
Alta masih menatap wajah Aerin yang ketakutan. Sedangkan Alan melindungi Aerin dibelakangnya. Lelaki itu takut jika Anne dan Alta melakukan hal yang akan menyakiti Aerin.
"Alan, kau akan menyesal jika tidak mengikuti perintah ku," ucap Anne dengan geram. "Lepaskan dia. Kau hanya milikku, jadi tidak ada yang boleh memiliki mu selain aku," tegas wanita cantik tersebut.
"Aku memilih Aerin. Aku memilih terluka seumur hidup daripada menyesal," sahut Alan tegas.
Dalam hidupnya tidak bisa terpikirkan bagi Alan meninggalkan Aerin. Aerin adalah jantung hatinya. Jika Alan harus hidup tanpa Aerin, lantas apa guna nya. Lebih baik dia mati saja daripada melepaskan Aerin.
Alta ikut geram, dia menarik tangan Aerin hingga jatuh ke dalam pelukan nya.
"Aerin," teriak Alan.
Secepat mungkin anak buah Anne memasung tubuh Alan yang memberontak.
Alta tersenyum tipis melihat wajah Aerin dari jauh. Air mata yang jatuh dipipi wanita cantik itu tampak membuatnya berkali lipat cantik.
"Alta, aku mohon jangan celakai istriku," sentak Alan memberontak. Namun, tenaga Alan yang kuat tersebut tak mampu melawan ketiga pria berbaju hitam yang menahan tubuh nya.
Aerin hanya bisa menangis. Dia tak mampu melawan. Apalagi tubuh Alta menahan nya.
"Aerin," ucap Alta tersenyum devil sambil mengusap wajah wanita cantik itu.
"Kau benar-benar cantik, Sayang. Pantas saja Alan tergila-gila padamu," ujar nya tertawa mengejek.
"Alta, jangan sentuh istri ku," teriak Alan.
Sementara Anne tersenyum devil tetapi dia menatap Aerin penuh kebencian. Bukankah, Aerin kekasih Agam. Tetapi kenapa sekarang wanita ini malah menjadi istri kedua dari suami nya. Anne baru sadar bahwa tatapan Alan kala itu pada Aerin terlihat berbeda. Awalnya dia curiga, tetapi tidak mungkin suami nya menyukai wanita kelas rendahan seperti Aerin.
Christoper tampak berjalan menghampiri mereka. Beberapa bodyguard mengekor lelaki paruh baya itu dari belakang.
"Daddy," ucap Alta dan Anne bersamaan.
Alan semakin ketakutan ketika melihat Christoper. Dia bukan takut jika mertua nya itu membunuhnya. Tetapi Alan memikirkan Aerin, dipastikan Christoper tidak akan mengampuni Aerin.
"Kalian sedang apa?" tanya Christoper pura-pura tidak tahu dan duduk dengan nyaman di kursi.
"Ini istri kedua Alan, Dad," jawab Anne tersenyum licik. Dia berharap ayah nya membunuh Aerin. Agar tak ada wanita itu lagi diantara dirinya dan Alan.
Christoper menatap Aerin yang menempel pada Alta. Perutnya mulai membesar, dengan air mata ketakutan yang menetes dipipi manisnya. Christoper menatap mata Aerin yang tampak sembab, kenapa seperti ada sesuatu yang menjalar dihati Christoper saat melihat Aerin.
"Matanya?" gumam lelaki itu.
__ADS_1
Christoper seperti mematung melihat cahaya mata Aerin yang indah. Kenapa tatapan itu mengingatkan nya pada seseorang di masa lalu?
Secepatnya nya Christoper memalingkan wajah nya, dia takut malah terjebak dengan tatapan mata wanita tersebut.
"Istri kedua Alan?" ulang Christoper sekali lagi. Lelaki paruh baya itu berusaha menenangkan hatinya.
"Iya Dad. Selama ini Alan menikah secara diam-diam dibelakangku," adu Anne dengan senyuman liciknya. Anne berharap sang ayah memberikan hukuman yang setimpal pada Aerin.
Christoper berdiri dari duduknya dia menatap Alan dengan marah. Alan adalah menantu kesayangan nya karena Anne nencintai Lelaki tersebut.
"Benarkah itu Alan?" tanya Christoper mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Aku mencintainya," akunya. Ya dia mencintai Aerin, sangat malah. Alan tak peduli jika seluruh dunia menghakimi dirinya.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Alan. Sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
Aerin memberontak dan hendak menolong suaminya. Tetapi tubuh nya ditahan oleh Alta.
"Diam. Nasib hidupnya ada ditangan mu," bentak Alta pada Aerin.
Aerin menatap Alta, seolah minta di kasihani. Lelehan bening itu lolo dipelupuk matanya.
Buk
Christoper melayangkan pukulannya diwajah Alan hingga membuat lelaki itu tersungkur di lantai.
Christoper berjongkok menyamakan tingginya dengan wajah Alan yang sudah babak belur.
"Sudah kukatakan padamu, Alan. Jangan pernah bermain-main dengan ku. Kau akan mendapatkan hukuman yang lebih parah dari ini," ancam Christoper mencengkram dengan kuat dagu Alan.
Bagian mata Alan terlihat membiru. Bibirnya merah dan luka. Wajahnya terlihat mengenaskan akibat pukulan dari Christoper.
Alan mengangkat pandangan nya. Dia melihat Aerin yang menangis sambil mengulurkan tangan hendak menggapai nya. Namun, Alta malah menahan nya.
Christoper mengikuti arah tatapan Alan. Hingga tatapan matanya dan Aerin. Bola mata itu benar-benar mengingatnya pada seseorang di masa lalu, siapa sebenarnya Aerin? Kenapa hati Christoper tidak tega melihat air mata Aerin yang berjatuhan.
"Bawa dia!" titah Christoper menendang tubuh Alan.
.
__ADS_1
.
Agam menghela nafas panjang. Lelaki itu menatap kosong kearah jendela ruangan nya yang transparan.
"Bagaimana proyek kita dengan Tuan Alan?" tanya nya pada sang asisten.
"Lancar Tuan. Minggu depan kita akan sama-sama meninjau lokasi," jelas sang asisten.
"Tuan, mungkin Anda perlu melihat ini," ucap sang assisten memperlihatkan layar iPad ditangannya.
Agam melihat rekaman yang ada di iPad Yakob. Mata lelaki itu membulat sempurna ketika melihat apa yang ada didalam rekaman tersebut.
"Aerin," ucap Agam.
"Iya Tuan. Selama ini yang menghamili Nona Aerin adalah Tuan Alan. Mereka menikah secara diam-diam, tanpa sepengetahuan keluarga Nona Anne," jelas Yakob.
Agam seperti hilang kesadaran, lelaki itu mati pikiran. Dia terdiam sejenak menetralisir segala emosi yang membuncah didalam dada.
"Aerin," gumam nya.
Setelah sekian lama Agam mencari Aerin, dia baru menemukan wanita tersebut. Meski satu kenyataan pahit bahwa Alan lah yang selama ini menikahi Aerin.
"Yakob, kita langsung kesana!" perintah Agam.
"Baik Tuan," sahut Yakob
Mereka keluar dari ruangan Agam. Tampak Agam berjalan tergesa-gesa. Agam emosi ketika melihat Alan di pukul dan Aerin yang dipasung oleh Alta. Apakah begitu kekejaman keluarga Hathaway?
"Silahkan masuk, Tuan," ucap Yakob membuka pintu mobil untuk Agam.
Agam masuk kedalam mobil. Wajah lelaki itu tampak panik dan juga frustasi. Siapa yang tak ketakutan melihat kekejaman Christoper?
"Yakob kita harus bawa Aerin pergi dari hidup Tuan Alan. Kita harus selamatkan dia," ucap Agam tampak duduk dengan tak tenang.
Kemarin dia memang membenci Aerin karena tahu wanita itu hamil diluar nikah. Agam kecewa, selama ini dia dengan susah payah mendapatkan hati Aerin. Tetapi kenapa justru hati Aerin terpaut pada Alan yang notabene pria yang memiliki suami.
"Aerin, maafkan aku," gumam Agam merasa bersalah.
Benar, apa yang dikatakan Ratih. Aerin tidak bersalah dia hanya korban dari kejahatan mantan kekasihnya. Aerin dijebak dan terjebak pernikahan dengan pria beristri bernama, Alan Arkin.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote yaaaaa guys.... Love kalian banyak-banyak...