Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 93 )


__ADS_3

Di Kamar Arrabella


"Sudah sadar?" Apa ada yang sakit?" tanya Axton saat melihat Ara sudah membuka matanya setelah beberapa saat, sedangkan Ara hanya menjawab dengan gelengan kepala.


"Jam berapa ini?" tanya Ara, ia teringat kalau tadi dia tidak sadarkan diri gara-gara terlalu banyak memuntahkan isi di dalam perutnya sehingga dia tidak kuat dan akhirnya malah jatuh pingsan.


"Jam sebelas," jawab Axton seraya memeriksa waktu yang ada di jam tangannya.


Ara langsung melotot setelah itu dia langsung teriak." Apa?" teriak Ara yang terkejut saat mendengar perkataan suaminya.


Dia tidak menyangka bisa tertidur sangat lama sekali. Tidak biasanya dia bisa pingsan seperti ini, sehingga membuat dia bertanya pada suaminya apa yang terjadi padanya sehingga dia bisa pingsan.


"Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku tiba-tiba mual dan akhirnya malah jatuh pingsan?" tanya Ara dengan penasaran.


Mendengar perkataan Ara membuat Axton menghela nafas setelah itu dia langsung menjawab pertanyaan dari istrinya.


"Kata dokter kamu saat ini sedang hamil," jawab Axton dengan antusias.


"Ha... Hamil?" tanya Ara seraya memastikan kalau pendengaran tidak bermasalah.


"Iya sayang, kamu saat ini sedang hamil anak ku," balas Axton lagi.


"Secepat ini?" tanya Ara yang masih tidak percaya dia akan menjadi seorang ibu. Padahal rasanya baru kemarin dia melakukan itu dengan suaminya tapi sekarang Tuhan sudah mempercayakan pada mereka sebuah janin yang nantinya akan berubah menjadi seorang bayi yang sangat mengemaskan.


"Apa kamu tidak senang hamil anakku?" Axton berpikir istrinya tidak senang mendengar kabar dia hamil anaknya padahal apa yang di pikirkan oleh Axton semuanya salah. Ara bukannya dia tidak senang hanya saja dia masih shock saat tahu bahwa dia saat sedang hamil anak dari laki-laki yang sangat dia cintai.


"Apa yang kamu katakan? Siapa bilang aku tidak senang hamil anakmu? Jika aku tidak senang mengandung anakmu kenapa pula aku mau menyerahkan diri padamu hingga hamil seperti ini?" Ara sangat kesal pada suaminya yang telah menuduhnya macam-macam padahal apa yang di tuduhkan oleh suaminya tidak lah benar.


"Maaf sayang karena sudah menuduhmu yang tidak-tidak, aku cuma takut jika kamu tidak mau menerima anak yang sedang kamu kandung ini." Axton merasa bersalah karena sudah menuduh istrinya yang bukan-bukan.


"Iya, lain kali jangan katakan itu lagi karena apa yang kamu pikirkan belum tentu benar. Justru aku merasa sangat senang dan bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang ibu," ujar Ara dengan antusias.

__ADS_1


"Syukurlah jika kamu senang, jangan lupakan kalau aku juga akan menjadi seorang ayah," ujar Axton tak kalah antusias dari pada istrinya.


Jika di atas mereka sedang merasakan kebahagiaan karena sebentar lagi akan menjadi orang tua baru sedangkan di bawah tak kalah heboh saat mendengar sebentar lagi mereka akan menjadi seorang kakek dan nenek siapa lagi dia, jika bukan Claudia dan juga Alexander Lemos.


"Sayang, sebentar lagi Mansion ini akan terdengar suara tangisan dari cucu kita. Aku tidak menyangka anak kita sekarang sudah besar dan sebentar lagi dia akan memberikan kita seorang cucu," ujar Claudia pada suaminya yang saat ini sedang duduk di sampingnya.


"Iya mom. Daddy tidak menyangka ternyata kita sekarang sudah tua buktinya sekarang kita akan menjadi seorang kakek dan nenek," balas Alex tak kalah bahagia dari pada istrinya.


"Kamu benar sayang, rasanya seperti baru kemarin kita rawat dan besarkan Ara dan sekarang putri kita sudah sangat besar bahkan dia sebentar lagi akan di panggil sebagai ibu sama seperti Ara yang memanggil kita dengan sebutan mommy and daddy," ujar Claudia.


"Daddy pikir mereka akan berpisah setelah Ara memutuskan pergi ke sini tanpa di ketahui oleh suaminya sendiri. Jika saja Axton tidak menyadari perasaannya dan menyusul anak kita sampai ke sini maka daddy sangat yakin anak kita pasti akan menjadi seorang janda tanpa anak," ujar Alex.


"Itu karena anak kita belum pernah jatuh cinta makanya dia tidak peduli pada suaminya. Tapi, sekarang mommy sudah sangat yakin jika Ara sudah menerima dan mencintai Axton suaminya sendiri. Buktinya anak kita sekarang sudah hamil anaknya Axton dan itu sudah membuktikan kalau anak kita sudah jatuh cinta pada Axton suaminya sendiri," ujar Claudia.


"Bagaimana anak kita bisa jatuh cinta pada laki-laki jika setiap hari kerjaan nya sibuk berganti-ganti pasangan hingga dia lupa siapa saja laki-laki yang dulu pernah mencintainya," ujar Alex yang mengingatkan tentang kelakuan anaknya dulu yang suka mempermainkan perasaan laki-laki yang suka dengan nya.


"Jangan ingatkan masa lalu lagi yang penting sekarang anak kita sudah berubah dan dia sudah menemukan laki-laki yang sangat mencintai dirinya bahkan disaat anak kita lumpuh Axton masih saja mau berada di sisi anak kita," sahut Claudia.


"Kamu benar sayang, kita sangat beruntung bisa memiliki menantu yang sangat baik dan setia terhadap anak kita. Coba saja jika dulu kamu tetap ngoto menjodohkan anak kita dengan rekan bisnis ku pasti kita akan menyesal jika seandainya laki-laki yang kita jodohkan tidak bisa menerima anak kita disaat dia sedang cacat," ujar Alex sedangkan Claudia hanya terdiam saat mendengarkan perkataan suaminya.


"Baiklah, kamu boleh pergi," ujar Claudia dengan lembut.


"Baik nyonya," jawab asisten rumah seraya pergi dari sana.


"Mommy mau menemui tamu dulu, apa daddy mau ikut?" tanya Claudia.


"Tidak," jawab Alex dengan singkat.


"Ya sudah, mommy kesana dulu," ujar Claudia seraya pergi dari sana.


"Kak Alice," panggil Claudia seraya memeluk kakak angkatnya.

__ADS_1


"Apa kabar Clau? Sudah lama kita tidak saling bertemu, aku kangen banget sama kamu," ujar Alice.


"Kabar aku baik kak, bagaimana dengan kak Alice?" tanya Claudia balik.


"Ya, seperti yang kamu lihat. Aku pun terlihat baik hanya saja anak ku yang tidak baik," ujar Alice dengan sendu.


"Apa yang terjadi pada anakmu?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Semenjak dia di tolak oleh Ara dia langsung berubah menjadi laki-laki Playboy yang suka mempermainkan perasaan perempuan," jelas Alice.


"Kak Alice jangan lupa sebelum kak Maxim menikah dengan kak Alice dia pun seorang Playboy jadi wajar jika anaknya ikutan perilaku ayahnya," ujar Claudia.


"Tapi dulu sebelum dia di tolak oleh Ara anak ku masih menjadi anak baik-baik bahkan dia tidak pernah sekalipun pacaran apalagi mabuk-mabukan. Tapi sekarang dia sudah berubah menjadi anak yang pembangkang dan suka keluar masuk club malam," ujar Alice.


"Apa tanggapan kak Maxim saat melihat kelakuan anak kalian yang seperti ini?" tanya Claudia dengan penasaran.


"Tentu saja marah..."


"Tapi, walaupun kami marah padanya tetap saja dia tidak peduli," ujar Alice yang sudah lelah menghadapi kelakuan anaknya.


"Kalian ancam saja dia dengan cara mencabut fasilitas yang dia miliki saat ini. Aku sangat yakin cepat atau lambat dia pasti akan berubah dengan sendirinya," ujar Claudia.


"Ya, kau benar Clau. Aku akan lakukan apa yang kamu katakan dan aku sangat yakin dia pasti akan berubah menjadi anak yang baik lagi seperti dulu," ujar Alice.


Tidak sia-sia Alice datang dan curhat pada adiknya. Sekarang dia sudah memiliki senjata untuk menakuti anaknya agar bisa berubah menjadi anak yang baik lagi. Jujur saja, dia sudah lelah melihat kelakuan anaknya yang semakin hari malah semakin menjadi.




__ADS_1


Bersambung...


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2