
Di Lokasi Pemotretan
Saat ini Ara sedang melakukan pemotretan baju branded keluaran terbaru yang akan segera di luncurkan tahun ini. Dia pikir Ms Aqila sudah mengontrak model lain untuk mempromosikan baju branded keluaran terbaru nya. Tetapi, saat di diberitahukan oleh Jennifer selaku manager nya bahwa Ms Aqila masih menunggu dirinya untuk mempromosikan bajunya membuat Ara merasa terkejut sekaligus senang.
Itu artinya dia akan mendapatkan uang yang sangat banyak baik dari bermain film hingga menjadi model baju branded keluaran terbaru. Di tambah dengan pemotretan yang lain sehingga dia memiliki pemasukan yang sangat banyak.
"Bagaimana Ra? Apa kamu sudah siap?" tanya seseorang pada Ara yang saat ini sudah siap dengan baju yang akan dia promosikan di depan kamera.
"Siap Ms Aqila," jawab Ara dengan penuh keyakinan.
Yah, orang yang bertanya tadi adalah Ms Aqila orang yang bekerjasama dengan Ara untuk mempromosikan baju buatannya sendiri. Dia tidak ingin karyanya di promosikan oleh model lain karena takut baju buatannya tidak akan laris di pasaran.
Karena setiap dia membuat baju baru pasti model utamanya adalah Arrabella dan hasilnya sangat memuaskan untuk nya. Itu sebabnya dia tidak ingin mencari model lain untuk mempromosikan baju miliknya takut tidak laris di pasaran. Dia sengaja menunda meluncurkan bajunya sampai Ara kembali ke kota ini. Dan inilah saatnya dia mengontrak Ara kembali menjadi model untuk mempromosikan baju branded keluaran terbaru miliknya.
"Oke. Ayo Van mulai pemotretan nya," titah Ms Aqila pada sang fotografer suruhannya.
"Baik Mis," jawab Evan seraya menjalankan perintah dari Ms Aqila.
Beberapa menit kemudian
"Ya seperti itu. Senyum sedikit, tahan."
Klik
Plok
Plok
Plok
"Bagus banget. Tidak salah aku memilih mu sebagai model utama. Karena kamu benar-benar sangat pintar dan berbakat," ujar Ms Aqila seraya memuji Ara. Dia benar-benar kagum pada kemampuan Ara dalam berpose karena dia benar-benar sangat menarik di tambah dengan wajah mulus, dan cantik dengan riasan wajah yang natural.
"Terima kasih atas pujiannya Ms Aqila. Anda juga sangat pintar dan berbakat. Buktinya semua baju rancangan anda terlihat cantik dan menarik sehingga masyarakat sangat tertarik untuk membeli baju rancangan anda," ujar Ara yang ikutan memuji Ms Aqila.
"Itu karena modelnya kamu, coba saja aku mengontrak model lain belum tentu sebagus kamu," balas Ms Aqila. Sedangkan Ara hanya menanggapi dengan tersenyum saat mendengar perkataan Ms Aqila.
"Oke, sesi pemotretan nya sudah selesai. Apa kamu mau makan bersama dengan kami sebagai bentuk ucapan terima kasih karena kamu sudah bersedia menjadi model ku?" tanya Ms Aqila.
"Bagaimana Jen? Apa setelah ini kita ada jadwal lagi? Jika tidak ada maka, kita bisa menerima ajakan Ms Aqila," ujar Ara seraya menatap ke arah manager nya.
"Tidak ada Ra," jawab Jennifer setelah melihat jadwal pekerjaan Ara.
"Oke, Ms Aqila. Kami mau ikut makan bersama dengan mu," jawab Ara dengan lembut.
__ADS_1
"Kalau begitu kita bisa pergi sekarang juga," ujar Ms Aqila seraya pergi dari sana diikuti oleh yang lain.
•
•
•
Di Restoran
Setelah menempuh beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai juga di restoran yang sangat terkenal di California Amerika Serikat.
"Hari ini biar aku yang mentraktir kalian semua jadi kalian bisa makan sampai sepuasnya," ujar Ms Aqila.
"Beneran Mis?" tanya Jennifer dengan antusias karena bisa makan gratis.
"Bener nona Jennifer," jawab Ms Aqila dengan lembut.
"Jangan panggil nona, panggil Jennifer saja," ujar Jennifer yang di tanggapi anggukan kepala oleh Ms Aqila.
Beberapa Menit Kemudian
"Silahkan menikmati," ujar pelayan di restoran itu setelah meletakkan makanan pesanan mereka.
"Sama-sama nyonya," jawab pelayan itu seraya menerima uang pemberian Ms Aqila setelah itu dia langsung pergi dari sana dengan hati bahagia.
"Ayo semuanya kita makan," ujar Ms Aqila yang di tanggapi anggukan kepala oleh mereka.
"Ra, coba kamu lihat ke sana. Bukannya itu adikmu Reagan?" bisik Jennifer seraya menunjuk ke arah Reagan berada.
Mendengar perkataan Jennifer membuat Ara langsung melihat ke arah yang ditunjuk oleh Jennifer. Saat melihat adiknya sedang bersama dengan wanita itu langsung saja membuat Ara emosi. Dia tidak menyangka wanita itu masih berani mendekati adiknya padahal dia sudah memperingati agar menjauhi adiknya. Tapi, wanita itu masih saja mendekati adiknya, bahkan mereka terlihat sangat akrab seperti pasangan kekasih.
"Kurang ajar, sepertinya wanita itu belum tahu siapa aku Jen. Itu sebabnya dia tidak takut dengan ancaman ku. Sebaiknya kita pulang saja ke Apartemen kamu. Karena aku ingin menjalankan rencana yang sudah aku siapkan untuk wanita itu," ujar Ara seraya mengepalkan tangannya dengan tatapan penuh kemarahan.
"Oke, aku pamit dulu pada Ms Aqila biar dia tidak tersinggung nanti," ujar Jennifer." Ms Aqila kami pamit pulang dulu, terima kasih karena anda sudah mentraktir kami makan di restoran ini."
"Silahkan, hati-hati di jalan," jawab Ms Aqila dengan lembut.
•
•
•
__ADS_1
Di Apartemen Jennifer
Setelah menempuh beberapa jam akhirnya mereka sampai juga di Apartemen Jennifer. Setelah itu Ara langsung memasuki Apartemen tersebut disusul dengan yang lain.
Dreet... Dreet... Dreet...
📞 "Hallo nona muda? Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya seseorang yang ada di sebrang sana.
📞 "Jawab pertanyaan ku dengan jujur, apa kamu sudah memblokir semua kartu ATM adik ku Reagan?" tanya Ara tanpa basa-basi.
📞 "Sudah nona muda. Saya sudah mengikuti semua perintah nona muda," jawab orang itu.
"Jika pak Brian sudah memblokir semua kartu ATM Reagan, lalu bagaimana dia memiliki uang untuk pergi ke restoran mewah itu?" batin Ara seraya berpikir dari mana adiknya mendapatkan uang untuk memasuki restoran mewah itu.
📞 "Ada apa nona? Apa ada masalah?" tanya pak Brian dengan penasaran.
📞 "Tidak ada," jawab Ara seraya mematikan smartphone nya.
"Ada apa Ra?" tanya Jennifer dengan penasaran.
"Aku sedang memikirkan dari mana Reagan mendapatkan uang untuk membayar makanan wanita itu. Kau tahu kan Jen, itu restoran yang sangat terkenal dan pastinya makanan di sana tidaklah murah. Tapi, kenapa adikku bisa memasuki restoran itu?" tanya Ara dengan penasaran.
"Mungkin dia mendapatkan uang dari orang tuamu Ra," balas Jennifer.
"Jika daddy tidak mungkin Reagan berani meminta nya kecuali Reagan meminta pada mommy. Yah, aku sangat yakin Reagan pasti meminta uang pada mommy sehingga dia bisa mentraktir makanan untuk wanita rubah itu," ujar Ara dengan kesal.
"Aku heran dengan adikmu Ra! Kerjaan nya selalu menyusahkan kamu saja. Jika saja adikmu memiliki sifat seperti kamu aku sangat yakin tidak akan ada seorang pun yang berani memanfaatkan nya," ujar Jennifer seraya geleng-geleng kepala saat mengingat sifat Reagan yang sangat bodoh.
"Kau tidak tahu saja, mommy justru sangat senang memiliki anak seperti Reagan karena dia terlahir menjadi anak yang baik dan penurut tidak seperti aku yang selalu membangkang dan suka bikin masalah," ujar Ara.
"Itu karena mommy kamu tidak tahu saja bagaimana anaknya diluar sana yang selalu menjadi ATM berjalan, baik untuk pacarnya maupun untuk teman-temannya," ujar Jennifer.
"Lupakan masalah itu. Sekarang kita fokus dengan masalah wanita itu. Kali ini aku pastikan wanita itu akan hancur, bahkan dia tidak akan berani menampakkan wajahnya lagi dihadapan publik," ujar Ara dengan seringai liciknya.
"Dasar wanita bodoh. Sudah bagus Ara memberikan dia kesempatan tapi, malah disia-siakan. Dan aku sangat yakin kali ini dia pasti akan hancur di tangan Ara," batin Jennifer.
•
•
•
Bersambung...
__ADS_1
🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿