Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Perasaan aneh


__ADS_3

Christoper menatap kosong kearah jendela kamarnya yang langsung di suguhkan dengan permandangan taman Mansion mewahnya. Sekeliling lelaki paruh baya itu menarik nafasnya dengan dalam.


"Entah kenapa aku tidak bisa melupakan tatapan wanita itu? Siapa dia sebenarnya?" tanya nya pada diri sendiri.


Christoper kembali teringat pada wajah Aerin wanita yang telah dia siksa dengan tak berperikemanusiaan tersebut. Entah kenapa? Tatapan rapuh Aerin mampu menusuk ke dalam relung hatinya.


"Dad."


Emma masuk kedalam kamar mereka. Wanita paruh baya yang tetap cantik dnshan fashion tersebut berlenggak-lenggok dengan langkah lebar.


"Ada apa?" tanya Christoper tajam.


"Besok Alan pulang," ucapnya.


"Itu bukan urusanku," jawab Christoper.


Ada rasa bersalah yang menyelip masuk kedalam hatinya setelah menyiksa Alan. Christoper hampir saja membunuh menantunya itu jika tidak di cegah Aerin yang begitu mencintai lelaki seperti Alan.


"Sampai kapan kau akan terus dingin begini, Christoper!" tanya Emma dengan mata berkaca-kaca.


Christoper tak menjawab. Lelaki paruh baya yang masih gagah dengan tubuh kekarnya tersebut, seperti tak menghiraukan sama sekali ucapan sang istri.


"Sebegitu marahnya kau padaku, sehingga selalu bersikap seperti ini. Ini sudah lewat dari 25 tahun. Tetapi kau masih saja memikirkan wanita tidak tahu diri itu."


"Stop Emma!" bentak Christoper. "Kau penyebab aku dan Ratih berpisah. Kau menarik aku dan Alta itu bersama mu. Kau fitnah Ratih. Kau jadikan dia sebagai bahan balas dendam mu, agar kedua orang tua ku menerima mu sebagai istriku," hardik Christoper.


Emma langsung terdiam. Matanya berkaca-kaca. Dia memang melakukan segala hal demi bersama Christoper dan berharap lelaki itu mencintai nya. Namun, sudah lebih dari 25 tahun lelaki itu tak juga mencintainya.

__ADS_1


"Kau tahu Emma? Aku sangat membencimu. Apalagi mengingat semua yang sudah kau lakukan. Jangan kau pikir aku menerima Anne hanya karena aku membela nya? Kau salah, aku hanya tak ingin nama baik ku tercemar," ucap Christoper.


Air mata Emma berjatuhan. Dia selalu tak berani menatap wajah Christoper. Inilah akibat cinta yang di paksakan. Dia pikir cinta akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Namun, sudah berlalu sekian lama dia tak juga menemukan cinta dari sang suami.


"Kau tega memisahkan aku dengan Ratih dan putriku, ku pikir kau akan menyayangi Alta seperti Anne. Tetapi nyatanya kau malah membuat putraku dalam keterpurukan," ucap Christoper menunjuk wajah Emma dengan penuh kebencian.


Kepahitan di masa lalu. Christoper pernah menikah sebelum bertemu dengan Emma, dia menikahi wanita biasa dari keluarga biasa. Pernikahan tersebut di karuniai dua orang anak, yaitu Alta dan bayi munggil nya berjenis kelamin perempuan. Mereka terpisah karena obsesi Emma yang merencanakan memisahkan Christoper dengan sang istri dan anak perempuan nya. Walau Christoper memiliki kuasa, tetapi tetapi dia tidak bisa melawan keinginan ayah nya. Entah kemana orang-orang suruhan sang ayah membawa istri dan anaknya.


Emma menang dalam permainan tersebut, dia awal nya sudah menikah bersama seorang dokter ternama. Namun sayang pernikahan mereka tak berlangsung lama di karenakan Emma yang suka bermain-main dengan lelaki malam, Anne adalah anak dari pria lain. Christoper dan Emma menikah tanpa cinta. Tuntutan dari kedua orang tua Christoper, membuat dia tak bisa menghindar dari perjodohan yang sudah lama di rencanakan oleh kedua orang tua nya.


Emma merasa menang karena berhasil menikahi pria paling berpengaruh di kota ini. Harapannya begitu besar yaitu membuat Christoper jatuh cinta padanya. Namun, lagi-lagi semua hanya khayalan saja karena hingga kini hati lelaki itu tak juga menjadi miliknya.


"Maafkan aku Christoper," ucap Emma dengan isakkan tangis. Dia wanita yang tak bisa di bentak.


"Maaf katamu?" Christoper tertawa mengejek. "Sudah lebih dari 25 tahun kau memisahkan aku dengan istri dan anakku. Lalu semudah itu kau meminta maaf?" Christoper geleng-geleng kepala. "Jangan pernah bermimpi Emma. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah mencintai mu dan menerima mu sebagai istriku."


Setelah berkata demikian, Christoper keluar dari kamarnya serta membantu pintu sangat keras. Dia tak bisa menahan amarahnya.


.


.


"Bagaimana Jo?" tanya Lisa.


"Aerin sudah mati," jawab lelaki itu.


Jasmine dan Lisa sontak melihat kearah Jo. Jo adalah mantan kekasih Aerin yang bermaksud menjebak wanita itu untuk mengambil kesucian Aerin. Namun, sayang rencana nya tak berjalan lancar karena ternyata ada pria lain yang lebih dulu masuk kedalam kamar tersebut.

__ADS_1


"Kau yakin?" tanya Lisa memastikan


"Ya dan aku yakin. Kalian tahu sendiri, bagaimana kejamnya Tuan Christoper?" ucap Jo santai sambil menyesap putung rokok yang terselip disela-sela harinya.


"Hem, bagaimana kau bisa yakin Jo? Bisa saja Aerin hanya dibawa kabur untuk memisahkan dia dengan Tuan Alan," kilah Lisa, Kakak tiri Aerin.


"Kenapa harus tidak yakin? Tuan Christoper tidak pernah memberi ampun pada orang-orang yang berani menganggu ketenangan keluarga nya," jelas Jo sangat yakin.


Jasmine terdiam sejenak. Dia memang membenci Aerin karena satu dan lain hal, tetapi jika wanita itu harus mati rasanya Jasmine belum ikhlas karena dia ingin melihat melihat Aerin lebih menderita lagi.


"Lalu hubungan mu dengan Nona Anne?" sambung Lisa.


"Masih. Aku mendapat keuntungan darinya," jawab Jo tersenyum licik.


Jo dan Anne adalah partner ranjang yang saling menguntungkan satu sama lain. Pernikahan Anne dan Alan tak menuai bahagia sebab Alan sama sekali tak mau menyentuh istri nya. Anne yang butuh sentuhan tersebut malah mengambil jalan lain yaitu membayar Jo sebagai lelaki pemuasnya. Sementara Jo lelaki licik yang selalu mengambil keuntungan dari apa yang di lakoni nya tak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Apalagi dia begitu ingin membalaskan dendam nya pada Aerin.


"Lalu apa yang kita lakukan selanjutnya?" tanya Lisa lagi.


"Tidak ada, bukankah kita sudah menang? Aerin sudah mati, apalagi yang harus kita balaskan?" ucap Jo.


"Jangan lupa Jo, Tuan Alan takkan diam saja jika tahu bahwa kita terlibat dibalik menghilang nya Aerin," sergah Lisa.


"Alan takkan bisa melakukan apa-apa. Sekarang dia hidup dalam kurungan Anne dan keluarga nya."


Bersambung...


Hai guys sekian lama tak update, hari ini author balik up lagi.. Mohon dukungannya yaaa..

__ADS_1


jangan lupa komen, like dan vote serta 5 nya buat author..


Terima kasih.


__ADS_2