
Di Kamar Arrabella
Cklek
"Kamu dari mana tadi?" tanya Ara saat melihat suaminya yang baru masuk ke dalam kamar mereka padahal dia sudah menunggu kedatangan suaminya sejak tadi tapi, suaminya malah tidak muncul juga.
"Dari ruang kerja daddy," jawab Axton seraya menghampiri istrinya.
"Ada perlu apa daddy ingin menemui kamu?" tanya Ara dengan penasaran.
"Hanya meminta bantuan aku saja," jawab Axton.
"Bantuan apa?" tanya Ara dengan kening mengkerut.
Karena tidak biasanya ayahnya meminta bantuan pada orang lain. Ayah yang dia ketahui adalah sosok yang sangat gengsian dan ayahnya juga tidak suka meminta bantuan pada orang lain tapi, sekarang ayahnya malah meminta bantuan pada suaminya bukannya ini sangat aneh? Ternyata sifat sombong ayahnya sedikit demi sedikit sudah berkurang makanya ayahnya mau meminta bantuan pada orang lain disaat dia membutuhkan nya.
"Masalah pekerjaan, daddy bilang untuk sementara waktu aku di minta buat memimpin perusahaan selama kamu sakit. Jika kamu sudah sembuh seperti dulu lagi maka kamu bisa kembali ke perusahaan," jelas Axton.
"Apa jawaban kamu?" tanya Ara lagi.
"Tentu saja aku mau, karena lebih baik aku yang bekerja dari pada daddy memaksa kamu bekerja disana yang ada malah sakit lagi. Jika kamu sudah sembuh total baru aku akan berhenti bekerja di sana," jawab Axton.
"Jika kamu bekerja di perusahaan daddy lalu bagaimana dengan perusahaan kamu yang ada di indonesia?" tanya Ara dengan penasaran.
"Kamu tenang saja, aku sudah meminta orang kepercayaan ku untuk mengelola perusahaan aku yang ada di sana," ujar Axton.
"Jangan terlalu percaya pada orang lain karena bisa saja orang yang kita percayai justru malah mengkhianati kepercayaan kita," ujar Ara.
"Kamu tenang saja sayang, aku sangat yakin orang yang aku percayakan bisa dipercaya," ujar Axton.
"Apa kamu akan menetap di negara ini atau tidak?" tanya Ara dengan perasaan cemas.
Dia tidak ingin jika suaminya kembali ke indonesia. Karena dia sudah terlanjur mencintai suaminya itu sebabnya dia tidak ingin jauh dari suaminya.
__ADS_1
Tapi, bila suaminya ingin kembali ke indonesia maka dia bisa apa. Karena dia tahu suaminya memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perusahaan keluarga nya dan kelangsungan hidup karyawan yang bertahan hidup di perusahaan milik suaminya.
"Tidak, aku sudah bicarakan masalah ini pada papa kemarin dan beliau bilang kalau aku bisa menetap di sini sekalian di suruh kelola cabang perusahaan miliknya yang ada di negara ini," balas Axton.
"Benarkah?" tanya Ara dengan antusias.
Dia tidak menyangka suaminya akan menetap di negara ini. Padahal dia sudah pasrah bila suatu saat nanti suaminya akan kembali ke negara Indonesia. Tapi, siapa yang tahu ternyata suaminya justru lebih memilih tinggal di negara ini bersama dengan nya dari pada tinggal bersama keluarga nya yang ada di indonesia.
"Tentu saja," jawab Axton dengan singkat.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau papa ada perusahaan di negara ini?" tanya Ara.
"Bagaimana aku bisa bilang padamu orang sejak awal kita tidak pernah akur dan saat aku datang ke sini kamu justru malah di culik," ujar Axton.
"Yah, kamu benar juga. Mengingat masa lalu pengen aku ketawa mulu," ujar Ara seraya terkekeh.
"Kenapa?" tanya Axton dengan penasaran.
"Kalau begitu bagaimana kalau aku bikin kamu hamil beneran anak aku?" tanya Axton dengan serius.
Deg
Mendengar perkataan Axton membuat Ara gugup. Dia tidak menyangka suaminya akan meminta haknya sekarang. Jika dia tidak memberikan nya pun dia merasakan kasihan apalagi suaminya pasti sudah lama menanti akan hal ini sedangkan dia belum juga memberikan padanya. Setelah lama berpikir akhirnya Ara menganggukkan kepalanya tanda dia sudah siap memberikan hak suaminya.
Melihat anggukan kepala oleh Ara membuat Axton terlihat antusias. Inilah yang dia tunggu oleh Axton sekarang istrinya sudah siap memberikan haknya.
Setelah itu Axton langsung menindih tubuh istrinya, jujur saja dia sangat gugup karena dia belum pernah melakukan ini dengan perempuan manapun sama halnya dengan Ara pun sama seperti Axton yang sama-sama gugup. Mereka berdua sama-sama belum berpengalaman jadi wajar jika mereka masih gugup.
Axton yang tidak bisa menahan nafsunya, tanpa pikir panjang langsung saja dia me ro bek baju istrinya hingga menjadi polos. Setelah melihat tubuh seksi istrinya semakin membuat Axton bernafsu. Setelah itu dia langsung mencium seluruh tubuh istrinya hingga meninggalkan tanda cinta di seluruh anggota tubuh istrinya. Axton sengaja memberikan jejak di seluruh tubuh istrinya biar semua orang tahu jika Arrabella adalah miliknya.
Sedangkan Ara hanya bisa menerima dan men de sah seraya menyebutkan nama suaminya. Mendengar suara merdu istrinya semakin membuat Axton bernafsu dan setelah itu dia langsung saja masuk ke permainan inti.
"Aku mulai ya? Jika sakit bilang saja, biar aku bisa berhenti," ujar Axton dengan lembut sedangkan Ara hanya menanggapi dengan anggukan. Dia sudah pasrah menyerahkan harta yang selama ini dia jaga untuk orang yang sangat dia cintai.
__ADS_1
Melihat anggukan istrinya langsung saja Axton me ma su kkan burungnya ke dalam sangkar. Percobaan pertama, kedua dan akhirnya yang ketiga baru lah burungnya masuk ke dalam sangkarnya hingga menyebabkan Ara menangis karena itu sungguh sangat sakit sekali hingga keluar lah darah milik Ara yang artinya dia sudah sekarang sudah menjadi wanita sempurna karena sudah memberikan miliknya untuk suaminya.
"Ahhh, sakit..." teriak Ara seraya mengeluarkan air mata.
Axton yang melihat wajah kesakitan istrinya merasa kasihan, saat dia ingin berhenti langsung di cegah oleh istrinya akhirnya dia melanjutkan apa yang sudah dia mulai.
"Maaf sayang, sebaiknya kita berhenti saja dulu," ujar Axton.
"Lanjutkan saja," titah Ara.
"Kamu yakin?" tanya Axton dengan penasaran.
"Yakin," jawab Ara seraya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, jika sakit kamu cakar saja punggung ku ya," ujar Axton yang di tanggapi anggukan kepala oleh Ara.
Setelah itu Axton melanjutkan permainan hingga sudah satu jam baru dia berhenti. Itu pun saat melihat keadaan istrinya yang sudah lemas jika saja istrinya masih segar pasti dia akan kembali menggempur istrinya hingga dia puas.
Axton tidak menyangka ternyata melakukan hubungan suami istri sangat nikmat. Jika saja dia tahu melakukan ini sangat nikmat pasti dia sudah memaksa istrinya melakukan itu. Tapi, setelah di pikirkan lagi melakukan sama-sama mau lebih terasa enak dibandingkan memaksa.
Akhirnya sekarang Ara sudah berubah menjadi wanita sempurna. Harta yang selama ini dia jaga sudah dia serahkan pada suaminya. Dia bersyukur Tuhan masih menyelamatkan kesuciannya hingga dia tidak perlu malu dan merasa kotor saat menyerahkan diri pada suaminya karena dia masih suci dan Axton lah laki-laki pertama yang menyentuhnya dan menjadikan dia sebagai wanita dewasa.
โข
โข
โข
Bersambung...
Maaf Author tidak bisa menulis dengan lebih rinci takut tidak lulus. Jadi, Author persingkat saja kalian bisa bayangan sendiri apa yang di lakukan Axton dan Ara๐คญ๐คญ๐คญ.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1