Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 67 )


__ADS_3

Indonesia


Di Ruang Kerja Axton


"Apa tuan sudah mencintai nona muda?" Marcel sengaja menanyakan ini lantaran melihat atasannya seperti orang gelisah saat di tinggal istrinya.


"Tidak," jawab Axton dengan singkat.


"Apa tuan yakin?" tanya Marcel lagi.


"Sudah aku katakan kalau aku tidak mungkin mencintai wanita licik itu tapi kamu masih saja tidak percaya," balas Axton dengan kesal.


"Sudahlah tuan, tidak perlu malu mengakui perasaan tuan pada nona muda. Takutnya, nona muda malah jatuh pada laki-laki lain akibat tuan terlalu lama mengungkapkan perasaan tuan padanya." Marcel tidak berhenti mendesak atasannya agar mau mengakui perasaan nya sebelum atasannya menyesal kehilangan orang yang dia cintai.


Sebagai sahabat dia memiliki kewajiban mengingatkan nya agar tidak melakukan kesalahan yang akan membuat dia menyesal seumur hidupnya.


"Berapa kali aku katakan padamu kalau aku tidak mungkin jatuh cinta pada wanita itu. Jadi, berhenti bicarakan tentang wanita itu, jika kamu masih membicarakan wanita licik itu aku tidak segan-segan memecat kamu dari perusahaan ini." Axton sengaja memperingati asisten sekaligus temannya agar tidak lagi memaksa dirinya mengakui perasaan yang dia sendiri tidak sadar kalau dia sudah mencintai istrinya.


"Oke aku tidak akan lagi membahas masalah itu tapi, jangan menyesal bila suatu saat nanti nona muda menjadi milik orang lain," ujar Marcel.


Mendengar perkataan Marcel membuat Axton merasa cemas dan dia seperti tidak rela jika seandainya istrinya di miliki oleh orang lain. Tapi dia malah menyangkalnya dan menyakini kalau dia tidak mungkin jatuh cinta pada wanita licik itu.


"Aku tidak mungkin menyesal justru aku malah merasa bahagia bila wanita itu pergi jauh dari hidupku." Axton dengan penuh keyakinan mengatakan itu di depan Marcel padahal dalam hatinya dia tidak rela bila wanita yang sekarang sudah menjadi istrinya menjadi milik orang lain.


Marcel yang mendengar perkataan Axton hanya bisa menghela nafas pasrah dan geleng-geleng kepala. Dia tidak menyangka atasannya masih saja keras kepala karena tidak mau percaya pada perkataannya padahal dia mengatakan seperti itu demi atasannya juga agar tidak menyesal di kemudian hari saat melihat istrinya sudah menjadi milik orang lain.


"Apa tuan jadi menelpon nona muda?" tanya Marcel seraya mengalihkan pembicaraan.


"Iya, ini juga aku mau telpon dia," jawab Axton seraya menelpon Ara.


β€’


β€’


β€’


California


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo? Siapa ini?" tanya Elena asisten pribadi Arrabella. Pasalnya ponsel Ara saat ini ada di tangan asisten pribadinya dan Ara tidak menyimpan nomor ponsel suaminya karena bagi Ara, Axton bukanlah orang penting yang patut dia ingat jadi wajar Elena menanyakan pertanyaan itu.

__ADS_1


πŸ“ž "Berikan ponselmu pada atasan mu," titah Axton dengan tegas.


πŸ“ž "Siapa ini? Ada urusan apa anda dengan atasan saya?" tanya Elena dengan penasaran.


Dia tidak mengenal dengan orang ini jadi, mana mungkin dia mau menuruti perintah orang ini untuk memberikan ponselnya pada atasannya. Dia hanya takut orang yang sedang menghubungi dirinya salah satu musuh atasannya. Itu sebabnya dia harus waspada jangan sampai gara-gara ulahnya yang ceroboh malah menyebabkan atasannya dalam bahaya.


πŸ“ž "Jangan banyak tanya kasih saja ponselmu pada atasan mu itu." Axton sangat kesal pada asisten pribadi istrinya karena sudah membuang waktu berharganya dengan menayangkan pertanyaan yang tidak penting.


πŸ“ž "Jika anda tidak ingin memberitahu siapa anda maka saya tidak akan memberikan ponsel saya pada nona muda." Elena masih bersikeras tidak mau memberikan ponselnya pada atasannya sebelum orang yang menghubungi dirinya menyebut namanya.


πŸ“ž "Dasar asisten kurang ajar, cepat berikan ponsel mu pada istri ku." Axton yang sudah emosi langsung saja mengumpat Elena dengan kata-kata kasar.


Deg


"Mampus aku. Ternyata yang dari tadi menelpon ku adalah tuan muda Axton suami nona muda. Bagaimana kalau dia menyuruh nona muda memecatku karena sudah membuat dia emosi?" batin Elena dengan cemas.


πŸ“ž "Baik tuan muda tolong maafkan saya karena sudah tidak sopan tadi," balas Elena dengan cemas.


πŸ“ž "Cepat berikan ponselmu pada Ara sebelum kesabaran ku habis," titah Axton dengan kesal.


πŸ“ž "Baik tuan muda," jawab Elena seraya mengikuti perintah Axton.


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Ada apa El, apa kamu tidak lihat kalau aku sedang sibuk?" tanya Ara yang masih mengerjakan dokumen-dokumen yang sedang menumpuk di atas meja.


"Maafkan aku nona muda, ini ada tuan muda Axton yang ingin bicara dengan nona," jelas Elena dengan sopan. Walaupun dalam hati sangat takut jika sampai suami dari atasannya menyuruh atasannya memecat dirinya gara-gara tidak sopan tadi.


"Ck! Ada apa beruang kutub itu menelpon ku?" tanya Ara dengan kening mengkerut.


Mendengar perkataan Ara membuat Elena menahan tawanya. Dia tidak berani tertawa di depan atasannya takut di pecat.


"Tidak tahu nona," jawab Elena seraya memberikan ponsel atasannya.


πŸ“ž "Hallo? Ada apa?" tanya Ara tanpa basa-basi.


πŸ“ž "Kapan kamu kembali ke indonesia?" tanya Axton.


πŸ“ž "Bukannya aku sudah katakan padamu kalau aku tidak akan kembali ke sana lagi. Jadi, kamu tidak perlu menanyakan pertanyaan itu lagi?" tanya Ara.

__ADS_1


πŸ“ž "Jika kamu tidak kembali ke sini lagi lalu siapa yang akan mempromosikan produk terbaru perusahaan ku?" Axton sangat terkejut saat mendengar perkataan Ara yang tidak mau kembali ke indonesia padahal dia sangat berharap istrinya mau kembali ke sini lagi.


πŸ“ž "Ck! Bukannya kamu memiliki banyak model disana? Kamu bisa ambil salah satu model mu yang ada di sana untuk mengantikan aku. Yah, walaupun tidak ada satu model pun yang bisa mengimbangi aku." Ara masih sempat-sempatnya menyombongkan dirinya karena pada dasarnya apa yang di katakan oleh Ara semuanya benar adanya. Berbeda dengan Axton yang kesal setengah mati saat mendengar perkataan istrinya yang bisanya menyombongkan dirinya.


Pada saat Axton ingin angkat suara lagi tiba-tiba Ara malah mematikan ponselnya begitu saja sehingga membuat Axton makin kesal atas sikap istrinya yang menyebalkan.


πŸ“ž "Sudah dulu ya, aku sedang sibuk dan mulai sekarang jangan hubungi aku lagi karena kita sekarang tidak ada hubungan apa-apa lagi," ujar Ara seraya mematikan ponselnya.


Tut... Tut... Tut...


πŸ“ž "Hallo... Hallo?"


"Sial, dasar brengsek," umpat Axton saat melihat Ara mematikan ponselnya padahal dia belum selesai bicara.


"Ada apa tuan? Kenapa tuan keliatan emosi?" tanya Marcel dengan penasaran.


"Bagaimana aku tidak emosi belum selesai aku bicara dengan wanita licik itu dia sudah lebih dulu menutup telponnya. Bahkan dia mengatakan agar aku jangan menghubungi dia lagi karena kami berdua tidak memiliki hubungan apapun padahal kami sampai saat ini masih sah menjadi suami istri," jelas Axton dengan kesal.


Mendengar perkataan Axton membuat Marcel menahan tawanya. Dia tidak menyangka istri atasannya bisa bicara seperti itu padahal mereka sudah menikah tapi malah di katakan tidak memiliki hubungan.


"Apa artinya nona muda tidak akan kembali ke sini lagi?" tanya Marcel.


"Apa kamu tuli? Bukannya sudah aku katakan kalau Ara tidak mau aku hubungi dia lagi bukannya sudah menjelaskan kalau dia tidak ingin kembali ke sini lagi." Axton yang sedang kesal pada Ara malah melampiaskan pada asisten pribadi nya.


"Maafkan aku tuan," ujar Marcel.


"Pergi kamu dari sini bikin aku kesal saja," titah Axton seraya mengusir asisten pribadi nya.


"Ck! Dasar atasan kurang ajar, jika tidak ingat dia bos perusahaan ini sudah aku lempar dia dari atas gedung ini," batin Marcel dengan kesal.


"Baik tuan," jawab Marcel seraya pergi dari sana.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...


🌿🍠🍠||||🌼🌼|||||🍠🍠||||🌼🌼||||🍠🍠🌿

__ADS_1


__ADS_2