
Dua Minggu Kemudian
Sudah dua minggu berlalu, selama itu Ara selalu datang ke tempat dokter yang sudah dipersiapkan oleh orang tuanya. Selama itu pula Axton tak pernah bosan mendampingi istrinya untuk terapi pada kakinya agar bisa berjalan seperti dulu lagi. Dan selama Ara menjalankan terapi dia, pelan-pelan dia sudah bisa berjalan sendiri walaupun belum lancar.
Claudia yang tahu anaknya sudah ada perubahan merasa senang. Tidak sia-sia dia membayar mahal dokter itu ternyata pengobatan yang dilakukan oleh dokter itu membuahkan hasil yang sangat baik.
Saat ini Ara sedang bersiap-siap untuk pergi ke tempat terapi di temani oleh Axton suaminya. Sebelum Ara bisa berjalan normal seperti dulu maka dia diwajibkan untuk datang ke tempat dokter itu sampai dia berhasil berjalan lancar seperti dulu lagi.
"Bagaimana sayang? Apa kamu sudah siap?" tanya Axton dengan lembut.
"Sudah," jawab Ara seraya menganggukkan kepalanya.
"Apa perlu aku ambilkan kursi roda?" tanya Axton.
"Tidak perlu, kamu papah aku saja sampai ke bawah biar aku tidak jatuh nanti," jawab Ara yang menolak menaiki kursi roda.
Ara tidak ingin membiasakan menaiki kursi roda, itu sebabnya dia ingin berjalan mengunakan kakinya sendiri agar dia bisa segera lancar berjalan. Jika dia masih mengunakan kursi roda maka sampai kapanpun dia tidak akan bisa berjalan lagi dan dia akan selamanya bergantung pada kursi roda.
"Baiklah, sini aku bantu," jawab Axton seraya membantu Ara.
"Apa kalian akan pergi ke tempat praktek dokter Gerry?" tanya Claudia saat melihat anak dan menantunya yang sudah rapi.
Dia sudah tahu ini terakhir kalinya Ara pergi ke tempat dokter Gerry itupun jika hari ini anaknya bisa berjalan normal lagi seperti dulu. Tapi, jika anaknya masih belum lancar berjalan juga dengan terpaksa Ara harus datang lagi ke tempat praktek dokter Gerry sampai Ara berhasil berjalan lancar lagi.
"Iya mom," jawab mereka dengan serentak.
"Baiklah, kalian pergilah. Mommy berharap setelah kalian pulang dari sana kamu sudah sembuh seperti dulu lagi," ujar Claudia seraya mendoakan anaknya.
"Amin, Terima kasih mom do'anya," balas Ara seraya tersenyum.
"Kalau begitu kami pergi dulu," sahut Axton yang di tanggapi anggukan kepala oleh Claudia.
•
•
•
Satu jam kemudian akhirnya mereka sampai juga di tempat praktek dokter Gerry. Setelah itu baik Ara maupun Axton langsung berjalan ke ruangan tempat biasanya dia melakukan terapi.
Ara sangat berharap ini terakhir kalinya dia pergi ke tempat ini. Jujur saja, dia sudah lelah melakukan terapi ini tapi, demi bisa berjalan normal lagi maka Ara terpaksa menjalankan berbagai macam metode terapi agar kakinya bisa segera berjalan seperti dulu lagi.
Cklek
"Kalian sudah datang?" tanya dokter Gerry saat melihat ternyata pasiennya sudah berada di ruangan ini.
"Iya dok," jawab Ara dengan singkat.
"Apa Ara sudah siap?" tanya dokter Gerry lagi.
"Sudah dok," jawab Ara seraya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Oke, kita lakukan sekarang," ujar dokter Gerry seraya melakukan terapi pada kaki Ara.
"Oke dok," jawab Ara dengan singkat.
"Ikuti aba-aba dari ku, jika aku bilang jalan maka kamu harus berjalan. Jangan lihat ke belakang, fokus saja ke depan," titah dokter Gerry seraya memberi aba-aba pada Ara yang di tanggapi anggukan kepala.
"Satu, dua, tiga, jalan..."
"Ingat, jalannya pelan-pelan saja jangan terlalu dipaksakan takutnya kaki kamu bukannya sembuh tapi malah tambah parah," ujar dokter Gerry.
"Baik dok," jawab Ara seraya menjalankan perintah dokter Gerry.
satu jam kemudian
"Bagus Ara, akhirnya kamu bisa berjalan normal lagi," ujar dokter Gerry seraya memberikan cap jempol pada Ara.
Dia sangat salut pada tekat Ara karena dia benar-benar wanita yang sangat kuat dan tidak pantang menyerah. Hanya dalam waktu dua minggu saja dia sudah berhasil berjalan normal lagi. Jika pasien lain pasti butuh waktu berbulan-bulan atau tahun baru bisa berjalan normal lagi sedangkan Ara hanya butuh waktu dua minggu saja maka dia sudah bisa berjalan normal lagi.
"Terima kasih dok atas bantuannya tanpa dokter mungkin aku tidak bisa berjalan lagi," ujar Ara dengan tulus.
"Sama-sama," jawab dokter Gerry.
"Apa istri ku masih harus datang ke sini lagi?" tanya Axton dengan penasaran.
Dia ingin memastikan pada dokter Gerry jika istrinya masih harus pergi ke tempat praktek ini lagi atau sudah berhenti. Axton berharap istrinya tidak perlu lagi datang ke sini, bukan karena dia sudah lelah mendampingi istrinya melainkan dia merasa kasihan pada istrinya jika harus melakukan terapi terus-menerus.
"Tidak perlu lagi tuan tapi, jika kaki istri tuan masih sakit baru kalian datang ke sini," jawab dokter Gerry.
"Iya," jawab dokter Gerry seraya menganggukkan kepalanya.
•
•
•
Di Mansion Alexander Lemos
Beberapa jam kemudian, akhirnya mereka sampai juga di mansion Alexander Lemos. Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam mansion menuju ke ruang keluarga.
"Bagaimana sayang? Apa kamu sudah bisa berjalan normal lagi?" tanya Claudia dengan cemas.
"Sudah mom," jawab Ara seraya tersenyum.
Dia sangat senang akhirnya bisa berjalan normal lagi. Dia pikir selamanya akan menjadi orang cacat ternyata Tuhan masih baik padanya sehingga dia diberikan kesembuhan dengan sangat cepat.
Mendengar perkataan Ara membuat Claudia terlihat antusias. Dia tidak menyangka anaknya sekarang sudah sembuh dan bisa berjalan normal seperti dulu lagi. Sekarang hilang sudah kekhawatiran Claudia terhadap anaknya karena nyatanya anaknya sekarang sudah bisa berjalan lagi.
"Syukurlah, mommy senang dengarnya," ujar Claudia dengan perasaan lega.
"Apa artinya kamu tidak perlu lagi pergi ke tempat praktek dokter Gerry lagi?" tanya Claudia dengan penasaran.
__ADS_1
"Katanya sih tidak perlu lagi mom, tapi jika kaki ku ada merasakan sakit baru di suruh datang ke sana lagi," jelas Ara.
"Ya, sudah kamu istirahat saja di kamar," titah Claudia.
"Baik mom," jawab Ara seraya pergi dari sana.
"Ax, kamu di suruh oleh daddy datang ke ruang kerjanya," ujar Claudia.
"Ada masalah apa mom?" tanya Axton dengan penasaran.
"Mommy juga tidak tahu, kamu tanyakan saja langsung padanya," ujar Claudia.
"Baik mom, aku pergi menemui daddy dulu," balas Axton seraya pergi dari sana.
"Iya," jawab Claudia dengan singkat.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," sahut seseorang yang ada di ruang kerja pribadi Alexander
Cklek
"Ada apa daddy menyuruh aku datang ke sini?" tanya Axton dengan penasaran.
"Apa daddy bisa meminta bantuan kamu sebentar?" tanya Alex.
"Bantuan apa dad?" tanya Axton lagi.
"Kau tahu Ara saat ini sedang sakit jadi, daddy ingin meminta tolong padamu agar bisa mengantikan Ara memimpin perusahaan daddy. Ini hanya untuk sementara saja, jika Ara sudah sembuh kamu bisa berhenti tapi, jika kamu masih mau memimpin perusahaan daddy juga tidak masalah karena kamu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga daddy," ujar Alex.
"Baik dad, lagian aku tidak ingin Ara bekerja dulu karena dia baru saja bisa berjalan lagi aku tidak mau jika Ara memaksakan berjalan lama-lama takutnya kakinya bisa sakit lagi," balas Axton.
"Apa Ara sudah bisa berjalan lagi?" tanya Alex yang terkejut saat mendengar perkataan Axton.
"Iya dad," jawab Axton seraya menganggukkan kepalanya.
"Oh Tuhan... Syukurlah," ujar Alex dengan perasaan lega.
"Jika tidak ada lagi yang ingin daddy bicarakan aku permisi mau ke kembali ke kamar," ujar Axton.
"Tidak ada, kau bisa pergi sekarang," balas Alex.
"Kalau begitu aku pergi dulu," ujar Axton seraya pergi dari sana yang di tanggapi anggukan kepala oleh Alex.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺🌹🌺