Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Hamil


__ADS_3

Merasa ada yang tak beres ditubuh nya, Aerin pergi kerumah sakit untuk periksa. Meski dia sudah bisa menebak bahwa ada janin yang tumbuh didalam rahim nya.


Wanita itu terhenti sejenak sambil memejamkan matanya lelah. Dia berusaha kuat setengah mati untuk tak meneteskan air mata kali ini. Tidak lucu jika dia terus menangis. Dia harus kuat dan bisa melewati semua ini.


Wanita itu berjalan memasuki koridor rumah sakit. Dia berusaha tenang dan menerima kenyataan. Ke rumah sakit hanya untuk memastikan dan memeriksa sesuatu yang mungkin saja sudah berdiam nyaman didalam rahim nya.


"Silahkan masuk, Nona," ucap seorang perawat.


"Terima kasih, Sus," jawab Aerin membungkuk hormat lalu, wanita cantik itu masuk kedalam ruangan dokter kandungan.


"Selamat siang dengan Nona Aerin?" ujar sang dokter sambil membaca data yang sudah masuk saat Aerin daftar.


"Iya, Dok. Benar," jawab Aerin tersenyum manis.


"Mari Nona, silahkan naik keatas ranjang. Saya akan memeriksa Anda," ajak sang dokter.


Aerin mengangguk. Lalu wanita cantik itu naik keatas brangkar.


Sang dokter membuka pelan baju yang di pakai Aerin dibagian perut nya. Lalu dia menuangkan gel diatas perut Aerin. Sedangkan Aerin sudah pasrah dengan takdir hidup yang tak pernah dia bayangkan sama sekali. Hidupnya hancur hanya karena kesalahan satu malam.


"Usia kandungan Anda sudah memasuki Minggu keempat, Nona," jelas dokter.


Benar, dia benar-benar hamil. Rasanya Aerin ingin menangis sekencang-kencangnya. Antara sedih dan juga bahagia. Bukan dia tak bahagia diberikan kepercayaan oleh Tuhan untuk menjadi seorang ibu. Hanya saja bagaimana nanti nasib anaknya yang harus lahir tanpa seorang ayah.


Sang dokter membersihkan bekas gel diperut Aerin setelah selesai memeriksa wanita tersebut.


Aerin turun dari ranjang. Saat ini lidahnya terasa kelu untuk berbicara. Masa depan apa yang bisa dia harapkan. Cita-cita yang dulu di ukur sedemikian rupa hancur bersama kenyataan.


"Saya akan resepkan vitamin untuk Anda, Nona. Saya sarankan Nona jangan terlalu stress dan lelah. Makanlah makanan yang bergizi, dan sering olah raga. Tidak boleh melakukan aktifitas yang berlebihan," jelas sang dokter sambil menuliskan resep obat di selembar kertas.


"Terima kasih, Dok," sahut Aerin suaranya terdengar parau.

__ADS_1


"Di mana suami Anda, Nona? Kenapa tidak menemani Anda?" cecar sang dokter penasaran. Sebab biasanya seorang wanita hamil akan datang bersama suaminya untuk memeriksa kandungan. Tapi berbeda dengan Aerin yang datang sendirian.


"Dia sedang banyak pekerjaan, Dok," jawab Aerin asal.


"Ya sudah, Nona. Minta suami Anda untuk selalu siap siaga. Apalagi kandungan Anda masih sangat muda, sedang memasuki masa mengidam yang biasa nya suka aneh-aneh," jelas dokter paruh baya itu terkekeh. Dia seperti mengingat masa-masa dia hamil dulu.


Aerin membalas dengan senyuman. Tak ada tanggapan lain darinya. Sekarang pikirannya kosong. Padahal kata dokter dia tidak boleh stress karena bisa berpengaruh pada janin dalam kandungan nya.


"Terima kasih, Dok," ucap Aerin sambil memasukkan vitamin itu kedalam tas munggilnya.


"Sama-sama Nona. Ini surat keterangan pemeriksaan Anda. Mohon disimpan, nanti Anda boleh bawa lagi kalau mau cek kandungan," jelas sang dokter seraya memberikan amplop berwarna putih pada Aerin.


Aerin berjalan dengan tatapan hampa dan kosong. Setelah ini, dia tidak tahu bagaimana takdir dan nasib hidupnya. Semua akan terasa berbeda dan hampa.


'Selamat datang, Nak. Maaf kau harus hadir dirahim wanita tak sempurna seperti ku. Tapi aku berjanji akan menjaga dan merawatmu. Mungkin saja kehadiran mu, akan membawa pertengkaran yang hebat. Tak apa, kau adalah anugerah dalam hidupku. Meski mungkin banyak yang menolakmu. Namun, ingatlah aku seorang wanita yang mengingatkan mu ada,' ucap Aerin dalam hati sambil mengusap perut ratanya.


Wanita itu masuk kedalam lift. Tatapannya hampa dan kosong. Beberapa hari ini terlalu banyak hal terjadi yang menguras emosi dan air matanya. Aneh, kenapa air matanya tak jua mengering. Padahal dia menangis setiap hari. Setiap kali hatinya merasa tersakiti oleh keadaan.


"Hei," panggil seseorang.


"Apa yang kau lakukan disini, Tuan?" tanya Aerin tak suka sambil melirik Alan tak suka.


"Ingin bertemu dengan mu," sahut Alan santai.


Ya Alan mengawasi semua pergerakan Aerin. Dia juga mencari tahu hubungan Agam dan Aerin, ya dia tahu bahwa wanita itu tak memiliki hubungan apapun dengan pria bernama Agam selain boss dan anak buah.


"Untuk apa?" ketus Aerin menyeka air matanya


"Tentu saja menemui calon istriku," sahut Alan tersenyum menggoda.


Bukannya tergoda wanita itu malah bergeser. Entah kenapa setiap kali melihat Alan, perut nya selalu mual dan rasanya ingin muntah. Apa dia sedang mengalami masa mengidam seperti yang dokter katakan tadi. Apa karena lelaki ini ayah dari anak dalam kandungan nya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Alan menyelidik. Tadi dia belum sempat melihat Aerin keluar dari ruangan dokter kandungan.


Aerin tak menjawab wanita itu menatap kosong kedepan. Jika saja tidak ada Alan disini, sudah pasti dia akan menangis dengan hebat meluapkan rasa sakit di dadanya.


"Apa ini?" tanya Alan merampas amplop ditangan Aerin.


"Tuan, jangan," cegah Aerin


Namun terlambat karena Alan sudah membuka amplop tersebut. Mata lelaki itu membulat sempurna ketika melihat hasil test kehamilan didalam amplop tersebut.


"K-kau ha-hamil?" tanya Alan terbata-bata.


Aerin gugup harus jawab apa. Lelaki ini adalah ayah dalam kandungan nya. Mau jawab apa, lidahnya terasa kelu dan tak bisa mengeluarkan kata-kata.


"Aerin, jawab pertanyaan ku. Kau hamil?" tanya Alan sekali lagi dia sampai menguncang bahu wanita yang tingginya sedada itu.


"Iya," jawab Aerin cepat dan membuang muka nya.


Alan menarik wanita itu kedalam pelukannya sambil menangis bahagia. Anaknya ada dalam kandungan wanita ini. Sejak dulu, Alan ingin sekali menjadi seorang ayah. Pasti akan sangat bahagia jika bisa bermain dengan anak sendiri sambil kejar-kejaran.


"Tuan, lepaskan aku," ucap Aerin memberontak.


Namun Alan malah semakin erat memeluknya sambil menangis bahagia. Sangat bahagia. Tak pernah dia sebahagia ini dalam hidupnya.


"Terima kasih. Terima kasih," ucap Alan beribu terima kasih.


Alan menghujani wajah Aerin dengan banyak ciuman. Ucapan syukur dan terima kasih terus keluar dari bibir lelaki itu.


Sementara Aerin terkejut, dia ingin memberontak tapi tenaganya tak mampu mengalahkan kekuatan tubuh Alan yang kuat luar biasa ini.


"Terima kasih. Aku berjanji akan menjaga kalian berdua," ucap Alan lagi kembali menarik Aerin dalam pelukan nya dengan sayang.

__ADS_1


Aerin mendelik. Enak saja lelaki ini mengatakan ingin menjaganya, bahkan dia tak kenal laki-laki ini siapa? Tapi dengan mudah mau menjaga dia dan bayi dalam kandungan nya. Benar-benar stresss.


Bersambung....


__ADS_2