Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Curiga


__ADS_3

Anne melemparkan semua barang-barang nya yang ada di meja rias. Dia marah saat Alan pulang tanpa menunggu dirinya. Seandainya dia tidak mencintai Alan sudah pasti dia akan menyuruh orang membunuh suaminya itu.


"Argh," teriak Anne menggema didalam kamar vila yang dia dia sewa.


"Awas saja kau Alan, kau akan jatuh kedalam pelukanku. Mungkin hari ini kau menolakku tetapi ku pastikan besok kau akan berlutut di kaki ku," ucap Anne tersenyum licik.


Wanita itu duduk dengan wajah kesalnya. Kamar vila itu terlihat berantakan akibat ulah nya. Namun, Anne malah duduk dengan wajah marah.


Anne tak habis pikir, apa yang kurang dari dirinya sehingga Alan sama sekali tidak tertarik dengan pesona wanita tersebut. Padahal dia sangat cantik dan wanita berkelas. Terlahir dari keluarga ternama serta memiliki kehormatan yang tak main-main.


Wanita itu mengambil ponselnya lalu mengotak-atik nya dengan begitu cepat.


"Aku harus memerintahkan orang untuk mengawasi Alan. Aku curiga dia menyembunyikan sesuatu dariku. Dia tampak cemas seperti merindukan seseorang," ucap Anne.


Wanita itu melempar ponselnya asal. Dia tampak frustasi seperti orang gila. Anne tak tahu kenapa dia bisa begitu mencintai Alan. Padahal dirinya sudah tak dianggap oleh suaminya itu.


Tok tok tok


Seseorang mengetuk pintu kamarnya. Secepatnya Anne membuka pintu untuk menemui seseorang yang akan menemani nya malam ini.


"Jo." Anne berhambur memeluk lelaki itu.


"Hmm, kenapa Sayang?" tanya Jo membalas pelukan Jo.


"Hiks Alan kembali duluan ke Jakarta," ucap Anne.


Jo melepaskan pelukan wanita tersebut. Lalu mengusap air mata Anne.


"Apa perlu bantuan ku?" tanya nya tersenyum devil.


Anne duduk di bibir ranjang. Pokoknya dia kesal setengah mati, apalagi lelaki itu meninggalkan dia setelah pemotretan.


"Aku curiga pada Alan," ucap Anne.

__ADS_1


Kening Jo berkerut, "Curiga?" ulang Jo.


"Iya. Dia seperti sedang merindukan seseorang. Sesekali dia melihat ponselnya," jelas Anne.


"Bukan nya kau sudah memasang alat penyadap di ponsel Alan?" tanya Jo heran.


"Iya memang. Namun tidak ada pesan aneh atau panggilan dari orang luar kecuali Yoas," jawab Anne.


Anne diam-diam memasang alat penyadap Alan agar dia bisa mengetahui siapa-siapa saja yang di hubungi oleh suaminya itu. Sebab gerak-gerik Alan yang aneh membuat Anne sedikit curiga. Namun, dia lupa memasang alat pelacak pada ponsel pria itu sehingga dia tidak tahu kemana saja Alan pergi.


"Apa kau tidak curiga pada Yoas?" tanya Jo.


Anne menggeleng, "Yoas orang kepercayaan Daddy, tidak mungkin dia mengkhianati Daddy hanya karena Alan," kilah Anne.


Jo malah tersenyum mengejek, "Ayolah Anne. Yoas sudah lama bekerja dengan Alan, tentu dia akan memihak pada Alan dari pada ayah-mu. Aku yakin ada sesuatu yang tidak beres dari mereka berdua," ucap Jo. "Bahkan disaat Alan ke Bali, Yoas tidak ikut. Harusnya sebagai assisten Yaos mengikuti kemana Alan pergi," sanjung Jo.


Anne terdiam. Apa yang di katakan Jo itu benar. Biasanya Yoas selalu mengikuti Alan, kemana ada Alan disitu ada Yoas. Namun, saat Anne mengajak Alan makan malam sampai ke Bali, sosok Yoas tak juga terlihat. Kemana sebenarnya asisten suaminya tersebut.


"Apa sebenarnya yang Alan sembunyikan?" tanya Anne pelan.


Anne langsung menatap Jo tajam. Apakah benar Alan memiliki wanita lain, selain dirinya. Dia tahu jika suaminya itu sangat susah di dekati.


"Tidak mungkin," tolak Anne.


"Apa kau bersama Alan 24 jam, Anne?" tanya Jo. "Kau tidak tahu siapa suamimu. Dia orang yang bisa menyembunyikan sesuatu," sambung Jo.


Anne tampak gelisah. Tidak, tidak boleh ada wanita lain di hidup Alan selain dirinya. Alan harus menjadi miliknya. Misi Anne adalah membuat Alan jatuh hati padanya, meski hingga kini lelaki itu sama sekali tak mau menatap dirinya.


"Tidak mungkin, Jo," ucap Anne menolak. "Aku yakin tidak ada perempuan lain di hidup Alan," jelasnya tegas.


"Ya itu terserah mu percaya atau tidak," sahut Jo melipat kedua tangannya didada.


Jo adalah mantan kekasih Aerin. Lelaki itu sudah lama menjalin hubungan gelap dengan Anne, hubungan saling menguntungkan satu sama lain.

__ADS_1


Anne duduk dipangkuan Jo, saat ini dirinya butuh pelepasan. Anne wanita normal yang memerlukan sentuhan, sementara Alan tak pernah menyentuh dia sama sekali. Jadi wajar jika Anne mencari seseorang untuk menghangatkan ranjangnya.


.


.


"Kenapa?" tanya Christoper pada putranya.


"Aku tidak habis pikir, Dad. Kenapa Anne begitu mencintai lelaki itu? Padahal Alan tidak pernah menganggap nya sebagai istri," ucap Alta.


Christoper meletakkan ponselnya. Dia juga tidak menyukai Alan. Namun, demi kebahagiaan Anne dia tidak bisa berbuat apa-apa. Anne sangat mencintai Alan dan Christoper memahami perasaan putrinya itu.


"Biarkan saja. Selama Alan tidak melakukan sesuatu yang membuat hidup Anne menderita, tidak masalah," jawab Christoper santai. "Awasi Alan, melihat gelagat nya yang tidak beres. Daddy yakin jika Alan sedang menutupi sesuatu dari kita," ucap Christoper pada Alta.


"Iya Dad, aku sudah memerintahkan beberapa anak buah kita untuk mengawasi Alan," sahut Alta.


"Bagaimana perusahaan Alan?" tanya Christoper.


"Masih berada diperingkat satu pada tahun ini. Kita tidak bisa menggeser posisinya," sahut Alta.


Christoper manggut-manggut paham. Lelaki itu terlihat menyeramkan dari tatapan sinis nya. Dia seorang ayah dan pria yang terkenal kejam dalam dunia bisnis. Namun, keahlian nya dalam bisnis tidak mampu menggeser posisi Alan.


"Kita tidak bisa gegabah, karena Anne mencintai Alan. Tetapi perlahan kita akan hancurkan Alan jika dia terus menyakiti Anne dan tidak bisa mencintai adikmu," jelas Christoper.


Sebagai seorang ayah tentu Christoper ingin yang terbaik untuk putri nya. Namun, Anne malah memilih Alan menjadi suaminya. Padahal lelaki itu sama sekali tak mencintai nya. Harusnya Anne sadar dan melepaskan Alan. Tetapi wanita itu malah memaksa pernikahan yang tidak seharusnya terjadi.


Christoper tak bisa melarang anaknya. Asal Anne bahagia, dia rela melakukan apa saja. Meski Christoper terlihat tak peduli, sesungguhnya dia sangat menyanyangi Anne. Dia hanya ingin Anne belajar dewasa dan tidak manja. Sebab kehidupan yang sesungguhnya sangatlah kejam.


"Baik Dad," jawab Alta.


"Ya sudah Dad. Aku permisi, ada beberapa proyek yang harus aku selesaikan bersama Tuan Agam," pamit Alta


Christoper hanya mengangguk saja tanpa menjawab ucapan putranya. Lelaki paruh baya ini memang dingin dan sulit ditebak. Dia licik dan memiliki seribu cara untuk membalaskan semua rasa sakit yang dirasakan oleh keluarga nya.

__ADS_1


"Alan, kau tidak bisa lolos dari cengkraman ku. Sekali saja kau mengkhianati Anne, maka bersiaplah keluarga mu akan hancur dan kau akan berakhir menjadi orang paling menyedihkan," ucap Christoper tersenyum licik.


Bersambung....


__ADS_2