
Di Rumah Sakit X
"Bagaimana mom? Apa dia bisa datang ke sini?" tanya Axton dengan penasaran.
"Bisa, hanya saja dia akan datang sedikit terlambat," jawab Claudia.
"Kenapa dia tidak bisa datang sekarang mom?" tanya Axton dengan kesal.
"Itu karena dia sedang fokus membuat penawar racun agar bisa menolong Ara. Karena percuma dia datang cepat ke sini sedangkan dia tidak bisa menolong Ara tanpa adanya penawar racun," jelas Claudia seraya menjelaskan alasan Antonio datang terlambat.
Dia bisa maklumi kenapa menantunya bisa kesal seperti itu. Itu sebabnya dia tidak akan memarahi menantunya karena bicara seperti tadi. Bagaimana pun sebagai suami pasti sangat khawatir jika istrinya dalam keadaan sekarat. Menantunya hanya takut jika istrinya semakin sekarat dikarenakan tidak ditangani dengan segera.
"Kau tenang saja Ax, daddy yakin Antonio pasti bisa menyelamatkan Ara karena dulu dia juga pernah menyelamatkan ayah mertua ku," ujar Alex seraya menenangkan Axton.
Alex ikutan bicara agar menantunya bisa tenang. Dia bisa merasakan seperti yang dirasakan oleh Axton karena Ara adalah anak yang sangat dia sayangi sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati hanya saja dia sengaja bersikap tenang agar istri dan menantunya tidak ikutan sakit gara-gara memikirkan keadaan Ara.
Saat mendengar perkataan mereka Axton yang tadinya khawatir sekarang bisa tenang walaupun hanya sedikit. Dia tadi emosi lantaran takut terjadi sesuatu pada istri yang sangat dia cintai.
"Iya dad," jawab Axton dengan singkat.
Beberapa jam kemudian, akhirnya Antonio sampai juga di rumah sakit X tempat dimana Ara di rawat. Setelah itu dia langsung menuju ke ruangan Ara tanpa perlu menanyakan lagi pada resepsionis. Karena dia sudah tahu dimana letak kamar Ara setelah di beritahukan oleh Claudia sewaktu telponan tadi.
Tak
Tak
Tak
Itulah bunyi langkah kaki Antonio saat berjalan menuju ke arah kamar Ara berada. Setelah melihat keberadaan Claudia dan juga keluarga nya dia langsung menyapa mereka dengan lembut yang dibalas dengan lembut dan sopan pula.
"Bagaimana An? Apa kamu sudah membawa penawar racunnya?" tanya Claudia dengan antusias. Dia tidak sabar melihat anaknya sembuh seperti dulu lagi.
"Sudah," jawab Antonio dengan singkat.
__ADS_1
"Syukurlah," ujar Claudia dengan perasaan lega.
"Kalau begitu kamu cepat berikan penawar racun itu pada istriku biar dia bisa segera sadar," titah Axton dengan tegas.
"Baik," jawab Antonio seraya memasuki ruangan Ara diikuti oleh dokter yang bertugas merawat Ara tadi.
Antonio yang melihat keadaan Ara langsung saja memberikan penawar racun yang sudah dia racik sendiri selama dia ada di rumahnya. Dia berharap racun yang diterima oleh Ara belum menyebar ke seluruh tubuhnya karena jika sampai itu terjadi kemudian besar Ara bisa meninggal dunia.
Beberapa menit kemudian
Cklek
"Bagaimana An?" tanya Claudia dengan perasaan cemas.
Sebelum menjawab pertanyaan Claudia Antonio menghela nafas terlebih dahulu setelah itu baru dia menjelaskan apa yang dia ketahui tentang keadaan Arrabella.
Dia berharap apapun yang dia katakan mereka bisa terima dengan lapang dada. Dia tidak ingin gara-gara mendengar keadaan anak mereka malah shock dan akhirnya pingsan karena tidak sanggup mendengarnya.
Antonio merasa kasihan akan nasib Claudia, semenjak ayah Claudia menikahi wanita ular itu Claudia yang dulunya bahagia bersama dengan ayahnya seketika lenyap begitu saja saat kehadiran dua manusia ular.
"Aku sudah melakukan semampuku masalah pulih tidaknya kita serahkan pada Tuhan. Saat ini Ara belum sadar mungkin penawar yang aku berikan belum sepenuhnya menyebar ke seluruh tubuhnya. Kita tunggu satu jam dulu jika dalam satu jam Ara tidak sadar juga maka dia akan dinyatakan koma," jelas Antonio.
Deg
Mendengar perkataan Antonio membuat mereka terkejut dan juga shock. Mereka sangat takut terjadi sesuatu pada Ara. Sedikit kemungkinan orang yang mengalami koma akan selamat itu sebabnya mereka takut jika Ara tidak bisa bertahan dan akhirnya meninggal dunia.
"Kenapa kita harus menunggu selama satu jam An? Bukannya dulu waktu mereka memberikan racun pada daddy ku dia masih sadar hanya kakinya saja yang lumpuh?" tanya Claudia dengan penasaran.
"Itu karena racun yang diberikan pada daddy kamu tidak terlalu bahaya berbeda dengan racun yang diberikan pada anakmu, bisa dikatakan racun yang sangat ganas dan berbahaya telat sedikit saja di tangani maka dia akan meninggal dunia," jelas Antonio lagi.
Deg
"Oh Tuhan... Tega sekali mereka melakukan itu pada anakku. Mereka benar-benar manusia keji yang tidak memiliki perasaan. Hanya karena harta mereka tega melukai anakku," ujar Claudia seraya terisak.
__ADS_1
"Sabar sayang, daddy yakin Ara pasti bisa melewati ini semua dan kita berdoa agar Ara bisa segera sadar dan berkumpul lagi bersama dengan kita," ujar Alex seraya menghibur istrinya.
Axton sangat emosi saat mendengar istrinya dalam bahaya. Saat dia ingin meninggalkan rumah sakit itu langsung di cegah oleh Alex sehingga Axton mengurungkan niatnya untuk pergi dari tempat itu.
"Mau kemana kamu Ax?" tanya Alex saat melihat menantunya yang ingin pergi dari tempat ini.
Axton yang ingin pergi langsung berhenti saat mendengar perkataan Alex." Aku mau pergi ke tempat orang-orang yang telah menyebabkan istriku menderita seperti ini," jawab Axton dengan penuh emosi.
"Emangnya kamu tahu dimana keberadaan mereka?" tanya Alex dengan kening mengkerut.
"Tidak," jawab Axton dengan polos.
Mendengar jawaban Axton ingin sekali Alex menendang bokong menantunya. Dia benar-benar tidak habis pikir pada menantunya yang tidak bisa menjaga emosi. Disaat seperti ini bukannya dia berada di sisi istrinya, ini dia justru malah ingin datang ke tempat para penjahat itu. Dia juga sama seperti Axton yang sangat kesal dan murka pada mereka tapi, dia bisa menahannya karena baginya anaknya lebih penting dibandingkan mengunjungi penjahat itu.
Dia tidak bisa tenang jika meninggalkan anaknya dalam keadaan kritis seperti ini. Dia takut akan menyesal jika sampai terjadi sesuatu pada anaknya sedangkan dia malah tidak berada di sisi anaknya.
"Jika kamu tidak tahu keberadaan mereka terus ngapain kamu pergi?" tanya Alex dengan kening mengkerut.
"Aku ingin memberikan pelajaran pada mereka karena telah menyebabkan istri ku menderita seperti ini," jawab Axton seraya menahan emosi.
"Biarkan mereka menjadi urusan daddy, yang perlu kamu lakukan sekarang tetap berada di sisi anakku. Aku tidak mau saat Ara sadar nanti kamu malah tidak ada di sana," ujar Alex.
"Daddy tidak tahu saja walaupun aku ada di sisi Ara tetap saja dia tidak akan melihat kearah ku," batin Axton dengan sendu.
"Baik dad," jawab Axton dengan pasrah.
•>>
•>>
•>>
>>Bersambung...
__ADS_1
>>🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼🌺🌺🌼🌼🌺🌺