Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 54)


__ADS_3

Di Ruang Kerja Axton George


"Apa kalian sudah tentukan siapa model yang akan menjadi ambassador untuk lauching produk kita tahun ini?" tanya Axton dengan penasaran.


"Sudah tuan. Hanya saja dia menolak tawaran kerjasama dengan perusahaan kita," jawab Marcel.


"Kenapa dia tidak mau bekerjasama dengan perusahaan ku?" tanya Axton dengan bingung.


"Karena dia memiliki masalah pribadi dengan tuan itulah alasan model itu menolak tawaran kerjasama kita," jelas Marcel.


"Siapa dia?" tanya Axton yang semakin penasaran. Dia tidak menyangka ada model yang berani menolak tawaran kerjasama dengan perusahaan nya. Padahal kerjasama ini akan sangat menguntungkan model itu sendiri. Karena kontrak yang dia tawarkan tidak lah sedikit melainkan sangat banyak. Jika dia menolak maka yang rugi adalah model itu sendiri. Kecuali dia berasal dari kalangan orang kaya maka uang segitu tidak lah berarti untuk nya.


"Dia adalah Arrabella istri tuan sendiri," jawab Marcel.


"Apa?" teriak Axton yang terkejut saat mendengar perkataan Marcel.


"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Axton seraya mematiskan pendengarannya tidaklah salah.


"Anda tidak salah dengar tuan. Dia emang Arrabella istri anda sendiri," jawab Marcel lagi.


"Jika dia tidak mau maka kita bisa mencari model yang lain," ujar Axton.


"Masalah nya, dia adalah model internasional yang saat ini sedang populer. Jika kita mengontrak model itu maka produk yang kita launching akan lebih cepat terjual dibandingkan menyewa model lain," jelas Marcel.


Mendengar perkataan Marcel membuat Axton menghela nafas pasrah. Dia tidak menyangka orang yang paling dia benci malah menjadi aset terpenting di dalam perusahaan nya.


"Apa dia memiliki syarat agar mau menerima tawaran kerjasama kita?" tanya Axton dengan penasaran.


"Dia bilang jika anda ingin memakai jasanya maka anda sendiri yang harus datang padanya untuk membujuk dia agar mau bekerjasama dengan perusahaan anda," jelas Marcel.


"Kurang ajar, apa maksud wanita licik itu menyuruh ku membujuk dia agar mau bekerjasama dengan perusahaan ku?" tanya Axton dengan kesal.


"Aku tidak tahu tuan. Jika tuan penasaran kenapa tuan tidak tanyakan saja langsung padanya biar tuan tidak penasaran lagi," balas Marcel.


"Ck! Kau benar Cell, aku akan tanyakan padanya nanti, apa alasan dia menolak kerjasama dengan perusahaan ku."


"Kamu boleh pergi ke ruang mu sekarang," titah Axton dengan tegas.


"Baik tuan," jawab Marcel seraya pergi dari sana.


__ADS_1




Di Mansion Axton George


"Selamat datang tuan muda," sapa asisten rumah dengan sopan.


"Di mana wanita licik itu?" tanya Axton tanpa basa-basi.


"Maksud tuan nona muda?" tanya asisten rumah balik.


"Ck! Siapa lagi jika bukan dia," balas Axton dengan kesal.


"Nona muda sedang berada di kamarnya tuan," jawab asisten rumah.


Cklek


"Hallo suami ku sayang. Ada apa kamu berkunjung ke kamarku yang kecil ini?" tanya Ara.


"Ck! Dasar wanita licik. Kenapa kamu menolak tawaran kerjasama dari perusahaan ku?" tanya Axton tanpa basa-basi.


"Untuk apa aku capek-capek berkerja di perusahaan mu sedangkan aku sudah memiliki segalanya. Tapi, jika kamu mau aku bekerjasama dengan perusahaan mu ada syaratnya," ujar Ara dengan seringai liciknya.


"Apa kamu yakin mau menuruti syarat dariku?" tanya Ara.


"Kasih tahu saja apa syaratnya," ujar Axton dengan kesal.


"Oke, baiklah. Syaratnya pertama adalah aku ingin tidur di kamar utama sedangkan kamu akan pindah ke kamar sempit ini dan syarat kedua aku ingin kamu mengepel lantai yang ada di mansion ini," ujar Ara dengan santai.


"Apa?" teriak Axton yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


"Apa kamu sudah gila? Kau pikir aku mau mengikuti syarat gila mu itu." Axton benar-benar kesal pada Ara saat mendengar perkataan nya tadi.


"Ya sudah. Jika kamu tidak mau tidak masalah, lagian yang sedang memerlukan aku itu kamu. Kau harus ingat, walaupun aku tidak bekerja seumur hidup pun aku tak akan jatuh miskin karena kekayaan orang tua ku tidak akan habis tujuh turunan. Tapi, coba kamu pikirkan jika produk mu tidak laris di pasaran maka kamu pasti akan sangat rugi mungkin sebanyak milyaran atau triliun," ujar Ara.


"Kurang ajar, wanita ini benar-benar sangat sadis. Dia sangat tahu kelemahan ku makanya dia ingin memanfaatkan aku agar bisa balas dendam atas apa yang aku lakukan padanya. Aku pikir bisa mengalahkan wanita ini ternyata dia jauh lebih licik dibandingkan aku," batin Axton seraya mengepalkan tangannya dengan tatapan penuh kemarahan.


"Why? Kenapa kamu melihat ku seperti itu? Jika kamu tidak mau mengikuti syarat dari ku pun tidak masalah. Jadi, kamu tidak perlu menatapku dengan tatapan menyeramkan seperti itu bikin aku takut saja," ujar Ara seraya memasang wajah pura-pura ketakutan.


Mendengar perkataan Ara membuat Axton semakin emosi. Jika dia tidak takut pada ayahnya Ara, pasti sekarang dia sudah mencekik wanita ini agar mati. Sungguh, dia sangat kesal dan emosi saat melihat tatapan wanita ini yang tidak bersalah sedikitpun menyuruh dirinya melakukan pekerjaan yang tidak pernah dia lakukan seumur hidupnya.

__ADS_1


"Oke, aku akan lakukan perintah kamu," balas Axton dengan terpaksa.


"Wah, aku tidak menyangka seorang tuan muda sombong seperti kamu mau melakukan pekerjaan pembantu. Apa kamu takut produk yang akan kamu lauching akan gagal di pasaran?" tanya Ara dengan tatapan mencemoh.


"Diam kau, jangan campuri urusan pekerjaan ku. Kamu aku bayar untuk mempromosikan produk aku saja selain itu biar menjadi urusan ku," ujar Axton penuh penekanan.


"Siapa juga yang mau ikut campur masalah pekerjaan kamu. Aku hanya menyampaikan apa yang ada di hatiku saja," ujar Ara.


"Ck! Dasar wanita licik," batin Axton.


"Ngapain kamu masih disini? Sana, kerjaan pekerjaan yang aku suruh tadi dan kasih tahu sama bibi suruh angkatin semua barang-barang milikku ke kamar utama. Aku akan selalu mengawasi kamu agar kamu tidak memiliki kesempatan untuk meminta bantuan pada pembantu yang bekerja di mansion ini," ujar Ara.


Mendengar perkataan Ara tanpa kata Axton langsung pergi dari sana untuk melakukan perintah dari Ara.


"Kau pikir bisa menang melawan Arrabella. Ini belum seberapa, lihat saja nanti aku akan bikin kamu semakin menderita dari pada ini," ujar Ara dengan seringai liciknya.





"Astaga, apa yang tuan muda lakukan? Kenapa tuan muda melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh bibi?" tanya asisten rumah terkejut saat melihat majikannya melakukan pekerjaan rumah tangga.


"Tidak apa-apa bi, biarkan aku melakukan ini. Sebaiknya bibi mengerjakan pekerjaan lain saja," ujar Axton.


"Tapi tuan..."


"Sudahlah bi, biarkan kak Axton membantu pekerjaan bibi. Dia itu sebenarnya kasihan pada bibi karena harus mengerjakan pekerjaan ini padahal bibi baru pulih dari sakit. Makanya dia berinisiatif sendiri untuk membantu bibi agar bibi tidak terlalu capek. Dari pada bibi mengerjakan pekerjaan ini lebih baik bibi membantu memindahkan barang-barang milikku yang ada di kamar sempit itu ke dalam kamar utama sedangkan barang kak Axton bibi masukan ke dalam kamar yang aku tempati. Dan mengenai pekerjaan ini biar dikerjakan oleh kak Axton saja," sahut Ara yang tiba-tiba datang seraya menghampiri mereka.


"Tapi nona..."


"Apa bibi mau aku pecat dari sini? Jika bibi tidak mau aku pecat sebaiknya kerjakan apa yang aku suruh," titah Ara dengan tegas.


"Baik nona muda," jawab asisten rumah seraya pergi dari sana.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2