Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 39 )


__ADS_3

Di Bandara Soekarno–Hatta


"Kenapa kamu diam mas? Apa kamu baru sadar telah menghancurkan wanita polos seperti aku? Yah, kau menang mas, kau menang karena berhasil menghancurkan wanita polos dan baik-baik seperti aku hingga hancur tanpa sisa. Kau tahu mas gara-gara kamu aku sampai diusir oleh orang tua ku saat mereka tahu aku hamil diluar nikah. Ini semua karena kamu mas, gara-gara perbuatan kamu yang merusak aku hingga sekarang aku malah terlantar tanpa tahu harus pergi kemana."


"Aku menyesal karena percaya pada laki-laki brengsek seperti kamu. Tapi untuk menyesal sekarang pun sudah terlambat karena aku sekarang sudah rusak... Hiks... Hiks..." ujar Ara seraya terisak.


Mendengar perkataan Ara membuat orang-orang yang berlalu lalang disekitar bandara merasa sedih hingga mengeluarkan air mata. Mereka merasa kasihan pada nasib Ara yang telah ditipu oleh Axton. Padahal kenyataannya mereka sama sekali belum saling mengenal. Ini murni akalan Ara yang ingin membalas dendam pada Axton karena sudah membentak dan menghina dirinya di depan semua orang. Jangan pernah mencari masalah dengan Ara jika tidak ingin terkenak sial seperti yang dialami oleh Axton.


"Nona muda benar-benar sangat hebat. Jika saja aku tidak kenal bagaimana sifat nona muda pasti sekarang aku akan sama seperti yang lain pada mengumpat laki-laki itu karena sudah merusak wanita polos dan baik-baik seperti nona muda. Jika saja mereka tahu bagaimana sifat asli nona muda mereka pasti tidak akan percaya padanya. Karena pada kenyataannya nona muda adalah wanita yang sangat kejam dan juga licik," batin Elena.


"Tuan, bagaimana ini? Kenapa wanita ini sangat pandai mengarang cerita? Jika tuan tidak menghentikan wanita ini maka nama baik tuan akan hancur ditangan wanita ini," ujar Marcell dengan cemas.


"Kenapa hari ini aku bisa sial seperti ini? Dari mana datangnya wanita ini? Kenapa dia bisa mengatakan hal yang tidak benar? Tapi tunggu, dilihat dari wajah dan penampilannya dia seperti bukan orang Indonesia maupun orang miskin. Tapi, kenapa wanita ini bisa bicara bahasa Indonesia walaupun tidak terlalu lancar tapi bisa dipahami?" batin Axton tanpa mendengarkan perkataan Marcell lantaran sedang melamun memikirkan tentang Indentitas Ara.


Yah, saat Elena bekerja dengan nya dia mulai belajar bahasa Indonesia dengan asisten pribadinya. Dia sengaja belajar bahasa Indonesia karena suka dan ada keinginan untuk berlibur ke bali karena merasa penasaran dengan negara yang terkenal indah yang banyak dikunjungi oleh turis berbagai macam negara. Dia belajar bahasa Indonesia untuk berjaga-jaga jika sampai tersesat di Indonesia maka dia bisa bertanya kepada orang-orang sini mengunakan bahasa Indonesia. Walaupun bahasa Inggris adalah bahasa internasional tidak menutup kemungkinan semua orang akan paham dan mengerti dengan bahasa Inggris. Itu sebabnya dia belajar bahasa Indonesia untuk bekal dia selama berada di indonesia.


"Dasar laki-laki brengsek, tega sekali kamu menghancurkan wanita malang ini. Setelah kamu hancurkan kamu justru meninggalkan dia dalam keadaan hamil," umpat orang yang ada di bandara dengan kesal.

__ADS_1


"Apa yang kalian katakan? Sudah aku katakan kalau aku tidak kenal dengan wanita ini, kenapa kalian masih saja menuduhku menghamili wanita ini?" Axton tidak terima dihina seperti ini. Karena dia benar-benar tidak melakukan apa yang dikatakan oleh wanita itu. Tapi sayang, perkataannya malah tidak digubris oleh mereka.


"Alah, laki-laki brengsek seperti kamu mana mungkin mengaku. Sebaiknya kita bawa saja laki-laki ini ke kantor polisi mungkin saja setelah sampai disana dia mau mengaku karena sudah meninggalkan wanita ini dalam keadaan hamil," ujar orang itu lagi.


Mendengar perkataan orang itu membuat Axton terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka masalah ini akan menjadi besar seperti ini. Dia pikir bisa mengatasi masalah ini secara baik-baik tapi, nyatanya malah berakhir di tangan polisi. Lain halnya dengan Ara, dia benar-benar merasa senang dan puas karena sudah berhasil memberikan pelajaran pada laki-laki ini. Tapi, kesenangannya tidak bertahan lama setelah dia mendengar perkataan selanjutnya dari mereka.


"Iya, benar. Bawa saja laki-laki brengsek ini ke kantor polisi. Jika masalah ini sudah bisa di atasi maka segera nikahkan mereka agar anak dalam kandungan wanita itu memiliki ayah saat lahir nanti," ujar yang lain.


Deg


"Kenapa malah jadi seperti ini? Aku sengaja kabur dari negara ku sendiri karena menghindari perjodohan yang sedang di atur oleh mommy. Tapi, kenapa sekarang aku malah dinikahkan dengan laki-laki brengsek ini? Bagaimana cara aku kabur dari sini? Aku tidak mau menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal," batin Ara dengan wajah ketakutan.


"Aku mohon percaya padaku. Aku benar-benar tidak kenal dengan wanita ini, jadi aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak aku kenal dan cintai," ujar Axton dengan wajah memelas. Tapi sayang, tidak ada seorangpun yang mendengarkan permohonannya. Bagi mereka Axton adalah laki-laki brengsek yang akan lari dari tanggung jawabnya. Itu sebabnya mereka membawa Axton ke polisi biar dia takut dan mempertimbangkan untuk menikah dengan Ara.


"Sudah bawa saja laki-laki ini ke kantor polisi agar dia bisa mempertanggung jawabkan perbuatan nya itu pada wanita malang itu," sahut yang lain seraya membawa Axton pergi dari sana.


"Hey, lepaskan aku. Sudah aku katakan aku tidak kenal dengan wanita itu, kenapa kalian malah tidak percaya?" Axton masih saja mengoceh tapi sayang tidak ada satupun yang mau mendengarkan perkataan nya sehingga dia hanya bisa pasrah saat diseret dan dibawa ke kantor polisi.

__ADS_1


"Ayo nak, tunggu apalagi. Ayo kita susul laki-laki itu ke kantor polisi," ujar salah satu orang yang ada disana saat melihat Ara masih terdiam seperti patung.


"Aku pulang saja bu, karena tidak enak badan apalagi aku sedang hamil. Tubuhku masih lemas karena belum makan sedari tadi." Ara yang tidak mau terjebak dalam dramanya sendiri sehingga dia mencari alasan agar bisa kabur dari sana. Tetapi mereka tidak mau melepaskan Ara dan tetap membawanya ke kantor polisi menyusul Axton yang sudah lebih dulu dibawa oleh mereka.


"Jangan nak, ini kesempatan kamu agar bisa menikah dengan laki-laki itu. Jika laki-laki itu dibawa ke kantor polisi pasti dia akan takut masuk penjara dan akhirnya dia mau bertanggung jawab untuk menikahi kamu dan meninggalkan wanita pelakor itu," sahut salah satu orang yang ada disana.


"Ohh Tuhan... Bantu aku agar bisa kabur dari sini. Aku tidak mau masuk dalam jebakan aku sendiri. Tapi, sepertinya keberuntungan sedang tidak ada dipihak ku. Apa ini karma untuk ku karena kabur dari negara ku tanpa meminta izin dari mommy and daddy?" batin Ara dengan cemas.


Ara yang tidak memiliki alasan lagi akhirnya dia terpaksa ikut dengan mereka ke kantor polisi menyusul Axton George.





Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2