
Alan berjalan masuk kedalam Mansion mewah Arkin. Lelaki itu berjalan dengan gontai.
"Son," sambut Bella, ibu Alan.
"Bu," lelaki itu memberikan kelulakn hangat pada ibu nya.
"Tumben kau datang ke sini?" tanya Bella menyelidik. Pasalnya, Alan jarang datang ke mansion jika tidak ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.
"Ada yang ingin aku bicarakan pada Ayah dan Ibu," ucap Alan.
"Ya sudah ayo masuk," ajak Bella menggandeng tangan anak lelaki satu-satunya itu.
"Son," sapa Arkin.
"Ayah," sambut Alan yang juga memeluk ayah nya.
Alan adalah anak tunggal. Dia tidak memiliki saudara. Harta kekayaan kedua orang tua nya sepenuhnya jatuh ke tangannya.
"Kau datang pasti ada sesuatu?" tebak Arkin setengah menggoda anaknya.
Alan terkekeh, kedua orang tua nya ini sama selalu saja tahu maksud kedatangan nya. Alan memang jarang pulang ke kediaman orang tua nya jika tidak ada kepentingan yang mendadak.
Ketiga orang itu duduk diruang tamu. Tampak Alan berbincang-bincang hangat dengan kedua orang tua nya. Sebenarnya Alan belum siap melihat reaksi Arkin dan Bella, jika tahu maksud kedatangan nya adalah untuk meminta restu menikah lagi. Alan ingin berpisah dengan Anne, meski dia tahu keinginan tersebut tidak akan mungkin di penuhi oleh wanita tersebut.
"Son, apa yang ingin kau katakan?" tanya Arkin meletakkan cangkir kopi yang baru saja dia sesap tersebut.
"Aku datang kesini ingin meminta restu kalian," ucap Alan bernafas berat.
"Restu?" ulang Arkin dan Bella bersaman lalu saling melihat bingung.
__ADS_1
"Maksudmu restu apa, Son?" tanya Bella tak mengerti.
Tentu saja bingung, siapa yang tak bingung. Anaknya yang sudah menikah selama sepuluh tahun itu malah meminta restu. Meski pun Alan belum mengatakan restu apa? Tapi sebagai orang dewasa tentu paham jika kata restu selalu digunakan untuk mereka yang ingin menikah.
"Aku akan menikah lagi," sahut Alan santai. Alan memang tipe pria yang tenang dan santai. Dia tak pernah gegabah dalam mengambil keputusan. Dia selalu yakin, setiap keputusan yang dia ambil adalah yang terbaik, karena sebelum memutuskan sesuatu dia sudah memikirkan nya dengan sebaik mungkin.
"APA?" pekik Arkin dan Bella bersamaan.
Alan mengangguk. Wajahnya tetap tenang, setelah membuat kedua orang tua nya seperti serangan jantung ketika mendengar penjelasan dari lelaki tersebut.
"Alan, kau jangan bercanda. Menikah lagi maksud mu apa?" tanya Bella yang masih tak mengerti. Apa yang akan terjadi jika anaknya menikah lagi.
"Iya Alan. Kau tahu bukan bahwa kau sudah memiliki istri, yaitu Anne," sambung Arkin.
"Ayah dan Ibu juga tahu kalau aku tidak pernah mencintai nya," sahut Alan cepat.
"Walau kau tak mencintai nya, tapi kau tetap suami Anne. Pernikahan kalian sah secara hukum mau pun agama," jelas Arkin pada anaknya.
"Alan, kau tidak bisa seperti ini. Kau tahu bukan? Jika sampai kau menikah lagi, maka reputasi keluarga kita aja hancur. Keluarga Hathaway takkan membiarkan kita hidup dengan tenang," jelas Arkin lagi tak habis pikir dengan keputusan Alan.
"Aku tak peduli itu. Aku juga ingin bahagia dengan jalan ku sendiri," sergah Alan cepat. Alan sudah siap menanggung semua resiko dan segala kemungkinan yang akan dia hadapi. Yang perlu dia lakukan adalah menjaga Aerin dan calon buah hati mereka.
"Alan, ken_"
"Dia hamil," ucap Alan cepat. "Aku yang menghamilinya. Malam itu kami sama-sama dalam pengaruh obat. Dia membuatku tak bisa menolak dan dia adalah wanita pertama yang ku sentuh dan begitu juga sebaliknya," jelas Alan panjang lebar tanpa melihat kedua orang tua nya.
Mata Arkin dan Bella membulat sempurna. Tanpa sadar cangkir yang dipegang Bella terjatuh dilantai hingga pecah tak berbentuk.
"Ha-mil?" tanya Bella dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
Bella adalah wanita yang sudah berusia. Tentu sebagai wanita normal dia begitu merindukan kehadiran seorang cucu di kehidupan masa tua nya. Sedangkan Alan sudah menikah selama sepuluh tahun. Namun, Anne tak kunjung memiliki anak di karenakan Alan tak pernah menyentuh istrinya tersebut.
"Ya dia hamil anakku," jawab Alan sambil tersenyum membayangkan wajah Aerin. Ahh baru beberapa jam dia meninggalkan wanita itu dia sudah merindukan nya.
Arkin bersandar di sofa. Lelaki paruh baya itu cukup syok mendengar penjelasan putra tunggalnya. Kenapa bisa terjadi? Apakah ini kebetulan? Anak lelaki nya yang tak pernah memiliki gairah untuk berhubungan suami istri, malah menghamili perempuan lain yang jelas bukan istrinya sendiri.
"Alan, jika kau menikahi wanita itu, kau harus siap menanggung resiko. Hidup wanita itu takkan baik-baik saja, Alan. Dia akan di incar oleh keluarga Hathaway. Hidup nya takkan aman," jelas Bella memperingatkan putranya.
Keluarga Hathaway adalah keluarga paling berpengaruh di kota ini. Mereka tak peduli pada siapapun, jika berani mengusik kehidupan keluarga mereka. Maka bersiaplah, menerima balasan yang setimpal dengan perbuatannya.
"Aku tahu," jawab Alan.
"Alan, Anne tak kan mau berpisah dengan mu. Sebaiknya buang pikiran mu untuk menikahi wanita itu. Bayar saja dia dan suruh rawat bayi nya sendiri," saran Bella.
Alan menatap ibu nya tajam. Sampai kapanpun dia tidak akan pernah melakukan itu. Aerin tak bisa di bayar dengan uang. Aerin lebih dari apapun.
"Aku tidak akan melakukan itu, Bu. Aku mencintai Aerin. Tidak akan ada yang bisa merebut nya dariku," tegas Alan. Siapapun yang berani menghadang jalan nya, maka Alan akan singkirkan. Aerin adalah nadi nya. Takkan dia biarkan orang lain menyakiti wanita yang dia cintai tersebut.
Arkin dan Bella menghela nafas panjang. Alan adalah pria berambisi yang keras kepala. Dia akan melakukan apa saja demi mewujudkan semua keinginan nya.
"Alan." Arkin menghela nafas panjang. "Jujur saja kami sangat merindukan seorang cucu, mendengar wanita yang kau tiduri sudah hamil tentu kami senang. Tapi, pikiranlah baik-baik. Wanita itu takkan aman jika dia sampai menjadi istri keduamu," jelas Arkin berusaha memberikan pengertian pada Alan. Barangkali Alan memikirkan keputusan nya.
"Selama ada aku dia akan aman," jawab Alan berdiri. "Ada atau tidak nya restu dari kalian. Aku akan tetap menikahi Aerin," ucap lelaki itu. Keputusan Alan tidak bisa diganggu gugat.
"Son." Bella mendesah pelan.
"Alan." Arkin juga ikut berdiri.
Langkah Alan terhenti. Lelaki itu berdiri membelakangi kedua orang tua nya.
__ADS_1
"Asal kau bahagia. Kami memberi restu," ucap Arkin. Kebahagiaan Alan adalah yang terpenting. Biarlah nanti, dia ikut turun tangan jika terjadi sesuatu.
Bersambung....