Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri

Terjebak Pernikahan dengan Pria Beristri
Ancaman


__ADS_3

Chris duduk dengan gelisah di bangku pesawat sambil menatap kosong kearah jendela. Entah kenapa dia sangat panik? Melihat video kemarin membuat sela-sela jarinya serasa teriris sakit, apalagi melihat gadis sekecil itu di tampar dengan sangat keras oleh orang dewasa seperti Anne.


"Dad, kau terlihat emosi saat melihat video itu?" Alta memincingkan matanya curiga. Sejak kemarin ayahnya itu lebih banyak diam.


Christoper menghembuskan nafasnya kasar, "Entahlah, sama seperti perasaan Daddy lima tahun yang lalu. Rasanya ada yang aneh dengan wanita bernama Aerin itu," sahut Christoper


Sejenak kedua lelaki itu terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing serta menikmati penerbangan yang cukup memakan waktu. Bayangan perpisahan beberapa tahun yang lalu masih terngiang dan terekam jelas di kepala mereka berdua.


"Apa Aerin memang Baby A?" tanya Alta tanpa berani melihat ayahnya.


"Tidak ada yang membuktikan bahwa dia Baby A," jawab Christoper.


"Semua informasi tertutup. Apakah Daddy tidak curiga jika ada orang yang sengaja menutup informasi ini?" Alta menatap ayahnya.


Christoper tak menjawab. Kekuasaannya tak mampu menemukan di mana keberadaan istri dan anaknya yang sudah terpisah selama puluhan tahun tersebut. Dia sudah meminta orang-orang suruhannya agar menyelidiki orang-orang yang bersangkutan dengan istrinya. Namun, tetap saja hasilnya nihil.


.


.


"Brengsek." Ema melempar barang-barang yang ada di atas mejanya. "Tidak bisa, Chris tidak bisa menceraikan aku," pekiknya.


Ema mendapat surat gugatan cerai dari suaminya. Wanita itu tidak terima saat di ceraikan oleh sang suami. Dia sangat mencintai suaminya, bagaimana bisa dia kehilangan lelaki itu setelah menikah selama kurang lebih 30 tahun.


"Aku takkan melepaskanmu, Chris," ucapnya dengan senyuman licik. "Kau hanya milikku. Apapun akan aku lakukan demi berada di sisimu," ujarnya lagi.


Wanita itu duduk di sofa dengan nafas memburu dan emosi. Dadanya naik turun dan seperti hendak meledak di dalam sana.


"Kau takkan pernah menemukan di mana Ratih dan Baby A," kelakarnya berusaha tenang dan tak mau terpancing emosi.


"Selamat siang, Nyonya," sapa pria paruh baya yang memakai pakaian hitam lengkap dan rapi.


"Di mana Chris dan Alta?" tanya Ema.


Ema di usir dari rumah oleh suaminya sendiri. Wanita itu sangat marah apalagi setelah menerima surat gugatan cerai dari lelaki tersebut.


"Mereka berangkat ke Sidney, Nyonya," sahut sang asisten.

__ADS_1


"Menemui Aerin?" Ema menatap pesuruhnya tersebut.


"Iya, Nyonya," sahut Robert.


"Bagus, Chris akan lihat bagaimana anaknya di siksa," ucap Ema terkekeh membayangkan Christoper melihat bagaimana Aerin di siksa.


"Apa selanjutnya yang akan saya lakukan, Nyonya?" tanya Robert.


"Siapkan keberangkatanku ke Sidney. Pastikan Chris tidak tahu jika aku menyusul dan jangan berikan celah pada Robson apalagi dia sampai membawa Ratih bertemu Chris," titah Ema.


"Baik Nyonya."


Ema kembali duduk di sofa dengan tenang sambil menyesap jus di gelasnya. Senyumannya licik seperti ular berbisa yang menebarkan racun bila di gigit


"Chris, Chris, kau akan kehilangan untuk kedua kalinya. Betapa kau bodoh jika anak yang kau cari selama ini ada di dekatmu. Tetapi inilah yang aku mau, menghancurkan Ratih." Dia mengambil ponsel lalu mengotak-atiknya seperti mengirim pesan pada seseorang.


Ema wanita yang tak kalah licik. Dia melakukan berbagai cara agar bisa menjadi istri dari seorang Christoper, milyader yang memiliki puluhan perusahaan. Tak masalah jika lelaki itu tidak mencintainya, bagi dia selama bisa menguasai harta Christoper, kenapa tidak?


30 tahun yang lalu, dia melakukan segala cara dengan mempengaruhi kedua orang tua Christoper agar mengusir Ratih dan anaknya yang baru berusia 3 bulan, dengan alasan wanita miskin seperti Ratih tidak pantas bersanding bersama Christoper, seorang pria sempurna dan memiliki segalanya. Dia berhasil menyingkirkan Ratih dari kehidupan Christoper tetapi dia tidak bisa menyingkirkan wanita itu dari hati sang suami. Hingga saat ini lelaki yang berstatus suaminya itu tak jua mencintainya.


"Ema."


"Simon."


Wanita itu berdiri menyambut seseorang yang berjalan kearahnya.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Ema dingin pada lelaki tersebut.


"Di mana, Anne?" tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Ema.


"Dia tidak ada disini," jawab Ema. "Apa yang kau lakukan?" Ema memincingkan matanya curiga. Jika lelaki ini sudah datang menemuinya pasti ada sesuatu yang dia inginkan.


Lelaki itu duduk dengan santai sambil menyilangkan kedua kakinya. Di sela-sela jarinya terselip sebatang rokok yang dia sesap lalu asapnya dia keluarkan hingga mengempul membentuk gumpalan.


"Cepat katakan, aku tidak suka basa basi!" ucap Ema dingin dan jenggah melihat lelaki yang ada di depannya ini.


"Transfer 500 M, aku butuh seorang," pintanya.

__ADS_1


Mata Ema membulat sempurna saat mendengar nilai uang yang tidak sedikit tersebut.


"Jangan gila, Simon. Kau pikir itu sedikit," protes Ema.


"Itu nilai kecil bagi seorang Christoper," sahut Simon terkekeh. Dia tahu betapa kayanya seorang Christoper. Bahkan mungkin membeli pulau Amerika saja dia sanggup.


"Dia mau menceraikan aku," jawab Ema.


"Itu bukan urusanku. Aku hanya ingin minta uang," sergah Simon.


Wajah Ema terlihat marah, ingin rasanya dia membunuh Simon. Tetapi melawan mantan kekasihnya itu hal yang percuma.


"Aku tidak memiliki uang sebanyak itu sekalipun ku jual rumah ini," sahut Ema.


"Tidak masalah. Tetapi bersiaplah aku akan mengatakan pada Christoper, siapa kau sebenarnya?" Simon tersenyum miring ketika melihat wajah panik dari Ema.


"Beri aku waktu," ucap Ema dengan dada yang naik turun.


"Dua hari."


"Ck, kau ingin membu_"


"Jika tidak, kau akan menerima kehancuran setelah Chris tahu siapa wanita ular sepertimu," bisiknya di telinga Ema dengan senyuman iblisnya.


Ema mengeram dengan gigi saling bergemeletukkan. Dia membalas tatapan lelaki itu dengan dingin.


Simon tersenyum santai saja lalu duduk kembali dan melanjutkan sesapannya pada rokok yang terselip di jarinya.


"Kau meninggalkanku demi, Chris," ucap Simon mengenang masa lalu mereka. "Hanya karena aku miskin dan tak memiliki uang yang fantastis," sambungnya lagi mengempulkan asap rokoknya keatas kepala.


"Orang tua ku tidak setuju," sahut Ema cepat. Dia juga merasa sakit ketika mengenang masa lalu mereka.


"Aku tahu," kata Simon. "Tetapi jika kau mencintaiku, harusnya kau tak menyerah apalagi kau sedang menggandung anakku," sahut Simon kecewa.


Simon adalah mantan kekasih Ema dan ayah kandung Anne. Mereka belum sempat menikah karena hubungan tersebut di tantang dengan keras oleh kedua orang tua Ema. Hingga akhirnya Ema memutuskan melahirkan bayi nya seorang diri tanpa suami. Sampai orang tua Christoper memintanya menikahi lelaki itu karena ada perjanjian persahabatan di masa lalu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2