Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 33 )


__ADS_3

Di Mansion Alexander Lemos


"Bagaimana Lex? Apa kamu mau menerima lamaran kami?" tanya Maxim dengan penuh harap.


"Aku tidak bisa menjawabnya, biarkan Ara yang tentukan mau menerima perjodohan ini ataupun menolaknya. Karena aku tidak ingin memaksakan anakku, bagaimanapun dia yang menjalani pernikahan. Itu sebabnya aku ingin anakku bisa hidup bahagia setelah menikah nanti," balas Alex.


"Bagaimana sayang? Apa kamu mau menikah dengan anak papa?" tanya Maxim pada putri angkatnya.


"Maaf pa, aku tidak bisa menerima perjodohan ini karena aku masih ingin merintih karir agar semakin sukses dibandingkan sekarang. Jika aku menikah sekarang maka aku tidak akan fokus lagi dalam berkarir, itu sebabnya aku menolak perjodohan ini. Dan aku sangat yakin diluar sana pasti masih banyak perempuan yang ingin menikah dengan anak papa. Jadi, papa jodohkan saja anak papa dengan wanita lain yang ada diluar sana," balas Ara dengan sopan.


Mendengar perkataan Ara membuat Xavier terkejut. Dia tidak menyangka lamaran nya malah ditolak oleh Ara. Padahal dia sudah sangat berharap bisa menikah dengan Ara. Tapi, sekarang dia harus kecewa lantaran ditolak oleh wanita yang sangat dia cintai.


Berbeda dengan Axel merasa sangat bahagia saat mendengar Wanita yang sangat dia cintai menolak lamaran dari sepupunya. Itu artinya dia masih memiliki kesempatan untuk menikah dengan Ara. Dia berharap Ara mau menerima dia untuk menjadi suaminya.


"Selain alasan itu masih ada alasan lain sehingga kak Ara menolak lamaran ku?" tanya Xavier dengan penasaran.


"Ck! Kau masih belum sadar kenapa aku menolak menjadi istri mu?" tanya Ara seraya menatap ke arah Xavier.


"Aku tidak tahu, makanya kak Ara kasih tahu apa alasan kak Ara menolak lamaran ku? Biar aku bisa merubah sesuai keinginan kak Ara," ujar Xavier.


"Jika kau ingin tahu alasan aku menolak mu maka dengar ini baik-baik. Aku tidak mungkin menikah dengan anak kecil yang tidak memiliki apapun seperti kamu. Kau harus tahu aku ini wanita yang sangat matre, itu sebabnya aku ingin memiliki suami orang kaya agar dia bisa memenuhi semua kebutuhan ku yang sangat banyak," balas Ara.


Mendengar perkataan Ara membuat mereka semua yang ada disana melongo dan juga terkejut. Mereka tidak menyangka Ara akan mengatakan perkataan seperti itu. Ternyata apa yang dikatakan oleh orang-orang yang ada di luar sana benar adanya kalau Ara adalah wanita yang sangat licik dan juga matre.

__ADS_1


"Apa sekarang papa sudah sadar kalau calon menantu papa adalah wanita matre? Lihat saja, dia dengan terang-terangan mengatakan kalau dia hanya ingin menikah dengan laki-laki kaya raya. Sedangkan anak kita dia masih kecil dan belum pandai dalam mengelola perusahaan papa. Aku sangat takut jika Ara menikah dengan anak kita dia akan merebut semua harta kita seperti yang dia lakukan pada ayah kandungnya sendiri," bisik Alice pada suaminya.


"Jika kita membatalkan perjodohan ini bagaimana dengan nasib anak kita ma? Dia pasti akan sakit hati jika tiba-tiba perjodohan ini dibatalkan begitu saja. Padahal anak kita sudah sangat berharap bisa menikah dengan putri Alexander," ujar Maxim.


"Biarkan dia sakit hati sekarang dari pada dia tambah sakit hati saat menikah nanti. Karena Ara bukan wanita yang tepat untuk anak kita. Dia hanya menginginkan laki-laki dewasa, dan kaya raya sedangkan anak kita masih bergantung pada kita. Mana mungkin anak kita sanggup memenuhi kebutuhan Ara yang sangat banyak itu," ujar Alice.


"Kak Ara jangan khawatir karena aku pasti bisa memenuhi kebutuhan kak Ara karena aku akan mengantikan posisi papa di perusahaan nya itu," ujar Xavier seraya menyakinkan Ara agar mau menerima dia menjadi suaminya.


"Walaupun kau sudah menjadi Ceo diperusahaan papamu itu tetap saja aku tidak ingin menikah dengan mu karena aku tidak mau memiliki mertua seperti ibumu itu. Kau tahu dari kecil hingga dewasa aku tidak pernah akur dengan ibumu. Lebih baik kau cari wanita lain saja karena aku tidak mau menikah dengan mu," ujar Ara dengan tegas menolak lamaran Xavier.


"Kau pikir aku mau memiliki menantu seperti kamu," sahut Alice dengan kesal.


"Jika aunty Lilis tidak mau menerima ku sebagai menantu aunty. Kenapa juga aunty datang ke sini melamar ku? Ah... aku tahu, aunty sengaja bicara seperti ini biar tidak malu kalau anaknya baru saja aku tolak."


"Sial, kenapa ingatan anak ini sangat tajam? Padahal waktu itu dia masih sangat kecil tapi, anak ini masih saja mengingat perkataan ku dulu," batin Alice.


"Asal kamu tahu, aku juga tidak ingin anak ku menikah dengan wanita matre seperti mu. Jika bukan karena anakku yang memaksa maka aku tidak akan setuju Xavier menikah dengan mu," ujar Alice.


"Kau dengar itu Xavier, ibumu tidak akan setuju jika kau menikah dengan ku. Jadi buang semua keinginan kamu untuk menikah dengan ku. Lebih baik kamu menikah dengan wanita pilihan ibumu. Karena aku tidak mau hidup menderita dengan memiliki mertua kejam seperti ibumu," ujar Ara seraya memasang wajah ketakutan.


"Bukannya kau yang lebih kejam dibandingkan aku?"


"Lihat itu kak Alex, anakmu dari kecil hingga dewasa dia masih saja licik persis seperti kamu. Dia menuduh aku kejam nyatanya dia yang lebih kejam. Dasar wanita licik," umpat Alice dengan kesal.

__ADS_1


"Udah deuh aunty bawa pulang anakmu sana. Karena aku tidak mau menerima dia menjadi suami ku. Karena aku hanya ingin menikah dengan laki-laki yang tepat yang pasti dia bukan anakmu," ujar Ara dengan tanpa perasaan.


"Cukup Ara. Kenapa kamu bicara seperti itu pada aunty kamu sendiri hah? Mommy tidak pernah mengajari kamu bicara kasar pada orang yang lebih tua dari pada kamu," ujar Claudia seraya membentak anaknya.


"Tapi aunty Lilis duluan yang memancing Ara mom. Jika dia tidak memancing ku mana mungkin aku bicara kasar seperti ini," balas Ara yang tidak mau disalahkan.


"Sudah ma, jangan lagi mencari masalah dengan Ara. Mama sudah tahu bagaimana sifat Ara, jika mama memancing dia maka Ara akan lebih menyakiti kamu dengan perkataan yang lebih pedas dari pada ini," bisik Maxim seraya menenangkan istrinya saat melihat istrinya mau membalas perkataan Ara.


"Kau selalu menyalahkan orang lain. Padahal kamu sendiri yang mencari masalah. Apa kau pikir mommy tuli tidak bisa mendengar kalau kamu lah yang dari tadi mencari masalah dengan aunty mu?" Claudia benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan anaknya yang selalu menyalahkan orang lain padahal sudah jelas anaknya yang salah tapi malah menyalahkan orang lain.


"Kenapa mommy malah membela aunty Lilis dibandingkan aku yang anak mommy sendiri?" tanya Ara dengan kesal.


"Itu karena kamu yang salah, wajar kalau mommy lebih membela aunty mu dibandingkan kamu," balas Claudia.


"Sial, kenapa mommy malah membela aunty Lilis sih? Kalau begini bisa-bisa aku kalah dan aunty Lilis pasti akan senang karena bisa mengalahkan aku. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus membalas aunty Lilis agar dia tahu kalau aku tidak mudah untuk dikalahkan," batin Ara.





Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2