Terjebak Drama Queen

Terjebak Drama Queen
( Bab 19 )


__ADS_3

"Nona... Nona..." Terdengar suara seseorang yang sedang memanggil atasannya dengan wajah panik.


"Ada apa sih? Kenapa kamu terlihat panik begitu?" tanya seseorang dengan penasaran.


"Apa nona Gisel sudah melihat berita hari ini?" tanya orang itu pada atasannya.


Yah, orang itu adalah Gisela Arumi sedangkan orang yang sedang bicara dengannya adalah asisten pribadinya.


"Berita apa? Kalau bicara itu yang jelas, jangan bikin orang penasaran seperti ini," ujar Gisela yang masih asyik bersantai di ruang keluarga yang ada di Apartemen pribadinya.


"Coba nona lihat berita ini," ujar asisten pribadinya seraya memperlihatkan berita yang ada di HP nya.


( Seorang model dan artis bernama Gisela Arumi terlibat standar dengan beberapa pengusaha yang sudah berumur. Tidak hanya itu, ternyata ibunya seorang pelakor yang tega merebut suami dari wanita lain hanya untuk mengubah hidupnya yang dulu hidup dalam kesusahan)


Itulah berita yang sedang dilihat oleh Gisela Arumi sehingga membuat dia emosi karena tidak terima namanya dijelekan di sosial media. Bahkan banyak orang-orang yang mengutuk dan menghina ibu dan anak itu gara-gara berita yang sedang viral itu.


"Apa-apaan ini? Siapa yang menyebarkan berita ini?" tanya Gisela dengan penuh emosi.


"Aku juga tidak tahu nona," balas asisten pribadinya dengan wajah ketakutan saat melihat atasannya sedang emosi.


"Kurang ajar, aku tidak terima dipermalukan seperti ini," ujar Gisela dengan penuh kemarahan.


Bruk


Prang


Pyur


Terdengar suara benda jatuh saat dilempar oleh Gisela karena emosi saat melihat berita yang sedang viral. Dia sangat takut gara-gara berita ini karir yang selama ini dia pertahankan akan hancur.


"Tenang nona," ujar asisten pribadinya seraya menyenangkan atasannya.


"Bagaimana bisa aku tenang, sedangkan diluar sana pasti orang-orang pada membicarakan tentang diriku yang disebut sebagai anak pelakor sekaligus simpanan om-om," ujar Gisela dengan penuh kemarahan.


Mendengar perkataan atasannya membuat asisten pribadinya itu terdiam seperti patung. Karena dia tidak tahu bagaimana cara menenangkan atasannya agar tidak mengamuk lagi.


β€’


β€’


β€’

__ADS_1


Jika di Apartemen Gisela sedang terjadinya keributan akibat amukan Gisela saat melihat beritanya yang sedang viral di jagat maya. Sedangkan di Apartemen Jennifer, Ara dan lainnya justru malah sedang merayakan kehancuran Gisela.


"Kau benar-benar hebat Ra? Aku sangat yakin dengan adanya pemberitaan ini wanita itu pasti akan segera hancur sama seperti para model yang dulu mencari masalah dengan mu," ujar Jennifer.


"Itu sudah pasti," ujar Ara dengan senyum penuh kemenangan.


"Apa dia tahu kalau kamu adalah dalang dari kehancuran wanita itu?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Untuk saat ini dia pasti tidak akan tahu kalau aku yang menyebarkan berita itu. Tapi, jika dia mengingat semua ancaman yang aku lakukan padanya, pasti dia akan curiga kalau akulah orang yang menyebabkan kehancuran dia," balas Ara dengan santai.


"Apa kamu tidak takut jika wanita itu membalas dendam terhadapmu?" tanya Jennifer.


"Kenapa aku harus takut padanya?" tanya Ara dengan kening mengkerut.


"Iya, aku tahu kamu pasti tidak akan merasa takut pada siapapun. Tapi, bagaimana kalau wanita itu membalaskan sakit hatinya pada adik mu Reagan?" tanya Jennifer.


"Kenapa dia ingin membalaskan dendam pada Reagan sedangkan dia tidak tahu kalau aku adalah kakak kandung dari Reagan?" tanya Ara.


"Iya, juga ya," jawab Jennifer seraya menepuk keningnya sendiri." Kenapa aku bisa lupa kalau kamu tidak pernah mempublikasikan indentitas aslimu pada media?"


"Sudah, lupakan saja masalah itu," ujar Ara yang tidak ingin membahas masalah itu lagi.


Dreet... Dreet... Dreet...


πŸ“ž "Ra, apa kamu sudah melihat berita tentang Gisela artis yang kemarin beradu akting dengan mu?" tanya pak Ardi.


πŸ“ž "Berita apa pak? Aku dari tadi tidak melihat berita apapun karena aku lagi sibuk pemotretan," ujar Ara yang pura-pura tidak tahu. Padahal dialah pelaku dari berita yang menimpa Gisela. Tapi lihat sekarang, dia bicara seolah-olah tidak tahu apapun.


πŸ“ž "Dalam berita itu mengatakan kalau Gisela adalah anak dari pelakor dan juga simpanan om-om," jelas Pak Ardi.


πŸ“ž "Apa?" teriak Ara dengan wajah pura-pura terkejut.


"Oh Tuhan... Aku akui dia benar-benar sangat pandai berakting. Pantas saja dia disebut Drama Queen karena dia benar-benar sangat berbakat dalam melakukan akting sehingga orang-orang pada percaya pada semua perkataannya tanpa curiga sedikitpun," batin Jennifer seraya geleng-geleng kepala saat melihat kelakuan Ara.


πŸ“ž "Apa berita itu benar pak" tanya Ara yang masih menampakkan wajah pura-pura terkejut.


πŸ“ž "Tentu saja benar," jawab Pak Ardi.


πŸ“ž "Jika berita itu benar, saran aku lebih baik Gisela diganti saja dengan artis lain agar film yang pak Ardi buat tidak dihujat oleh masyarakat karena membiarkan Gisela main di film itu," ujar Ara.


πŸ“ž "Kau benar juga. Untung aku belum tayangkan film itu, jika saja aku sudah tayangkan film itu pasti film itu akan gagal gara-gara membiarkan artis yang sedang bermasalah ada di film yang aku buat," ujar pak Ardi yang membenarkan perkataan Ara.

__ADS_1


Mendengar perkataan pak Ardi membuat Ara bahagia. Karena rencananya membuahkan hasil. Sekarang dia tinggal menunggu kehancuran Gisela sampai dia tidak berani untuk menampakkan dirinya lagi di depan publik.


"Sudah aku ingatkan untuk menjauhi adikku Reagan. Tapi, kamu malah tidak mendengarkan perkataan ku. Sekarang kamu terima saja kehancuran mu akibat kebodohan dirimu sendiri," batin Ara dengan senyum penuh kemenangan.


πŸ“ž "Siapa kira-kira yang cocok untuk mengantikan Gisela sebagai pemeran antagonis?" tanya pak Ardi seraya meminta saran dari Ara.


πŸ“ž "Entahlah. Bukannya pak Ardi yang lebih tahu siapa yang lebih pantas mengantikan Gisela?" tanya Ara.


Dia tidak mau ambil pusing masalah ini. Karena yang dia mau cuma ingin membuat Gisela dipecat dari pekerjaannya dan juga ingin membuat karirnya di dunia berfilman maupun pemodelan segera hancur. Dan usahanya sekarang membuahkan hasil, sebentar lagi wanita itu pasti akan hancur akibat ulahnya sendiri.


πŸ“ž "Oke, nanti aku pikirkan siapa yang lebih pantas untuk mengantikan Gisela sebagai pemeran antagonis," ujar pak Ardi.


πŸ“ž "Kalau tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, aku tutup telponnya dulu," ujar Ara dengan sopan.


πŸ“ž "Iya," jawab pak Ardi seraya mematikan smartphone nya.


Plok


Plok


Plok


"Kau benar-benar artis yang sangat hebat Ra, aku salut padamu," ujar Jennifer yang bangga terhadap Ara.


"Jika aku tidak hebat, mana mungkin aku bisa terkenal seperti ini," ujar Ara.


"Apa kamu akan kembalikan kartu ATM adikmu jika masalah ini sudah selesai?" tanya Jennifer dengan penasaran.


"Tergantung dianya. Jika dia masih melakukan hal bodoh maka aku akan memblokir kartu dia untuk selamanya," balas Ara tanpa perasaan sedikitpun.


"Kau ini benar-benar kakak yang sangat kejam dan tidak memiliki perasaan," ujar Jennifer.


"Jika aku kejam dan tidak memiliki perasaan pasti sudah lama aku mengusir Reagan ke jalanan," ujar Ara sedangkan Jennifer hanya diam saja tanpa menyahuti perkataan Ara. Karena percuma dia menyahuti perkataan Ara yang ada dia sendiri yang kalah lebih baik dia diam dari pada melawan Ara.


β€’


β€’


β€’


Bersambung...

__ADS_1


🌿🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼||||🌼🌼🌿


__ADS_2