Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 48 )


__ADS_3

Di Mansion Axton George


"Daddy harus minta maaf pada Axton karena sudah memukul dia hingga terluka seperti itu," titah Claudia dengan tegas.


"Mommy sangat tahu kalau daddy tidak akan pernah mau meminta maaf pada siapapun kecuali pada mommy," balas Alex yang enggan menuruti perintah istrinya.


"Ck! Kenapa daddy masih saja sombong sudah tahu bersalah malah tidak mau meminta maaf? Jika daddy tidak mau meminta maaf pada Axton maka mommy akan membenci daddy seumur hidup," ujar Claudia seraya mengancam Alex.


Mendengar perkataan Claudia membuat Alex kalang kabut. Dia sangat takut kehilangan istrinya. Itu sebabnya dia akan menuruti perkataan istrinya walaupun terpaksa.


"Ax, maafkan om Alex karena sudah salah paham padamu hingga kamu terluka seperti ini," ujar Alex.


"Ck! Gampang sekali om Alex minta maaf padaku. Lihat ini, gara-gara om Alex wajah ku yang tampan ini sekarang malah terlihat bengkak dan jelek," ujar Axton dengan kesal.


"Kau tahu, aku tidak pernah meminta maaf pada siapapun. Tapi, demi istri ku aku terpaksa meminta maaf pada mu. Seharusnya kamu bangga karena sang penguasa seperti aku mau meminta maaf pada orang yang tidak level dengan ku," ujar Alex dengan tatapan sinis.


Bruk


"Awwsstt, kenapa mommy memukul kepala daddy?" tanya Alex seraya menatap ke arah istrinya dengan tatapan kesal.


"Daddy tidak terima mommy pukul, apa daddy mau membalas mommy? Jika iya, maka siap-siap daddy kehilangan mommy untuk selamanya," ujar Claudia seraya mengancam suaminya.


"Tidak mom, daddy minta maaf," jawab Alex dengan cemas.


Hahahaha

__ADS_1


"Lihat dirimu Lex, seorang raja iblis ternyata sangat bucin pada istri mu. Aku pikir tidak akan ada seorangpun yang bisa menaklukkan dirimu ternyata sekarang kau sudah memiliki pawang yang bisa menjinakkan kamu," ujar Edwin seraya tertawa terbahak-bahak.


"Diam kau," bentak Alex sedangkan Edwin bukannya takut dia justru semakin tertawa terbahak-bahak. Sungguh, dia tidak pernah melihat temannya yang terkenal akan kekejamannya ternyata sangat takut pada istrinya.


"Katakan kau mau apa untuk menebus kesalahan ku tadi," ujar Alex pada Axton.


"Jika om Alex mau aku maafkan maka om Alex harus mau bekerjasama dengan perusahaan ku," balas Axton.


"Ck! Benar-benar licik," ujar Alex seraya menatap dengan tatapan sinis.


"Bukannya om Alex juga sangat licik? Bahkan om Alex lebih licik dari pada aku," balas Axton tak mau kalah dengan Alex.


"Lihat Ed, kau menyebut aku licik. Ternyata anakmu pun tak jauh seperti aku yang sangat pandai memanfaatkan keadaan," ujar Alex.


"Dia meniru kamu Lex, makanya perusahaan yang di pimpin oleh Axton sekarang sudah menjadi perusahaan besar walaupun perusahaan nya masih kalah di bawah mu."


"Walaupun kalian sekarang sudah menjadi bagian dalam keluarga ku tetap saja aku tidak akan menerima kerjasama begitu saja tanpa melihat proposal yang akan anak mu ajukan nanti. Kau tahu Ed, bisnis tetaplah bisnis aku tidak mau bekerjasama jika tidak mendapatkan keuntungan untuk perusahaan ku," ujar Alex dengan seringai liciknya.


Walaupun Alex sudah menyerahkan perusahaan pada anak laki-laki nya. Tidak membuat dia lepas tangan begitu saja. Karena setiap ada klien yang ingin bekerjasama dengan perusahaan nya harus atas izin darinya. Jika dia mengatakan tolak maka Reagan akan langsung melakukan nya tanpa bisa membantah sedikitpun. Reagan sangat tahu jika ayahnya menolak pasti kerjasama yang di ajukan oleh klien tidak beras.


"Kau benar-benar raja iblis yang sangat licik Lex, padahal kami sekarang sudah menjadi besan mu tapi kau masih saja tidak mau menjalin kerjasama dengan perusahaan kami jika tidak mendapatkan keuntungan sesuai keinginan kamu," ujar Edwin dengan kesal.


"Kau tahu Ed, jika kita bekerja mengunakan perasaan kasihan maka perusahaan yang kita bangun akan mudah di hancurkan oleh musuh kita. Dan bisa saja musuh yang menghancurkan kita tak lain adalah kerabat kita sendiri. Itu sebabnya sebelum kita menjalin kerjasama maka kita perlu berhati-hati agar mereka tidak bisa menusuk kita dari belakang," ujar Alex.


Mendengar perkataan Alex membuat Edwin terdiam seperti patung. Sekarang dia sudah tahu kenapa perusahaan Alex bisa menjadi perusahaan terbesar yang ada di California Amerika Serikat. Ternyata dia sangat cerdik dan licik sehingga orang-orang akan berpikir seribu kali untuk melawan Alexander. Pantas saja perusahaan nya tidak bisa maju seperti milik Alex karena dia selama ini bekerja selalu menggunakan perasaan.

__ADS_1


"Sudah cukup kalian bahas masalah pekerjaan. Sebaiknya kita sekarang membahas masalah resepsi anak kita saja. Aku tidak sabar mengadakan resepsi pernikahan mereka," ujar Miranda dengan antusias.


"Yang dikatakan oleh Miranda benar dad, sebaiknya kita membahas masalah resepsi anak kita saja. Bukannya tujuan kita datang ke sini ingin membicarakan masalah itu," sahut Claudia yang membenarkan perkataan Miranda.


"Ck! Mereka benar-benar tidak punya hati. Bukannya menghukum wanita licik itu karena sudah menyebabkan aku terluka seperti ini. Nih mereka malah membahas masalah resepsi. Baru satu hari aku menikah dengan wanita licik itu dia sudah membuat aku babak belur seperti ini. Aku hanya bisa berdoa agar bisa terlepas dari wanita licik itu," batin Axton dengan kesal.


"Kalian mau tema seperti apa?" tanya Miranda pada pasangan pengantin baru.


"Terserah," jawab mereka dengan serentak.


"Kok terserah sih? Ini pesta pernikahan kalian masak kami yang buat temanya seperti apa," ujar Miranda dengan kesal.


"Ngapain aku capek-capek mikirin masalah itu. Lagian istri yang aku nikahi tak lebih dari wanita murahan hingga hamil anak laki-laki lain tapi malah menumbalkan aku untuk menutupi aibnya yang hamil di luar nikah," ujar Axton seraya menghina Ara.


"Kurang ajar, dasar laki-laki brengsek. Jika tidak ingat kamu anak mami Miranda pasti sudah aku bunuh kamu detik ini juga," batin Ara dengan kesal.


"Asal kau tahu aku ini masih perawan jadi mana mungkin aku bisa hamil. Kau tahu aku sengaja menjebak mu karena aku sangat benci pada mu karena kau sudah membentak dan menghinaku di depan orang banyak. Jadi, tarik kembali kata-katamu yang menyebut aku sebagai wanita murahan karena aku tidak seperti yang kamu tuduhkan itu," ujar Ara keceplosan bicara. Dia tidak sadar telah membongkar aibnya sendiri pada mereka hanya karena tidak terima di tuduh sebagai wanita murahan.


Mendengar perkataan Ara membuat Axton terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka bisa tertipu dengan wanita ini. Jika saja dia tahu wanita ini tidak hamil maka dia pasti tidak akan berakhir menikah dengan nya. Sedangkan orang tua Axton dan orang tua Ara menahan tawanya saat melihat Axton seperti orang bodoh karena bisa kenak tipu oleh Arrabella.




__ADS_1


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2