
Saat ini mereka masih di tahan oleh Revan di gedung tua yang terbengkalai yang sangat jauh dengan jangkauan penduduk sekitar.
"Yah, kamu benar. Awalnya aku emang ingin membunuh kalian setelah aku mendapatkan harta itu tapi sekarang aku sudah berubah pikiran sehingga aku tidak akan membunuhmu jika saja kau berikan harta itu padaku." Revan yang sudah ketahuan oleh Ara sehingga dia memutar otak untuk mengelabui Ara agar percaya padanya. Tapi dia lupa, kalau Ara jauh lebih cerdik dan licik di bandingkan dia sehingga Ara tidak akan mungkin terpengaruh dengan ucapan nya itu.
"Jangan memual di depanku karena aku tidak akan percaya pada perkataan mu. Kau sengaja bicara seperti itu agar aku mau menyerahkan harta itu setelah itu kau akan langsung membunuh kami tanpa perasaan," ujar Ara dengan tatapan sinis.
Mendengar perkataan Ara membuat Revan kesal setengah mati. Dia tidak tahu lagi bagaimana cara membujuk Ara agar mau menyerahkan harta itu padanya. Karena Ara bukanlah wanita bodoh yang mudah di bohongin agar mau menuruti keinginan dia.
Tak
Tak
Tak
Terdengar langkah kaki yang saat ini sedang menuju ke arah Ara dan juga Claudia. Para bawahan itu langsung membungkukkan badannya lantaran melihat kedatangan bos besar mereka.
Cklek
"Biar mama yang tangani wanita licik itu Van," sahut ibu Revan yang melihat anaknya sudah kualahan menghadapi kelakuan Ara yang tak kunjung mau menyerahkan harta milik keluarga Lemos.
Mendengar perkataan ibu Revan membuat Ara dan juga Claudia terkejut dan juga shock. Bagaimana tidak, mereka tidak menyangka musuh yang mereka pikir sudah mati ternyata sedang berada di depan mereka. Sekarang mereka sudah paham kenapa mereka sampai di culik ternyata dia adalah musuh terbesar Claudia yang ingin menuntut balas dendam.
"Kak Audrey, kau masih hidup?" tanya Claudia dengan tatapan terkejut.
Yah, dia adalah Audrey kakak tiri Claudia yang dulu sudah di penjara gara-gara mencelakai ayahnya Claudia hingga menjadi lumpuh. Setelah sekian lama menghilang sekarang dia muncul lagi untuk membalaskan dendam pada Claudia dan juga keluarganya.
( Bagi kalian yang penasaran akan sosok Audrey kalian bisa mampir ke SEASON 1 One Night Stand With Baby Sang Ceo )
__ADS_1
"Yah, seperti yang kamu lihat aku masih hidup dan sangat sehat," balas Audrey.
"Bukannya kamu sudah dinyatakan mati akibat bunuh diri?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Bukan aku yang mati melainkan ibuku," balas Audrey.
"Ck! Kenapa kamu tidak sekalian menyusul ibumu biar kamu tidak membuat kekacauan di keluarga kami lagi?" tanya Ara dengan kesal.
"Kurang ajar, dasar wanita licik," umpat Audrey dengan penuh emosi. Dia tidak menyangka wanita ini masih saja seperti dulu yang sangat berani bahkan dalam keadaan tidak berdaya seperti ini saja dia masih bersikap tenang tanpa takut sedikitpun.
"Kenapa kak Audrey masih saja menganggu keluarga kami? Apa salah ku sehingga kak Audrey menculik kami?" tanya Claudia. Dia tidak habis pikir ternyata kakak tirinya masih saja belum berubah. Dia dan ibunya sama-sama gila harta milik orang lain.
"Kau bertanya apa kesalahan mu? Asal kamu tahu, gara-gara ulah kalian yang telah memasukkan kami ke dalam penjara ibu kandung ku depresi dan akhirnya bunuh diri karena tidak sanggup hidup dalam tahanan apalagi ibuku setiap hari selalu mendapatkan penyiksaan hingga nekat bunuh diri."
Flashback One
Dia sengaja bunuh diri karena sudah putus asa apalagi keluarga satu-satunya sekarang sudah meninggalkan dia untuk selamanya. Selama di dalam sel dia hanya bisa termenung karena dia tidak ada lagi gairah untuk hidup sampai akhirnya dia di kurangi masa tahanan lantaran selalu berlaku baik.
Setelah dia keluar dari penjara hidupnya terlantung-lantung dijalankan karena dia tidak memiliki rumah maupun uang sepersen pun. Untuk mencari pekerjaan pun dia tidak ada bakat sehingga dia nekat mendatangi Club malam untuk bekerja sebagai wanita malam. Setelah dia bekerja disana hidupnya perlahan-lahan kembali membaik apapun yang dia inginkan bisa dia dapatkan.
Pada saat dia sedang menemani salah satu pelanggannya di sebuah moll terbesar yang ada di California tak sengaja dia melihat keberadaan Claudia dengan kakak angkatnya Alice sedang berbelanja sehingga dia mengikuti mereka sampai akhirnya dia mendengar pembicaraan mereka yang menyebut nama Alexander Lemos yang menjadi suami Claudia. Bahkan dia mendengar sendiri jika Alexander sangat mencintai adik tirinya itu sampai mau melakukan apapun untuk nya. Sehingga dia timbul rasa iri dalam hatinya saat melihat keadaan adik tirinya yang jauh lebih bahagia di bandingkan dia. Sejak saat itu dia bertekat akan membalaskan dendam pada adik tirinya karena sudah membuat dia menderita seperti ini tanpa menyadari dia dan ibunya lah yang lebih dulu menghancurkan hidup Claudia.
Audrey yang sudah di kuasai rasa benci dan iri saat melihat kebahagiaan adik tirinya sehingga dia sengaja menjebak seorang laki-laki kaya raya hingga hamil agar dia memiliki alasan untuk mendesak laki-laki itu untuk menikahi dirinya. Awalnya dia ingin langsung menghancurkan Claudia apalagi dia sekarang sudah menjadi orang kaya setelah menikah dengan suaminya. Tapi, setelah dia mencari tahu suami dari adik tirinya yang ternyata sang penguasa negara ini hingga dia mengurungi niatnya. Dia akan menjadi cara lain agar bisa membalaskan dendam pada Claudia dan juga keluarganya. Hingga setelah menunggu waktu yang sangat lama akhirnya waktunya datang juga dan sekarang dia berhasil menculik Claudia dan juga Ara.
Flashback Off
"Apa kau tidak sadar tentang kesalahan mu sendiri? Kau menuduh kami karena ibumu meninggal karena bunuh diri padahal itu semua karena kesalahan kalian sendiri. Jika saja kamu dan ibu mu tidak menyiksa ibuku dan juga membuat kakekku lumpuh maka kami tidak akan mungkin mengirim kalian ke dalam penjara," sahut Ara dengan tatapan sengit.
__ADS_1
"Diam kau bocah, tahu apa kamu masalah orang dewasa?" Audrey sangat kesal saat mendengar perkataan Ara. Dia sengaja membantah perkataan Ara agar dia tidak membongkar kebusukannya dulu. Dia tidak ingin suami dan anaknya tahu penyebab dia di penjara karena ulahnya sendiri. Jika sampai mereka tahu tentang kejahatan nya pasti anak dan suaminya tidak akan mau membantu dia membalaskan dendamnya pada Claudia dan juga keluarga nya.
"Ck! Dasar lansia semakin tua bukannya bertaubat ini malah semakin jadi." Ara tanpa perasaan menghina Audrey membuat Claudia dan anak buah revan menahan tawanya. Sementara Audrey sangat emosi saat mendengar perkataan Ara yang menyebut dirinya lansia padahal umurnya dengan Claudia tidak terlalu jauh.
Plak
"Dasar jaalang," umpat Audrey seraya menampar Ara.
"Ara," teriak Claudia yang terkejut melihat anaknya di tampar oleh kakak tirinya.
"Beraninya kau menamparku, akan aku ingat tangan itu karena sudah berani melukai wajahku." Ara sangat emosi dan akan mengingat atas perlakuan Audrey yang sudah berani melukai wajahnya.
"Kau pikir aku takut? Ingat baik-baik, saat ini akulah yang berkuasa jika aku mau detik ini juga bisa membunuhmu," ujar Audrey seraya mengancam.
"Tapi kau tidak mungkin melakukan itu sebelum mencapai tujuan mu," balas Ara dengan tatapan sinis.
"Sial, anak ini benar-benar bikin aku darah tinggi. Jika saja aku sudah berhasil merebut harta itu dari tangan wanita licik ini maka aku pasti akan menyuruh anak buah ku untuk membunuh mereka," batin Audrey seraya mengepalkan tangannya.
β’
β’
β’
Bersambung...
πΏπ π πΌπΌπ π πΌπΌπ π πΌπΌπ π πΏ
__ADS_1