Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 74 )


__ADS_3

Di ruang Kerja Pribadi Alexander Lemos


Tok... Tok... Tok...


"Masuk," sahut seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


Cklek


"Katakan," titah Alex dengan tegas.


"Tuan, kami sudah tahu di mana letak keberadaan istri dan anak tuan," balas anak buah Alex.


"Katakan, dimana mereka?" tanya Alex dengan antusias. Dia sangat senang saat mengetahui keberadaan istri dan anaknya.


Saat Alex mengetahui istri dan anaknya tidak kembali dia langsung memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan istri dan anaknya. Alex sangat takut terjadi sesuatu pada istri dan anaknya pasalnya dia memiliki banyak musuh yang ingin menghancurkan dia lewat keluarganya.


Jika Alex terlihat antusias saat tahu keberadaan istri dan anaknya sedangkan anak buah Alex justru merasakan ketakutan. Mereka takut jika Alex akan murka pada mereka saat mengetahui berita yang mereka bawakan tidak sesuai keinginan atasan mereka sehingga mereka hanya bisa diam saat Alex ingin menanyakan keberadaan istri dan anaknya.


Brak


"Cepat katakan," bentak Alex yang kesal pada anak buahnya saat melihat mereka hanya terdiam sedari tadi padahal dia tidak sabar ingin mengetahui keberadaan istri dan anaknya.


"Kami sudah berhasil melacak keberadaan istri dan anak tuan tapi..."


"Cepat katakan bodoh." Alex sudah geram terhadap anak buahnya yang sudah membuat dia penasaran akan keberadaan istri dan anaknya.


Jika saja mereka tidak membawa kabar tentang keberadaan istri dan anaknya sudah sejak tadi dia lenyapkan mereka karena sudah membuat dia menunggu terlalu lama.


"Lokasinya dijalan X tuan," jawab anak buah Alex.


"Ayo kita pergi ke sana," ajak Alex dengan wajah berseri.

__ADS_1


"Kami sudah pergi ke sana tapi istri dan anak tuan tidak ada disana mungkin saja istri dan anak tuan telah terjun ke dasar jurang beserta dengan mobilnya," jelas anak buah Alex dengan wajah ketakutan. Mereka sangat takut dibunuh oleh Alex lantaran membawa kabar buruk mengenai istri dan anaknya.


"Apa," teriak Alex yang terkejut saat mendengar perkataan anak buahnya. Dia tidak percaya istri dan anaknya meninggal.


"Ini tidak mungkin, istri dan anakku pasti masih hidup mereka tidak mungkin meninggalkan aku." Alex yang selama ini terlihat tegar sekarang dia menangis saat mendengar kabar buruk tentang istri dan anaknya. Dia tidak sanggup mendengar kabar tentang istri dan anaknya yang meninggal dalam kecelakaan tragis seperti itu.


"Itu benar tuan, kami sudah melihat sendiri mobil yang dipakai oleh istri tuan terjun ke dasar jurang. Kecil kemungkinan mereka masih hidup karena jurangnya sangat dalam apalagi mobil yang mereka pakai hangus terbakar." Anak buah Alex ikut merasakan sedih saat melihat atasannya menangis.


Baru kali ini mereka melihat atasannya menangis karena biasanya mereka hanya melihat wajah dingin dan datar saat berinteraksi dengan mereka. Tapi sekarang, mereka melihat sendiri atasan mereka menangis karena ditinggalkan oleh istri dan anaknya.


"Mobilnya terbakar?" tanya Alex dengan kening mengkerut.


"Iya tuan," jawab anak buah Alex dengan singkat.


"Lalu bagaimana kalian bisa menemukan lokasi keberadaan istri dan anakku?" tanya Alex dengan penasaran.


"Dengan melacak ponsel istri tuan," jawab anak buah Alex.


"Di atas dekat jurang dimana tempat istri dan anak tuan berada," jawab anak buah Alex lagi.


"Ck! Sepertinya ada seseorang yang ingin bermain-main dengan ku. Mereka sungguh bodoh karena meninggalkan jejak sehingga aku bisa tahu bahwa istri dan anakku pasti masih hidup hanya saja mereka saat ini pasti sedang disekap disuatu tempat yang tak dapat kita temukan." Alex yang tadi merasa hancur saat mengetahui kematian istri dan anaknya.


Tetapi sekarang dia bisa bernafas lega saat tahu istri dan anaknya masih hidup. Dia hanya perlu menyerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan istri dan anaknya yang dia yakini sedang berada di suatu tempat yang tak dapat dia jangkau. Tapi dia sangat yakin pasti bisa menemukan keberadaan mereka apalagi dia memiliki anak buah yang sangat banyak dan yang pasti pintar di bidang IT.


"Maksud tuan apa?" tanya anak buah Alex dengan penasaran.


"Coba kalian bayangkan, jika istri dan anakku kecelakaan dan jatuh ke jurang seharusnya ponselnya pun pasti ikut terjatuh ke jurang bukannya malah tertinggal di atasnya," jelas Alex yang merasa ada kejanggalan yang terjadi terhadap istri dan anaknya.


Mana mungkin ponsel istrinya bisa ada di atas sedangkan mobil beserta istri dan anaknya ikut terjatuh ke dasar jurang. Mereka pasti sengaja meninggalkan ponsel istrinya di atas jurang agar Alex bisa melacak keberadaan istri dan anaknya. Dan mereka pasti berpikir jika Alex akan menyimpulkan bahwa istri dan anaknya meninggal dalam kecelakaan tanpa orang itu ketahui bahwa Alex sangat pintar dan tidak bisa di bodohi oleh mereka.


Berbeda dengan anak buah Alex yang terkejut saat mendengar perkataan atasannya. Mereka merasa jadi orang bodoh karena tidak bisa berpikir seperti atasan mereka. Mereka pikir istri dan anak atasan mereka meninggal karena mobilnya terjun ke dasar jurang padahal mereka sedang di bodohi oleh penculik itu untuk mengelabui mereka.

__ADS_1


"Benar tuan, sepertinya mereka sengaja meninggalkan ponsel nyonya besar di atas agar kita bisa melacak keberadaan mereka sekaligus berpikir bahwa istri dan anak tuan telah meninggal." Setelah mendengar perkataan Alex mereka langsung tahu bahwa ini hanyalah akal-akalan mereka untuk mengecoh mereka agar tidak berpikir bahwa anak dan istri atasan mereka ternyata masih hidup.


"Kurang ajar, bagaimana caranya kita bisa menemukan keberadaan istri dan anakku?" Alex sangat frustasi saat memikirkan keberadaan istri dan anaknya yang tak kunjung ketemu. Dia tidak bisa hidup tenang lantaran belum mengetahui keadaan istri dan anaknya.


"Selain ponsel nyonya besar apa tuan ada memberikan alat pelacak lain pada tubuh istri atau anak tuan?" tanya anak buah Alex dengan hati-hati.


Mendengar perkataan anak buahnya membuat Alex terdiam dan sedang berpikir apa dia ada memberikan alat pelacak lain atau tidak.


"Yah, aku baru ingat, aku pernah membuat sebuah kalung liontin untuk putriku sewaktu dia masih kecil dulu dan didalam liontin itu ada alat pelacak yang sengaja aku pasang agar sewaktu-waktu anakku di culik maka aku bisa langsung bisa melacak keberadaan dia," ujar Alex dengan antusias. Sekarang dia bisa lega karena dengan adanya liontin itu maka dia bisa mengetahui keberadaan mereka. Dia tidak sabar membebaskan istri dan anaknya dari tangan penjahat yang berniat buruk pada keluarga nya.


"Kalau begitu kita bisa melacak keberadaan istri dan anak tuan dengan segera." Sama seperti Alex yang merasakan kelegaan mereka pun ikut merasakan nya. Itu tandanya mereka selamat dari kemurkaan atasan mereka.


"Yah, cepat lakukan," titah Alex dengan tegas.


"Baik tuan," jawab anak buah Alex.


"Aku tidak sabar bertemu dengan istri dan anak ku dan aku bersumpah akan menghancurkan orang-orang yang telah berani menculik istri dan anakku," ujar Alex seraya mengepalkan tangannya dengan tatapan penuh emosi.


Glek


"Inilah alasan kenapa aku sangat takut berurusan dengan tuan Alex karena dia benar-benar sangat menakutkan saat sedang marah makanya aku dari dulu hingga sekarang masih setia padanya lantaran takut mati mengenaskan di tangan tuan Alex," batin anak buah Alex seraya menelan ludahnya sendiri.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...


🌿🍠❀❀🌼🌼🍠🍠❀❀🌼🌼🍠🌿

__ADS_1


__ADS_2