Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 46 )


__ADS_3

Di Mansion Axton George


"Kenapa sekarang hidupku malah menderita seperti ini sih? Apa aku bisa tidur di kamar sempit dan pengap seperti ini? Jika aku tahu akan mengalami nasib seperti ini lebih baik aku tinggal di California dari pada harus hidup menderita bersama laki-laki brengsek itu. Aku sangat yakin laki-laki itu pasti sengaja balas dendam padaku gara-gara mempermalukan dia di depan semua orang."


"Ah... sial. Aku lapar banget lagi, lebih baik aku mencari makan dulu dari pada sakit nanti," ujar Ara seraya turun ke dapur.


"Euh, nona muda! Sedang apa disini non?" tanya asisten rumah dengan sopan.


"Aku lapar bi... Apa bibi bisa buatkan aku pasta?" tanya Ara.


"Maaf non bukannya bibi tidak mau membuatkan nona muda makanan tapi, tuan muda sudah berpesan pada bibi agar jangan melakukan apapun perintah nona muda," ujar asisten rumah dengan tatapan bersalah.


Mendengar perkataan asisten rumah Axton membuat Ara terkejut dan juga shock. Dia tidak menyangka Axton akan melakukan hal seperti ini padanya. Sekarang dia benar-benar bingung harus melakukan apa. Pasalnya dia tidak bisa memasak jika dia memesan makanan pun pasti akan lama datang sedangkan dia sudah sangat lapar karena sejak dia mendarat belum makan sedikitpun.


"Kak Axton tidak akan tahu jika bibi buatkan aku makanan. Karena dia saat ini sedang berada di kamarnya," ujar Ara seraya membujuk asisten rumah agar mau membuatkan dia makanan.


"Walaupun tuan muda tidak ada disini dia tetap akan tahu non. karena setiap penjuru mansion ini sudah dipasang CCTV oleh tuan muda," jelas asisten rumah.


"Dasar laki-laki brengsek. Jika begini aku bisa mati perlahan-lahan karena tidak bisa makan lantaran nggak ada yang buatkan makanan untuk ku," batin Ara dengan kesal.


"Biar aku buatkan sendiri saja, lebih baik bibi kerjakan yang lain saja," titah Ara.


"Apa nona muda yakin bisa mengerjakan sendiri?" tanya asisten rumah dengan penasaran.


"Tentu saja bisa," jawab Ara dengan penuh keyakinan.


"Kalau begitu bibi pamit dulu," ujar asisten rumah seraya pergi dari sana setelah melihat anggukan kepala oleh Ara.


Melihat asisten rumah sudah pergi langsung saja Ara membuka youtube agar dia bisa mempelajari cara memasak pasta biar enak dan layak untuk dimakan. Tapi sayang, walaupun dia sudah melihat cara memasak di youtube tetap saja dia tidak bisa memasak.


Tak lama kemudian


Prang


Pyar


Bruk


Terdengar suara pecahan barang yang jatuh di atas lantai sehingga menyebabkan dapur seperti kapal pecah. Saat mendengar suara benda yang berjatuhan langsung saja asisten rumah menghampiri Ara. Saat dia melihat keadaan dapur membuat dia terkejut dan juga shock. Bagaimana tidak, dapur yang tadinya bersih sekarang malah berantakan. Apalagi sekarang wajah istri majikannya malah terlihat kacau balau. Sebenarnya dia ingin tertawa saat melihat keadaan istri majikannya tetapi dia berusaha menahannya karena takut dimarahi olehnya.


"Astaga, apa yang terjadi? Kenapa dapurnya malah berantakan seperti ini?" tanya asisten rumah yang merasa kaget saat melihat keadaan dapur seperti kapal pecah.

__ADS_1


"Maaf bi, aku tidak sengaja," ujar Ara yang merasa bersalah karena sudah menghancurkan barang milik Axton.


"Apa nona muda bisa memasak?" tanya asisten rumah dengan penasaran.


"Tidak bisa bi, jangan kan untuk memasak pergi ke dapur saja aku tidak pernah," jawab Ara dengan tatapan polos.


"Astaga, kenapa nona muda tidak bilang pada bibi tadi kalau nona muda tidak bisa memasak?" tanya asisten rumah.


"Emangnya jika aku katakan apa bibi mau buatkan makanan untukku?" tanya Ara sedangkan asisten rumah hanya terdiam seperti patung karena dia tidak tahu harus menjawab apa.


"Kenapa diam? Bibi tidak mau masakin aku makanan karena takut sama kak Axton kan? Padahal aku sudah meminta pada bibi agar mau masakin aku makanan tapi, bibi tetap saja tidak mau. Dari pada aku kelaparan lebih baik aku mencoba sendiri walaupun hasilnya tidak sesuai yang aku harapkan," ujar Ara.


"Siapa yang melakukan ini?" tanya Axton yang tiba-tiba sudah ada di hadapan mereka seraya menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam.


"Maaf tu..."


"Aku," sahut Ara seraya menatap balik Axton yang tak kalah tajamnya.


"Kenapa kau menghancurkan barang milikku hah?" tanya Axton seraya membentak Ara.


"Ini semua salah mu. Jika saja kamu mengizinkan bibi memasak makanan untuk ku maka aku tidak akan menghancurkan barang milik mu," ujar Ara seraya menyalahkan Axton.


"Jika kau tidak bisa memasak seharusnya kau pesan saja makanan yang ada diluar bukannya malah menghancurkan barang milik ku." Axton bukannya meminta maaf pada Ara karena sudah menyiksa Ara tanpa perasaan sedikitpun. Tetapi dia justru menyalahkan Ara karena sudah menyebabkan barang milik nya hancur seperti ini.


"Dasar laki-laki kejam tak punya perasaan. Lihat saja nanti aku akan adukan kamu pada mami dan papi karena sudah menyiksa aku seperti ini," ujar Ara seraya menahan emosi.


Tanpa aba-aba langsung saja Ara menginjak kaki Axton hingga dia mengaduh kesakitan. Setelah itu Ara langsung pergi dari sana menuju ke arah kamarnya berada.


"Dasar wanita gila," umpat Axton dengan kesal.


"Tuan... Apa bibi boleh memasak makanan buat nona muda?" tanya asisten rumah dengan hati-hati.


"Tidak perlu," jawab Axton dengan singkat.


"Tapi tuan, sejak tadi nona muda belum makan sedikitpun. Bagaimana kalau dia sampai jatuh sakit?" tanya asisten rumah dengan panik.


"Ya sudah. Buatkan makanan untuk nya, aku tidak mau jika dia sampai jatuh sakit," titah Axton dengan tegas.


"Baik tuan muda," jawab asisten rumah dengan sopan.


"Jangan lupa bersihkan tempat ini hingga bersih seperti semula," titah Axton.

__ADS_1


"Siap tuan muda," jawab asisten rumah dengan cepat.


Di Kamar Tamu


"Dasar laki-laki brengsek. Dia pasti sengaja bikin aku sengsara karena kesal padaku gara-gara mempermalukan dia di depan semua orang. Aku benar-benar menyesal karena kabur dari negara aku sendiri. Jika saja aku tidak kabur dari sana pasti hidupku tidak akan menderita seperti ini," ujar Ara.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Hallo? Ada apa Jen?" tanya Ara dengan penasaran.


πŸ“ž "Hallo Ra! Apa kamu sudah sampai di Indonesia?" tanya Jennifer dengan penasaran.


πŸ“ž "Sudah," jawab Ara dengan lesu.


πŸ“ž "Ada apa dengan mu? Kenapa kamu terlihat tidak semangat seperti itu? Apa tinggal di Indonesia tidak enak sehingga kamu terlihat lesu seperti itu?" tanya Jennifer dengan penasaran.


πŸ“ž "Aku bukannya tidak suka tinggal di Indonesia hanya saja aku menyesal pergi ke negara ini hingga aku mengalami musibah yang mengharuskan aku menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal dan cintai," jelas Ara.


πŸ“ž "Apa?" teriak Jennifer yang terkejut saat mendengar perkataan Ara.


πŸ“ž "Jangan bilang kalau kamu sekarang sudah menikah dengan laki-laki Indonesia," ujar Jennifer dengan tatapan tak percaya.


πŸ“ž "Iya, gara-gara ulah ku sendiri sekarang malah berakhir menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai," balas Ara dengan lesu.


πŸ“ž "Oh my god. Kenapa kamu bisa sampai menikah dengan laki-laki itu Ra?" tanya Jennifer yang merasa terkejut saat mendengar perkataan Ara.


πŸ“ž "Panjang ceritanya Jen. Jika kamu mau mendengarkan penjelasan dari ku maka kamu pergi ke sini sekalian menghadiri acara resepsi pernikahan aku dengan laki-laki brengsek itu," ujar Ara.


πŸ“ž "Oke, aku akan datang ke sana," jawab Jennifer dengan penuh keyakinan.


πŸ“ž "Oke, aku tunggu kamu datang ke indonesia," jawab Ara seraya mematikan ponselnya.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿

__ADS_1


__ADS_2