
Agam Robson, pria tampan dengan sejuta pesona. Memiliki kekayaan yang melimpah ruah. Namun tak membuatnya bahagia. Lantas seperti apa kebahagiaan yang sesungguhnya nya bagi Agam.
Lelaki itu tampak duduk melamun di ruangan kerjanya. Beberapa hari menjelang minggu, dia tak melihat di mana keberadaan Aerin, wanita yang diam-diam masuk kedalam relung hatinya. Kemana wanita itu? Kenapa hilang tanpa meninggalkan jejak?
"Aerin," gumam nya. "Kau dimana?" tanya nya pada diri sendiri.
Agam merasa kosong, selama ini hanya Aerin wanita yang dekat dengannya. Wanita itu tidak neko-neko seperti yang lain. Tampil apa adanya, tidak mencari perhatian berlebihan.
Agam mengambil ponselnya. Dia mengotak-atik layar handphone, dan menghubungi Aerin. Namun, tetap nomor wanita itu tidak aktif dan berada diluar jangkauan. Entah kemana Aerin pergi?
"Hufhhhh." Agam menghela nafas panjang.
Pria itu terduduk dikursi kebesarannya. Dia menggoyangkan kursinnya ke kiri dan ke kanan, seakan sedang berpikir keras.
"Selamat siang, Tuan," sapa sang asisten masuk kedalam ruangan Agam.
"Apa kau sudah menemukan nya?" tanyanya tanpa basa-basi.
"Maaf Tuan, beberapa hari yang lalu Nona Aerin di usir dari rumah nya, Tuan," jelas Yakob, asisten Agam.
"Apa? Diusir?" tanya Agam sekali lagi, siapa tahu dia salah dengar.
"Iya Tuan, Nona di usir oleh ayahnya," sahut Yakob menjelaskan.
"Di usir kenapa?" tanya Agam gusar. Pikirannya tak tenang, terbayang Aerin hidup sendirian didunia yang kejam itu.
"Nona Aerin hamil, Tuan," jawab Yakob.
__ADS_1
Deg
"Apa?" pekik Agam terkejut. "Maksud mu hamil bagaimana?" tanya Agam yang masih tak mengerti, bagaimana bisa gadis baik-baik seperti Aerin bisa hamil tanpa ikatan pernikahan?
"Iya Tuan, Nona Aerin sedang mengandung," jawab Yakob sekali lagi.
"Siapa yang menghamilinya, Yakin?" tanya Agam lirih, pria itu menyandarkan punggungnya lemah di kursi kebesaran nya.
"Menurut informasi anak buah kita, malam itu Nona Aerin di jebak oleh kekasihnya, Tuan Jo. Akan tetapi bukan Tuan Jo yang menghamili Nona," jelas Yakob.
"Lalu siapa?" tanya Agam kecewa. Jelas kecewa, wanita yang dia cintai menggandung di luar pernikahan.
"Masih dalam proses penyelidikan kami, Tuan. Sebab lelaki yang menghabiskan malam bersama Nona, bukan orang sembarangan. Dia seperti orang yang berpengaruh, sehingga identitas nya dilindungi," sahut Yakob menjelaskan.
Agam mengangguk, "Kau boleh keluar," usirnya sambil mengibaskan tangan.
Agam terdiam sejenak. Wajah lelaki itu tampak merah dan penuh amarah. Dadanya terasa terhimpit oleh balok-balok yang perlahan memilin lalu menghancurkannya hingga berdarah-darah. Tatapan dan senyuman Aerin masih tergambar jelas di bayangan lelaki tampan tersebut, dia berusaha untuk menepis segala perasaan rindu yang sekarang masih ada untuk wanita tersebut.
Namun, siapa sangka. Rasa yang sudah berapi-api ini, harus dipatahkan oleh satu kenyataan bahwa wanita yang dia cintai telah menggandung benih dari pria lain
"Aerin."
Tangan mengepal dan rahang mengeras, cukup menandakan bahwa lelaki tersebut benar-benar marah. Tak ada laki-laki yang tak berburuk sangka saat tahu ada wanita yang hamil tanpa ikatan pernikahan. Wanita-wanita seperti yang itu adalah wanita tak benar yang rela menjajakan tubuhnya pada pria-pria perusak kelamin.
"Kau tahu Aerin? Aku sangat mencintaimu. Aku menginginkan mu menjadi pendamping hidupku. Tapi kenapa kau tega merusak rasa yang sudah tumbuh memekar dalam dada," ucap nya penuh kekecewaan.
Perasaan cinta di hati Agam seketika menghilang ketika mengetahui fakta dan kebenaran nya. Aerin wanita satu-satunya yang membuat pria tersebut tertarik. Aerin seperti memiliki daya pikat tersendiri sehingga mampu menarik nya masuk kedalam imajinasi.
__ADS_1
Namun, wanita itulah yang mematahkan segala harapan Agam. Dia sudah memiliki angan-angan dan masa depan bersama Aerin. Saat tahu bahwa Aerin sudah putus dari Jo, Agam seperti memiliki lampu hijau untuk memikat gadis itu dengan pezoannnya. Setelah, semua hal dia lakukan demi menarik perhatian Aerin. Dia pun di sadarkan oleh satu kenyataan bahwa gadis yang dia incar telah pergi bersama pria lain.
Rasa marah dan amarah menggebu didalam dada. Dia menatap figura yang terletak diatas meja nya. Entah kapan, foto Aerin berada di sana? Agam sengaja meletakkan bingkai foto tersebut agar menjadi penyemangat nya dalam bekerja. Tetapi saat ini, dia sudah memutuskan melupakan Aerin.
"Aerin, kau sudah menyebabkan luka dihatiku. Kau sudah membuat ku kecewa. Kau adalah wanita yang paling jahat di dunia," ucap nya penuh kebencian.
Segera Agam melempar bingkai foto tersebut ke tong sampah. Dia tak ingin lagi mengingat wajah yang sudah menyebabkan luka di hati nya.
Agam memejamkan matanya sejenak. Tanpa sadar dan berpermisi, air matanya leleh begitu saja. Hati nya terasa di remes-remes oleh kenyataan yang tak ingin dia dengar ini. Aerin-nya, wanita pujaan hati yang diagungkan kian tinggi. Lalu ketika dia merasa terbayang melayang di udara, seketika itu juga sayapnya patah dan dia terjatuh hancur tak berbentuk.
Agam merasa kehilangan sosok Aerin yang menjadi penyemangat paginya. Meski, Aerin tak sepenuhnya salah atas patah hati yang Agam rasakan. Agam lah yang telah menyiksa hatinya sendiri karena mencintai wanita yang sama sekali tak memiliki perasaan yang sama padanya.
"Aerin, kenapa sakit sekali?" tanya nya terdengar lirih, namun lebih tepatnya menyalahkan.
Jika hati bisa memilih harus jatuh cinta pada siapa, maka Agam tak ingin memilih Aerin sebagai orang yang berdiam khusus didalam hatinya. Aerin membuat lobang-lobang luka didalam hati Agam lalu ditaburi dengan garam dan cuka, sehingga menciptakan rasa pedih yang luar biasa.
Agam berdiri dari duduknya. Lalu Lelaki itu mengambil kunci mobil serta ponsel yang terletak diatas meja. Dia melangkah keluar dari ruangan dengan berjalan cepat. Terlihat dia seperti tergesa-gesa.
Agam masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kadang seseorang dengan hati yang terluka, selalu melakukan hal-hal konyol yang membahayakan dirinya. Contohnya Agam, dia membaww mobil seperti di kejar setan. Padahal itu hanya melampiaskan semua emosi dan kemarahannya.
Sampai disebuah pemakaman umum, lelaki itu menepikan mobilnya. Lalu turun dari mobil dan berjalan dengan tatapan kosong. Dia memasuki sebuah pemakaman yang telah usang, mungkin saja usianya sudah puluhan atau belasan tahun, karena terlihat dari rumput-rumput liar yang tumbuh diatas nya.
"Sunny," lirihnya. "Maafkan aku," ucapnya penuh penyesalan.
Agam menangis sambil memeluk pusara yang ada didepan nya. Setiap kali perasaan sakit yang menyeluruh direlung hatinya, dia akan datang kesini untuk sekedar berwarna atau mengeluhkan segala rasa.
"Sunny, aku merindukan mu. Sangat," ucap nya lagi. "Kau tahu, saat ini aku sedang patah hati dan kehilangan yang kedua kali. Tetapi kenapa rasanya kali ini sangat sakit sekali. Aku tak pernah membayangkan akan sesakit ini," ungkapnya pada benda mati yang takkan mungkin bisa merespon segala ucapan yang keluar dari bibirnya.
__ADS_1
Bersambung....