Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 85 )


__ADS_3

Di Ruang Perawatan Ara


Saat ini mereka sudah bersiap-siap ingin pulang ke mansion Alexander. Sekarang keadaan Ara sudah lumayan baik hanya saja kakinya belum bisa bergerak akibat racun yang diberikan oleh Isaac Sanders.


Ara yang tahu hari ini sudah diperbolehkan pulang merasa senang karena dia sudah bosan berada di rumah sakit apalagi harus mencium berbagai macam obat membuat kepalanya pusing saja. Axton yang melihat tingkah istrinya hanya bisa tersenyum itu artinya istrinya sudah bisa menerima keadaan nya tidak seperti kemarin yang berteriak histeris saat tahu dia menjadi cacat.


"Apa kamu sudah siap sayang?" tanya Axton dengan lembut.


"Sudah kak," jawab Ara dengan antusias.


"Sayang, apa kamu bisa mengubah nama panggilan buat aku. Aku tidak suka mendengar kamu memanggil aku dengan sebutan kakak karena aku bukan kakakmu melainkan suami mu." Setiap Ara memanggil dia dengan sebutan kakak pasti Axton akan kesal. Dia tidak suka istrinya memanggil dia dengan sebutan kakak karena rasanya dia seperti menikah dengan adiknya sendiri padahal pada kenyataan nya mereka tidak memiliki hubungan darah sedikitpun.


"Terus aku harus memanggil kamu apa?" tanya Ara dengan kening mengkerut.


Mendengar perkataan Ara membuat Axton semakin kesal. Karena istrinya masih tidak peka akan keinginan nya." Panggil aku dengan sebutan honey, bee, dan sayang pun bisa asal jangan sebutan kakak lagi," jawab Axton dengan antusias. Dia tidak sabar ingin mendengar istrinya memanggil dirinya dengan sebutan seperti yang dia sebutkan tadi.


Mendengar perkataan Axton membuat Ara merasa malu karena dia belum pernah memanggil laki-laki dengan sebutan seperti itu. Karena selama ini dia pacaran dengan laki-laki yang berbeda-beda hanya untuk memporotin harta mereka saja. Tapi, jika dia menolak keinginan suaminya pasti Axton akan ngambek dan kesal padanya gara-gara tidak menuruti keinginan suaminya. Lebih baik dia mengalah dari pada suaminya marah padanya.


"Baiklah, mulai sekarang aku akan memanggil kamu dengan sebutan honey tapi, saat kita sedang berdua saja sedangkan saat berada di tempat ramai aku akan memanggil kamu dengan sebutan kakak," jawab Ara.


"Ck! Apa kamu tidak bisa memanggil aku dengan panggilan honey baik saat kita berdua saja maupun ditempat ramai?" tanya Axton dengan kesal.


"Aku malu kak jika harus memanggil kak Axton didepan banyak orang." Ara benar-benar malu jika harus memanggil suaminya dengan sebutan honey didepan banyak orang berbeda jika saat mereka sedang berdua pasti dia akan berani memanggilnya.


Mendengar perkataan Ara membuat Axton menghela nafas setelah itu dia mengikuti keinginan istrinya walaupun dia tidak puas setidaknya istrinya mau memanggil dirinya dengan sebutan honey walaupun saat mereka berdua saja.


"Oke, terserah kamu saja," jawab Axton dengan pasrah.


"Ayo kita pulang aku tidak betah tinggal lama-lama disini," ujar Ara seraya mengalihkan pembicaraan agar suaminya melupakan masalah tadi.


Dia tahu suaminya tidak suka dengan jawaban dia tapi, mau gimana lagi. Dia belum terbiasa memanggil laki-laki dengan sebutan honey didepan banyak orang. Dia berjanji akan belajar memanggil suaminya dengan sebutan honey saat di depan banyak orang biar suaminya tidak marah lagi padanya.


"Kamu sudah siap kan?" tanya Axton sekali lagi.


"Tentu saja sudah," jawab Ara dengan antusias.

__ADS_1


"Ya sudah, tunggu sebentar aku ambilkan kursi roda dulu biar kamu bisa duduk disana nanti," ujar Axton.


"Maaf honey karena mulai sekarang aku pasti akan merepotkan kamu," ujar Ara dengan sendu.


"Berapa kali aku katakan kalau kamu sama sekali tidak membuat aku repot justru aku merasa senang karena kamu bergantung padaku," ujar Axton seraya menenangkan istrinya agar tidak sedih lagi.


"Sana ambil kursi rodanya biar kita bisa pulang sekarang," titah Ara.


"Oke, tunggu disini jangan pergi kemana-mana oke," ujar Axton.


"Emangnya apa yang bisa dilakukan oleh orang cacat seperti aku?" tanya Ara seraya mengingatkan suaminya tentang keadaan dirinya yang cacat.


"Sudah, jangan bahas itu lagi. Aku mau ambil kursi rodanya dulu biar kita bisa pulang sekarang," ujar Axton yang di tanggapi anggukan kepala oleh Ara.


Tak lama kemudian


Cklek


"Sini aku bantu," ujar Axton seraya mendudukkan Ara di kursi roda.


"Sama-sama," jawab Axton dengan singkat.





Beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai juga di mansion Alexander Lemos. Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam mansion menuju ke ruang keluarga karena mereka sudah menunggu kedatangan Ara dan Axton pulang dari rumah sakit. Sebenarnya mereka ingin menjemput Ara di rumah sakit tetapi Axton melarang mereka untuk menjemput Ara lantaran sudah ada dia di rumah sakit.


"Kalian sudah pulang?" tanya Claudia dengan antusias. Dia sangat senang saat melihat keadaan anaknya sudah lebih baik walaupun kakinya masih tidak bisa digerakkan.


Dia berharap anaknya setelah melakukan terapi anaknya bisa sembuh seperti dulu lagi. Dia tidak tega melihat anaknya harus duduk di kursi roda terus-menerus. Dia tahu anaknya pasti sedih dan malu mengingat keadaannya yang sekarang menjadi cacat. Hanya saja anaknya menutupinya dari mereka agar mereka tidak sedih saat melihat keadaannya yang cacat.


"Iya, mom," jawab Ara dengan tersenyum.

__ADS_1


"Bawa Ara ke kamar Ax, biar dia bisa istirahat," titah Claudia dengan tegas.


"Baik mom," jawab Axton seraya mendorong kursi roda istrinya menuju kamar Ara.


Di Kamar Ara


Setelah sampai dikamar Ara, Axton langsung menggendong istrinya menuju ke ranjang. Axton meletakkan istrinya dengan hati-hati takut istrinya terluka sehingga membuat Ara hanya dapat geleng-geleng kepala saat melihat kelakuan suaminya. Dulu dia pikir suaminya adalah laki-laki yang kaku dan tidak akan mungkin jatuh cinta pada perempuan apalagi memperlakukan perempuan dengan sangat lembut. Ternyata dugaannya malah meleset, karena pada kenyataannya suaminya salah satu laki-laki yang bucin dan juga romantis.


"Terima kasih honey," ujar Ara dengan tulus.


Ara tak akan bosan mengucapkan terima kasih untuk suaminya karena dia tidak akan bisa membalas kebaikan suaminya dengan apapun. Dia sangat beruntung karena bisa menikah dengan laki-laki baik dan setia seperti suaminya ini. Jika saja dia tidak bertemu dan menikah dengan Axton pasti dia akan sangat menyesal karena laki-laki lain belum tentu akan setia dan mau bertahan saat tahu dia sudah cacat dan tidak bisa melakukan apapun lagi.


"Sudah cukup ucapkan kata itu lagi karena aku sangat bosan dengarnya." Bukannya Axton tidak suka mendengar ucapan terima kasih yang keluar dari mulut istrinya hanya saja dia tidak suka mendengar nya terus-menerus. Pasalnya istrinya mengucapkan ucapan itu setiap hari membuat dia bosan saja.


"Maaf, aku janji tidak akan ucapkan itu lagi," ujar Ara.


"Tidurlah," titah Axton dengan tegas.


"Emangnya kamu mau kemana?" tanya Ara dengan penasaran.


"Aku mau ke ruang kerja daddy dulu karena ada sesuatu yang ingin aku bicarakan pada daddy," jawab Axton.


"Baiklah, jika sudah selesai langsung kembali ke sini," ujar Ara.


"Oke," jawab Axton dengan singkat seraya pergi dari sana.





Bersambung...


🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2