Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Tak bisa diperbaiki


__ADS_3

Alan melepaskan dasi nya dengan lelah sambil duduk di sofa. Niat hati ingin menginap di apartemen bersama Aerin. Namun, Anne merenggek dan memintanya pulang. Anne sampai mengancam ingin bunuh diri. Sebenarnya tak masalah jika Anne bunuh diri, itu bukan urusan nya. Tapi jika Anne mati karena dia, hidup nya takkan tenang. Bisa saja wanita itu gentayangan dan menghantuinya.


"Alan." Anne berhambur kearah Alan dan memeluk lengan pria itu dengan manja.


Alan menepis tangan Anne. Entahlah dia begitu jijik disentuh oleh istrinya sendiri. Apalagi ketika Alan melihat video Anne bersama lelaki lain, semakin membuat lelaki itu muak menatap wajah istrinya sendiri.


"Alan, kenapa kau kasar sekali?" rintih Anne.


"Mulai sekarang kita tidur dikamar terpisah," ucap Alan tegas. Dia tak ingin dekat dengan Anne. Sebentar lagi dia akan menikahi Aerin


"Alan, aku tidak mau," tolak Anne.


Alan tak peduli lelaki itu duduk dengan tenang sambil mengulung kemejanya. Pikiran nya hanya terfokus pada Aerin. Alan sudah menugaskan Yoas untuk menemani Aerin di apartemen. Dia beralasan ada urusan bisnis yang tidak bisa ditinggalkan, untuk membuat Aerin percaya padanya.


Alan akan katakan siapa dia sebenarnya, setelah dia resmi menjadikan Aerin miliknya. Jika dia mengatakan sekarang, bisa saja wanita itu malah pergi meninggalkan dia nantinya. Alan takkan sanggup jika Aerin pergi dari hidupnya. Dia ingin bersama wanita itu hingga dia temukan akhir dari usia.


"Alan," panggil Anne dengan mata berkaca-kaca. "Tidak bisakah kita saling memperbaiki? Aku ingin kau belajar mencintai ku, Alan," ucap Anne setengah memohon.


Jujur Anne ingin seperti teman-teman nya yang disayang oleh suaminya sendiri. Di cintai dan di manjakan oleh suami nya sendiri. Sedangkan dirinya, harus menahan sakit setiap kali melihat wajah Alan yang selalu datar dan dingin padanya.


Alan berdecih dengan senyuman mengejek nya.


"Kau yang membuat hubungan ini rusak dari awal, Anne," jawab Alan penuh penekanan. "Aku meminta waktu untuk belajar menerima dan mencintai mu. Tapi kau malah memasukkan orang ketiga dalam hubungan rumah tangga kita. Lantas apa yang perlu diperbaiki? Hubungan kita?" Alan tertawa meledek. "Maaf Anne, aku tak bisa. Aku mencintai wanita lain,"

__ADS_1


Deg


Jantung Anne terasa berhenti berdetak. Dia menatap suaminya tak percaya. Bagaimana bisa suaminya mencintai wanita lain? Bahkan dia sendiri tak bisa meluluhkan hati pria tersebut meski sudah melakukan berbagai cara.


"Alan," Anne menggeleng. "Kenapa kau tega?" tanya nya lirih, air mata menetes membasahi pipi.


"Aku tidak tega, Anne. Kau lah yang mulai menyalakan api di antara kita. Jangan salahkan aku jika membuat api itu semakin membara," urai Alan.


Anne luruh di sofa. Dia tidak rela Alan mencintai wanita lain, karena dia sangat mencintai suami nya itu dengan sepenuh jiwa dan raganya.


"Alan, siapa wanita yang kau cintai itu? Kenapa kau bisa mencintai wanita lain? Tapi tidak bisa mencintai ku?" tanya Anne sambil meraung dengan suara tangisnya.


Hati istri mana yang tak sakit hati saat sang suami mengatakan mencintai wanita lain. Apa kurangnya dia? Anne cantik dan juga pintar. Dia terlahir dari keluarga kaya dan terhormat.


"Alan," lirih Anne.


Setelah mengatakan hal tersebut, lelaki itu melenggang masuk kedalam kamar baru nya.


Anne menangis segugukan di sofa. Dadanya bagai di hantam oleh ribuan ton baju. Hatinya serasa di sayat-sayat ribuan pisau tajam hingga membuatnya berdarah dan terluka parah.


Anne menangis dalam penyesalan nya. Memang dia yang telah menyebabkan keretakan dalam rumah tangganya. Mencari sentuhan dari pria lain. Dia wanita normal yang menginginkan bahagia. Dia ingin dibelai oleh suaminya sendiri. Namun, Alan yang berstatus suaminya, tak pernah menyentuh Anne sama sekali. Alasan lelaki itu karena tidak mencintai.


"Hiks hiks hiks, Alan," tangis Anne pecah tanpa peduli para pelayan yang melihat nya.

__ADS_1


"Kenapa kau jahat padaku? Aku sungguh mencintai mu lebih dari apapun," ucapnya.


.


.


.


Alan masuk kedalam kamarnya. Tak ada sesal dihati lelaki tampan itu ketika mengatakan hal yang mungkin saja menyakiti hati sang istri.


Alan sudah berapa kali mengatakan pada Anne. Jika memang mencintai nya, bersabarlah sedikit. Dia memang bukan pria yang mudah jatuh cinta. Namun, Anne malah membuatnya semakin muak dengan perbuatan wanita itu.


"Aerin, setelah ini tidak akan ada yang menghalangi kebahagiaan kita, Sayang. Aku berjanji akan menjagamu. Kau akan aman selama aku ada. Aku takkan biarkan siapapun yang menyakiti mu. Aku untukmu," ucap Alan mengusap foto Aerin dilayar ponselnya.


Lelaki itu ingin sekali menelpon Aerin untuk menanyakan kabar calon istrinya tersebut. Tapi dia tak mau menganggu istirahat Aerin, apalagi ini sudah tengah malam. Pasti Aerin sudah terlelap dengan nyaman. Apalagi dia sedang menggandung yang pasti nya tidak boleh begadang.


"Tak kusangka aku akan jatuh cinta pada perempuan sederhana seperti mu. Sekian banyak penduduk bumi, tapi hatiku justru terpaut padamu, Aerin," ucap Alan terkekeh.


Jika Anne terisak menangis karena patah hati. Maka berbeda dengan Alan. Lelaki itu tampak bahagia karena dia telah menemukan belahan jiwanya. Lalu bagaimana nasib pernikahan nya dengan Anne? Pernikahan nya akan berjalan seperti biasa. Anne tak boleh tahu jika dia menikahi Aerin, bukan nya Alan takut Anne patah hati. Alan hanya tak mau jika Anne melakukan sesuatu yang jahat pada wanita yang begitu dia cintai tersebut.


"Sayang, aku harap kau takkan pergi jika suatu saat tahu siapa aku sebenarnya. Aku takkan sanggup kehilangan mu. Kau lah jiwa dan juga ragaku," ucap Alan lirih.


Lelaki itu menatap langit-langit kamarnya. Rasanya dia ingin segera berlari ke apartemen dan menemui Aerin lalu memeluk wanita itu sambil mengatakan rindu. Namun, dia tidak mau jika Anne malah mencurigai pergerakan nya sebab, dia tahu siapa wanita yang berstatus istrinya itu. Anne adalah wanita licik.

__ADS_1


Jujur saja Alan memiliki ketakutan tersendiri, jika Aerin tahu bahwa dia sudah memiliki istri. Alan takut Aerin pergi dari hidupnya. Alan takut Aerin meninggalkan nya. Alan takkan sanggup hidup tanpa wanita itu. Entah, kenapa hatinya benar-benar tak sanggup jauh dari Aerin? Sebesar itulah rasa cinta Alan pada Aerin, sehingga dia rela menanggung resiko yang mungkin saja bisa mencelakai dirinya atau pun wanita yang dia cintai.


Bersambung.....


__ADS_2