? Cepat hentikan mereka, jangan sampai mereka bertengkar disini. Dan kita tidak perlu menanyakan apapun pada mereka. Kalian bersikaplah seperti biasa seolah-olah kita tidak tahu mempermasalahkan mereka."


"Apa kalian mengerti," titah pak Ardi dengan tegas.


"Baik pak," jawab mereka dengan serentak seraya melangkah ke arah mereka berdua.


"Sudah cukup untuk hari ini. Besok kita lanjutkan lagi syuting film nya," ujar anak buah pak Ardi pada Gisela dan juga Ara.


"Kenapa tiba-tiba syutingnya di hentikan? Bukannya proses syutingnya belum selesai?" tanya Ara dengan penasaran.


"Itu karena cuacanya sedang tidak mendukung. Makanya pak Ardi menyuruh kalian untuk istirahat dan besok akan dilanjutkan lagi proses pembuatan film nya," jelas anak buah pak Ardi.


Mendengar perkataan anak buah pak Ardi mereka berdua langsung melihat ke atas sehingga membuat mereka merasa bingung karena cuacanya sama sekali tidak mendung. Tapi, kenapa anak buah pak Ardi justru malah mengatakan cuacanya tidak mendukung. Entahlah, walaupun mereka penasaran tetap saja mereka hanya diam saja dan mengikuti perkataan mereka untuk melanjutkan besok lagi.


"Oke," jawab mereka serentak seraya pergi dari sana.


"Hufff, Syukurlah. Akhirnya mereka meninggalkan tempat ini juga," ujar anak buah pak Ardi seraya mengelus dadanya dengan perasaan lega.




__ADS_1


Apartemen Ara Yang Ada Kota XX


"Ra! Kenapa tiba-tiba syutingnya dihentikan?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Sepertinya pak Ardi sudah tahu kalau kami sedang memiliki masalah pribadi. Itu sebabnya dia menghentikan kami agar tidak terjadi perkelahian di lokasi syuting," balas Ara.


"Kamu serius? Bagaimana bisa pak Ardi tahu kalau kalian memiliki masalah pribadi?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Mungkin saat kami sedang bicara berbisik-bisik sehingga pak Ardi curiga kalau kami sedang bertengkar masalah pribadi," balas Ara.


"Terus apa rencana kamu selanjutnya?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Jika dengan cara ini tidak bisa membuat wanita itu kehilangan pekerjaannya maka, dengan terpaksa aku akan menggunakan cara lain yang pasti cara ini akan membuat wanita itu hancur. Bahkan dia tidak akan berani menampakkan dirinya lagi di publik," ujar Ara dengan seringai liciknya.


"Kamu yakin akan menggunakan cara itu Ra?" tanya Jennifer.


"Tentu saja. Aku yakin saat ini wanita itu pasti sedang merencanakan niat buruk agar bisa menjatuhkan karirku. Jadi, sebelum wanita itu berhasil menjebak ku maka, aku yang harus lebih dulu menghancurkan dia," ujar Ara.


"Baiklah Ra! Aku akan mendukung rencana mu itu, asal kamu jangan menggunakan cara kekerasan. Karena aku tidak mau kamu sampai masuk penjara. Jika sampai itu terjadi pasti aku yang akan disalahkan oleh orang tua mu. Karena selama berada di kota ini kamu menjadi tanggung jawab ku sebagai manager kamu," ujar Jennifer.


"Kau tenang saja, aku tidak mungkin menggunakan cara kekerasan hanya untuk mengalahkan wanita rubah itu. Karena aku bisa mengalahkan dia dengan cara yang pasti akan sangat menghebohkan di jagat maya," ujar Ara dengan seringai liciknya.


"Ternyata apa yang dikatakan oleh nona Jenni benar adanya kalau nona muda adalah wanita yang sangat kejam dan licik. Jika aku ingin selamat maka, aku harus bekerja dengan jujur dan tidak boleh mengkhianati nona muda. Apalagi aku berada di negara orang lain pasti lebih mudah jika nona muda ingin melenyapkan aku jika sampai aku ketahuan mengkhianati nya," batin Elena seraya menelan ludahnya sendiri.





Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2