
Christoper dan Ratih sedang duduk di bangku taman dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Setelah sekian lama tak bertemu, akhirnya pasangan yang dulu sempat muda kini di pertemukan dalam usia senja mereka.
"Apa kabar?" tanya Christoper canggung.
"Aku baik, Kak. Kau apa kabar juga?" tanya Ratih balik sambil tersenyum kearah mantan suaminya. Bukan mantan suami tetapi masih suami, karena mereka belum bercerai. Mereka hanya terpisah dengan waktu yang berjalan begitu lama.
"Baik," sahut Christoper yang juga menatap Ratih.
Christoper ingin sekali merengkuh tubuh Ratih dan memeluk wanita itu. Tetapi dia sadar semua tak lagi sama, semua sudah berbeda. Semua telah berakhir dan berubah.
"Aku merindukanmu, Ratih," ucap Christoper dengan nada beratnya.
Ratih wanita biasa yang dulunya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan Christoper. Di sanalah kisah cinta mereka di mulai. Perasaan itu tumbuh karena seringnya kebersamaan yang mereka lalui. Tetapi sayang, hubungan tersebut di tantang dengan keras oleh kedua orang tua Christoper yang menginginkan menantu berkelas dari keluarga kaya dan tentunya menantu idaman itu bukan Ratih.
Ratih membalas dengan senyuman, "Aku juga merindukanmu, Kak," sahut Ratih.
Christoper sangat mencintai wanita ini. Dia bahkan rela kehilangan apapun demi Ratih. Namun, tetap dia tak mampu mempertahankan wanita tersebut untuk berada di sampingnya karena keegoisan orang tua nya.
"Sejak kita berpisah aku kehilangan arah hidup," ungkap Christoper dengan mata berkaca-kaca. "Aku mencarimu dan Baby A tetapi kalian hilang bak di telan bumi. Tidak pernah satu hari pun, kalian lepas dari pikiranku. Aku selalu ingin bertemu walau sebentar saja," ucap Christoper, setetes butiran bening lolos di pelupuk matanya. Namun, secepat kilat lelaki itu menyekanya.
"Kak." Lidah Ratih terasa kelu. "Malam itu, aku dan Baby A berteduh di sebuah ruko tua. Baby A demam, badannya panas dan aku panik bukan main. Bayi berusia 3 bulan harus menahan diri di tengah dinginya hujan. Lalu datang sebuah mobil menghampiri kami berdua. Rollies, lelaki itu menolong kami dan membawa kami ke rumahnya."
__ADS_1
"Dia langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Baby A. Baby A dirawat di dalam kaca selama beberapa Minggu karena kondisinya. Aku tinggal bersama lelaki itu, perlahan dia jatuh cinta padaku dan meminta untuk menikahiku. Awalnya aku menolak karena aku tidak memiliki perasaan apapun dan bagaimana bisa aku menikah sementara aku masih berstatus istrimu. Tetapi karena hutang budi aku tak bisa menolak apalagi dia begitu menyanyangi Baby A seperti anaknya sendiri. Dan aku butuh figure seorang suami untuk membesarkan anak kita."
"Pernikahan kami hanya berlangsung selama 15 tahun, aku di tuduh selingkuh oleh Jasmine yang menginginkan Rollies menjadi suaminya. Aku sudah menjelaskan bahwa itu tidak benar. Aku tidak selingkuh dan aku tidak mendua."
"Entah darimana Jasmine menemukan foto aku bersama pria lain. Padahal itu bukan aku dan aku tidak dekat dengan siapapun waktu itu. Akhirnya aku di usir dari rumah untuk kedua kalinya."
"Baby A salah paham dia pun mengira bahwa aku mendua. Saat itu dia masih remaja dan aku paham perasaan seorang anak yang tak ingin orang tuanya berpisah. Tetapi dengan bahasa apapun aku menjelaskan semuanya, Baby A tidak akan percaya. Sejak saat itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi. Dia marah. Dia kecewa dan dia membenciku."
"Lalu aku bertemu dengan Kak Robson yang memunggutku seperti intan permata. Aku bekerja di rumah nya merawat putra kami Agam. Aku sangat menyayangi Agam seperti aku menyayangi Alta. Apalagi usia mereka sama."
"Seiring waktu berjalan cinta tumbuh di antara kami berdua. Tanpa sadar aku juga jatuh cinta pada sosok lelaki itu. Setelah sekian lama aku di buang secara tak berharga tetapi dia lelaki baik hati yang memunggutku dengan suka rela. Kami menikah dan hidup bahagia."
"Dia juga membantu mencari Baby A. Tetapi takdir belum berpihak. Baby A hilang bak di telan bumi dan Rollies juga tak mau mengatakan di mana anak kita."
Ratih menangis segugukan menceritakan kehidupannya yang dulu. Dia selalu bertemu lelaki baik. Tetapi selalu di hancurkan oleh mertua dan orang ketiga. Sehingga pondasi yang sudah di bentuk dengan kokoh tersebut runtuh bersama kenangan yang menghancurkan hingga tiada.
Christoper juga meneteskan air matanya mendengar cerita dari wanita disampingnya ini.
"Kau tahu, Kak? Aku hancur sekali ketika harus membiarkan Baby A hidup sendirian di luar sana. Tetapi dia tidak mau bertemu denganku. Dia marah. Dia kecewa. Dan aku sadar itu semua salahku yang belum bisa menjadi ibu yang baik untuknya," ungkap Ratih lagi seraya menangis tersedu-sedu.
"Aku paham," sahut Christoper. "Ini semua salahku. Jika saja aku lebih berani melawan Daddy dan Mommy, aku pasti tidak akan kehilanganmu dan Baby A. Tetapi aku terlalu takut, aku takut mereka mencelakaimu. Aku takut mereka melakukan hal-hal yang tidak aku inginkan," jelas Christoper.
__ADS_1
Ratih mengusap pipinya, "Bukan salahmu, Kak. Semua adalah jalan takdir kehidupan yang harus kita lewati," sahut Ratih.
"Sekarang kita sudah bertemu," sambungnya lagi.
"Apakah kita masih bisa bersama, Ratih? Aku mencintaimu!" Christoper menatap Ratih penuh harap. Sampai kapan pun perasaannya takkan pernah berubah.
Ratih tersenyum lalu menggeleng, "Maaf Kak, aku sudah menemukan seseorang yang tepat. Aku tidak mungkin mengkhianati janji yang sudah kami sepakati bersama. Aku mencintai Kak Robson," sahut Ratih.
Christoper menunduk. Kisah cintanya berakhir cukup sampai disini, kisah cintanya telah usai bukan saat ini tetapi setelah 30 tahun yang lalu.
"Kau akan tetap bahagia, Kak. Kita bisa menjadi teman dan keluarga. Serta hidup berdampingan," jelas Ratih mengusap bahu lelaki itu.
Christoper mengangguk. Walau hatinya ingin sekali merebut hati kembali. Tetapi dia tidak mau egois, kebahagiaan Ratih adalah hal terpenting dalam hidupnya.
"Terima kasih, Ratih. Aku berharap kau Robson bahagia selamanya. Maaf janji kita untuk menua bersama tidak tertepati," ucap Christoper tersenyum kecut.
Ratih tersenyum. Dia paham perasaan lelaki ini. Tetapi dia minta maaf karena memang dirinya sudah hidup di masa depan. Walau dia tahu Christoper masih mencintainya seperti dulu. Tetapi ada satu perasaan yang harus dia jaga dengan baik.
Tanpa mereka sadari sedari tadi Robson berdiri di belakang mereka dan mendengar semua percakapan kedua orang yang duduk di depannya. Air mata Robson menetes karena terharu, dia sudah pesimis dan yakin jika Ratih akan memilih Christoper daripada dirinya.
Bersambung.....
__ADS_1