Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Grandfa


__ADS_3

Mencintai adalah di mana kau rela kehilangan apapun termasuk nyawa demi orang-orang yang kau cintai. Walau semua tak berakhir bahagia tetapi setidaknya pernah bersama meski dalam waktu yang teramat singkat.


"Hiks hiks hiks hiks hiks hiks Daddy."


Tangisan ketika anak kembar itu masih terdengar menyayat hati.


"Daddy pasti baik-baik saja, Son," ucap Agam memeluk tubuh kecil Shaka.


"Hiks hiks Uncle, Mommy, Daddy dan Nana di sana. Bagaimana kalau mereka tidak bangun-bangun?" tanya Shaka dengan pipi basah dan mata bengkak karena menangis. Sisi dewasa yang selalu dia perlihatkan pada banyak orang tak lagi menjadi ciri khasnya.


"Mommy. Daddy. Nana."


Yoas memangku tubuh kecil Chana dan mendekapnya di dalam dada lalu mengusap kepala anak kecil itu. Begitu juga dengan Yoel yang dari tadi terus menangkan putra angkatnya tersebut.


Berbeda dengan Christoper dan Alta yang mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan menanti ketiga orang tersebut.


Sementara Alan masih di ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang mengenai punggungnya. Aerin dan Shena terjatuh pingsan karena kehabisan tenaga serta penyiksaan yang Anne berikan padanya membuat kedua wanita berbeda generasi itu tergelatak dan jatuh pingsan.


"Ayah, bagaimana kalau Daddy meninggalkan kami lagi? Chana tidak mau kehilangan Daddy lagi," renggek pria kecil itu mengeluarkan unek-unek dan ketakutan di dalam dadanya. Dia tidak mau berpisah lagi dengan ayah yang begitu dia sayangi.


"Sttttt, jangan bicara begitu. Daddy pasti baik-baik saja," sergah Yoas kembali memeluk Chana.


Isakkan tangis masih terdengar dari mulut ketiga anak kembar tersebut. Bagaimanapun mereka adalah anak kecil yang perasaannya sensitif dan polos.


Christoper menatapku ketiga anak Aerin dengan sendu. Ini semua salahnya, seandainya dia tahu dari awal bahwa putri yang dia cari adalah wanita yang dia siksa, semua ini pasti tidak akan terjadi.


Christoper berjongkok di depan Shaka yang duduk di kursi tunggu depan ruang pemeriksaan.


"Son," panggil Christoper dengan mata berkaca-kaca. Jantungnya berdebar kencang ketika melihat wajah polos Shaka.


Shaka melepaskan pelukannya dari Agam. Belum ada yang tahu jika Christoper adalah ayah kandung dari Aerin. Shaka menyeka air matanya dan menatap Christoper dingin, dia tahu jika lelaki ini adalah iblis yang sudah menyiksa ayah dan ibunya.

__ADS_1


"Ini Grandfa," ucap Christoper dengans suara serak menahan tangis.


Alta jug menatap dengan sendu. Dia tak menyangka akan memiliki empat keponakan sekaligus. Masih saja terngiang di kepalanya bagaimana dulu dia menyiksa Aerin dan menampar adiknya itu dengan kasar.


"Grandfa?" ulang Shaka.


Christoper mengangguk, "Grandfa adalah ayah kandung Mommy."


Deg


Agam, Yoas dan Yoel saling melihat satu sama lain. Apakah mereka tidak salah dengar? Benarkah jika Christoper adalah ayah kandung Aerin?


Agam tampak berpikir dan terdiam, jika Christoper adalah ayah kandung Aerin yang artinya suaki pertama ibu sambungnya. Tetapi kenapa selama ini Christoper tidak mengetahui jika ayahnya menikah dengan mantan istri dari pria yang mengaku ayah kandung Aerin.


"Ayah kandung Mommy?" tanya Shaka yang masih tak mengerti.


"Iya, Son. Tetapi belum waktunya kau tahu kenapa kami terpisah. Grandfa minta maaf, bolehkah Grandfa memelukmu?" pinta Christoper.


"Jangan takut, Grandfa tidak akan menyakiti kalian lagi. Maafkan Grandfa," ucap Christoper penuh penyesalan. Betapa bodohnya dia yang tak menyadari jika selama ini putrinya begitu dekat dengannya.


"Grandfa."


Zanka dan Chana turun dari gendongan Yoas dan Yoel, keduanya berjalan mendekati Christoper.


"Cucu-ku!" Air mata Christoper tidak terbendung lagi.


Jika Zanka dan Chana memiliki jiwa pemaaf seperti Aerin. Maka berbeda dengan Shaka yang keras seperti Alan. Lelaki bertubuh kecil dan berusia 5 tahun itu tidak mudah memaafkan, apalagi pada orang-orang yang telah menyakiti kedua orang tua nya.


"Grandfa."


Zanka dan Chana berhambur memeluk Christoper. Ketiga pria itu saling bertangsian sambil memeluk. Entah kenapa hati Zanka dan Chana merasakan nyaman memeluk Christoper daripada Robson. Ikatan batin dengan lelaki tua ini begitu kuat.

__ADS_1


"Maafkan Grandfa, Son. Maafkan Grandfa. Grandfa berjanji tidak akan meninggalkan kalian lagi. Grandfa akan menebus semua kesalahan Grandfa pada kalian," ucap Christoper memeluk kedua cucunya.


Shaka menyandarkan kepalanya di dada bidang Agam. Terlalu banyak yang terjadi hari ini hingga membuat emosi anak itu seperti terguncang. Dia harus melihat ibu dan adiknya dalam keadaan menggenaskan, lalu sang ayah di tembak sehingga mengeluarkan darah segar. Gak tersebut sungguh membuatnya seperti tak mau membuka mata.


"Kau baik-baik saja, Son?" Agam mengusap kepala Shaka.


Shaka menggeleng, dia tidak baik-baik saja. Apalagi ketika tahu bahwa pria iblis itu adalah ayah kandung ibunya dan kakeknya juga. Rasanya dia tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaannya saat ini.


Sementara Yoas dan Yoel seperti belum sadar dari keterkejutan mereka. Keduanya tak menyangka jika Aerin adalah anak kandung dari Christoper. Bahkan mereka tidak tahu jika sebelumnya Tuan Besar mereka itu pernah menikah.


Christoper melepaskan pelukan kedua cucunya. Lalu di kecupnya kening kedua anak kembar ini. Dia sangat bahagia dan bahkan tak bisa menjelaskan kebahagiaan yang kini menyelimuti hatinya.


"Kalian ternyata sudah besar. Kalian tampan sekali!" ucap Christoper terkekeh pelan seraya mengusap kepala keduanya dengan sayang.


"Grandfa juga tampan," sahut Chana mengusap air matanya.


Christoper melirik kearah Shaka yang masih di peluk oleh Agam. Cuci-nya yang satu ini memang mirip sekali sifatnya seperti Alan yang keras kepala dan tegas. Tidak suka di atur dan dingin seperti tak tersentuh.


"Son, Grandfa tahu kau marah dan kecewa. Grandfa tidak memaksa jika kau tak bisa memaafkan semua kesalahan Grandfa," ucap Christoper merasa bersalah dan hatinya begitu sakit melihat sikap dingin Shaka yang begitu membencinya.


Shaka tak menjawab, pria kecil itu diam saja dan sama sekali tak berniat menanggapi ucapan kakeknya. Mengingat apa yang sudah dilewati oleh ibu dan ayahnya membuat dia semakin jenggah melihat Christoper. Apalagi lelaki inilah yang menyebabkan kedua orang tua nya terpisah sehingga mereka lahir dan tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.


Christoper menunduk, kenapa rasanya sakit sekali ketika melihat wajah dingin cucu-nya? Beginilah rasanya ketika di tolak oleh orang yang di sayangi. Belum lagi menghadapi Aerin, entah bagaimana dia akan jelaskan pada putrinya itu nanti. Apalagi selama ini dialah yang menyebabkan penderitaan Alan dan Aerin.


Alta menatap ayahnya kasihan, dia juga merasa bersalah karena tidak menyadari jika Aerin adalah adik yang dia cari selama ini.


"Jika Grandfa bisa menyembuhkan luka di hati Mommy, maka aku akan memaafkan semua kesalahanmu."


Christoper terkejut mendengar ucapan cucu-nya yang seperti orang dewasa.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2