
Aerin memberontak saat suaminya diseret oleh anak buah Christoper. Wajah Alan lebam dan biru, entah sekuat apa Christoper memukul wajah menantunya itu hingga membuat wajah Alan terlihat menggenaskan.
"Hubby."
Samar-samar mata Alan terbuka ketika mendengar teriakkan Aerin. Tangan lelaki itu terulur hendak menggapai tangan sang istri. Hingga akhirnya mata Alan terpejam kembali dan tak sadarkan diri.
"Hubby."
Teriakkan Aerin terdengar menggema. Wanita hamil itu berusaha memberontak ingin mengejar suaminya. Tetapi Alta malah memasung tubuh Aerin, hingga wanita itu tak mampu mengalahkan kekuatan tubuh Alta.
"Hubby."
Christoper menatap wajah Aerin dengan penuh kebencian. Lelaki paruh baya itu berdiri lalu menghampiri Aerin.
Sejenak Christoper terpaku menatap bola mata Aerin. Kenapa tatapan ini mengingatkannya pada seseorang di masa lalu? Tatapan rapuh dan juga tak berdaya.
Christoper mencengkram dagu Aerin dengan kuat dan kasar.
"Siapa kau sebenarnya?" bentak Christoper. "Kau tahu, kau lah yang membuat putriku hancur. Kau merebut kebahagiaan nya."
Plak
Satu tamparan mendarat dipipi Aerin hingga mengeluarkan darah segar di sudut bibir wanita cantik itu. Rambut Aerin ditarik oleh Christoper dengan kuat, lelaki paruh baya itu sama sekali tak memiliki belas kasihan pada wanita hamil yang tengah dia siksa sekarang.
"Tidak hanya pelacur, ternyata kau juga penghancur," ucap Christoper menghempaskan dagu Aerin dengan kasar.
__ADS_1
Aerin tak berdaya air mata yang leleh menunjukkan bahwa dirinya benar-benar rapuh.
"Bunuh dia!" perintah Christoper.
Yoas dan Yoel tak bisa berbuat apa-apa, asisten Alan tersebut hanya bisa menunduk sambil menatap Aerin kasihan. Sebab hidup mereka berdua pun di ujung tanduk dalam ancaman Alta.
"Nona."
Yoas dan Yoel membantu wanita itu berdiri dari lantai, sebab Aerin terjerembab dilantai karena didorong oleh Christoper.
Sekali lagi Alta menatap Aerin tajam. Entah kenapa hatinya seolah terenyuh sakit melihat air mata yang menetes di pipi Aerin.
"Bawa dia," titah Alta.
"Ayo Nona," ajak kedua laki-laki itu memapah tubuh lemah Aerin.
Alta langsung melenggang pergi, entah kenapa dia tidak bisa melihat lama-lama wajah Aerin yang kesakitan tak berdaya tersebut.
"Hubby," lirih Aerin.
Yoas membantu Aerin masuk kedalam mobil, wanita cantik itu terlihat berantakan. Dia terus memanggil nama suaminya berharap Alan kembali padanya. Aerin memang membenci Alan ketika tahu kenyataan sebenarnya. Namun, dia adalah wanita yang merindukan sosok kehadiran sang suami.
"Hubby."
Aerin menangis dalam ketidakberdayaan nya. Rasa sakit yang menghantam dadanya seolah membuat dia hendak meninggalkan dunia. Kenapa takdir begitu tega mempermainkan perasaan nya. Apakah takdir tidak kasihan melihat dirinya yang lemah dan tak berdaya?
__ADS_1
Yoas dan Yoel saling melihat satu sama lain. Jujur saja mereka ingin menolong Aerin tetapi itu tidak bisa.
"Kak, kemana kita akan bawa Nona?" tanya Yoel.
"Sesuai perintah Tuan, kita bawa Nona ke luar negeri," jawab Yoas sambil menyetir. "Persiapkan semua nya Yoel," perintah Yoas.
"Iya Kak."
Aerin terbaring di bangku penumpang dalam keadaan mata terpejam tetapi mulutnya terus memanggil nama suaminya. Tadi dia sudah bahagia setengah mati ketika mendapat kabar bahwa sang suami ingin bertemu dengan nya. Tetapi sesaat kemudian kenyataan yang selama ini tak pernah Aerin ketahui malah menghempaskan tubuhnya.
Christoper dan Anne meminta Alta untuk melenyapkan Aerin. Namun, entah kenapa hati Alta terenyuh oleh belas kasihan. Sehingga dia meminta Yoas dan Yoel membawa Aerin pergi jauh.
.
.
Agam keluar dari mobil dengan langkah cepat. Lelaki tampak tergesa-gesa.
"Kemana mereka?" tanya Agam ketika tak menemukan siapapun di restaurant tersebut.
"Seperti nya mereka sudah pergi, Tuan," sahut Yakob.
"Apa yang terjadi kenapa bisa berantakan seperti ini?" tanya Agam heran melihat kondisi restourant yang tampak hancur.
Bersambung...
__ADS_1